Image Slider

Review Ninja Xpress : Ekspedisi Terbaik Untuk Mengirim Paketmu

November 11, 2019
Kapan terakhir kali Anda menerima paket? Paket saya baru saja tiba minggu lalu. Saya membeli dua buku dan satu skincare dari e-commerce andalan. 




Tentang proses kirim-mengirim dan terima paket, saya kerap menemui beberapa masalah. Mulai dari paket yang telat datang, hingga status kirim paket yang tak jelas.

Berikut saya akan membahas mengenai Ninja Xpress review sebagai layanan pengiriman barang yang saya gunakan.

Industri logistik di Indonesia makin ramai dengan kehadiran Ninja Xpres. Perusahaan jasa ekspedisi ini lahir di Singapura tahun 2014 dengan nama Ninja Van. Di tahunnya yang kedua, saat mereka melebarkan sayap di Indonesia, namanya menjadi Ninja Xpress.

Sebelum ekspansi ke Indonesia, Ninja Van telah membuka bisnisnya di beberapa negara Asia Tenggara. Yakni Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand. Hingga saat ini, mereka  mulai menunjukkan taringnya sebagai ekspedisi terbesar dan tercepat.

Mereka merupakan perusahaan jasa pengiriman dan penerimaan berbasis teknologi. Kemudahan dan ketepatan waktu menjadi kekuatan layanan. Di tahun 2019, Ninja Xpress menjadi ekspedisi yang dapat diandalkan. Tidak heran bila saat ini pihak Ninja Xpress telah bekerja sama dengan 10 e-commerce di Indonesia. Di antaranya start-up e-commerce raksasa Indonesia, yaitu BukaLapak, Hijup, dan Tokopedia.

Saat ini layanan  dapat diakses melalui aplikasi Ninja Easy. Mudah saja, Anda tinggal mencarinya di Google App Store lantas menginstallnya pada ponsel.

Bagaimana dan apa saja layanan yang ditawarkan? Berikut ini penjelasannya.

Ninja Xpress menawarkan tiga macam jasa pengiriman

Ninja Reg

Layanan pengiriman standar. Waktu pengiriman bergantung pada lokasi pengirim dan lokasi penerima (jarak).

Ninja Fast

Layanan dengan janji waktu pengiriman tiba dengan cepat (rentang waktu paket terkirim adalah 24 jam).

Ninja Super

Layanan yang memungkinkan paket diterima di hari yang sama. Layanan yang cocok digunakan apabila Anda diburu waktu atau memiliki usaha frozen food.




Ninja Xpress Review dan Kelebihan Yang Ditawarkan


  • Aplikasi Ninja Easy (juga di websitenya) memungkinkan pengirim paket dan penerima paket dapat melacak status pengiriman secara real time dengan menggunakan nomor resi pengiriman. Rasa penasaran maupun panik dapat reda bila kita tahu di mana posisi paket berada bukan?
  • Notifikasi pengiriman jasa Ninja Xpress dikirim melalui SMS setiap pagi saat paket siap dikirim.  Konfirmasi berita paket akan dikirim setidak-tidaknya membantu para pemilik usaha memberi konfirmasi yang sama pada para pelangganya.
  • Bila kurir Ninja Xpress telah sampai lokasi pengiriman namun tak ada penerima, secara otomatis sistem  akan mengirim email untuk jadwal ulang proses pengiriman. Sehingga pertanyaan-pertanyaan seputar status paket dapat segera terjawab oleh sistem.
  • Selain itu, mereka  memiliki seribu armada motor yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, dan Medan.
  • Memiliki layanan bayar di tempat (Cash on Delivery).kiriman Paket dapat dibayar secara tunai saat paketnya tiba. Pembayaran dilakukan pada kurir paket. Namun umumnya layanan ini baru tersedia di poin-poin yang berdekatan.
  • Ninja Xpress melayani pengiriman internasional. Cakupan negaranya baru di tingkat Asia Tenggara. Yaitu Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan tentu saja Singapura. Lebih jauh lagi.  Mereka memiliki misi menghubungkan Asia Tenggara ke dunia. Pelan-pelan, langkah itu dirajut dengan menghubungkan antarnegara Asia Tenggara.
  • Layanan Customer Service yang dapat diandalkan. Bila ingin mengirim pertanyaan atau keluhan,  Anda dapat menghubungi di salah satu nomor  WA 0811.9691.2613.
  • Lebih daripada itu, layanan khusus pelanggan juga menyediakan fitur Q & A. Jika Anda menemui kesulitan terhadap paket-paket yang Anda kirim atau terima, Anda dapat membaca solusinya di fitur Q & A. Misalnya, kita bisa ubah alamat tidak, paket dalam kondisi rusak dan apa yang harus kita lakukan, mengapa pesanan dibatalkan, ada bisa refund, di mana saja lokasi poin Ninja Xpress berada, dan masih banyak lagi. Namun bagi saya sebagai pengguna jasa ekspedisi, bila terjadi sesuatu di luar ekspektasi, mengontak nomor khusus layanan pelanggan terasa lebih cepat menuntaskan rasa penasaran. Bukankah demikian?

Menarik bukan? Untuk paket-paketmu esok hari, gunakan saja jasa pengiriman layanan Ninja Xpress, terbaik dan dapat diandalkan. Sekian pembahasan mengenai Ninja Xpress review dan semoga bermanfaat.


Sate Kelinci di Lembang, Tega Gak Makannya?

October 22, 2019
Kalo ke Lembang, gak jauh-jauh wisatanya dari wisata alam. Berderet-deret hotel di Lembang, tamu hotelnya mesti perginya ke tempat yang itu lagi itu lagi. Memang pesona Lembang ini ya kuat banget. Gak pernah kehabisan turis. Selalu ramai. Selalu macet. Hehe.

Nah, di antara Farmhouse dan The Lodge Maribaya, pernah gak benar-benar merhatiin kuliner di Lembang apa aja?

Tahu? Susu? Ada lagi kuliner lainnya yang akan saya rekomendasikan. Salah satunya mungkin bikin kamu agak…ngilu? Hahaha ayok ah gak usah lama-lama.

Kuliner di Lembang yang asoy, nih daftarnya.


Ketan Bakar, Hangat dan Nikmat

Awal mula saya lihat ketan bakar, ya di Lembang. Sekarang pedagang ketan bakar bisa kamu temui sampai di sekitar museum Asia Afrika. Namun, menurut saya sih lembang asal muasal makanan ini.

Bentuknya persegi panjang. Ketan sudah matang. Akan tetapi baru melewati proses kukus saja. Jika ada yang memesan, barulah ketan dibakar. Gak lama sih, biasanya yang penting permukaannya kecoklatan saja. Pas disantap, kres-kres gitu. Bagian dalamnya masih empuk dan basah.




Ketannya dimakan dengan saos sambal kacang atau oncom dan serundeng. Rasanya gurih pedas. Pastilah terasa hangat dua kali. Oleh ketan yang baru kena api dan cabe dari sambalnya.

Nikmat gak? Nikmat banget! Waktu terbaik untuk menikmati ketan bakar adalah pagi-pagi dan malam. Cocok bener dengan hawa Lembang yang super dingin di waktu-waktu kayak gitu.

Pedagang ketan bakar bisa kamu temui di sepanjang Jalan Raya Lembang. Berjejer tuh banyak bener. Tinggal pilih aja mau yang mana. Semua kios sama saja harganya pun rasanya.

Sebab kalo siang sih cocoknya makan ini nih…


Sate Kelinci! Lezat dan Unik!

Udah ngilu-ngilu belum? Hahaha. Kelinci tuh makhluk imut banget sih ya, jadi kesannya kayak jahat banget makan daging kelinci.

Namun kalian tahu kan kalo kelinci ini kerjaannya beranak melulu. Maksudnya, dunia gak akan kekurangan kelinci karena kita makan sate kelinci bukan? :D




Di mana sate kelinci terbaik di Lembang? Ada dua, Sate Sapri di seberang Farmhouse dan sate kelici di Tahu Tauhid. Sate kelinci di Tahu Tauhid lah yang saya rekomendasikan. 

Aneh ya namanya ketahu-tahuan tapi jualannya sate kelinci. Gak juga. Jadi gini, Sate Tauhid itu semacam foodcourt. Dahulu cuma jualan Tahu. Lantas tempatnya makin ramai, dan bertambahlah aneka macam makanan tambahan. Salah satunya sate kelinci.

Di sini ukuran daging satenya kecil-kecil sih, gak kayak sate normal pada umumnya. Terus teksturnya lebih kenyal daripada daging sapi atau ayam. Mirip jando sih, lemak daging. Empuk gak? Yang terempuk yang adanya di Tahu Tauhid ini.

Bumbu satenya juga juara sih. Gurih dan sedikit manis. Gak sekental dan semanis sate ayam/sapi. Namun cukuplah untuk menutup hawa amis daging kelinci.

Tahu Tauhid ada di Jl Kayu Ambon persis di depan seberang D’Ranch. Bukanya sejak pagi-pagi pukul enam.

Btw, info tambahan. Selain sate kelinci, di sini kamu beli Tahu dan Bandrosnya ya. Jaminan mutu. 

Dua kuliner aja yang saya rekomendasikan. Sekarang bila ke Lembang, pergilah cari ketan bakar dan sate kelinci yak!

Menginap di mana di Lembang?

Eh, kalo hotel gimana, kalian udah tahu mau menginap di mana? Hotel mahal ada banyak. Penginapan murah di Lembang pun lebih banyak lagi.

Hotel di Lembang rekomendasi saya, boleh dicatat nih. Saya kasih lihat hotel yang letaknya di jantung kota Lembang ya. Secara Lembang luas banget. Saya cuma kasih rekomendasi hotel yang gak jauh dari Jalan Raya Lembang.



hotel sandalwood
Apa saja?
  • Hotel Grand Lembang. Hotel klasik, ada sejak zaman kolonial.
  • Hotel Sandalwood. Hotel dengan interior ala instagram. Tiap pojok adalah latar untuk berfoto.
  • Hotel Pesona Bambu. Cocok kalo budget penginapan kamu gak besar-besar amat. Ini medium lah harga permalamnya.
Lantas gimana caranya supaya bisa jalan-jalan di Lembang dan menginap di hotel dengan harga yang bersahabat? Ini nih saya kasih tipnya.
  • Nabung. Hahaha. Becanda. Eh tapi kamu nabung dulu kan sebelum jalan-jalan?
  • Survey sejak jauh hari. Kita sedang bicarakan Lembang. Daerah yang gak pernah sepi turis. Mulainya skroling hotel-hotel di Lembang. Pilih yang bentuk penginapannya cocok dengan seleramu.
  • Buka akun Pegipegi dan puas-puasin deh riset hotel di sana. Saya rekomendasiin Pegipegi karena gini deh, saya bahas agak panjang ya. 

Kenapa Memesan Hotel di Pegipegi



  1. Banyak promo di Pegipegi. Abis itu ada fitur Harga Spesial. Dan fitur diskon dari Kartu Debit dan Kredit. Pinter-pinter deh riset harga promo. Karena saya temukan, mereka yang cermat membaca adalah mereka yang menang banyak! Hehe.
  2. Ikut kumpulin PepePoin sebagai potongan harga. Tiap kali abis transaksi pemesanan hotel, kamu akan dapat poin.
  3. Daftar dulu jadi member di Pegipegi untuk dapatkan harga promo yang…beda! Iya lho beneran. Bedan dan lebih banyak. Udah pada install app Pegipegi kan?
  4. Proses pemesanan yang gak ribet. Cari yang mudah dan reliable aja kayak Pegipegi.
  5. Proses pembayaran di Pegipegi pun mudah banget! Sok mau bayar pake apa ada semua fiturnya. Mbanking, bayar di minimarket, transfer. Ada semua.
  6. Terus ceritanya gak jadi nginep nih. Mau refund. Bisa kok gak akan dipersulit pokoknya. Hehe.
cek harga promonya Pegipegi dan dapatkan harga terbaik termurah dan terseru!  


Begitulah kira-kira sedikit rekomendasi kuliner dan hotel di Lembang. Selamat berlibur ya! Jangan lupa pesan kamar hotelnya di Pegipegi dan jajan sate kelincinya di Tahu Tauhid!

Berkunjung ke Perkebunan Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa di Subang

October 20, 2019
Saya mau ajak teman-teman memantau perkebunan buah nanas dan buah naga. Tujuan kita berada kira-kira tiga jam dari Bandung. Masuk ke pedalaman Subang. Masuk ke areal perbukitan. Melewati hutan dan lembah. Jalanan mulus dan bertanah-tanah.

Mau apa di Subang? Melihat asa di pucuk-pucuk pepohonan nanas dan buah naga. Asa petani Subang. Ohiya, kita gak pergi sendiri. Dompet Dhuafa menemani, karena merekalah yang mengajak saya ikut serta. 





Perkebunan yang kita kunjungi namanya Kebun Indonesia Berdaya Terpadu. Di Desa Cirangkong Kecamatan Cijambe. Kita akan lihat bagaimana wakaf membuahkan aset produktif, aset yang berkelanjutan.

Tunggu dulu. Perkebunan? Wakaf?

Baru saya tahu ada wakaf dalam bentuk aset keberlanjutan begini. Wakaf produktif istilahnya. Biasanya kan wakaf tuh makam, masjid, dan madrasah. 3-M itu aja muter-muternya.

Eh, teman-teman tahu kan wakaf itu apa?


Sebentar. Saya harus cerita dulu perjalanan dari Bandung ke Subang bagaimana.


Perjalanan dari Bandung

Mobil yang kami tumpangi tidak sulit menempuh akses ke sana. Saya kira, kendaraan apa saja sanggup menuju perkebunannya, kecuali sedan dan mobil-mobil citycar yang pendek-pendek posturnya.

Di areal perkebunan. Hawanya panas agak mengigit, terasa segar karena angin berhamburan pelan. Sekeliling kami hamparan nanas dan buah naga. Di sela-selanya ada saung dan beberapa bungalow.

Di saung itulah saya menggelosor dan makan sate nanas yang segar! Juga menyesap jus nanas yang nikmat.

Bila kamu warga perkotaan ingin mencari lokasi yang hening, damai dan lamban, inilah dia tempatnya.


Dompet Dhuafa X Blogget Meet Up

Dompet Dhuafa mengajak blogger berkunjung ke perkebunan. Namun sebelum sesi berkeliling itu tiba, kami berkumpul dan berbincang bersama. Ada tiga orang pembicara di hadapan kami. 

Kamaludin, manajer bidang ekonomi Dompet Dhuafa.
Boby P Manulang, General Manager Wakaf Dompet Dhuafa.
Eman, petani lokal dan pengurus koperasi Indonesia Berdaya. 

Tahun 2014 Dompet Dhuafa merintis perkebunan tanah wakaf. Mulanya 2 hektar. Yang berwakaf tambah banyak, kini ada 10 hektar luasnya. Kebon nanas dan kebon buah naga itu pengelolaannya melibatkan warga sekitar. Ditambah peternakan kambing, warga yang terlibat makin banyak.

Dompet Dhuafa bilang, agak sulit ajak orang berwakaf ke aset-aset produktif seperti perkebunan begini. “Paling gampang tuh kumpulin wakaf buat masjid  tapi masa bikin masjid mulu,” ujar Boby Pamulang.

Oleh karenanya, di tahun 2016 mereka ganti strategi kampanye wakaf dengan membuat Wake Up Wakaf. Bagaimana cara?
  1. Bikin program @tabung_wakaf 
  2. Kampanye Wake Up! Wakaf dengan berwakaf Rp10.000 di www.donasi.tabungwakaf.com. Ya, kamu gak salah baca. SEPULUH RIBU RUPIAH.
Kampanye wakaf Rp10.000 ini ide brilian, menurut saya. Mengejar unit besar (baca: wakaf jutaaan, milyaran, dari satu orang) bukan perkara mudah. Kita harus tunggu orang kaya raya dulu. Seolah-olah wakaf adalah barang mahal.

Memang mahal, kalau sendirian. Sekarang kan zamannya kolaborasi. Karenanya muncul ide wakaf bernama Wake Up! Wakaf Rp10.000.

Apakah cara tersebut berhasil?

Manajer Wakaf Dompet Dhuafa, Boby Manulang, cerita begini. "Transaksi wakaf Rp10.000 di tahun 2018 tercatat 4500. Tahun 2019, angkanya naik jadi 8900."

Jika ada yang bertanya, bisa apa dengan wakaf sepuluh ribu perak? Bisa jadi kebon-kebon produktif! Gokil gak tuh.

Lebih jauh lagi, bila ada yang ingin berwakaf dalam jumlah besar di perkebunan, Dompet Dhuafa menyediakan lahan garapan wakaf produktif 1 kavling sebesar Rp125.000.000.

Dompet Dhuafa sendiri memiliki empat pilar dalam program wakafnya:

  1. Kesehatan
  2. Pendidikan
  3. Sosial (kebencanaan)
  4. Ekonomi

Kebayang kan kesehatan kayak gimana: membangun rumah sakit (7), klinik (3), optik (2), dan apotek (1). Salah satunya ada di Lampung Tmur, yaitu RS AKA Medika Sribhawono. 

Lantas di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa membangun universitas di Bogor bernama Dompet Dhuafa University. Ada pesantren di Sukabumi, Pesantren Hafidz Village. Terakhir,  lembaga pendidikan nonformal di Tangerang Selatan namanya Khadijah Learning Centre. 




Gak berhenti dong. Di bidang kebencanaan, Dompet Dhuafa turun tangan juga. Ada rumah sementara di Lombok Timur dan masjid Al-Majid di Bukit Kemuning Lampung Utara.

Terakhir nih, bidang ekonomi. Tentang pemberdayaan. Misalnya kayak mendirikan minimarket dan bersinergi antara Dompet Dhuafa dengan warga lokal, menciptakan hasil bumi yang berkepanjangan efeknya. Misalnya, Kebun Indonesia Berdaya di Subang ini nih!


Keliling Perkebunan Indonesia Berdaya

Dari total 10 hektar lahan garapan, lahan  produktifnya baru 5 hektar. Perkebunan ini berhasil memanen buah nanas 100kg/hari dan buah naga 2-3/ton per 3 bulan. 

"Masih jauh dari kebutuhan yang diminta industri," begitu kata Kamaludin, manajer program ekonomi Dompet Dhuafa. Ada 60 ton permintaan nanas pertahun. Itulah yang ingin dikejar Dompet Dhuafa. 

Berdasarkan target itulah saat ini Dompet Dhuafa segera merampungkan Rumah Industri Pengolahan Nanas. Nantinya semua penampungan, pengolahan, pengepakan, dan pengiriman adanya di bangunan tersebut. “Bangunannya baru 80% jadi, akhir tahun atau Januari 2020 sudah bisa digunakan.”

Lantas timbul pertanyaan. Mengapa nanas? Mengapa buah naga?

Potensi buah nanas sangatlah tinggi. Permintaan industri bahkan belum semuanya terpenuhi. Lahannya cocok. Kenapa harus mulai dari nol dengan menggarap sumber daya yang lain? Begitu kata Kamaludin.

Ia menambahkan “ada 60 ton kebutuhan nanas per tahun yang ingin kami penuhi. Oleh karenanya kami menargetkan lahan garapan hingga 22 hektar. Bila Rumah Industri Pengolahan Nanas sudah jadi, kami akan bekerja sama dengan banyak petani dari 12 desa di sini.”

Dompet Dhuafa melibatkan warga lokal sebagai penggarap dengan sistem pembayaran yang adil. Melalui program berdaya, tujuan akhirnya petani keluar dari garis kemiskinan. Tidak lagi tercekik rentenir. 

Pak Eman, warga setempat yang juga petani dan bagian dari Koperasi Indonesia Berdaya mengatakan sangat terbantu setelah ikut dalam pengolahan perkebunan Indonesia Berdaya. “Apalagi permodalan, saya kebantu pisan,” Pak Eman tidak lagi memusingkan harus beli bibit di mana sebab Dompet Dhuafa sudah menyediakan bibitnya.

Seru ya. Setelah berkeliling kebun ini, saya unggah foto-foto ke stories instagram. Lantas saya membuka sesi tanya jawab. Dibantu menjawab oleh Teh Annisa dari Dompet Dhuafa, pertanyaan netizen seputar wakaf di perkebunan ini begini. 





Tanya Jawab Wakaf Perkebunan Indonesia Berdaya

Q:. Siapa yang boleh berkunjung ke Perkebunan Indonesia Berdaya? Apa yang wakaf saja?
A:  Bisa siapa aja. Selama janjian dulu sebelum berkunjung. Sebab saat berkeliling kebunnya nanti ada yang memandu.

Q:  Kalo bukan muslim, bisa ikutan wakaf gak sih?
A:  Bisa banget. Secara fiqih dan undang-undang, tidak ada larangannya.

Q:  Hasil penjualan perkebunan untuk siapa? digunakan untuk apa?
A:  Untuk memenuhi biaya operasional (termasuk gaji nih di sini semua posnya), pembebasan lahan, dan pengembangan produk. Meski lahirnya dari wakaf, namun perkebunan hasil menghasilkan profit. Harus surplus malahan," kata Boby. Karena lahannya berkelanjutan, secara perenomian uangnya harus muter sih. Gitu singkatnya.

Q:  Petani yang berasal dari warga sekitar berperan sebagai pengelola perkebunan, apakah seperti itu?
A:  Sebagai petani dan pengupas kulit nanas. Ada juga yang berperan sebagai pengelola koperasi. Bila Rumah Industri Nanas rampung dan dapat beroperasi, makin banyak warga yang terlibat dan berperan lebih jauh.

Demikian hasil jalan-jalan di perkebunan nanas hasil wakaf produktif. Kami pulang membawa buah nanas dan pengetahuan baru. Bahwa bisa kok wakaf dengan uang sepuluh ribu perak. 

Berada di sana dan mengetahui program wakaf produktif ini, saya kira masih ada asa di pundak-pundak petani Subang. Asa yang kita mulai dengan wakaf Rp10.000. Yuk ikut berwakaf di donasi.tabunganwakaf.com! 


Yak sampai di Perkebunan Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa
Buah Naga yang panennya November nanti
Sesi sharing Dompet Dhuafa
Pak Eman - Boby P Manulang - Kamaludin
Mulai berkeliling perkebunan
Hamparan tanaman nanas
dan pohon buah naga yang bagi saya rupanya mirip alien :D
wakaf peternakan menampung kambing 500 ekor

Rumah Industri Pengolahan Nanas, januari nanti bangunannya  rampung 
Pulang ke rumah bawa nanas


Rumah Rajeg Ijo

October 19, 2019
Saya gak pernah merasa perlu moto rumah ini. Sampai saya ada di sana, di hari pemakaman nenek saya. Saat itu saya pikir, bagaimana nasib rumah ini setelah Emak (panggilanku pada nenekku) wafat. Inilah dia, Rumah Rajeg Ijo.

Saya memotonya di hari yang sama, setelah nenek saya dimakamkan. Agak menyesal mengapa tidak memotret sudut-sudut rumah lebih banyak. Namun yah, beginilah.




Ini dia Rumah Rajeg Ijo, yang dahulu tegelnya warna kuning ukuran 20x20cm.

Lima tahun pertama dalam hidup saya, tinggalnya di rumah rajeg ijo. Dikasih nama demikian karena ragejnya emang ijo.

Dalam bahasa jawa panturanya jawa barat, rajeg artinya pagar. Ijo tahu kan artinya apa? hijau. Rumah dengan pagar berwarna hijau.

Itu rumah bukan hanya kami sebagai keluarga yang menamainya demikian. Namun, para tetangga dan siapa sajalah yang lewat depan rumah, menjuluki rumah kami begitu.

Rumah tersebut, menurut cerita paman saya, dibangun tahun 50. Saya kira, itulah rumah terbaik yang pernah saya diami. Nomor dua, setelah rumah orang tua saya di gang dua selatan. Rumah orang tua saya modern, dibangun tahun 1990.

Rumah rajeg ijo ini legendaris.

Desain rumahnya klasik. Bukan rumah kolonial, tapi rumah ala-ala yang desainnya transisi gitu kali ya. DIsebut jengki, bukan. Gaya kolonial juga bukan. Di jendela kamar depan, bagian luarnya ada kanopi melengkung. Cantik banget deh kalo dipandang.

Jendela rumah terdiri dua lapis. Jendela luar dari kayu berbuku-buku. Jendela dalam kayu juga tapi setengah bagian atas ada kaca patri. Belum tirainya nih. Belum lagi teralisnya. Banyak amat ya jendela doang. Hahaha.



Jadi gini filosofi jendelanya.

Tirainya hanya setengah tinggi jendela. Kalo mau privasi rapat, tutup semua jenedelanya (ini kalo malam).
Kalo pengen menyepi di siang hari, buka jendela luar, tutup jendela kaca patri.
Bila kepanasan tapi gak pengen terlalu terbuka privasinya, buka semua jendela tapi tirai dibentangkan. Angin masuk masuk semliwir. Kamunya terserah mau ngapain. Hehehe.

Seru ya jendela doang tapi dirancang sedemikian intim dengan penghuni rumahnya.

Saya sudah cerita terasnya belum? Aduh cakep nian teras rumah rajeg ijo ini. Dulu, sebelum direnovasi.

Di teras ada yang namanya Buk. Semacam tempat duduk yang terhubung dengan bangun terasnya. Gak perlu kursi. Cukup nangkring di Buk aja kalo mau nongkrong. Duduknya menghadap jalan (rumah rajeg ijo di pinggir jalan raya besar) atau menghadap rumah. Emak naro kursi tambahan buat Midang, istilah lokal buat 'nongkrong santai di depan rumah'.

Kalo panen buah mangga, midangnya sambil ngupas-ngupas mangga. Petik, kupas, makan. Sekalinya panen mangga bisa berkarung-karung. Waktu terbaik untuk memetik mangga? Pas adzan magrib. Karena pas magrib, semut-semut merah yang ganas pada masuk ke batang pepohonan. Jadi aman metiknya gak digigiti semut.

Nongkrong di teras rumah biasanya sore hari. Saat kegiatan intensitasnya turun. Ayah saya kalo pulang kerja nih, cuma pake sarung, gak pake baju, nyiram-nyiramin tanaman. Di sana, biasa banget cowok-cowok gak pake baju alias telanjang dada. Bau ketek? apa itu bau ketek! Haha.

Karena dari gerbang ke pintu rumah ada halaman yang rada luas, jadi midang tuh gak terganggu suasana jalanan sih.

Di halaman itu dulu banyak tanaman berbunga-bunga kemarau, namanya juga daerah pesisir. Walo begitu, bunganya cantik-cantik amat. Ada pohon kertas bougenvile. Satu lagi bunga merah muda. Lupa namanya. Juga bunga-bunga yang bentuknya kayak ulet warna merah.

Oke, kita pindah ke dalam.

Seingat saya, perabotan di rumah rajeg ijo sangatlah klasik. Bahkan sebelum emak wafat, perabotannya masih apik terjaga semua.

Ciri khas perabotan di rumah keluarga kami adalah: sebuah kursi santai. Bentuknya panjang, sehingga saat duduk di situ, kita juga bisa tiduran. Terbuat dari rotan. Sisi kanan dan kiri ada kayu yang digeser-geser. Secara mekanik ia akan menambah rangka untuk menopang kaki kita. Duduk di kursi tersebut sambil melamun, nikmat sekali. Biasanya itu kursi dipake ayah saya untuk istirahat yang bukan tidur.

Dari tiga kamar, ada dua kamar yang tiap ranjangnya masih besi berkelambu. Terakhir kali saya tidur menginap di rumah ini di tahun 2015. Kami tidur di kamar depan. Saya gak tahu itu malam terakhir (yaiyalah!) saya melihat langsung wajah emak. Setahun setelah malam itu, emak wafat.

Saya ingat malam itu saya gak bisa tidur. Satu: takut. Hahaha sudahlah akui saja itu rumah tua yang dihuni nenek-nenek toh!

Kedua: sejarah saya berada di rumah itu seliweran. Saya kangen almarhum ayah. Saya ingat siang-siang di dapur saya membakar paha saya sendiri akibat bermain-main bakar bungkus indomi. Bungkusnya jatoh ke paha. Saya masih kelas 1 SD. Waktu main bakar-bakaran, cuma pake kaos dalem & kolor. Kebakar langsung deh pahanya. LOL. Bodoh. Juga saya ingat ibu mengurung saya di gudang paren yang gelap dan luas. Dikerem istilahnya. Sewaktu kecil, ibu sering melakukan kerem mengerem pada saya. Ngeri sekali. Mungkin saya terlampau nakal baginya. Entahlah. Sedih sih yang pasti. Terbayang-bayang juga saya sedang menangis jerit-jerit minta dibelikan buku tulis warna warni pada ayah. Dia gak mau belikan, lantas pergi, menutup pintu. Saya selonjoran, nangis sampe capek. Hehe.

Rumah rajeg ijo memanjang bentuknya. Kayak bentuk manusia aja dari ujung kepala sampe ujung kaki, semua ada urutannya.

Halaman depan
Halaman samping
Halaman belakang
Teras
Ruang tamu
Kamar tidur
Ruang keluarga
Ruang makan
Tempat sholat
Gudang
Dapur bersih
Dapur kotor
Sumur
Kamar mandi

Nenek saya pengusaha paren. Dulu saya mikir buat apa rumah lahannya luas amat. Ternyata untuk menjemur paren dan naro karung-karung gemuk isinya paren. Waktu kecil saya seneng guling-guling di atas karung. Ekstrimnya ya awur-awurin paren. Terus dimarahin. Terus gatal sebadan-badan. Heuuu.

Kakek saya? Pedagang bako. Tapi gak jelas ceritanya gimana.

Rumah itulah cikal bakal darah pantura saya. Rumah di daerah berhawa panas namun di rumah terasa adem saja. Rumah yang membentuk logat saya. 17 tahun tinggal di Bandung, logat sunda saya masih hancur. Logat jawa? gak diakui warga Karangampel. Kurang medhok katanya. Haha.

Setengah jawa setengah sunda, yang saya rasakan saya bukan keduanya. Saya orang Karangampel.










Aduh. Cirambay deh jadinya.

Parts of me were made by you, you're gonna live forever in me, kata saya minjem kalimatnya John Mayer kepada Rumah Rajeg Ijo.

Halah. Jare wong karangampel! Dika selawase ana ning ati kula...



Note: terima kasih Hernadi Tanzil yang membuat saya kepikiran bikin tulisan ini.

Selain Minum Jus Seledri, Sayuran Tinggi Serat Ini Juga Bisa Dibuat Camilan

October 17, 2019
Seperti yang kita tahu bahwa sayur seledri merupakan salah satu bahan pelengkap yang bisa membuat olahan makanan menjadi lezat dan wangi. Tidak hanya melezatkan, daun seledri ternyata bermanfaat untuk kesehatan tubuh loh. Hanya dengan minum jus seledri setiap hari atau dengan langsung memakannya, Anda sudah bisa merasakan manfaat yang luar biasa.

Namun, jika belum pernah mengolah daun seledri untuk kesehatan, tips mengolah daun seledri berikut ini mungkin bisa Anda praktekkan di rumah.




Cara Mengolah Daun Seledri Menjadi Camilan Sehat

1. Dibuat Jus



Pertama, Anda bisa mengolahnya dengan cara dibuat jus segar. Untuk membuat jus seledri sangat mudah, cukup cuci satu ikat seledri, potong kecil-kecil, masukan ke dalam blender, dan tambahkan sedikit air. Saring jus seledri, dan sudah bisa Anda minum.
Namun, jika Anda kurang suka dengan rasa dan baunya, Anda bisa tambahkan bahan lain sebagai penambah rasa. Anda bisa tambahkan bahan lain seperti perasan jeruk lemon, buah pir, atau buah-buahan lainnya dan madu. Setelah itu, Anda juga bisa tambahkan es batu atau soda agar rasanya semakin segar dan nikmat.


2. Dibuat stick, dan dimakan langsung



Cara mengolah daun seledri untuk kesehatan yang kedua adalah dengan memakannya langsung. Tidak hanya di jus, daun seledri juga bisa dijadikan sebagai camilan sehat. Caranya, ambil beberapa batang seledri, cuci bersih, potong-potong menjadi stick, lalu Anda bisa memakannya langsung atau boleh ditambahkan toping seperti selai kacang, mayonaise, atau madu.

Nah, jika Anda belum tahu, manfaat apa saja sih yang ada di dalam daun seledri. Yuk intip beragam manfaatnya untuk kesehatan tubuh kita. Memang belum banyak yang tahu bahkan tak sedikit yang tidak suka dengan rasa dan aroma daun seledri, namun tanaman yang satu ini memiliki banyak kandungan yang baik untuk tubuh.

Kandungan yang Terdapat dalam Daun Seledri

Daun seledri diketahui kaya akan vitamin A, K, dan C, asam folat, serat makanan, zat besi, kalsium, potassium, air, dan masih banyak lagi. Saking banyaknya kandungan baik, daun seledri pun ampuh digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari menurunkan berat badan, peradangan, bahkan hingga kanker.

Dihimpun dari berbagai sumber, banyak para peneliti yang menyarankan untuk mengonsumsi atau minum jus seledri agar Anda bisa merasakan manfaatnya langsung dari sayuran yang satu ini. Disebut-sebut, seledri juga bisa membuang racun, patogen mati seperti virus dan bakteri, neurotoksin dan zat-zat negatif dalam tubuh lainnya.

Bahkan, kegiatan minum jus seledri kini menjadi tren karena banyak yang membuat tantangan atau "challenge" meminum jus seledri. Bagi yang belum tahu kalau seledri mempunyai banyak manfaat, pasti akan menolak tantangan ini ya. Apa termasuk Anda?

Namun, ternyata tidak sedikit yang ikut berpartisipasi untuk mengikuti tantangan ini. Bahkan, mereka berbagi cerita tentang kondisi tubuh mereka sebelum dan setelah rutin meminum jus seledri selama 5 hari berturut-turut. Jika Anda ingin melihat partisipasi mereka, Anda bisa cek lewat hashtag #celeryjuice dan #celeryjuicebenefits di Instagram.

Banyak dari mereka yang merasa puas dan merasakan perubahan dalam diri mereka setelah minum jus seledri. Mulai dari persoalan tekstur kulit hingga berat badan. Sehingga, minum jus seledri kini bukan hanya sekadar tantangan, tetapi sudah menjadi gaya hidup sehat yang banyak dipakai berbagai penggiat kebugaran dunia.

Jika Anda ingin tahu, spesifikasi manfaat dari minum jus seledri rutin setiap hari, Anda bisa baca artikel selengkapnya, di link berikut ini: https://www.cekaja.com/info/tantangan-minum-jus-seledri-berani-coba/