Social Media

Image Slider

6 Wisata Instagramable di Solo yang Murah Meriah

15 December 2020

Momen akhir tahun sudah di depan mata. Kamu sudah punya rencana ingin kemana? Merayakan akhir tahun tak selalu identik dengan kata mahal lho. Dengan perencanaan yang baik, kamu bisa nyaman dengan budget yang dimiliki. Dimulai dengan pemilihan destinasi wisata yang pas, Solo contohnya.

Kota di Jawa Tengah ini dikenal memiliki banyak destinasi wisata menarik yang bisa dikunjungi. Solo juga mudah dijangkau dengan bus dan travel yang harga tiketnya terjangkau. Reservasi tiket bus dan travel online rute Jakarta ke Solo untuk dapatkan berbagai diskon dan penawaran menarik yang bisa buat budget perjalanan lebih terjangkau.

Memiliki lanskap alam yang indah, Solo punya banyak destinasi wisata instagramable untuk hiasi feed Instagram kamu yang mungkin ‘mati suri’ belakangan ini karena pandemi.

Berikut ada 6 destinasi wisata instagramable di Solo yang murah meriah yang bisa kamu masukkan dalam itinerary perjalanan akhir tahun di Solo nantinya.

1. Keraton Solo

Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 kamu  sudah bisa mengunjungi Keraton Solo yang punya interior dan eksterior sangat megah ini. Selain berfoto di berbagai sudut cantik Keraton, kamu juga bisa sambil melihat berbagai barang peninggalan sejarah yang masih terjaga di Keraton ini.

 


2. Pasar Triwindu

Suka dengan foto berkonsep vintage? Main saja ke Pasar Triwindu yang jadi surganya barang antik dan unik. Berkunjung ke pasar ini akan membawa kamu serasa nostalgia ke masa lalu dengan lorong-lorong yang instagramable.

Tak hanya berfoto, kamu juga bisa belanja oleh-oleh barang unik di sini lho! Seperti patung kayu, wayang, peralatan rumah tangga, wayang dan masih banyak lainnya. Oh ya, masuk ke pasar ini gratis kok!

 

3. Kampung Batik Laweyan

Destinasi wisata Instagramable di Solo selanjutnya adalah Kampung Batik Laweyan yang punya banyak gang yang bagus untuk spot berfoto. Kamu juga bisa mengunjungi satu per satu toko atau showroom batik di kampung ini untuk melihat koleksi batik Solo yang beragam.

Selain berfoto dengan berbagai koleksi batik berbagai warna dan corak, jangan lupa bawa pulang satu atau beberapa sebagai oleh-oleh ya! Kamu juga bisa mengikuti pelatihan singkat membatik di sini lho! Oh ya, masuk ke kampung batik ini gratis ya.

 

 

4. Kampung Batik Kauman

Kampung batik yang satu ini juga jangan sampai terlewat untuk dikunjungi jika main ke Solo di momen akhir tahun ini ya. Pusat batik tertua di Kota Solo ini punya motif batik klasik sesuai dengan pakem keraton; berbeda dari batik Solo yang di Laweyan.

Disini kamu bisa menemukan batik klasik (batik tulis) dengan motif pakem, ada juga batik cap dan tulis yang jadi andalan kampung batik ini. Selain itu kamu bisa mengunjungi rumah industri batik dan belajar membatik langsung di sana. Seru kan?

 

5. Museum Batik Danar Hadi

Selain dua kampung batik di atas, kamu juga bisa mengunjungi museum batik Danar Hadi yang memadukan cagar budaya dan museum penuh koleksi batik yang menarik.

Dari luar museum ini terlihat punya gaya Eropa yang kental, namun begitu masuk kedalamnya, adat Jawa begitu kental terasa. Disini kamu bisa melihat berbagai koleksi batik sejak zaman penjajahan yang dipajang di berbagai sudut ruangan.

Oh ya, kamu bisa berfoto dengan batik-batik cantik yang dipajang di workshop ya. Kamu juga bisa membeli souvenir lucu yang bisa dijadikan oleh-oleh. Harga tiketnya? Hanya Rp35.000 untuk umum dan Rp15.000 untuk pelajar.

sumber foto: pariwisatasolo.surakarta.go.id

6. The Heritage Palace

Tempat yang dulunya pabrik gula yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini merupakan wisata penuh spot foto yang selalu ramai pengunjung.

Bangunannya yang megah dengan arsitektur khas Eropa selalu dijadikan latar berfoto pengunjungnya. Belum lagi wahana-wahana menarik yang ada di dalamnya; seperti Museum transportasi, Museum 3D trick Art, Omah Kwalik, Kid’s Town dan masih banyak lainnya.

Tiket masuk The Heritage Palace bervariasi mulai dari Rp25.000 hingga Rp65.000 untuk tiket terusan outdoor dan indoor.

Demikianlah wisata murah meriah di Solo yang juga punya banyak spot instagramable untuk update feed kamu. Jangan lupa segera pesan tiket bus atau travel ke Solo agar tak kehabisan tiket dan gagal berangkat ya. Selamat bepergian akhir tahun!

Membaca Aroma Karsa

22 November 2020
Saya teh baca semua buku Dewi Lestari. Tapi baru satu yang saya resensi sekarang. Ke mana ajaaaa :D

Terbit: 2018
Judul: Aroma Karsa
Penulis: Dewi Lestari
Penerbit: Bentang
Halaman: 700
Genre: Fiksi 

Sejak halaman pertama, novel ini sudah menjerat saya gak karu-karuan. Tidak ada satupun halaman yang membosankan. Saya bergiliran baca novelnya dengan suami. Saya yang pertama sebab saya istri (emang kenapa kalo istri). Saya selesaikan novelnya dua hari. Suamiku tiga hari. 




Aroma Karsa adalah novel tentang Jati Wesi dan Raras Prayagung. Jati Wesi punya indra penciuman yang super tajam. Raras Prayagung punya obsesi pada Puspa Karsa dan ia pikir Jatilah yang bisa membawa Puspa Karsa padanya. 

Awalnya saya pikir Raras ini tokoh antagonis. Eeeeh gak tahunya garis batas antara antagonis dan protagonis di sini nih tipis amat. Oiya, Raras Prayagung adalah pemilik Kemara, perusahaan parfum nasional kelas internasional. 

Lantas hadir anaknya Raras, yaitu Tanaya Suma. Ia memiliki hidung tikus macam Jati. Suma dan Jati skill nyium-nyium aromanya agak beda. 

Kalau Jati tumbuh di Bantar Gebang yang spektrum aromanya luas dari buah, logam, sampai mayat manusia. Suma justru terbatas banget karena pengaruh obat yang ia konsumsi sejak kecil supaya gak muntah-muntah akibat mencium aroma. 

Kebayang gak? Jati gak bisa minum obat kayak Suma lha wong miskin bagaimana mungkin ke dokter. Hidup saja dengan ada. Karena itu penciuman Jati tumbuh bebas karena keterbatasan. 

Mereka bertiga dan satu tim berisi beberapa orang yang dikumpulkan Raras pergi ke Gunung Lawu untuk ekspedisi Puspa Karsa. Raras sebagai donatur dan pemprakarsa. Jati dan Suma sebagai alat pelacak. Ada juga satu kapten tentara untuk menjaga. Satu profesor arkeolog. Satu ahli taksonomi. 
 
Puspa Karsa apa? Wha baca sendiri novelnya. Panjang soalnya susah jelasinnya lagian nanti spoiler juga :D 

Kehidupan Jati dan TPA Bantar Gebang seru bacanya. Gimana Jati menghalau bau busuk dari kasurnya, gimana dia mengutarakan bau mayat yang ia temukan enam meter di bawah permukaan sampah, misalnya.

"Kalau mayat manusia, seperti ada bau buah-buahan. Mirip nanas. Atau, apel," (hal 40)

Ekspedisi di Lawu juga seru. Kejar-kejaran sama Kiongkong si kelabang raksasa. Terus ketemu penduduk dari desa di gunung yang tidak bisa dilihat mata manusia: Dwarapala. Siapa yang mati, siapa yang bertahan. Ketemu harimau. Jatuh dari tebing. Dimarahin kuncen Lawu. Hilang dua hari di Gunung Lawu nan angker, tapi si Jati merasa hanya pergi beberapa jam.

Walo ini novel fiksi, kuharap cerita itu nyata semua. Kalau mendaki gunung, saya mikir pasti ada penghuni gaib yang tinggal di sana. Setelah baca Aroma Karsa, senang juga apa yang saya bayangkan (kamu juga mungkin ya) tertulis dan jadi cerita yang meyakinkan begitu. Rinci pula. Dan kegaiban itu bukan tentang pocong loncat-loncat di luar tenda kita atau kuntilanak bergelantungan sambil ketawa. 

Baguslah ini novelnya. Paling cepat bisa dibaca tiga hari. Meskipun ada konten ilmu pengetahuan, tapi gak terasa berat dibaca. Ringan aja gaya bahasanya meski ada beberapa kosakata yang gak tahu apa artinya. Ada intrik keluarga. Romantisme Jati dan Suma yang hangat dan manis. Dan kemistisan Gunung Lawu yang mendebarkan, tentu saja. 

Plotnya maju terus dikit mundurnya dan apik gak bercela. Konfliknya seru amaaaatttt dengan akhir cerita yang mengejutkan. Naratornya orang ketiga. Latarnya Bekasi, Jakarta, dan Gunung Lawu. 

Kekurangan novelnya...apa yah. Gak ada. Palingan satu kalimat di halaman 607 agak ganggu sih. Jati dan Suma ternyata saudara sepersusuan. Kalau di agama saya mah yang sepersusuan gak boleh jadi pasangan kan. Yha tapi ini konteks ceritanya bukan tentang islam dan pada dasarnya Jati dan Suma, mereka itu...mereka bukan...maksudku...mereka adalah...yhaaa baca ajalah di novelnya :D 

Pesan moral dari novel baca aja sendiri. Paling bosen dan paling gak suka nulisin pesan moral tuh wkwkwkwk :D 

Saya kasih bintang cepuluuuuh buat Aroma Karsa ⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐



Membaca Kambing dan Hujan

03 November 2020

Kayaknya saya ketemu satu buku terbaik tahun ini. Sebenarnya ini buku lama terbitan 2015. Namun baru kubaca bulan lalu. Dan saya membacanya ulang dan lagi dan ulang dan lagi. Sungguh pengalaman membaca yang menyenangkan. Saya jatuh cinta pada Mif. Hahaha maaf ya, Fauzia. 


Kambing Dan Hujan adalah novel yang ditulis Ikhwan Mahfud. Saya berkenalan dengan novelnya tahun kemarin, di acaranya Bandung Readers Festival program Taaruf Buku. Terus kupikir, wah menarik juga novelnya. Lantas saya baca dan YA MENARIK AMAT INI NOVELNYA REKOMENDID TOLONG PADA BELI DAN BACA JUGA YA! 




Ceritanya tentang upaya dua anak muda mudi NU dan Muhammadiyah, Mif dan Fauzia, mewujudkan pernikahan mereka. Bapak dari Mif adalah tokoh kaum pembaharu (Muhammadiyah). Fauzia nih bapaknya penganut islam tradisi (NU). Keduanya dari desa yang sama. 


Hayo lho bayangin kamu berasal dari jantung yang sama tapi kulit berbeda. Terus mau nikah. Restu orang tua turun gak nih? Terus islamnya ngikut siapa ntar, kaum pembaharu atau islam tradisional? Satu agamanya, banyak genrenya 😜 


Novelnya ringan aja, membumi kalimatnya sehingga mudah dicerna. Plot maju mundur dengan narator yang berganti-ganti. Saya menyukai perjalanan alur ceritanya (meski toh saya bisa tebak akhirnya bagaimana): santai dan logis. 


Sepanjang membaca novelnya, saya senyum-senyum, sedikit sedih, ada perihnya, tertawa, dan senyum lagi. Senyum lha wong almarhum ayah saya pemuda Muhammadiyah. Hahaha. Alhamdulillah ayahku gak fanatik macam Pak Suyudi. Satu-satunya 'kefanatikan' yang ia tanam di rumah adalah anak perempuannya harus pake jilbab. Wajib gak ada nego. Bila kamu membaca kalimat tadi dan ingin mendebatku soal berjilbab, please gak usah. Sebab saya gak bisa debat balik heu..heu..heu..


Kalo baca judul, ini novel gak ada islam-islamnya. Pas dibaca pun, kisahnya bukan tentang agama juga. Justru indonesia banget sih ceritanya. Ada asal usul kampungnya Mif dan Fauzia, gimana kaum pembaharu masuk kampungnya, kerumitan era PKI, sampai tradisi keluarga Desa Centong. 


Tentang adat tradisi nih seru deh bacanya. Semisal mengapa di Centong gak ada kebiasaan makan bersama. Makan di rumah ya masing-masing aja. Mau bareng ayo, mau sendiri ya gak apa. "Yang penting ada yang dimakan dan yang belum makan mendapat bagian" (halaman 23). 


Saya highlight bagian tersebut karena saya mengalami gegar budaya di Bandung perihal makan bersama. Di kampung panturaku kami memang makan bersama. Namun kami gak saling tunggu. Siapa yang dahulu ada di meja makan, ya sudah dia yang makan. Kecuali ada bapak di rumah, barulah dia yang berhak makan pertama (atau bersama-sama). 


Di Bandung kutemui makan bersama adalah kewajiban. Bila ada salah seorang anggota keluarga yang belum hadir di meja makan padahal dia ada di rumah, itu orang akan dipanggil-panggil hingga wujudnya muncul. Kalo dia gak muncul, seisi rumah akan ngambek, pundung istilahnya. Orang sunda dan hal-hal yang segalanya harus terikat memang :P  


Balik lagi ke novel. 


Walo ada hawa 'pertentangan' NU dan Muhammadiyah di novelnya, tapi gak ada sudut pandang saling menjelekkan. Padahal mereka beda banget kan ya. Niat sholat, cara berdzikir, syariat pernikahan, sampai 1 syawal aja beda. 


Malahan Mahfud Ikhwan menurutku selera humornya bagus. Dalam novelnya, perbedaan-perbedaan antar umat yang agamanya sama itu kelihatan sedikit pedih, bikin gemas dan kesal, juga lucu. Seperti yang terjadi di halaman-halaman akhir (347). 


"Kalian singkirkan beduk dari masjid karena mengganggapnya bid'ah, lalu membawa masuk pengeras suara dan menyebutnya sebagai kemajuan. Konyol" kata Pak Fauzan dari islam tradisional, NU. 


"Kalau rukyat lebih utama, kenapa kalian lihat jam kalau mau shalat lima waktu? itu hasil hisab, tahu? lucu" sanggah Pak Kandar si figurnya Muhammadiyah di Centong. 


Terus gimana caranya Mif dan Fauzia ngakurin bapak-bapaknya itu? Lantas kalo kita gak ngerti-ngerti amat NU dan Muhammadiyah, apa masih bisa menikmati novel dengan latar agama Islam ini? 


Seriusan menurut saya ini salah satu novel bagus yang pernah saya baca. Teks-teks miring yang rada banyak jatahnya dalam novel rada ganggu, mana ejaan lama pun. Pusing bacanya. Namun butuh juga sih teksnya diketik miring sebagai penanda surat-suratan. 


Satu hal lagi yang membuatku bingung adalah penamaan karakter yang berubah-ubah. Misalnya Mat - Moek - Pak Fauzan. Orangnya sama, namanya berbeda-beda. Gak apa-apa, maklum sebenarnya. Cuma bacanya halamannya jadi bolak-balik aja buat mastiin apakah Kandar = Is, misalnya. 

 

Nah begitulah. REKOMENDID NOVELNYA NIH! AYO BELI & BACA BUKUNYA. Novel Mahfud Ikhwan yang lain mungkin menarik juga ya? *cek gramedia online, cek toko akal buku, cek toko buku berdikari*


ps: Atik, makasih pinjaman novel Kambing dan Hujan-nya. Wkwk

Membaca Parade Hantu Siang Bolong

31 October 2020

Judul dan kovernya bagus amat ya. Senang sekali membeli buku rasanya kayak dapat bonus 'artwork' yang cakep begini. ⁣Seolah-olah ini buku fiksi, novel gitu. Ternyata bukan. 


Isi bukunya kumpulan reportase jurnalistik, temanya mitos dan lokalitas. Ditulis oleh Titah AW. Diterbitkan Warning Books. Saya beli di @bukuakik (tokopedia, ada juga di instagram). 

Salah satu yang diceritakan Titah dalam bukunya adalah desa penghasil Ciu di Bekonang. Saya kan muslim. Makan babi haram, minum alkohol dosa. Namun keduanya saya ingin coba. Semacam hasrat terpendam. Dalam doa kusebutkan: Tuhan, izinkan saya masuk surga, saya mau makan babi panggang dan minum bir dingin. ⁣

Maka gak heran saat kubaca reportase tentang Ciu, saya langsung browsing desanya di google dan youtube. Entahlah buat apa, refleks aja sepertinya. 

Saya juga menyukai reportase Golek Garwo. Ajang cari jodoh di Yogyakarta. Wow saya gak bisa bayangkan 'berburu' jodoh bisa tatap muka terang-terangan begitu. Di tengah tawaran bertopeng ala media sosial & tinder, butuh keberanian buat bilang di atas panggung, di depan banyak orang: "nama saya Septi, single, usia 30 tahun. Rumah di Maguwo. Saya mencari calon suami yang umurnya antara 30-35 tahun, punya pekerjaan, tidak merokok, dan harus punya jiwa seni."


Semua tulisan Titah ini pernah dimuat di web Vice. Dalam bukunya tulisan Titah utuh, tidak ada revisi editor. Judulnya pun berbeda sedikit dengan yang tayang di Vice. Saya lebih menyukai judul tulisan dalam buku Parade Hantu Siang Bolong.

Buku ini -dalam episode tahun 2020 hidup bersama covid-19 dan netflix- termasuk kategori dapat dibaca sekali duduk. Pheeew...udah lama rasanya gak pernah menamatkan buku dalam waktu semalam. Begitu tamat bacanya malah bingung, yah kok udahan. Kalo kata Atik temanku, lagi asyik terbang eh disuruh balik menapak. 

Seriusan, beli bukunya. Rekomendid. ⁣

Membaca Chairil

01 October 2020

Ini biografi ke-2 Chairil Anwar yang saya baca. Buku ini memanglah tebal, 300 halaman lebih, gak heran ceritanya lebih rinci. Terbayang rasanya riset dan wawancara yang dilakukan penulis, Hasan Aspahani. Bukunya terbit tahun 2016. 




Seperti halnya buku biografi, ceritanya dimulai sejak Chairil kecil. Namun yang berbeda, ini buku citarasanya novel. Tiap bab mengemukakan perjalanan hidup Chairil, tentu saja lengkap dengan asal muasal puisi-puisinya. 


Saya nih serasa jalan-jalan ngikutin hidupnya Chairil. Dari Medan ke Jakarta, lalu ke Yogyakarta. Seru kali ya kalo ada tur napak tilas Chairil. Agak susah kalau harus berpindah kota. Di Jakarta saja bagaimana, dari buku ini saya baca banyak sekali jejaknya di ibukota. 


Waktu saya ke Malang, di sana ada patung Chairil. Tidak saya ketahui mengapa patung penyair ini berada di sana. Sebab di buku tidak ada satupun cerita yang menyebutkan Chairil pernah ke Malang. 


Saya membaca buku catatan perjalanan Sigit Susanto, Menyusuri Lorong-Lorong Dunia. Terus dalam bukunya ia cerita beberapa kali ikut tur sastrawan. Salah satunya James Joyce di Dublin. Kupikir Jakarta bisa juga melakukan hal yang sama dengan Chairil Anwar. Rumah pertama Chairil, Balai Pustaka, rumahnya Sjahrir (yang ternyata pamannya Chairil), sampai dengan rumah sakit Chairil dirawat kan bisa dibuat rutenya. 


Saya merangkum sedikit cerita dari novel biografi ini. 


1. Chairil Anwar otaknya cemerlang. Brilian. Kutu buku. Polyglot. 


2. Terbiasa hidup berkecukupan. Anak tunggal, gak pernah minder dengan status pribumi. 


3. Merantau ke Jakarta dari Medan. Sangat dekat dengan ibunya. 


4. Royal


5. Finansial seret, Chairil mencoba cari uang sendiri. Gagal. Sepanjang hidupnya di perantauan, gak banyak uang. Gak mau kerja kantoran. 


6. Womanizer


7. Lieur orangnya. Bukan gila maksudnya. Unik aja gitu. Unik yang mengganggu. Tipikal orang yang kalo ada bikin kagum sekaligus geuleuh, kalo gak ada malah dicari-cari. 


8. Tangan kanan Sjahrir dalam kirim mengirim berita perjuangan. Semacam kurir informasi. 


Dalam buku disebutkan gini: 


Ada satu hal yang membuat Sjahrir bisa mengandalkan Chairil: daya ingatnya tinggi. Chairil adalah penghapal hebat. Ia tak perlu membawa kabar dalam bentuk tertulis, untuk menghindari kebocoran informasi. Karena kalaupun Chairil tertangkap dan digeledah, tak ada bukti tertulis yang bisa ditemukan. 


9. Suami yang menyebalkan, gak heran Hapsah menceraikannya. Suatu kali istrinya minta Chairil cari uang buat kebutuhan di rumah. Ia sarankan Chairil kirim sajaknya, kan lumayan honor tiga puisi buat uang makan sebulan. Begitu maksud Hapsah.


Terus, Chairil bilang gini pada istrinya: 

"saya tidak dapat dipaksa mengarang untuk cari duit. Jadi janganlah dipaksa saya untuk mencari duit dengan jalan membuat sajak-sajak itu".


Hmmmhhhh...


10. Chairil sayaaaaaaang banget sama anaknya. Evawani Alissa. 


Usai bercerai, Chairil pernah 'menculik' Evawani. Namun Hapsah yang berhasil mendapatkan hak pengasuhan. Lantas Chairil berniat menikahi lagi Hapsah dan ingin membesarkan Eva. 


Sebelum wafatnya, Chairil banyak menerjemahkan puisi-puisi soal kematian. Salah satunya berbunyi: 

Dan jika untung malang menghamparkan

Aku dalam kuburan dangkal

Ingatlah sebisamu segala yang baik

Dan cintaku yang kekal. 




Enam Bulan #dirumahaja

16 September 2020

Masih musim covid-19. Hari ini tercatat tenaga medis yang wafat 116 orang. Saya masih diam di rumah. Sesekali keluar rumah lagi-lagi urusan kerja saja. Tidak ada nongkrong, tidak ada mudik. Belum satu detik pun saya berkumpul dengan keluarga, apalagi Ibu. Sedih sih. 

 

Enam bulan ini udah ngapain aja? 

 


Gak ada skill yang bertambah selain latihan sabar dan bersyukur. Sebab saya kena efek pandemi. Bisnis saya di Fish Express baik-baik saja. Malahan omset naik. Hamdalah.   

 

Saya daftar kelas-kelas online. Seru juga ikutan kelas jarak jauh begini. Awalnya saya pesimistis dengan keberadaan kelas online. Mengikuti kelas seperti itu macam orang ambisius yang gak mau kalah dengan zaman. Apa sih. Walah ternyata saya malah menyukainya. Pret dipoyok dilebok ya kamu, Ulu. 

 

Kemudian, saya mulai legowo untuk gak masak. Jujur aja saya capek masak. Sekarang saya berserah diri pada Warung Nasi Ceu Mimin. Chef rumahan yang apik dan bersih. Bismillah semoga makanannya bebas dari covid-19. 

 

Saya masih jalan-jalan. Sesekali saja bersama Indra dan Nabil. Saya gak rekomendasikan jalan-jalan berkelompok kecuali dengan pasangan. Musimnya masih pagebluk begini soalnya. Kami jalan kaki sekitar Cibadak saja. Terakhir kalinya keluar rumah kukurilingan tgl 17 Agustus 2020. Pagi-pagi waktu itu, jalanan kosong melompong kecuali di Alun-alun. 

 

Pernah juga beberapa kali saya ikutan tur virtual. Di Semarang sampai ke Jepang. Tur sejarah dan tur horor. Hahaha seru juga. 

 

Kurasa selama enam bulan ini saya belajar buat gak memberi batasan ke diri sendiri. Jangan apatis. Pun jangan ambisius. Santai saja. Tenang. Namun jangan menganggap hal-hal yang gak kamu gak ketahui adalah hal yang gak mungkin, gak penting. 

 

Menghadapi covid-19 pun saya menempatkan diri pada posisi netral. Saya diam di rumah, namun sesekali keluar rumah. Dengan catatan untuk bekerja saja. Tapi, saya gak bisa julid dengan teman-teman yang sering berkegiatan di luar rumah. Meskipun klise ya 'ekonomi harus tetap berputar' tapi beneran kerasa kok emang kegiatan di luar rumah perlu ada bagi sebagian orang. 

 

Saya punya pilihan. Akan tetapi saat saya berhadapan dengan pilihan keluar rumah, itu jalan terakhir. Saat itulah saya pikir kasihan amat yang gak ada pilihan buat diam di rumah aja ya. Mau gak mau mesti keluar rumah dan bekerja, kalau tidak....

 

Jadi, saya gak bisa bersikukuh dengan bilang 'ayo diam di rumah'. Kupikir, ya kalo harus keluar rumah yasudahlah. Kalian pake masker lah. Jaga jaraklah. Keluar rumah buat kerja ajalah. Tahan-tahan dulu ketemu keluarga bila kondisi darurat sajalah. Maksudku, kalo mau keluar rumah, jangan lupa tanggung jawab physcal distancingnya. Zaman masih begini soalnya. 

 

Pada sehat-sehat semua ya. Kalo kamu masih bertekad diam di rumah saja, bagus. Kalo kamu adalah tenaga medis yang kebetulan nyasar ke blog ini dan membaca tulisan ini: terima kasih banyak, semoga sehat-sehat terus ya, detik per detik yang kalian lakukan selama pagebluk ini adalah jaminan yang membawa kalian ke surga. Amin. 

 

Dan, semoga kita dikasih banyak rezeki, beneran buanyaaaak sekali rezeki. Mari kita gunakan rezeki ini untuk belanja. Belanja produk teman, jajan produk siapa saja yang ada di instagram dan twitter dan facebook dan status wa. 

 

Amin. Amin. Amin.

Kelas Zoom FYCOM: Semua Orang Adalah Influencer

19 August 2020

Annyeong! (udah anak drakor banget nyapanya heheh).

 

Udah ikutan zoom apa aja euy di zamannya korona ini? Bulan lalu saya daftar kelas zoom wirausaha gitu. Abis temanya menarik. Kayaknya bakal kepake di Fish Express, bisnis perikanan yang saya tekuni.

 

Gara-garanya nih, kelas zoom itu narasumbernya pemilik resto Imah Babaturan. Teh Anggi namanya. Kalo tahu ini restoran, seru banget hypenya. Bayangin ada restoran yang tiap minggu ganti menu dan rame aja gitu. Pelanggan loyalnya banyak banget. Menunya makanan sunda sih kebanyakan. Trus kopinya disebut-sebut juara.

 

Lebih banyak tentang Imah Babaturan, kamu browsing aja.

 

Terus narasumber ke dua, pemilik Tiasa namanya Ghea. Semacam 'warung' tapi warung kota gitulah. Makanannya bertema sehat & vegan. Plantbased gitu.

 

Acaranya sendiri diselenggarakan oleh FYCOM. Fina Yudharisman yang bikin. Cek Instagramnya aja, event buatan Fina bagus-bagus menurutku. 

 

 

 

Di kelas zoom yang saya ikuti, dua narasumber beda banget ngurus bisnisnya:

Ghea based on data

Teh Anggi gayanya koboy abis

 

Dibanding Tiasa yang baru mau setahun umurnya, saya nunggu presentasinya Imah Babaturan. Sebab dia udah battle proven. Umur restorannya 5 tahun.

 

Bisnis mah kalo baru sebulan, oke menarik.

Jalan tiga bulan, wah bagus.

Masuk enam bulan, hebat bertahan.

Satu tahun, bravooo!

Dua tahun, aaarrghhh mantap!

Tiga tahun, wah gokil gila!

Empat tahun, kok bisa sih?!

Nah ini Imah Babaturan lima tahun dong.

 

Tapi dua-duanya punya cerita menarik sih.

Saya catat nih poin-poin menarik dr Ghea & The Anggi. Kali aja ada yang sedang merintis usaha & bisa kepake info-info ini. 

 

 

Ghea/Tiasa

  • Gak perlu jual produk yang kreatif banget. Dicari aja target pasarnya siapa. Segmennya gimana. Ada di mana. Tipe orangnya seperti apa. Umur berapa.
  • Gak semua orang akan jadi konsumen kita. Gak apa-apa.
  • Passion bukan kunci berbisnis. Kemauan buat mengetahui seluk beluk produk & siap kejar-kejaran dgn waktu adalah kunci. Kalo cuma sekadar suka, bisnisnya gak akan lama.
  • Belajar buat gak menyerah karena kejadian gak baik
  • Supaya konsisten, coba dipikirin life purposenya apa. Paling gampang pikirin: biaya sekolah anak, tabungan pensiun, melunasi KPR, dan sejenisnya. Mau filosofis juga bisa.

 

Teh Anggi/Imah Babaturan

  • Endorsement artis/selebgram bukan segalanya
  • Produk yang bagus akan dipromosikan sukarela oleh pembelinya. Karena itu, Imah Babaturan percaya kalo:
  • Semua orang adalah influencer, dan
  • Rawat akun media sosialnya (instagram) supaya marketing sukarela dari pembeli bisa kita terusin lagi efeknya
  • Kolaborasi dengan pebisnis lain
  • Produk harus bagus. Dalam hal ini makanan ya wajib enak. "Jangan ditanya ke pembeli, enak gak?, makanan wajib enak dong. Yang ditanya, kurangnya apa?" gituh kata Teh Anggi.
  • Kalo bisa jelasin brand bisnis kamu dalam lima kata tanpa kebingungan, berarti udah paham dengan bisnis sendiri.

 

Begitulah sedikit info-info menarik dr kelasnya FYCOM. Penyegaran banget buat saya mah sesekali ikutan kayak gini.

 

 

Warna Pintu Rumah Tua di Bandung

15 August 2020

Paling enak jalan-jalan adalah berjalan kaki santai di pusat kota. Bawa sebotol air minum. Pake ranselnya. Siapkan kamera hp dan powerbanknya. Boleh dibawa topinya sekalian.  Jadwalkan pagi hari, lebih pagi lebih baik, untuk mulai berjalan. Bisa juga sore-sore. Supaya suasanya masih segar atau adem. 

 

Kalau di Bandung, biasanya saya jalan-jalan santai begini di daerah Braga, Sudirman, Pasar Baru, dan Asia Afrika. Lumayan sih trotoar nyaman dipijak meski yang gak layak kondisinya pun banyak. Warung dan pertokoan ada banyak. Siapa tahu mendadak perut keroncongan, bisa mengkol dulu buat jajan. 

 

Bila berjalan santai begini, saya akan memotret rumah-rumah tua. Rumah pinggir jalan ataupun rumah dalam gang. Pintu dan jendela rumah antik sangatlah sedap dipandang. Jadi latar foto OOTD juga bisa sih. Heuheu. Tapi saya gak lakukan itu sebab tujuan saya emang koleksi foto pintu tua dan jendela antik. 

 

Kalau berjalan kaki dan berburu foto rumah-rumah tua, ada satu hal yang menarik bagiku. Perhatikan pintu utama rumah dan kotak sekring listriknya. Mengapa? sebab warna mereka senada. 

 

 

Rumah lama yang arsitektur bangunannya masih bergaya ala tahun 40-50an, memiliki satu kotak kecil infrastruktur listrik yang berada di dekat pintu masuk. Nah pintu masuk, jendela depan, dan kotak sekring listrik ini warnanya sama. 

 

Iya saya tahu pemandangan tersebut bukan hal istimewa. Namun bukannya hal-hal kecil begini menyenangkan untuk dilihat ya. 

 

Menurut beberapa orang temanku, bukan sengaja pintu rumah dan pintu kotak listrik warnanya sama. Tapi waktu proses pengecatan, ada sisa cat yang sayang bila dibuang atau disimpan.  

 

Meskipun gak sengaja, kelihatannya kayak disengajakan. Warnanya jadi estetis. Enak dilihat. Ada yang warnanya hijau, biru, krem, merah, macam-macam. Warna kalem sampai warna mencolok. Entahlah ada cerita psikologi warna apa di baliknya. Yang pasti warnanya dipilih berdasarkan selera pemiliknya. Iya gak? :D 

 

 

Berdasarkan artikel yang saya baca-baca di web Halodoc, warna adalah medium. Semacam pesan yang ingin diperlihatkan pada pemakainya. Kayak warna merah yang menunjukan arti kuat, percaya diri, dan berani. Warna abu-abu artinya kuat dan stabil. Ada juga warna biru yang diasosiakan dengan kesetiaan dan ketenangan. Hijau diartikan sebagai kesejukan. Ada yang mempercayainya sebagai warna keberuntungan. 

 

Gak heran, kata Halodoc, warna bisa jadi alat untuk terapi. Selama menyusuri jalanan dan rumah-rumah tua dengan berjalan kaki, saya pikir ini hobi semata. Namun kalau diperhatikan saya berolahraga juga. Jalan kaki satu jam atau anggap aja 3000 langkah efeknya bagus kan buat tubuh. Belum lagi merhatiin warna-warna pintu dan jendela rumah tua. Lumayan kayak sambil menyelam dapat ikan. Hahaha. Kaki sehat, jiwa bahagia. 

 

Ah iya, Halodoc sendiri adalah aplikasi kesehatan yang memudahkan urusan medis saat kita membutuhkannya. Layanan Halodoc terpercaya dan lengkap. Install aja appnya, sign up, dan jelajahi fitur kesehatan yang ada didalamnya. Mulai dari urusan beli obat, tanya ke dokter, cari dokter yang tepat, dan cek kunjungan ke rumah sakit. 

 

Oke kembali ke rumah tua. 


Umumnya nih rumah-rumah lama yang saya temukan begini ada di daerah Pecinan. Membujur dari Sudirman ke arah Andir. Melebar ke Pasar Baru dan sekitarnya. Bila kalian jalan-jalan ke arah Bandung Utara, di sana banyak peninggalan rumah ala kolonial. Jika ambil arah selatan, banyaknya rumah-rumah masa kini. Nah di tengah-tengah utara dan selatan itulah daerah Pecinannya berada. Suasana dan rumah-rumahnya masih kerasa aura tempo dulu walaupun digempur perubahan. 

 


Agak susah nemu pemandangan begini kalau kita hanya diam di dalam kendaraan. Paling saya rekomendasikan berjalan kaki. Kalau jalan kaki, kita bisa atur tempo kecepatan bahkan berhenti sejenak. Lantas kita bisa melihat dari dekat, menyentuhnya bila properti tidak berpagar atau diizinkan pemiliknya.

 

Nah, protokol kesehatannya udah oke kan? Dipake maskernya, bawa hand sanitazernya, sekalian wadah perbekalan. 

 

Udah siap cuci-cuci mata dengan berjalan kaki? pagi-pagi ya kita ketemu di Asia Afrika di depan museum!

 

Membaca Wanadri

03 August 2020
Baru saya ketahui, beberapa orang tua mendaftarkan anaknya ke Pendidikan Dasar Wanadri karena anak-anaknya bermasalah dan gagal dididik di pesantren.

"Daripada kamu terkapar di jalanan, kami lebih bangga kamu mati sebagai Wanadri" gitu kata Ayahnya Rara di halaman 81. ⁣ ⁣ 



Buku berjudul Setitik Cahaya di Kegelapan isinya tentang sekumpulan cerita pendek anggota Wanadri. Ceritanya seputar Pendidikan Dasar Wanadri (PDW). Namun ada juga kisah lainnya tentang pertemanan, kenekadan, ketangguhan. Ada cerita yang lucu, sedih, mengharukan, aneh, macam-macamlah. ⁣Juru tulis buku bernama Nondi F. Pertama kali bukunya terbit tahun 2014. ⁣ 

Ada satu cerita berjudul Negosiasi Dengan Jin. Ceritanya Wanadri menggelar lomba Citarum Rally I. Mengingat acara serupa di tahun sebelumnya memakan korban jiwa, agar acaranya lancar berbagai antisipasi dilakukan. Termasuk negosiasi dengan makhluk gaib penghuni sungai. ⁣ 

Dibantu kuncen, hasil negonya begini: 

Makhluk gaib: (1) penyelenggara harus luruskan niat, jangan sombong mau nantang alam, jangan sok jagoan, jangan anggap enteng (2) minta tumbal tiga orang korban. 

Wanadri: (1) jangan ada korban meninggal (2) kalo ada korban, korbannya anggota wanadri aja. ⁣ Melalui kuncen, makhluk gaib bertanya. Emang apa ciri-ciri Wanadri? ⁣ ⁣ 

"Mereka memakai syal oranye," kata Iwan Bungsu, ketua panitia. Bungsu menyanggupi tumbal tiga orang, tapi dia nego jangan meninggal dan harus anggota wanadri aja yang katempuhan. Jangan korbannya warga sekitar atau peserta umum. Si makhluk gaib sepakat 😂⁣ ⁣ 

Korban pertama, terjungkal dari perahu saat mencoba arus. Korban kedua jatuh dari tebing. "Siapa gerangan korban ketiga?" bisik Bungsu dalam hati. ⁣ H-1 acara, Bungsu tertabrak mobil. Masuk rumah sakit. Kaki luka parah. Nah itulah dia korban ketiga. ⁣ ⁣ 

Citarum Rally I di tahun 1977 itu sukses dan lancar. Itulah acara yang menandai bangkitnya olahraga arung jeram di Indonesia. ⁣Bukunya bisa dibeli di Shopee dan Bukalapak.

Lima Bulan #DiRumahAja

29 July 2020
Gak bisa cerita banyak selama pandemi ini. Gak ada kegiatan selain bekerja saja. Lalu tidur. Netflikan. Begitu aja terus. Gak banyak buku yang kubaca, waktuku habis dilalap netflix hahah. Ini pantesnya dinangisin apa diketawain sih :)))



Bila saya keluar rumah, itu karena urusan pekerjaan. Bukan karena ketemu keluarga atau teman. Pernah sekali waktu bertemu Dimas, dalam rangka rapat darurat menyelamatkan kebaperan hahaha apa atuh baper.

Selama pandemi ini, tempat yang paling sering saya datangi adalah Cibadak di pagi hari. Sebab di sana saya belanja segala keperluan Fish Express. Seminggu sekali enggak juga, palingan sebulan 3x.

Kalo lewatin jalan-jalan di Bandung pagi hari, rasanya kangen berjalan kaki jelajah masuk keluar gang. Korona bangcat kapan kelarnya. Sampai kapan harus nahan-nahan eungap maskeran dan menahan hobi ya.

Sampai kapan begini terus. 2022?

Blog saya belakangan seringan sponsored post ketimbang tulisan sendiri. Mau selektif, butuh pemasukan. Saya masih menahan diri gak coba-coba apply ke penawaran sponsor susu formula. Namun otomotif, udah jebol pertahanan. Hahaha.

Agak aneh gak sih saya ngomongin postingan iklan. Seolah-olah kalian gak saya anggap begitu. Postingan iklan yang ada di blog ini ditujukan untuk google. Untuk mesin pencari. Bila kamu tidak menyukainya, maksudku tulisan mengandung iklan, bisa cari tulisan yang lain.

Gak tahu lagi saya mau cerita apa. Mungkin saya posting aja tentang Cibadak gimana?

Cerita-cerita ada sih di instagram @bandungdiary. Apa saya pindahin aja ke blog ya captionnya. Hahah.

Riding di Tengah New Normal? Tips Otomotif Sederhana Ini Bisa Diterapkan

23 July 2020
Masa pandemik yang begitu panjang pastinya membuat semua orang merasa jenuh karena harus beraktivitas di dalam rumah demi kesehatan dan keamanan bersama. Yang terbiasa melakukan aktivitas di luar, di masa new normal ini pasti menyambutnya dengan luar biasa sebab terdapat kelonggaran untuk melakukan aktivitas di luar, tentunya dengan mengikuti beberapa protokol kesehatan, social distancing dan tips otomotif untuk mendukung performa.



Bagi pecinta dunia riding, masa new normal ini dapat dimanfaatkan untuk kembali melakukan aktivitas tersebut. Namun, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar riding yang dilakukan tidak menghadapi masalah. Berikut adalah tips tentang riding aman dan nyaman dari berbagai sumber yang dapat diterapkan:

1. Pastikan Kondisi Tubuh dalam Keadaan Sehat

Untuk siap melakukan riding tidak hanya berbekal rencana yang matang. Kondisi tubuh sebelum melakukan riding juga harus dipersiapkan dengan baik. Apalagi di masa new normal ini, dimana Covid-19 belum sepenuhnya hilang dari negara ini.

2. Cek Juga Kondisi Kendaraan

Kondisi tubuh sudah fit, maka persiapan selanjutnya adalah kendaraan yang akan digunakan untuk riding. Berdasarkan tips otomotif terbaru, kendaraan yang akan digunakan untuk riding harus lah prima dan tidak ada kerusakan di bagian mesin atau yang lainnya. Oleh karena itu, jika ingin riding berjalan lancar, maka cek secara seksama keadaan kendaraan.

3. Hindari Zona Merah

Tidak semua daerah memberlakukan new normal. Apabila kebetulan rute yang akan dilalui selama riding melintasi zona merah, sebaiknya yang paling aman adalah menghindar terlebih dahulu untuk mengantisipasi adanya sesuatu yang tidak diinginkan. Untuk mengetahui wilayah mana yang masuk zona merah, Anda bisa menghimpun banyak informasi dari berbagai sumber terpercaya.

3. Tetap Memakai Masker dan Siapkan Hand Sanitizer

Walaupun sudah berlaku new normal, bukan berarti selama riding Anda bebas menanggalkan masker. Tips otomotif selanjutnya, demi keamanan bersama, selama riding usahakan untuk selalu memakai masker dan membawa hand sanitizer selama perjalanan. Masker yang digunakan harus yang lapis 2 karena kondisi yang belum pulih maksimal sehingga perlu banyak waspada.

4. Kelengkapan Surat Tidak Boleh Dilupakan

Paling penting dan vital adalah surat-surat kendaraan. Misalnya saja STNK. Selama perjalanan tidak akan pernah tahu apakah di satu tempat akan terjadi pemeriksaan. Agar terhindar dari tilang, maka sebaiknya Anda menyiapkan kelengkapan surat sejak jauh hari. Termasuk tanggal kadaluarsa.

5. Selalu Cek Suhu Tubuh

Selama melakukan perjalanan, kelelahan fisik sudah pasti akan dialami. Kelelahan tersebut bisa berpotensi menaikkan suhu tubuh. Untuk memantau suhu tubuh agar tidak melebihi batas normal, ada baiknya apabila Anda selalu mengecek suhu tubuh selama di perjalanan. Jika mendekati ambang batas, sebaiknya Anda lekas beristirahat karena kondisi pandemic yang belum sepenuhnya pulih.

6. Jangan Lupa Bawa Helm

Tidak hanya berupa surat ijin saja yang paling vital. Pemakaian helm selama melakukan perjalanan riding pun tak kalah penting. Helm yang digunakan juga harus berstandar SNI. Sebelum riding dimulai, pastikan kondisi helm tidak mengalami kerusakan karena akan berakibat fatal.

Masih banyak sekali tips otomotif tentang persiapan riding di masa new normal yang dapat diterapkan. Anda dapat mencari informasi tips yang lainnya di otoloka.id yang memang khusus sebagai website otomatif dan menyediakan tidak hanya tips bermanfaat, tapi juga informasi penting lainnya. Beberapa poin di atas hanya sebagian contoh kecil dan mudah Anda lakukan sebelum melakukan riding. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan.


Cara Membeli Foto di Shutterstock Via idcopy.biz

04 July 2020
Sekarang zamannya menulis di media sosial dilengkapi ilustrasi atau foto yang seru-seru kan, yang bagus gitu, nyambung dengan tulisan atau maksud kita. Nah kamu biasanya bikin sendiri ilustrasinya, motret, atau download dari web-web penyedia foto dan ilustrasi kayak Shutterstock?

Kayak foto ini. Bukan saya yang memotretnya. Saya membeli fotonya di Shutterstock melalui website idcopy.biz.



Walaupun untuk kebutuhan konten saya biasanya motret sendiri. Akan tetapi sering juga saya butuh foto dan ilustrasi pendukung dan saya gak bisa membuatnya sendiri. Sehingga jalan terbaik adalah download aja fotonya!

Namun nih, foto-foto bagus gak bisa didownload begitu saja. Ada harga ada rupa.

Downloadnya di mana? Pernah dengar Shutterstock kan, salah satu penyedia jasa ilustrasi. Nah kamu bisa download gambar-gambar di Shutterstock gratis. Bagaimana cara? Ikuti cara-cara yang saya pake nih.

Masuk ke idcopy.biz.

Kalo belum punya akun di idcopy.biz, register dulu saja. Pendaftarannya gak ribet sama sekali. Hanya isi data email, hp, dan password. Setelah itu cek email kamu. Nanti klik link verifikasinya dan barulah kamu bisa bisa pake email dan passwordnya untuk login.



Oke sekarang kamu sudah masuk ke idcopy.biz. Sekarang bagaimana cara download foto atau ilustrasinya?

Bila ingin download gratis, lihat sebelah kanan web. Ada kolom Gambar Pilihan Hari ini. Klik saja button ‘unduh’ di sana. Foto otomatis tersimpan di perangkat gadgetmu.




Begitu saja caranya. Mudah kan ya.

Unduh Gambar/Foto Tanpa Watermark dan Resolusi Besar

Nah sekarang bagaimana cara jika ingin download lebih banyak dengan pilhan beragam? Fotonya lebih bagus, gak ada watermark pula. Tentu saja ini berbayar. Web idcopy.biz  membantumu membeli foto-foto tersebut.

Eh tunggu dulu, tarif download foto dan ilustrasi via idcopy.biz sama sekali gak mahal. Tergantung kebutuhanmu berapa banyak. Saya kasih lihat contohnya ya. Cara membeli foto di Shutterstock via idcopy.biz gampang banget!

Cara membeli foto di Shutterstock via idcopy.biz

1. Cek Home
Di sini kamu klik button ‘Beli Paket’ untuk mengaktifkan fitur download. Nanti keluar halaman pilihan paket. Nah kamu pilih mau yang mana.

Saya memilih Paket Kustom. Anggaplah ini pertama kalinya kamu pake idcopy.biz, sebagai percobaan saya beli satuan saja. Beli dua gambar dulu.



Nanti saat kamu sukses register ke idcopy.biz, kamu akan mendapatkan kode voucher. Nah, gunakan kode vouchernya untuk memperoleh potongan harga ya!

2. Salin kode voucher di idcopy.biz
Masukan kode voucher SSBANDUNGDIARY ke kolom yang ditentukan. Kalau mulanya saya harus membayar RP72.000. Setelah saya masukan kode voucher, total pembayaran hanya RP14.000! Yeay!

Oke sekarang, baca panduan pembayaran. Setelah itu lunasi pembayarannya dan tunggu sistem idcopy.biz mengaktifkan fitur downloadmu. Cek emailmu ya! Gak makan waktu lama kok sistem otomatisnya terverifikasi.


Cek email untuk baca verifikasi pembayaran. Seperti ini:



Bila pembayaranmu telah terverifikasi, sekarang waktunya kembali ke web idcopy.biz  dan cek Riwayat Pembelian.

3. Cek Riwayat Pembelian
Nah di sini riwayat pembelian kamu terlihat. Invoice menunjukkan lunas. Dengan demikian, kami bisa salin voucher di sini. Gunakan vouchernya untuk mendownload foto atau ilustrasi yang kamu mau.

Sudah disalin vouchernya?

Sekarang kembali ke Home untuk download.  Klik buton ‘Masukan Voucher’.

4. Download Foto/Ilustrasi
Kembali lagi ke Home. Karena saya pilih paket Kustom 2 gambar, maka saya punya jatah download 2 gambar saja.

Oiya mesti kamu ingat, setiap paket dan jatah yang kita dapatkan ada durasi waktunya. Artinya, kalo gak segera mendownload gambarnya, jatah tersebut akan hangus.

Tenang saja. Masa kadaluarsanya beberapa hari. Cek Home untuk tahu berapa lama durasi waktu yang kamu punya ya.
Oke gini cara download fotonya.

Download Foto dari idcopy.biz

Di halaman Home terpampang kolom untuk download. Tapi, pilih dulu foto mana yang kamu inginkan di Shutterstock.

Buka dulu website Shutterstock. Tenang saja, kamu gak perlu signup atau sign in di sana. Yang kamu perlu lakukan, pilih fotonya, dan copy URL-nya.


Sudah copy URL dari halaman yang kamu buka di Shutterstock?

Oke, sekarang kembali ke web idcopy.biz. Nah kamu salin link yang kamu copy tadi. Kalau sudah, klik Pratinjau. Foto yang kamu mau sudah muncul di bawah kolom Pratinjau.

Sekarang kamu klik download.

idcopy.biz akan memproses fotonya. Gak makan waktu lama hanya beberapa detik. Seperti ini:




Bila foto sudah didownload idcopy.biz, nah sekarang waktunya pindahin ke gadget kamu. Pilih ‘klik untuk menyimpan di komputermu’.

Nah sudah deh beres! Foto-foto terbaik sekarang bisa kamu pake untuk melengkapi presentasimu, artikelmu, atau apa sajalah keperluannya. Gak ribet kan ya beli foto-foto via idcopy.biz. Cocok  nih buat kamu yang mau beli foto internasional tapi gak punya kartu kredit atau paypal. Karena idcopy.biz pembayarannya ke bank lokal dan pake mata uang rupiah pula. Hehe.

Selamat mencoba!


Hobi Fotografi? Dukung Hobimu Dengan digibank KTA

12 June 2020
Saat ini, fotografi menjadi salah satu hobi yang sedang tren di kalangan milenial. Bagaimana tidak, sejak berkembanganya media teknologi terkhusus media sosial, foto menjadi salah satu faktor penting yang bisa menarik perhatian banyak orang untuk menunjukkan eksistensi diri.
Mengunggah hasil jepretan terbaik ke media sosial dan internet rupanya tidak hanya menarik respon para netizen saja, namun juga mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Maka tidak heran apabila fotografi menjadi hobi yang cukup banyak diminati oleh anak muda.
Untuk mendapatkan hasil gambar berkualitas, selain membutuhkan skill pastinya juga akan membutuhkan kamera yang berkualitas. Nah, untuk kamu yang masih pemula di dunia fotografi, berikut ini beberapa merk kamera terbaik yang bisa kamu jadikan pilihan:

1.    Canon

Canon adalah merk kamera yang cukup terkenal di dunia. Produk-produk perusahaan kamera digital asal jepang ini disebut-sebut telah menguasai pasar kamera seluruh dunia. Jenis kamera yang terbaik dari brand ini adalah DSLR dan SLR.

2.   Nikon

Hampir seluruh masyarakat sudah sangat familiar brand kamera satu ini. Nikon menjadi salah satu kamera yang paling sering digunakan oleh fotografer selain canon, dengan ciri khas nama sistem kamera dengan simbol “D” yang artinya digital.  Perusahaan dari negeri sakura ini rupanya tidak hanya memproduksi mikroskop dan teropong.

3.   Sony

Brand kamera satu ini rupanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, khususnya di Indonesia. Mengusung teknologi dan spesifikasi tinggi membuat kamera brand ini cukup mencuri perhatian bagi pecintanya. Beberapa produk top sony adalah DSLR, dan cyber-shot.

4.   Panasonic

Produk kamera panasonic umumnya memiliki keunggulan pada bagian LCD screen, picture, warranty, dan kualitas. Dalam kabar terbarunya panasonic lumix merelease sejumlah kamera digital yakni seri L dan G. Meski tak sepopuler canon dan Nikon, brand satu ini memiliki kualitas yang tak kalah dan bahkan mampu menyaingi produk dari brand lain seperti Casio, Olympus, dan lainnya.
Berbicara tentang kamera berkualitas, tentunya membutuhkan budget yang tinggi untuk mendapatkannya. Maka bukan hal yang aneh apabila banyak yang beranggapan bahwa fotografi adalah hobi mahal.
Nah, buat kamu yang mulai tertarik dengan hobby ini namun memiliki budget yang terbatas, jangan berkecil hati. Masih banyak jalan yang bisa kamu lakukan untuk menjajal hobby ini. Salah satunya adalah kamu bisa mengajukan kredit cepat melalui digibank KTA. Tidak hanya cepat dan mudah, tetapi kamu bisa mendapatkan pinjaman uang hingga 80 juta. Menarik bukan?
Alasan memilih kredit digibank KTA untuk upgrade kamera?
Meski berbasis kredit online, produk dari digibank by DBS ini rupanya sangat jauh berbeda dengan kredit atau pinjaman online pada umumnya. DBS Indonesia berkomitmen menghadirkan digibank sebagai bank digital terbaik. Tidak perlu ragu, karena digibank KTA ini memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh pinjaman online lainnya. Diantara keunggulannya tersebut adalah:
  • Saat hendak mengajukan pinjaman atau kredit, sebagian orang mungkin berpikir keribetan saat pengurusan kredit. Namun tidak untuk produk digibank KTA, yang menawarkan Tanpa ribet karena apply online dimana saja dan kapan saja melalui aplikasi digibank by DBS atau website go.dbs.com/kta
  • Dalam proses persetujuannya pun sangat tidak diragukan. Kamu akan mendapatkan  Approval cepat dalam 60 detik
  • Tidak tanggung-tanggung, kamu bisa meminjam uang puluhan juta, ditambah lagi dana langsung cair ke rekening digibank by DBS hingga Rp. 80 juta
  • Bunga kompetitif mulai dari 0,95%, cukup terjangkau untuk kamu yang takut terjerat cicilan besar.
  • Kalo keamanan, sudah jelas Aman dan terpercaya sudah terdaftar di OJK
Ini prosedur pengajuan kredit digibank KTA!
Dalam prosedur pengajuan kredit digibank KTA sangat mudah, hanya saja terdapat perbedaan antara nasabah dan non-nasabah digibank by DBS. Nah, untuk kamu yang belum menjadi nasabah, Berikut 5 langkah mudah proses pengajuan digibank KTA:
  1. Apply di go.dbs.com/kta
  2. Persetujuan cepat dalam 60 detik
  3.  Download aplikasi digibank by DBS
  4. Verifikasi biometric dengan agen digibank
  5. Cair langsung ke rekening digibank hingga 80 juta
Sedang langkah proses pengajuan digibank KTA untuk nasabah adalah sebagai berikut:
  1. Klik personal loan di menu utama aplikasi digibank by DBS 
  2. Lengkapi data diri
  3. Tunggu konfirmasi persetujuan kredit
  4. Pilih limit pinjaman dan tenor yang diinginkan
  5. Persetujuan cepat dalam 60 detik dan dana cair secara real-time hingga 80 juta
Jadi, tunggu apalagi? Yuk upgrade hobby fotografi dengan memanfaatkan kemudahan dari digibank KTA.