Image Slider

Enam Bulan #dirumahaja

September 16, 2020

Masih musim covid-19. Hari ini tercatat tenaga medis yang wafat 116 orang. Saya masih diam di rumah. Sesekali keluar rumah lagi-lagi urusan kerja saja. Tidak ada nongkrong, tidak ada mudik. Belum satu detik pun saya berkumpul dengan keluarga, apalagi Ibu. Sedih sih. 

 

Enam bulan ini udah ngapain aja? 

 


Gak ada skill yang bertambah selain latihan sabar dan bersyukur. Sebab saya kena efek pandemi. Bisnis saya di Fish Express baik-baik saja. Malahan omset naik. Hamdalah.   

 

Saya daftar kelas-kelas online. Seru juga ikutan kelas jarak jauh begini. Awalnya saya pesimistis dengan keberadaan kelas online. Mengikuti kelas seperti itu macam orang ambisius yang gak mau kalah dengan zaman. Apa sih. Walah ternyata saya malah menyukainya. Pret dipoyok dilebok ya kamu, Ulu. 

 

Kemudian, saya mulai legowo untuk gak masak. Jujur aja saya capek masak. Sekarang saya berserah diri pada Warung Nasi Ceu Mimin. Chef rumahan yang apik dan bersih. Bismillah semoga makanannya bebas dari covid-19. 

 

Saya masih jalan-jalan. Sesekali saja bersama Indra dan Nabil. Saya gak rekomendasikan jalan-jalan berkelompok kecuali dengan pasangan. Musimnya masih pagebluk begini soalnya. Kami jalan kaki sekitar Cibadak saja. Terakhir kalinya keluar rumah kukurilingan tgl 17 Agustus 2020. Pagi-pagi waktu itu, jalanan kosong melompong kecuali di Alun-alun. 

 

Pernah juga beberapa kali saya ikutan tur virtual. Di Semarang sampai ke Jepang. Tur sejarah dan tur horor. Hahaha seru juga. 

 

Kurasa selama enam bulan ini saya belajar buat gak memberi batasan ke diri sendiri. Jangan apatis. Pun jangan ambisius. Santai saja. Tenang. Namun jangan menganggap hal-hal yang gak kamu gak ketahui adalah hal yang gak mungkin, gak penting. 

 

Menghadapi covid-19 pun saya menempatkan diri pada posisi netral. Saya diam di rumah, namun sesekali keluar rumah. Dengan catatan untuk bekerja saja. Tapi, saya gak bisa julid dengan teman-teman yang sering berkegiatan di luar rumah. Meskipun klise ya 'ekonomi harus tetap berputar' tapi beneran kerasa kok emang kegiatan di luar rumah perlu ada bagi sebagian orang. 

 

Saya punya pilihan. Akan tetapi saat saya berhadapan dengan pilihan keluar rumah, itu jalan terakhir. Saat itulah saya pikir kasihan amat yang gak ada pilihan buat diam di rumah aja ya. Mau gak mau mesti keluar rumah dan bekerja, kalau tidak....

 

Jadi, saya gak bisa bersikukuh dengan bilang 'ayo diam di rumah'. Kupikir, ya kalo harus keluar rumah yasudahlah. Kalian pake masker lah. Jaga jaraklah. Keluar rumah buat kerja ajalah. Tahan-tahan dulu ketemu keluarga bila kondisi darurat sajalah. Maksudku, kalo mau keluar rumah, jangan lupa tanggung jawab physcal distancingnya. Zaman masih begini soalnya. 

 

Pada sehat-sehat semua ya. Kalo kamu masih bertekad diam di rumah saja, bagus. Kalo kamu adalah tenaga medis yang kebetulan nyasar ke blog ini dan membaca tulisan ini: terima kasih banyak, semoga sehat-sehat terus ya, detik per detik yang kalian lakukan selama pagebluk ini adalah jaminan yang membawa kalian ke surga. Amin. 

 

Dan, semoga kita dikasih banyak rezeki, beneran buanyaaaak sekali rezeki. Mari kita gunakan rezeki ini untuk belanja. Belanja produk teman, jajan produk siapa saja yang ada di instagram dan twitter dan facebook dan status wa. 

 

Amin. Amin. Amin.

Pinjaman Online untuk Modal Usaha

September 05, 2020

Sobat pengusaha apa kabarnya nih selama pandemi berlangsung? Gak sedikit temanku yang wiraswasta digempur efek covid-19. Bahkan yang kerja kantoran aja pada kena efeknya. Gaji tinggal pokok, kena laid off. Yang dagang pun sepi pembeli.Yang arsitek nih misalnya banting setir dagang ayam frozen. Yang pedagang, mulai aktif berjualan pake tools digital. 

 

Perlahan dengan era new normal, perbisnisan mulai bangkit kembali. Dunia perkantoran mulai aktif. Meski menggeliat lagi, tapi seret-seretnya masih terasa. Apalagi yang pengusaha nih, modal nol untuk merintis usaha. Kondisi finansial sangat terbatas. 

 

Lantas gimana solusinya nih biar bisa berbisnis di era susah begini? 

 

1. Ajukan Kredit ke Fintech

Ini jenis pinjaman yang paling mudah. Pinjaman online alias fintech. Modalnya internet saja. Pengajuan dikirim secara online. Tidak ada proses tatap muka. Oleh karenanya sistem peminjaman ala fintech tidak rumit. Bahkan dana dapat cair dalam waktu kurang dari 24 jam. 

 

Salah satu fintech yang direkomendasikan adalah Tunaiku. Situs peminjaman online ini dapat diunduh aplikasinya dan dicek websitenya. 


Tunaiku merupakan situs peminjaman online yang ada sejak 2014 dan sudah terdaftar serta diawasi di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Produk fintech Tunaiku berasal dari Amar Bank, bank resmi di Indonesia yang telah beroperasi sejak 1991. 

 

Keamanan dan fleksibilitas adalah dua fitur utama dalam layanan Tunaiku. Syarat meminjam di Tunaiku mudah saja. Hanya dibutuhkan KTP. Dengan jaminan aman, data kita gak akan keluar. Fasilitas tenornya pun fleksibel dan mencapai angka maksimum 20 bulan. Pinjamannya hingga 20 juta. 

 

 


 

Hal utama yang teman-teman harus perhatikan dalam peminjaman ke fintech adalah: pilih angka pinjaman yang paling dibutuhkan dan jangan telat bayar. Intinya sih meminjam tidak apa-apa untuk modal usaha, tapi bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ya.

 

2. Gadai Aset

Coba ditilik lagi, aset apa yang kamu punya dan masih oke kondisinya. Dari gadget, perhiasan, kendaraan, surat-surat berharga, termasuk rumah. Aset tersebut dalam digadaikan untuk memperoleh uang tunai. Selanjutnya uang tersebut dapat kamu putar sebagai modal usaha. 

 

Namun bila menyangkut jaminan properti, pertimbangkan secara masak. Sepadan gak, seterpojok apa kondisi keuangan kita, seperlu apa modal tersebut kita butuhkan. Lagi-lagi carilah pegadaian yang sudah terdaftar dan diawasi OJK. 

 

Meski proses peminjamannya tidak serumit pinjam ke bank, tetap saja dibutuhkan waktu agak lama untuk petugas pegadaian mengonfirmasi data kita. Juga apabila aset yang kita gadaikan termasuk besar (rumah, misalnya). Petugas pegadaian akan memeriksa dan mendatangi rumah kita untuk cek ricek data aset. 


3. Pinjam dari Bank

Setahu saya di masa korona begini susah bakalnya pinjam ke bank. Seleksi makin ketat karena bank harus lebih berhati-hati dalam mencairkan pinjaman. Pinjam di bank angkanya besar, bukan sereceh bila kita meminjam via fintech yang bisa 5 jutaan. Ditambah bila meminjam ke bank kamu juga harus menyiapkan jaminan seperti halnya meminjam ke pegadaian.

 

Proses peminjamannya butuh waktu lama. Memakan waktu hingga berhari-hari. Kalian juga harus datang ke bank dan tatap muka dengan petugas di sana, serta mengisi banyak dokumen. Kerumitan itulah yang agaknya jadi masalah kalau kamu butuh kecepatan dana cair. 

 

Proses pengecekan kesehatan finansial peminjam juga bank lakukan serinci mungkin. Mereka akan mengecek riwayat keuangan rekening tabungan kita. Pengukuran finansial ini dilakukan agar mereka bisa mengukur apakah kita sanggup membayar cicilan atau tidak. 

 

Nah itu dia solusi mencari modal untuk usaha. Mudah-mudahan binis teman-teman sekalian lancar dan sukses. Semoga rezeki kita di era pandemi ini mengalir terus. Amin.

Kelas Zoom FYCOM: Semua Orang Adalah Influencer

August 19, 2020

Annyeong! (udah anak drakor banget nyapanya heheh).

 

Udah ikutan zoom apa aja euy di zamannya korona ini? Bulan lalu saya daftar kelas zoom wirausaha gitu. Abis temanya menarik. Kayaknya bakal kepake di Fish Express, bisnis perikanan yang saya tekuni.

 

Gara-garanya nih, kelas zoom itu narasumbernya pemilik resto Imah Babaturan. Teh Anggi namanya. Kalo tahu ini restoran, seru banget hypenya. Bayangin ada restoran yang tiap minggu ganti menu dan rame aja gitu. Pelanggan loyalnya banyak banget. Menunya makanan sunda sih kebanyakan. Trus kopinya disebut-sebut juara.

 

Lebih banyak tentang Imah Babaturan, kamu browsing aja.

 

Terus narasumber ke dua, pemilik Tiasa namanya Ghea. Semacam 'warung' tapi warung kota gitulah. Makanannya bertema sehat & vegan. Plantbased gitu.

 

Acaranya sendiri diselenggarakan oleh FYCOM. Fina Yudharisman yang bikin. Cek Instagramnya aja, event buatan Fina bagus-bagus menurutku. 

 

 

 

Di kelas zoom yang saya ikuti, dua narasumber beda banget ngurus bisnisnya:

Ghea based on data

Teh Anggi gayanya koboy abis

 

Dibanding Tiasa yang baru mau setahun umurnya, saya nunggu presentasinya Imah Babaturan. Sebab dia udah battle proven. Umur restorannya 5 tahun.

 

Bisnis mah kalo baru sebulan, oke menarik.

Jalan tiga bulan, wah bagus.

Masuk enam bulan, hebat bertahan.

Satu tahun, bravooo!

Dua tahun, aaarrghhh mantap!

Tiga tahun, wah gokil gila!

Empat tahun, kok bisa sih?!

Nah ini Imah Babaturan lima tahun dong.

 

Tapi dua-duanya punya cerita menarik sih.

Saya catat nih poin-poin menarik dr Ghea & The Anggi. Kali aja ada yang sedang merintis usaha & bisa kepake info-info ini. 

 

 

Ghea/Tiasa

  • Gak perlu jual produk yang kreatif banget. Dicari aja target pasarnya siapa. Segmennya gimana. Ada di mana. Tipe orangnya seperti apa. Umur berapa.
  • Gak semua orang akan jadi konsumen kita. Gak apa-apa.
  • Passion bukan kunci berbisnis. Kemauan buat mengetahui seluk beluk produk & siap kejar-kejaran dgn waktu adalah kunci. Kalo cuma sekadar suka, bisnisnya gak akan lama.
  • Belajar buat gak menyerah karena kejadian gak baik
  • Supaya konsisten, coba dipikirin life purposenya apa. Paling gampang pikirin: biaya sekolah anak, tabungan pensiun, melunasi KPR, dan sejenisnya. Mau filosofis juga bisa.

 

Teh Anggi/Imah Babaturan

  • Endorsement artis/selebgram bukan segalanya
  • Produk yang bagus akan dipromosikan sukarela oleh pembelinya. Karena itu, Imah Babaturan percaya kalo:
  • Semua orang adalah influencer, dan
  • Rawat akun media sosialnya (instagram) supaya marketing sukarela dari pembeli bisa kita terusin lagi efeknya
  • Kolaborasi dengan pebisnis lain
  • Produk harus bagus. Dalam hal ini makanan ya wajib enak. "Jangan ditanya ke pembeli, enak gak?, makanan wajib enak dong. Yang ditanya, kurangnya apa?" gituh kata Teh Anggi.
  • Kalo bisa jelasin brand bisnis kamu dalam lima kata tanpa kebingungan, berarti udah paham dengan bisnis sendiri.

 

Begitulah sedikit info-info menarik dr kelasnya FYCOM. Penyegaran banget buat saya mah sesekali ikutan kayak gini.

 

 

Warna Pintu Rumah Tua di Bandung

August 15, 2020

Paling enak jalan-jalan adalah berjalan kaki santai di pusat kota. Bawa sebotol air minum. Pake ranselnya. Siapkan kamera hp dan powerbanknya. Boleh dibawa topinya sekalian.  Jadwalkan pagi hari, lebih pagi lebih baik, untuk mulai berjalan. Bisa juga sore-sore. Supaya suasanya masih segar atau adem. 

 

Kalau di Bandung, biasanya saya jalan-jalan santai begini di daerah Braga, Sudirman, Pasar Baru, dan Asia Afrika. Lumayan sih trotoar nyaman dipijak meski yang gak layak kondisinya pun banyak. Warung dan pertokoan ada banyak. Siapa tahu mendadak perut keroncongan, bisa mengkol dulu buat jajan. 

 

Bila berjalan santai begini, saya akan memotret rumah-rumah tua. Rumah pinggir jalan ataupun rumah dalam gang. Pintu dan jendela rumah antik sangatlah sedap dipandang. Jadi latar foto OOTD juga bisa sih. Heuheu. Tapi saya gak lakukan itu sebab tujuan saya emang koleksi foto pintu tua dan jendela antik. 

 

Kalau berjalan kaki dan berburu foto rumah-rumah tua, ada satu hal yang menarik bagiku. Perhatikan pintu utama rumah dan kotak sekring listriknya. Mengapa? sebab warna mereka senada. 

 

 

Rumah lama yang arsitektur bangunannya masih bergaya ala tahun 40-50an, memiliki satu kotak kecil infrastruktur listrik yang berada di dekat pintu masuk. Nah pintu masuk, jendela depan, dan kotak sekring listrik ini warnanya sama. 

 

Iya saya tahu pemandangan tersebut bukan hal istimewa. Namun bukannya hal-hal kecil begini menyenangkan untuk dilihat ya. 

 

Menurut beberapa orang temanku, bukan sengaja pintu rumah dan pintu kotak listrik warnanya sama. Tapi waktu proses pengecatan, ada sisa cat yang sayang bila dibuang atau disimpan.  

 

Meskipun gak sengaja, kelihatannya kayak disengajakan. Warnanya jadi estetis. Enak dilihat. Ada yang warnanya hijau, biru, krem, merah, macam-macam. Warna kalem sampai warna mencolok. Entahlah ada cerita psikologi warna apa di baliknya. Yang pasti warnanya dipilih berdasarkan selera pemiliknya. Iya gak? :D 

 

 

Berdasarkan artikel yang saya baca-baca di web Halodoc, warna adalah medium. Semacam pesan yang ingin diperlihatkan pada pemakainya. Kayak warna merah yang menunjukan arti kuat, percaya diri, dan berani. Warna abu-abu artinya kuat dan stabil. Ada juga warna biru yang diasosiakan dengan kesetiaan dan ketenangan. Hijau diartikan sebagai kesejukan. Ada yang mempercayainya sebagai warna keberuntungan. 

 

Gak heran, kata Halodoc, warna bisa jadi alat untuk terapi. Selama menyusuri jalanan dan rumah-rumah tua dengan berjalan kaki, saya pikir ini hobi semata. Namun kalau diperhatikan saya berolahraga juga. Jalan kaki satu jam atau anggap aja 3000 langkah efeknya bagus kan buat tubuh. Belum lagi merhatiin warna-warna pintu dan jendela rumah tua. Lumayan kayak sambil menyelam dapat ikan. Hahaha. Kaki sehat, jiwa bahagia. 

 

Ah iya, Halodoc sendiri adalah aplikasi kesehatan yang memudahkan urusan medis saat kita membutuhkannya. Layanan Halodoc terpercaya dan lengkap. Install aja appnya, sign up, dan jelajahi fitur kesehatan yang ada didalamnya. Mulai dari urusan beli obat, tanya ke dokter, cari dokter yang tepat, dan cek kunjungan ke rumah sakit. 

 

Oke kembali ke rumah tua. 


Umumnya nih rumah-rumah lama yang saya temukan begini ada di daerah Pecinan. Membujur dari Sudirman ke arah Andir. Melebar ke Pasar Baru dan sekitarnya. Bila kalian jalan-jalan ke arah Bandung Utara, di sana banyak peninggalan rumah ala kolonial. Jika ambil arah selatan, banyaknya rumah-rumah masa kini. Nah di tengah-tengah utara dan selatan itulah daerah Pecinannya berada. Suasana dan rumah-rumahnya masih kerasa aura tempo dulu walaupun digempur perubahan. 

 


Agak susah nemu pemandangan begini kalau kita hanya diam di dalam kendaraan. Paling saya rekomendasikan berjalan kaki. Kalau jalan kaki, kita bisa atur tempo kecepatan bahkan berhenti sejenak. Lantas kita bisa melihat dari dekat, menyentuhnya bila properti tidak berpagar atau diizinkan pemiliknya.

 

Nah, protokol kesehatannya udah oke kan? Dipake maskernya, bawa hand sanitazernya, sekalian wadah perbekalan. 

 

Udah siap cuci-cuci mata dengan berjalan kaki? pagi-pagi ya kita ketemu di Asia Afrika di depan museum!

 

Membaca Wanadri

August 03, 2020
Baru saya ketahui, beberapa orang tua mendaftarkan anaknya ke Pendidikan Dasar Wanadri karena anak-anaknya bermasalah dan gagal dididik di pesantren 😅⁣ ⁣ 

"Daripada kamu terkapar di jalanan, kami lebih bangga kamu mati sebagai Wanadri" gitu kata Ayahnya Rara di halaman 81. ⁣ ⁣ 



Buku berjudul Setitik Cahaya di Kegelapan isinya tentang sekumpulan cerita pendek anggota Wanadri. Ceritanya seputar Pendidikan Dasar Wanadri (PDW). Namun ada juga kisah lainnya tentang pertemanan, kenekadan, ketangguhan. Ada cerita yang lucu, sedih, mengharukan, aneh, macam-macamlah. ⁣Juru tulis buku bernama Nondi F. Pertama kali bukunya terbit tahun 2014. ⁣ 

Ada satu cerita berjudul Negosiasi Dengan Jin. Ceritanya Wanadri menggelar lomba Citarum Rally I. Mengingat acara serupa di tahun sebelumnya memakan korban jiwa, agar acaranya lancar berbagai antisipasi dilakukan. Termasuk negosiasi dengan makhluk gaib penghuni sungai. ⁣ 

Dibantu kuncen, hasil negonya begini: 

Makhluk gaib: (1) penyelenggara harus luruskan niat, jangan sombong mau nantang alam, jangan sok jagoan, jangan anggap enteng (2) minta tumbal tiga orang korban. 

Wanadri: (1) jangan ada korban meninggal (2) kalo ada korban, korbannya anggota wanadri aja. ⁣ Melalui kuncen, makhluk gaib bertanya. Emang apa ciri-ciri Wanadri? ⁣ ⁣ 

"Mereka memakai syal oranye," kata Iwan Bungsu, ketua panitia. Bungsu menyanggupi tumbal tiga orang, tapi dia nego jangan meninggal dan harus anggota wanadri aja yang katempuhan. Jangan korbannya warga sekitar atau peserta umum. Si makhluk gaib sepakat 😂⁣ ⁣ 

Korban pertama, terjungkal dari perahu saat mencoba arus. Korban kedua jatuh dari tebing. "Siapa gerangan korban ketiga?" bisik Bungsu dalam hati. ⁣ H-1 acara, Bungsu tertabrak mobil. Masuk rumah sakit. Kaki luka parah. Nah itulah dia korban ketiga. ⁣ ⁣ 

Citarum Rally I di tahun 1977 itu sukses dan lancar. Itulah acara yang menandai bangkitnya olahraga arung jeram di Indonesia. ⁣Bukunya bisa dibeli di Shopee dan Bukalapak.

Lima Bulan #DiRumahAja

July 29, 2020
Gak bisa cerita banyak selama pandemi ini. Gak ada kegiatan selain bekerja saja. Lalu tidur. Netflikan. Begitu aja terus. Gak banyak buku yang kubaca, waktuku habis dilalap netflix hahah. Ini pantesnya dinangisin apa diketawain sih :)))



Bila saya keluar rumah, itu karena urusan pekerjaan. Bukan karena ketemu keluarga atau teman. Pernah sekali waktu bertemu Dimas, dalam rangka rapat darurat menyelamatkan kebaperan hahaha apa atuh baper.

Selama pandemi ini, tempat yang paling sering saya datangi adalah Cibadak di pagi hari. Sebab di sana saya belanja segala keperluan Fish Express. Seminggu sekali enggak juga, palingan sebulan 3x.

Kalo lewatin jalan-jalan di Bandung pagi hari, rasanya kangen berjalan kaki jelajah masuk keluar gang. Korona bangcat kapan kelarnya. Sampai kapan harus nahan-nahan eungap maskeran dan menahan hobi ya.

Sampai kapan begini terus. 2022?

Blog saya belakangan seringan sponsored post ketimbang tulisan sendiri. Mau selektif, butuh pemasukan. Saya masih menahan diri gak coba-coba apply ke penawaran sponsor susu formula. Namun otomotif, udah jebol pertahanan. Hahaha.

Agak aneh gak sih saya ngomongin postingan iklan. Seolah-olah kalian gak saya anggap begitu. Postingan iklan yang ada di blog ini ditujukan untuk google. Untuk mesin pencari. Bila kamu tidak menyukainya, maksudku tulisan mengandung iklan, bisa cari tulisan yang lain.

Gak tahu lagi saya mau cerita apa. Mungkin saya posting aja tentang Cibadak gimana?

Cerita-cerita ada sih di instagram @bandungdiary. Apa saya pindahin aja ke blog ya captionnya. Hahah.

Riding di Tengah New Normal? Tips Otomotif Sederhana Ini Bisa Diterapkan

July 23, 2020
Masa pandemik yang begitu panjang pastinya membuat semua orang merasa jenuh karena harus beraktivitas di dalam rumah demi kesehatan dan keamanan bersama. Yang terbiasa melakukan aktivitas di luar, di masa new normal ini pasti menyambutnya dengan luar biasa sebab terdapat kelonggaran untuk melakukan aktivitas di luar, tentunya dengan mengikuti beberapa protokol kesehatan, social distancing dan tips otomotif untuk mendukung performa.



Bagi pecinta dunia riding, masa new normal ini dapat dimanfaatkan untuk kembali melakukan aktivitas tersebut. Namun, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar riding yang dilakukan tidak menghadapi masalah. Berikut adalah tips tentang riding aman dan nyaman dari berbagai sumber yang dapat diterapkan:

1. Pastikan Kondisi Tubuh dalam Keadaan Sehat

Untuk siap melakukan riding tidak hanya berbekal rencana yang matang. Kondisi tubuh sebelum melakukan riding juga harus dipersiapkan dengan baik. Apalagi di masa new normal ini, dimana Covid-19 belum sepenuhnya hilang dari negara ini.

2. Cek Juga Kondisi Kendaraan

Kondisi tubuh sudah fit, maka persiapan selanjutnya adalah kendaraan yang akan digunakan untuk riding. Berdasarkan tips otomotif terbaru, kendaraan yang akan digunakan untuk riding harus lah prima dan tidak ada kerusakan di bagian mesin atau yang lainnya. Oleh karena itu, jika ingin riding berjalan lancar, maka cek secara seksama keadaan kendaraan.

3. Hindari Zona Merah

Tidak semua daerah memberlakukan new normal. Apabila kebetulan rute yang akan dilalui selama riding melintasi zona merah, sebaiknya yang paling aman adalah menghindar terlebih dahulu untuk mengantisipasi adanya sesuatu yang tidak diinginkan. Untuk mengetahui wilayah mana yang masuk zona merah, Anda bisa menghimpun banyak informasi dari berbagai sumber terpercaya.

3. Tetap Memakai Masker dan Siapkan Hand Sanitizer

Walaupun sudah berlaku new normal, bukan berarti selama riding Anda bebas menanggalkan masker. Tips otomotif selanjutnya, demi keamanan bersama, selama riding usahakan untuk selalu memakai masker dan membawa hand sanitizer selama perjalanan. Masker yang digunakan harus yang lapis 2 karena kondisi yang belum pulih maksimal sehingga perlu banyak waspada.

4. Kelengkapan Surat Tidak Boleh Dilupakan

Paling penting dan vital adalah surat-surat kendaraan. Misalnya saja STNK. Selama perjalanan tidak akan pernah tahu apakah di satu tempat akan terjadi pemeriksaan. Agar terhindar dari tilang, maka sebaiknya Anda menyiapkan kelengkapan surat sejak jauh hari. Termasuk tanggal kadaluarsa.

5. Selalu Cek Suhu Tubuh

Selama melakukan perjalanan, kelelahan fisik sudah pasti akan dialami. Kelelahan tersebut bisa berpotensi menaikkan suhu tubuh. Untuk memantau suhu tubuh agar tidak melebihi batas normal, ada baiknya apabila Anda selalu mengecek suhu tubuh selama di perjalanan. Jika mendekati ambang batas, sebaiknya Anda lekas beristirahat karena kondisi pandemic yang belum sepenuhnya pulih.

6. Jangan Lupa Bawa Helm

Tidak hanya berupa surat ijin saja yang paling vital. Pemakaian helm selama melakukan perjalanan riding pun tak kalah penting. Helm yang digunakan juga harus berstandar SNI. Sebelum riding dimulai, pastikan kondisi helm tidak mengalami kerusakan karena akan berakibat fatal.

Masih banyak sekali tips otomotif tentang persiapan riding di masa new normal yang dapat diterapkan. Anda dapat mencari informasi tips yang lainnya di otoloka.id yang memang khusus sebagai website otomatif dan menyediakan tidak hanya tips bermanfaat, tapi juga informasi penting lainnya. Beberapa poin di atas hanya sebagian contoh kecil dan mudah Anda lakukan sebelum melakukan riding. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan.


Cara Membeli Foto di Shutterstock Via idcopy.biz

July 04, 2020
Sekarang zamannya menulis di media sosial dilengkapi ilustrasi atau foto yang seru-seru kan, yang bagus gitu, nyambung dengan tulisan atau maksud kita. Nah kamu biasanya bikin sendiri ilustrasinya, motret, atau download dari web-web penyedia foto dan ilustrasi kayak Shutterstock?

Kayak foto ini. Bukan saya yang memotretnya. Saya membeli fotonya di Shutterstock melalui website idcopy.biz.



Walaupun untuk kebutuhan konten saya biasanya motret sendiri. Akan tetapi sering juga saya butuh foto dan ilustrasi pendukung dan saya gak bisa membuatnya sendiri. Sehingga jalan terbaik adalah download aja fotonya!

Namun nih, foto-foto bagus gak bisa didownload begitu saja. Ada harga ada rupa.

Downloadnya di mana? Pernah dengar Shutterstock kan, salah satu penyedia jasa ilustrasi. Nah kamu bisa download gambar-gambar di Shutterstock gratis. Bagaimana cara? Ikuti cara-cara yang saya pake nih.

Masuk ke idcopy.biz.

Kalo belum punya akun di idcopy.biz, register dulu saja. Pendaftarannya gak ribet sama sekali. Hanya isi data email, hp, dan password. Setelah itu cek email kamu. Nanti klik link verifikasinya dan barulah kamu bisa bisa pake email dan passwordnya untuk login.



Oke sekarang kamu sudah masuk ke idcopy.biz. Sekarang bagaimana cara download foto atau ilustrasinya?

Bila ingin download gratis, lihat sebelah kanan web. Ada kolom Gambar Pilihan Hari ini. Klik saja button ‘unduh’ di sana. Foto otomatis tersimpan di perangkat gadgetmu.




Begitu saja caranya. Mudah kan ya.

Unduh Gambar/Foto Tanpa Watermark dan Resolusi Besar

Nah sekarang bagaimana cara jika ingin download lebih banyak dengan pilhan beragam? Fotonya lebih bagus, gak ada watermark pula. Tentu saja ini berbayar. Web idcopy.biz  membantumu membeli foto-foto tersebut.

Eh tunggu dulu, tarif download foto dan ilustrasi via idcopy.biz sama sekali gak mahal. Tergantung kebutuhanmu berapa banyak. Saya kasih lihat contohnya ya. Cara membeli foto di Shutterstock via idcopy.biz gampang banget!

Cara membeli foto di Shutterstock via idcopy.biz

1. Cek Home
Di sini kamu klik button ‘Beli Paket’ untuk mengaktifkan fitur download. Nanti keluar halaman pilihan paket. Nah kamu pilih mau yang mana.

Saya memilih Paket Kustom. Anggaplah ini pertama kalinya kamu pake idcopy.biz, sebagai percobaan saya beli satuan saja. Beli dua gambar dulu.



Nanti saat kamu sukses register ke idcopy.biz, kamu akan mendapatkan kode voucher. Nah, gunakan kode vouchernya untuk memperoleh potongan harga ya!

2. Salin kode voucher di idcopy.biz
Masukan kode voucher SSBANDUNGDIARY ke kolom yang ditentukan. Kalau mulanya saya harus membayar RP72.000. Setelah saya masukan kode voucher, total pembayaran hanya RP14.000! Yeay!

Oke sekarang, baca panduan pembayaran. Setelah itu lunasi pembayarannya dan tunggu sistem idcopy.biz mengaktifkan fitur downloadmu. Cek emailmu ya! Gak makan waktu lama kok sistem otomatisnya terverifikasi.


Cek email untuk baca verifikasi pembayaran. Seperti ini:



Bila pembayaranmu telah terverifikasi, sekarang waktunya kembali ke web idcopy.biz  dan cek Riwayat Pembelian.

3. Cek Riwayat Pembelian
Nah di sini riwayat pembelian kamu terlihat. Invoice menunjukkan lunas. Dengan demikian, kami bisa salin voucher di sini. Gunakan vouchernya untuk mendownload foto atau ilustrasi yang kamu mau.

Sudah disalin vouchernya?

Sekarang kembali ke Home untuk download.  Klik buton ‘Masukan Voucher’.

4. Download Foto/Ilustrasi
Kembali lagi ke Home. Karena saya pilih paket Kustom 2 gambar, maka saya punya jatah download 2 gambar saja.

Oiya mesti kamu ingat, setiap paket dan jatah yang kita dapatkan ada durasi waktunya. Artinya, kalo gak segera mendownload gambarnya, jatah tersebut akan hangus.

Tenang saja. Masa kadaluarsanya beberapa hari. Cek Home untuk tahu berapa lama durasi waktu yang kamu punya ya.
Oke gini cara download fotonya.

Download Foto dari idcopy.biz

Di halaman Home terpampang kolom untuk download. Tapi, pilih dulu foto mana yang kamu inginkan di Shutterstock.

Buka dulu website Shutterstock. Tenang saja, kamu gak perlu signup atau sign in di sana. Yang kamu perlu lakukan, pilih fotonya, dan copy URL-nya.


Sudah copy URL dari halaman yang kamu buka di Shutterstock?

Oke, sekarang kembali ke web idcopy.biz. Nah kamu salin link yang kamu copy tadi. Kalau sudah, klik Pratinjau. Foto yang kamu mau sudah muncul di bawah kolom Pratinjau.

Sekarang kamu klik download.

idcopy.biz akan memproses fotonya. Gak makan waktu lama hanya beberapa detik. Seperti ini:




Bila foto sudah didownload idcopy.biz, nah sekarang waktunya pindahin ke gadget kamu. Pilih ‘klik untuk menyimpan di komputermu’.

Nah sudah deh beres! Foto-foto terbaik sekarang bisa kamu pake untuk melengkapi presentasimu, artikelmu, atau apa sajalah keperluannya. Gak ribet kan ya beli foto-foto via idcopy.biz. Cocok  nih buat kamu yang mau beli foto internasional tapi gak punya kartu kredit atau paypal. Karena idcopy.biz pembayarannya ke bank lokal dan pake mata uang rupiah pula. Hehe.

Selamat mencoba!


Hobi Fotografi? Dukung Hobimu Dengan digibank KTA

June 12, 2020
Saat ini, fotografi menjadi salah satu hobi yang sedang tren di kalangan milenial. Bagaimana tidak, sejak berkembanganya media teknologi terkhusus media sosial, foto menjadi salah satu faktor penting yang bisa menarik perhatian banyak orang untuk menunjukkan eksistensi diri.
Mengunggah hasil jepretan terbaik ke media sosial dan internet rupanya tidak hanya menarik respon para netizen saja, namun juga mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Maka tidak heran apabila fotografi menjadi hobi yang cukup banyak diminati oleh anak muda.
Untuk mendapatkan hasil gambar berkualitas, selain membutuhkan skill pastinya juga akan membutuhkan kamera yang berkualitas. Nah, untuk kamu yang masih pemula di dunia fotografi, berikut ini beberapa merk kamera terbaik yang bisa kamu jadikan pilihan:

1.    Canon

Canon adalah merk kamera yang cukup terkenal di dunia. Produk-produk perusahaan kamera digital asal jepang ini disebut-sebut telah menguasai pasar kamera seluruh dunia. Jenis kamera yang terbaik dari brand ini adalah DSLR dan SLR.

2.   Nikon

Hampir seluruh masyarakat sudah sangat familiar brand kamera satu ini. Nikon menjadi salah satu kamera yang paling sering digunakan oleh fotografer selain canon, dengan ciri khas nama sistem kamera dengan simbol “D” yang artinya digital.  Perusahaan dari negeri sakura ini rupanya tidak hanya memproduksi mikroskop dan teropong.

3.   Sony

Brand kamera satu ini rupanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, khususnya di Indonesia. Mengusung teknologi dan spesifikasi tinggi membuat kamera brand ini cukup mencuri perhatian bagi pecintanya. Beberapa produk top sony adalah DSLR, dan cyber-shot.

4.   Panasonic

Produk kamera panasonic umumnya memiliki keunggulan pada bagian LCD screen, picture, warranty, dan kualitas. Dalam kabar terbarunya panasonic lumix merelease sejumlah kamera digital yakni seri L dan G. Meski tak sepopuler canon dan Nikon, brand satu ini memiliki kualitas yang tak kalah dan bahkan mampu menyaingi produk dari brand lain seperti Casio, Olympus, dan lainnya.
Berbicara tentang kamera berkualitas, tentunya membutuhkan budget yang tinggi untuk mendapatkannya. Maka bukan hal yang aneh apabila banyak yang beranggapan bahwa fotografi adalah hobi mahal.
Nah, buat kamu yang mulai tertarik dengan hobby ini namun memiliki budget yang terbatas, jangan berkecil hati. Masih banyak jalan yang bisa kamu lakukan untuk menjajal hobby ini. Salah satunya adalah kamu bisa mengajukan kredit cepat melalui digibank KTA. Tidak hanya cepat dan mudah, tetapi kamu bisa mendapatkan pinjaman uang hingga 80 juta. Menarik bukan?
Alasan memilih kredit digibank KTA untuk upgrade kamera?
Meski berbasis kredit online, produk dari digibank by DBS ini rupanya sangat jauh berbeda dengan kredit atau pinjaman online pada umumnya. DBS Indonesia berkomitmen menghadirkan digibank sebagai bank digital terbaik. Tidak perlu ragu, karena digibank KTA ini memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh pinjaman online lainnya. Diantara keunggulannya tersebut adalah:
  • Saat hendak mengajukan pinjaman atau kredit, sebagian orang mungkin berpikir keribetan saat pengurusan kredit. Namun tidak untuk produk digibank KTA, yang menawarkan Tanpa ribet karena apply online dimana saja dan kapan saja melalui aplikasi digibank by DBS atau website go.dbs.com/kta
  • Dalam proses persetujuannya pun sangat tidak diragukan. Kamu akan mendapatkan  Approval cepat dalam 60 detik
  • Tidak tanggung-tanggung, kamu bisa meminjam uang puluhan juta, ditambah lagi dana langsung cair ke rekening digibank by DBS hingga Rp. 80 juta
  • Bunga kompetitif mulai dari 0,95%, cukup terjangkau untuk kamu yang takut terjerat cicilan besar.
  • Kalo keamanan, sudah jelas Aman dan terpercaya sudah terdaftar di OJK
Ini prosedur pengajuan kredit digibank KTA!
Dalam prosedur pengajuan kredit digibank KTA sangat mudah, hanya saja terdapat perbedaan antara nasabah dan non-nasabah digibank by DBS. Nah, untuk kamu yang belum menjadi nasabah, Berikut 5 langkah mudah proses pengajuan digibank KTA:
  1. Apply di go.dbs.com/kta
  2. Persetujuan cepat dalam 60 detik
  3.  Download aplikasi digibank by DBS
  4. Verifikasi biometric dengan agen digibank
  5. Cair langsung ke rekening digibank hingga 80 juta
Sedang langkah proses pengajuan digibank KTA untuk nasabah adalah sebagai berikut:
  1. Klik personal loan di menu utama aplikasi digibank by DBS 
  2. Lengkapi data diri
  3. Tunggu konfirmasi persetujuan kredit
  4. Pilih limit pinjaman dan tenor yang diinginkan
  5. Persetujuan cepat dalam 60 detik dan dana cair secara real-time hingga 80 juta
Jadi, tunggu apalagi? Yuk upgrade hobby fotografi dengan memanfaatkan kemudahan dari digibank KTA.


Tempat Foto Menarik di Bandung dan Paling Instagramable

June 07, 2020
Sebagai salah satu kota paling indah di Indonesia, tidak sulit menemukan tempat foto menarik di Bandung yang sangat instagramable. Hampir di setiap objek wisata yang kamu kunjungi, pasti akan cocok dan terlihat bagus untuk dijadikan lokasi pemotretan atau selfie. Setelah kamu upload di media sosial khususnya instagram, dijamin akan menuai banyak pujian.

1. Chinatown

Chinatown merupakan obyek wisata kuliner yang terletak di Jl. Kelenteng 41, Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Bandung. Sambil menikmati aneka hidangan yang disajikan, kamu dapat melakukan sesi pemotretan atau selfie dengan latar belakang panorama khas negeri China.
keterangan photo courtesy di bagian bawah
Lebih dari itu, pihak pengelola juga menyediakan kostum bergaya pangeran dan putri dari kerajaan Tiongkok. 

2. Little Seoul

Sama seperti Chinatown, Little Seoul juga hadir sebagai obyek wisata kuliner dan lokasinya ada di Jl. Sawunggaling 10, Tamansari, Bandung. Ruang makannya didesain dan ditata sedemikian rupa, sehingga mampu menghadirkan suasana khas negeri Korea.
Di tempat foto paling unik di Bandung inilah kamu bisa memuaskan hobi kamu, kemudian diupload di akun instagram.

3. D’Dieuland

Banyak yang menyebutkan jika D’Dieuland merupakan miniaturnya Disneyland karena konsep desain bangunan dan tata ruangnya hampir sama. Di restoran yang terletak di Jl. Pagermaneuh, Punclut, Dago, Bandung ini kamu bisa sepuas hati berselfie ria atau melakukan sesi pemotretan bersama teman.
Hasilnya pasti sangat mengesankan dan membuat siapa saja yang melihatnya merasa takjub.

4. Tafso Barn

Suasana yang agak berbeda namun tetap terasa istimewa akan kamu temukan ketika berkunjung ke Tafso Barn di Jl. Baru Laksana 75, Lembang, Bandung. Rumah makan yang sering dianggap sebagai tempat foto paling cantik di Bandung ini menawarkan spot gaya milenial.
Sebagian besar ruang makannya berbentuk sangkar burung dan dilengkapi tempat duduk dengan tampilan yang tidak kalah unik.

5. Forest Walk

Setelah puas berfoto ria dengan konsel latar belakang bernuansa kekinian, tidak ada salahnya melanjutkan kegiatan ini di alam terbuka. Salah satu pilihan terbaik yang bisa kamu datangi yaitu Forest Walk yang lokasinya ada di daerah Babakan Siliwangi, Bandung.
Hutan kota ini terlihat indah dan di setiap areanya sangat menarik dijadikan lokasi pemotretan.

5. Tebing Keraton

Objek atau tempat foto terindah di Bandung dengan nuansa alami berikutnya adalah Tebing Keraton di Desa Ciburial. Pemandangan alamnya benar-benar indah, mampu membuat mata dan pikiran jadi segar saat memandangnya.
keterangan photo courtesy di bagian bawah
Kamu pasti akan mendapatkan kepuasan yang semakin maksimal setelah menjalani pemotretan di tempat ini baik secara sendirian atau bersama teman.

6. Kawah Putih Ciwidey

Kawah Putih Ciwidey yang terletak di Desa Lebak Muncang, Bandung juga sangat bagus untuk lokasi hunting foto. Di sini kamu bisa menyaksikan pemandangan alam berupa danau yang warna airnya dapat berubah-ubah menurut kondisi cuaca.
Spot foto yang paling sering dikunjungi para pecinta fotografi adalah jembatan kayu yang ada di tengah danau. 

keterangan photo courtesy di bagian bawah
Ketika kamu mendatangi semua obyek wisata yang disebutkan di atas, pasti membutuhkan alat transportasi. Apalagi jika berkunjungnya bersama teman dalam rombongan besar. Apabila ingin mencari transportasi paling terpercaya, langsung saja menghubungi jasa sewa bus Bandung TRAC.
Pelayanannya sangat profesional dan memuaskan. Misalnya ketika ada teman kamu yang sakit ketika sedang menikmati keindahan tempat foto menarik di Bandung, pasti akan dibantu dibawa ke rumah sakit. Keamanan dan kesehatan memang menjadi prioritas utama, jadi sangatlah wajar jika mereka menerapkan prosedur perlindungan yang sangat ketat bagi semua pelanggan.

(photo courtesy: hargatiket.net)

Sayur Online di Bandung, Apa Aja Rekomendasinya?

June 06, 2020
Bisnis sayur online di Bandung lagi tinggi-tingginya nih sejak pandemi covid-19. Kalo dulu yang saya tahu cuma Keranjang Segar, sekarang ada beberapa jasa sayur online lainnya yang rekomendid. Saya udah pake jasanya dan memuaskan.

Kalo dulu belanja sayur online pilhannya sedikit. Sekarang buanyak banget! Sehingga, untuk belanja sayur online saya pilih dari yang jasanya paling cepet aja. Pesen tadi malam, kirim besok pagi. Kayak gitu.

Kalo harga, saya sering gak merhatiin murah dan mahalnya :D gak tahu kenapa heuheueheu.

Kedua, saya perhatiin jarak si sayur online ke rumah. Dekat atau jauh. Meski ongkirnya flat, saya tetap aja pengen milih jasa sayur online yang dekat rumah.

Ketiga. Layanannya bagus gak. Kalo bagus, saya mau pesan lagi. Kalo gak memuaskan, meskipun dekat dengan markas si sayur online, saya males reorder :D

Oke. Apa aja sayur online yang saya rekomendasiin?

1. Keranjang Segar

Ini jasa pasar online paling hits di Bandung sih. Udah gitu bisa pesan tanpa plastik pula. Barang dagangannya pun lengkap sampai yang produk nonpasar juga ada. Keranjang Segar termasuk yang antrean belanjanya rada panjang. Ongkirnya juga flat. Coba aja cek harga barang dan jasanya di instagram mereka @keranjangsegar.



2. Locarvest

Nah ini. Setahu saya mereka pelopor sayur online di Bandung deh. Beberapa tahun lalu saya pernah belanja di sebuah pasar sayur dadakan, terus kulihat Locarvest di sana, kalo gak salah mereka sekumpulan anak-anak UNPAD gitu. Mereka bilang menerima pesanan online juga. Terus entahlah kayaknya ganti pengurus apa gimana. Tokonya ada di instagram. Pengirimannya senins/d sabtu. Sering ada sale buah-buahan bagus di Locarvest, follow deh @locarvest.id.



3. Aya Sayur

Mang Aya, demikian admin tokonya, beneran kayak mamanng-mamang pasar gaya chatnya :D oiya Aya Sayur ada di Arcamanik. Jadi nih warga planet Antapani dan Arcamanik kalo mau belanja kebutuhan dari pasar, pesannya ke Aya Sayur aja ya karena free ongkirnya. Daerah lain juga bisa ke Aya Sayur. Tanya aja ongkirnya ke mereka di @ayasayur. Di instagram yak.



4. Pasar Cikembang

Saya belum belanja di Pasar Cikembang, baru follow dan merhatiin grafis-grafis posternya yang bagus. Kuperhatikan beberapa teman saya belanja ke Pasar Cikembang dan mereka merekomendasikan Pasar Cikembang ini. Follow mereka di @pasarcikembang. Fyi, mereka nih ongkirnya flat 10.000 aja. Whoaaa!



5. Toko Belibu

Ini toko sih bukan jasa belanja di pasar seperti keempat jasa di atas. Akan tetapi, sebagian produk pasar ada di sini juga. Ditambah mereka menyediakan produk organik pun. Tokonya ada, belanja online bisa. Kalo online, pesanannya dibuka jam 9.00-17.00.  Cek instagramnya @belibufreshmart



6. Toko Basila

Sama kayak Belibu, ini toko juga. Banyak yang produknya organik pula. Kalo mau belanja sayur-sayur pilihan yang terkurasi asal dan usulnya, toko-toko kayak Basila dan Belibu ini cocok buat kalian. Pemesanan online di Basila jam 08.00-20.00. Cek ke ig mereka @basilafreshmarket.



Semua tokonya ada di instagram. Cek aja nama tokonya ya saya udah cantumkan tuh. Terus, perhatiin bio mereka. Cek highlightnya. Karena info-info yang kamu butuhkan sebenernya bisa kalian baca sendiri tanpa kalian tanya ke CS mereka. Mulai dari daftar harga, hari pengiriman, ongkos kirim, aneka macam sale, dan lain sebagainya. Pokoknya membaca adalah koentji. Yhaaa, bahkan mau belanja aja baca dulu ya khan :D

Selamat belanja ya. Moga-moga saya dan kamu diberi keistimewaan diam di rumah dulu sampai pandemi ini berakhir. Namun, kalo kalian harus bekerja di luar rumah, hati-hati, jaga kesehatan, pake maskernya dan rajin cuci tangan. Covid-19 is no joke.



Membaca Novel Sang Raja

June 02, 2020
"Menggosok tubuh dengan cengkeh untuk asma itu sebetulnya resep tradisional di Jawa. Sesak napasnya reda, tapi pengobatan balur semacam itu kurang manjur. Bagaimana bila cengkeh dirajang, dicampur tembakau, dan diisap seperti rokok?"⁣⁣
⁣⁣
Kretek. Satu benda kecil ini sejarahnya panjang amat.




Kita bisa baca sepenggal perjalanan kretek di novel Sang Raja, tentang pabrik kretek di Kudus, Tjap Bal Tiga. Bosnya bernama Nitisemito. Ceritanya berdasarkan kisah nyata. ⁣⁣Ditulis Iksaka Banu. 
⁣⁣
Pabrik Bal Tiga dianggap fenomenal. Sebab pertamakalinya bisnis milik pribumi karyawannya ribuan dan omsetnya jutaan. Koran-koran Belanda menjuluki Nitisemito: De Koning, De Kretekkoning, Sang Raja.⁣⁣

Isi novelnya tentang perjalanan usaha kretek Bal Tiga. Bisa jadi ini novel membosankan, ritmenya pelan. Karena agak bosan itu saya bacanya perlahan. Hari ini baca, besok enggak, lusa baru lanjut baca lagi. 

Senang juga saya gak putus bacanya. Makin banyak halaman yang kubaca, makin menarik mengikuti perjalanan cerita pabriknya Nitisemito ini.
⁣⁣
Narator novelnya ada dua: Wirosoeseno dan Filipus. Keduanya karyawan pemasaran dan pembukuan kretek Tjap Bal Tiga. ⁣⁣Motor karakter novel ini ada pada mereka. 

Soeseno yang energik. Filipus yang simpatik dan teliti. Membaca karakter mereka melalui narasinya sendiri tentang pabrik tentu mengasyikkan. Saya kayak punya dua kepribadian. Hehe.
⁣⁣
Berhasil melampaui zaman kolonial, Jepang, hingga revolusi, daya tahan pabrik ini ketemu ujungnya. Pabrik tutup. Alasannya seperti kebanyakan kasus di bisnis keluarga: gak ada penerus yang mumpuni kayak Nitisemito. ⁣⁣
Dahulu pernah merebak pandemi flu spanyol yang meresahkan. Pabrik ini gak kena dampaknya. Maju terus laris manis aja sementara bisnis lain bergelimpangan, ada penjarahan, dan kerusuhan. ⁣⁣
⁣⁣
Menekan harga produksi biasanya dihadapi dengan menaikkan harga jual. Dengan ekonomi yang lamban, Bal Tiga gak mau naikin harga. Akhirnya volume penjualan digenjot. Gimana cara? sewa Fokker dan sebarin flyer ke Semarang, Surabaya, Bogor, Batavia, dan Bandung. ⁣⁣
⁣⁣
Belon lagi ini kretek endorse sandiwara keliling, membuat program radio, sampai bioskop dalam rangka penyebaran merek Bal Tiga. Wah saya sampai ikutan semangat mengikuti inovasi-inovasi pemasaran pabrik kreteknya! ⁣⁣
Mempertahankan bisnis dalam tiga bulan aja susah. Tiga tahun apalagi. Tiga zaman gimana cara. Gokil kota Kudus, pernah ada kerajaan besar di sana. Kerajaan kreteknya Nitisemito. ⁣

Kalo diukur dengan inovasi masa kini, ide mereka biasa saja. Tapi itu tahun 20an. Kita masih dipimpin pemerintah Hindia Belanda. Nitisemito bahkan berjalan jongkok bila menghadap pemerintah kolonial. 

Walo saya gak tahu di mana batas fiksi dan fakta tentang pabrik Bal Tiga, selama baca novelnya saya terlalu semangat kebawa suasana. Seolah-olah semua ceritanya nyata. Tapi, di bagian manakah fiksinya ya...
⁣⁣
Begitu covid-19 udahan (semoga kita panjang umur), kita main ke Kudus bawa novelnya. Terus susuri satu per satu tempat yang ada di novel: bekas pabrik di Langgardalem, Kampung Jagalan, gedung Oost Java Bioscoop di Alun-alun, stasiun kereta api Kudus, rumah kosnya Wirosoeseno di Sunggingan, kompleks perumahan Panjunan.


Kembali ke Kotagede

May 31, 2020
“Tuh kan kesiangan!” kataku merengut, pada Indra suamiku. Kami melewatkan Pasar Legi. Pasarnya sudah sepi. Kira-kira pukul dua siang waktu kulihat jam tanganku.

Keinginan mencicipi limun bersoda di Warung Sidosemi pun batal sebab warungnya tutup. Kemudian maksud hati menengok Masjid Kotagede yang kuno nan antik mesti diredam, sedang masjidnya ditutup karena renovasi. Ah sial betul plesiran kami ke Kotagede Yogyakarta waktu itu, empat tahun lalu.

Lantas seperti dendam yang kesumatnya belum tamat, saya dan Indra kepingin balik lagi ke sana, ke Kotagede. Itu dia, tempat yang akan kami datangi setelah pandemi covid-19 ini berakhir. Kupikir kembali ke tempat yang kami pernah datangi setelah wabah keparat ini selesai akan memberi pengalaman yang segar. Seperti bertemu kawan lama.

di kompleks makam raja Mataram

Menyenangkan namun tidak memuaskan adalah kesanku pada Kotagede. Seperti memakai baju yang belum pas ukurannya. Sewaktu di sana, kami menyusun itinerary berupa satu paragraf di awal itu, yang gagal semua itu. Ditambah: berjalan kaki menyusuri gang-gang Kotagede dan masuk ke kompleks makam raja-raja Mataram. Dua tempat yang terakhir itu (untungnya) kesampaian kami kunjungi.

Strategi berjalan-jalan di Kotagede akan saya balik susunannya. Kalau dulu, saya dahulukan berjalan kaki masuk keluar gang. Nanti nih, saya mau eksplor Pasar Legi di pagi hari. Cari jajanan pasar. Menyantap sarapannya orang-orang Kotagede. Mungkin belanja, biasanya di pasar-pasar tradisional begini banyak harta karunnya! Betul tidak :D

Lantas Masjid Kotagede sudah beres renovasinya, tentu kami bisa beribadah di sana. Sekalian melongok keantikan masjidnya. Tujuan utamaku sih memotret masjidnya. Juga merasakan pengalaman beribadah di tempat kuno begitu.

Namun untuk Warung Sidosemi sepertinya tidak ada harapan bagi kami ke sana. Secara permanen tempatnya tutup. Ya, untuk selamanya. Entah mengapa. Juga, saya gak bisa beritahu alasan kenapa saya ingin banget ke warung ini. Padahal tempatnya biasa saja. Warung sederhana pada umumnya. Menunya bakso. Juga limun jadul. Mungkin ini yang namanya efek traveling. Tempat-tempat yang biasa, kelihatannya istimewa. Heuheu.

Eh kalo Kipo pasti masih banyak di Kotagede. Whaaaa kangen makan Kipo! 

kipo!

Meski kompleks makam raja Mataram sudah kami sambangi, saya ingin kembali ke sana. Kali ini pengennya berlama-lama, kalo bisa ditemani pemandu berkeliling kompleksnya.

Begitu juga gang-gang yang dipenuhi rumah lama Kotagede, gak ada keraguan  buat saya menyusurinya lagi. Jalan setapak di Kotagede tuh alamak cantik, bersih, dan khidmat. Bahkan sepuntung rokok pun gak saya temui di gang-gang itu. Berulangkali juga kulihat papan pengumuman bagi pengendara motor agar tidak menyalakan mesin motornya.

Jogja dan hal-hal kecil yang tidak kulihat di Bandung adalah Jogja yang menyenangkan. Termasuk Kotagede, tentu saja.
Dahulu di Kotagede saya berburu foto bangunan tua. Namun saya melewatkan banyak sekali detail-detail dekorasi rumah kunonya. Seperti pintu dan jendela tua. Untuk memotret merekalah saya hendak kembali ke Kotagede. Berburu banyaaaaaaaaaakkkk sekali pintu dan jendela.

Sepertinya pemandangan Kotagede yang kami lihat empat tahun lalu akan berbeda dengan tahun ini. Atau tahun depan. Entah kapan pandemi covid-19 ini akan berakhir, moga-moga akhir tahun ini kita sudah bisa plesiran lagi ya! Kalau saya ke Kotagede, kamu mau ke mana?

Nah seingatku, dulu saya menginap di Prawirotaman. Esok nanti ke Kotagede saya pilih penginapan di sana saja, di jantung Kotagede maksudku.

Penginapannya kupilih di Reddoorz . Cari hotel di Jogja saja. Budget menginap harus ditekan, belum bisa bermewah-mewahan. Tahu sendiri sedang pandemi covid-19 begini, biaya apa saja yang ditekan. Meski pekerjaan kami tidak terdampak buruk karena virus korona, tapi pemakaian uang mesti diirit-iirit juga. Heuheuheu.





Mencari hotel murah di Jogja tidak sulit dengan bantuan Reddorz. Apalagi secara spesifik saya ingin menginap di Kotagede. Tinggal masukan nama kotanya di kolom pencarian, nanti muncul kawasan-kawasan di Jogja. Tentu saja saya pilih Kotagede. Wilayah turunannya akan muncul seperti Umbulharjo dan Pandeyan, juga beberapa wilayah lainnya.

Akan tetapi, mencari hotel di Jogja (maupun kota lainnya), mesti kamu riset lokasinya. Disinkronkan lokasi yang ingin dikunjungi dan titik hotelnya berada. Pilihan hotel di Reddoorz ada banyak, biasanya saya cek harga, review dan lokasi hotelnya. Dicocokan dengan googlemap dan ukur jarak.

Selain harga hotel yang murah, Reddoorz juga mudah saya pakai aplikasinya. Pembayaran praktis dengan pilihan pembayaran yang beragam: online dan offline.

Walau murah, Reddoorz memberikan fitur garansi yang menurutku menarik. Seperti wifi gratis, televisi, kamar mandi yang bersih, amenities, linen dan ranjangnya yang nyaman. Juga air mineral.

Cara menggunakan aplikasi Reddoorz mudah saja. Install dulu aplikasinya. Sign up dan login dengan email.

Cara memesan kamar hotel di Reddoorz tidaklah sulit. Ketik kota yang kalian tuju. Atau klik lokasinya saja supaya langsung ketemu hotel yang cocok. Masukan tanggal check in dan check out.



Beberapa Reddoorz tidak akan menanyakan surat nikah. Namun ada pula beberapa hotel di reddoorz yang sistemnya syariah, sehingga bila bukan pasangan suami istri akan ditanyakan surat nikah. Karena itu selalu cek status hotelnya ya. Selama menginap di Reddoorz, saya tidak dipersulit saat check in. Meski menginap sendirian atau berdua dengan anak saya, mentok-mentok hanya ditanya KTP.

Begitu juga dengan uang deposit. Tidak semua hotel di Reddoorz  mencantumkan deposit. Akan tetapi ada pula yang menghendakinya. Sepengalamanku, biasanya deposit diminta dalam bentuk tunai.

Perihal refund di Reddoorz setahu saya gampil saja. Pengembalian dana memakan waktu 14 hari.

Antara sabar dan gak sabar ingin pandemi covid-19 ini berlalu, moga-moga apapun kondisinya kita sehat dan rezeki mengalir lancar! Kereta api sudah menunggu, pesawat terbang siap menanti, bis-bis antar kota sama kangennya dengan kita nih.

Kotegede, kami akan datang!