Image Slider

Kenapa Memilih Hunian di Bandung?

May 22, 2019
"Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi" 
- Pidi Baiq

Kutipan sejuta umat yang bertandang ke Bandung. Terima kasih, Ridwan Kamil. Karena ia yang mencantumkan kutipan tersebut di sudut jalan paling hits, Jalan Asia Afrika. 

Kota berjuluk Paris Van Java ini entah kenapa memikat banyak turis. Menurut saya Yogyakarta masih lebih menarik. Hihi. 

Tapi ini masalah 'rumput tetangga lebih hijau' aja sih. Cirebon buat saya kota yang unik, seru, bagus banget konten wisatanya. Tapi sebaliknya bagi warga Cirebon, kota saya -Bandung- pasti lebih memikat. 


Sama kayak Jakarta, magnet kota metropolis gak jauh-jauh dari uang. Bandung punya hampir seluruh segmen dalam aktivitas masyarakat. Kelengkapan itulah yang membuat banyak orang yang ingin bermukim di sana.

Bisa jadi sih tiga alasan ini adalah alasan mengapa Bandung jadi favorit proyek-proyek properti:

Variasi hunian
Label smart city yang telah didapatkan oleh Bandung membuat beragam ketersediaan variasi hunian dikembangkan di kota ini. Tidak sekedar jual rumah Bandung, beberapa hunian vertikal juga kini berdiri baik di wilayah perkotaan maupun di pinggir kota. 

Adapun proyek jual rumah Bandung beserta apartemen dibanderol masih di bawah harga jual properti di Ibukota Jakarta. Dari sejumlah proyek jual rumah Bandung dan apartemen pun diketahui memiliki variasi yang beragam, ada yang tipe ekslusif, ada pula yang termasuk dalam kategori hunian murah.

Kota yang Sejuk
"Bumi pasundan lahir ketika tuhan sedang tersenyum", kutipan puisi tentang Kota Bandung yang dikarang oleh M.A.W. Brouwer menafsirkan memang segala hal positif tentang Bandung. Selain diciptakan saat Tuhan tersenyum, Bandung juga dapat memberikan senyum-senyum karena keindahan yang diberikan kepada para pemukimnya.

Dibuai kontur alam yang indah, bagaimana tutur budi gak jadi halus. Iya gak? 

Mungkin saat ini label tata kota Smart City yang kini adalah keunggulan Bandung. Namun, sejak dahulu keunggulan Bandung terletak pada letaknya. Letak Kota Bandung yang dikelilingi oleh beberapa gunung dan dataran tinggi menyebabkan iklim kota kembang tersebut cenderung sejuk. Utamanya di pagi dan malam hari. 

Apalagi ditambah dengan beragam varietas tumbuhan dan pepohonan yang rindang di setiap sudut wilayah kotanya, Anda dapat selalu mendapatkan suplai udara segar yang baik untuk kehidupan Anda sehari-hari. Suhu udara Kota Bandung diketahui bisa mencapai kesejukan di kisaran 18 hingga 27 derajat celcius.

Bagi warga Bandung, kota ini bisa dibilang gak sesejuk dulu. Tapi, kalo kamu pernah traveling ke kota-kota yang hawanya panas membara seperti Surabaya, bahkan Yogyakarta, kota Bandung memang sejuknya juara :D

Potensi Investasi
Tidak hanya sebagai tempat bermukim yang baik, hampir seluruh proyek jual rumah Bandung memiliki potensi investasi yang tinggi. Hal ini dikarenakan Kota Bandung yang menjadi selalu dipadati oleh masyarakat luar kota yang memiliki banyak kepentingan disana. 

Pertama, sudah ihwal rasanya Bandung dikatakan sebagai salah satu kawasan pendidikan ternama di Indonesia. Dapat terlihat dari beberapa perguruan tinggi ternama seperti Insitut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Sekolah Tinggi Pariwisata Enhai, Universitas Parahyangan, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati beserta perguruan tinggi lain yang beroperasi di kota kembang tersebut. Konsumen sewa hunian tentu datang dari kalangan pelajar.


Kedua, Bandung dinyatakan sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia. Seluruh komponen wisata, mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, dan belanja terdapat disana. Di akhir pekan, Bandung tidak pernah tidak sepi dari para pelancong wisata.

Akses dalam kota masih perlu banyak perbaikan. Namun komponen kota metropolisnya sudah ada. Ditambah lokasinya yang dekat dengan Jakarta. Sepertinya dalam masih banyak tahun ke depan, Bandung adalah kota hunian favorit banyak orang. 


Pengalaman Menggunakan Layanan Paket Ramadan GO-CLEAN

May 21, 2019
Pekerjaan domestik gak beres-beres. Sementara badan lemes dan capek.  Pengennya rajin beribadah. Mumpung Ramadan. Tapi…

Gini deh. Kalo tangan saya ada lima, satu dipake untuk nyuci, satu untuk nyetrika, satu untuk persiapan masak, satu untuk mengepel, dan satu untuk mengaji.

Tapi tangan cuma dua. Cukuplah udah. Saatnya minta bantuan. Kepada siapa bantuan kita minta? GO-CLEAN!


Pada tahu gak selama bulan Ramadan ini, GO-CLEAN menyediakan fitur tambahan. Namanya Paket Ramadan.

Nah saya mau kasih lihat review GO-CLEAN nih. Beberapa hari lalu saya udah pake fiturnya. Terima kasih, Mita, yang rekomendasiin fitur ini di instagramnya.

Jadi gimana? Gimana?


DOWNLOAD DULU GO-LIFE

First thing first. GO-CLEAN ini adanya di aplikasi GO-LIFE. Masih satu perusahaan dengan GOJEK. Tapi, ingat ya beda aplikasi.  Sok pada download dan instal dulu aplikasi GO-LIFE.

GO-LIFE ini menyediakan fitur-fitur yang mempermudah kehidupan kamu, ada GO-MASSAGE (kalo pegel-pegel pengen relaksasi di rumah dipijetin), GO-GLAM (mau cantik-cantikin kuku atau creambath, di rumah!), masih banyak lagi pokoknya.


PAKET RAMADAN GO-CLEAN, PILIH INFAL

Atau ikutan saya aja. Buka aplikasi GO-LIFE. Terus cari fitur GO-CLEAN.

Nanti di sana ada Paket Ramadan GO-CLEAN. Terdiri dari dua pilihan: Infal dan Bukber.

Bagi saya, di hari itu sewaktu kelelahan udah mencapai titik nadir (yaelah :D), saya pilih Infal. Sebab apa? Durasi kerja mamang dan bibi GO-CLEAN lama banget!


Berapa lama durasi kerjanya GO-CLEAN di paket Infal?

4 JAM DAN ITU MINIMALNYA!

Batas durasi terlamanya 6 jam. Whoaaaa! Langsung saya booking!

Bayangkan dengan waktu minimal 4 jam kamu bisa rikwes apa saja sama mamang/bibi GO-CLEAN? Semua kegiatan domestik! Mulai dari jasa bersih-bersih, jasa cuci piring, sampai dengan jasa setrika.

Berhubung saya udah praktekin layanan Infal. Ini adalah pekerjaan yang mamang GO-CLEAN lakukan di rumah saya.
  1. Mencuci perwadahan. Dari sendok sampai panci dan wajan!
  2. Merapikan dapur (dengan rikwes beberapa benda gak boleh disentuh sebab itu teritorial saya ahahahaha)
  3. Elap-elap dari teras hingga dapur
  4. Menyapu dari ujung depan rumah hingga belakang
  5. Lantas mengepelnya
  6. Menyikat kamar mandi OH MY GOD kamar mandiku ada yang  nyikatin!
  7. Bersihin dan rapikan isi kulkas juga dia mau whaaawaaaaa!
  8. Ganti sprei cooooooy! Mau dia gantiin sprei pun hahaha
  9. Kalo saya punya alat penyedot debu, saya akan rikwes dia pake alatnya dan bersihin semua sofa-sofa di rumah :D
  10. Mamang GO-CLEAN yang saya booking siap bantu bersihin rumah. Ini-itu segala bis. 
“Soalnya minimal kerja kan 4 jam, bisa sampe 6 jam,” kata Pak Uus, tulus.



“Gak apa-apa, Pak. Ini juga udah 4 jam sih,” saya pikir udahlah cukup kok rumah saya yang mungil udah mengkilap :D

Pak Uus menambahkan “pokoknya kalo ada yang kurang, kasihtahu saya aja, Bu. Mumpung masih di sini.” Fyi, dia membawa peralatan kerjanya sendiri. Satu-satunya barang kerja domestik saya yang dipinjam adalah sapu.

Lap pel? Dia bawa sendiri!

Rasanya hari itu saya beruntung. Karena profesi Pak Uus sebelumnya, gak heran ia lincah banget mengerjakan tugas domestik. Gercep dan lihai.

Sambil ia bekerja dan saya memantau, sesekali saya ajak ngobrol. Ia bilang sebelum resign dari kantornya, profesinya adalah petugas housekeeping di hotel bintang lima di Bandung.

“8 tahun saya kerja di hotel, Bu,” begitu katanya. “Saya mah bisa kerjain apa aja asal bukan nyetrika,” ia berkata lagi sambil ketawa sedikit.

Hahaha ya memang itu hari keberuntungan saya. Dikirim mamang GO-CLEAN yang dulunya housekeeping man!

Ibu-ibu biasanya punya standar kebersihan sendiri. Saat itu, saya gak keberatan dengan standar kerja Pak Uus. Ia sendiri bilang, kalo kurang bersih, bilang aja nanti dia ulang kerjanya. Segitu juga saya makasih banget. Saya gak perlu punya tangan lima.

Saya hanya harus kerja lebih keras. Supaya cuan bisa dapet lebih banyak. Pos-pos cuan itu bisa pake dan bagikan lewat pos-pos kayak gini, kayak GO-CLEAN. 

Intinya tentang berbagi peran. Kalo ada tugas yang bisa didelegasikan, ya sudah oper saja. Bagi saya, harga tersebut masih terjangkau. Gak nyusahin.


PAKET RAMADAN  GO-CLEAN PERSIAPAN LEBARAN DAN MENYAMBUT SI BIBI MUDIK

Ini ya, berhubung mau Lebaran, waktu yang benar-benar cocok untuk beberes rumah agar kinclong dan segar. Udahlah kalian pesen aja tenaga GO-CLEAN. 

Saya adalah pelanggan yang terpuaskan.


Tip bila teman-teman ingin sewa tenaga GO-CLEAN. Bisa pilih perempuan kalo di dalamnya ada tugas menyetrika.

Besok saya booking Infal lagi dan pilih perempuan. Tugasnya selama 4 jam cuma nyuci piring. Bersihin dapur. Lalu nyetrika tiga keranjang cucian bersih saya yang sudah menumpuk dan tak tersentuh dua minggu lamanya itu. Wheuheuheu.

Bagi teman-teman yang ART-nya mudik, layanan Infal ini udah paling cocok. Pakelah layanan Infal ini. Beneran sangat meringankan beban ibu-ibu sekalian. Kayak saya.

Yok mari install aplikasi GO-LIFE ke hapenya. Abis itu pesan GO-CLEAN, pilih paket Ramadan dan layanan Infal.

Jangan lupa juga buat pake kode referral NURULULUBAIK buat dapetin diskon 50% ya! Btw, ini cuma berlaku buat pengguna baru aja. Selamat menikmati bersihnya rumah tanpa kitanya bercapek-capek :D 




Foto: Ulu
Teks: Ulu
Lokasi: Rumah sendiri

Jejak Mata Pyongyang, Review Pendek

May 18, 2019
Bila ada top 10 buku kategori ‘saya suka banget’ nah ini buku termasuk ke daftarnya.

Judul: Jejak Mata Pyongyang
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Halaman: 156 halaman
Penerbit:  Mizan
Tahun: 2015



Kedatangan Seno Gumira Ajidarma ke Pyongyang bukan untuk jalan-jalan. Namun jadi juri festival film Internasional Pyongyang 2002. Lantas apa menariknya ini buku?

Satu. Penulisnya.
Dua. Seno yang biasanya menulis fiksi kali ini menulis esai. Buku ini menyajikan 10 esai pendek. Kesannya SGA terhadap tempat dan manusia yang ia temui selama 17 hari di sana. Lengkap dengan foto-foto.

Nah, menurut saya mah foto-foto jepretan SGA inilah highlight utama bukunya.

Buku ini ditulis dan terbit 10 tahun usai perjalanan. Menyesal, kata Seno. Sebab ia baru menulis dengan ingatan yang memudar.

Di buku ini esainya pendek-pendek. Fotonya banyak. Seno memotret, awalnya terbuka saja. Setelah ditegur penerjemahnya, ia moto diam-diam. Sebanyak-banyaknya. Dengan kamera analog SLR Nikon FM2. One shot one kill. Fotonya bagus-bagus sekali.

Kata Seno "betapapun, ketika ingatan memudar, dan daya ingat terpengaruh usia, justru foto-foto itulah yang saya harapkan membantu. Artinya, alih-alih foto menjadi ilustrasi cerita, dalam beberapa hal adalah dari foto-foto tersebut saya menyusun kembali ingatan saya."

Esai pertama tentang alasannya ke Pyongyang. Di esai keduanya ia mulai memotret. Karenanya ia diawasi ketat penerjemah sekaligus intel. Sebab ia motret. Dan di sana, waktu itu sih, gak boleh moto sembarangan.

Pindah ke esai ketiga. Seno bertanya pada penerjemahnya: dahulu kala bangsa Korea kan jelas beragama, sejak kapan kepercayaan ditinggalkan?

Penerjemahnya menjawab."Ketika kami dijajah Jepang, kami sangat menderita, dan kami semua berdoa terus menerus, tapi perubahan tak kunjung tiba."

Ia melanjutkan. "Maka pemimpin besar Kim II Sung berkata bahwa perubahan hanya bisa terjadi dengan usaha manusia. Jadi kami lebih percaya kepada manusia."

Ada dua esai yang menyinggung rupa-rupa pakaian yang dikenakan warga Pyongyang. Di sini Seno mulai spesifik menulis tentang potret kehidupan warga Pyongyang.

17 hari di Korea Utara, ia diajak jalan-jalan melihat suasana kota dan daerah pinggiran.

Di esai terakhir, Seno menyajikan kesimpulan. "Memang tidak terlalu keliru bahwa Kim Jong-II telah membangun negeri itu seperti membangun studio film."

Buku bagus. Masuk daftar koleksi. Termasuk kategori buku: gak boleh dipinjemin.

Jalan-jalan di Surabaya, ke Sana Menumpang Kereta

May 17, 2019
Menumpang kereta api ke Surabaya, rentang waktunya lama. Bisa seharian. Dibanding pesawat, saya milih moda darat ini saja. Sebab saya takut ketinggian heuheuheu.

Tip pertama naik kereta api bila berangkat dari Bandung ke ibukota provinsi Jawa Timur adalah: lakukan perjalanan di malam hari. Supaya sepanjang jalan, badan terkondisikan tidur.

Kedua. Beli tiket kereta api kelas eksekutif. Mudah-mudahan saya dan teman-teman sekalian ada rezeki jajan tiket termahal ini ya. Heuheu.

Tiga. Beli tiket kereta api online. Belinya di Pegipegi aja.

Bila kita cermat memantau kode promo, harga tiketnya bisa ditekan kok. Lumayan. Nanti saya kasih tahu cara nyari kode promo gimana di bawah. Hehe.

Kalo berkereta api jarak jauh lebih dari tujuh jam, saya pilih (dan anjurkan) eksekutif. Kursinya nyaman. Ruang kaki luas. Enak bobo pokoknya hehehe.

Ketiga. Bila sulit tidur, bawa perbekalan film dan buku. Digital juga oke karena di tiap bangku sudah tersedia stop kontak. Kalo saya, pasti bawa buku fisik. Sebab baca buku cara konvensional membuat mata lekas mengantuk dan badan rileks.

Camilan gak penting-penting amat bagi saya. Yang penting makan menu berat udah terlaksana.

Okeh tip udah siap semua. Perjalanan ke Surabaya dimulai!

Pesona wisata Surabaya ada banyak. Kalo disortir, saya pilih dari tema yang sama dengan kota-kota yang saya kunjungi sebelumnya. Pusat kota lama, surganya bangunan klasik.

Nah acara kalo diurutin, jalan-jalan saya terakhir di Surabaya, mainnya ke :

1. Ampel. Pusatnya wisata religius di Surabaya.

Namun saya ke sana bukan untuk berziarah. Di Ampel, saya sengaja mampir untuk sholat di masjidnya. Masjid bersejarah ratusan tahun umurnya. Tebak berapa tahun usia masjidnya?




Lebih dari 500 tahun! Didirikan atas pimpinan Sunan Ampel. Sungguh menyenangkan bisa menunaikan ibadah di situs legenda, saksi sejarah penyebaran agama Islam.

Waktu saya berada di sana, tepat di hari Jumat siang. Pas banget waktu sholat jumat. Alhasil ramainya luar biasa. Tumplek tumpleg!

Pemandangan masjidnya agak sulit dinikmati. Sebab seramai itu. Bila teman-teman ada niat ke sini, datangnya jangan di hari jumat. Whehehe. Tapi mau hari jumat atau hari-hari lainnya, kelihatannya ramai saja. Banyak peziarah.

Abis itu keliling kampung Arab.

2. Kampung Arab Surabaya

Di sinilah keinginan lama saya terwujud. Menengok rumah-rumah lama bergaya arab. Keunikan rumah-rumah ini adalah dekorasi rumahnya yang tidak menggunakan gambar makhluk hidup.

Pola-pola dekor pagar dan teralis jendelanya geometris. Khas pola dari wilayah dengan budaya keislaman yang tinggi. Utamanya ada pengaruh dari timur tengah setahu saya (cmiiw). Sebab gambar makhluk hidup emang dilarang.



Masjid Ampel ini dikelilingi gang-gang kecil. Di beberapa gang itulah pemukiman arab berada. Selain rumah hunian yang berderet saling menempel, ada juga kios-kios kuliner. Seperti roti maryam dan toko kelontong yang menjual kopi rempah-rempah.

Oh! ada juga sekelompok ibu-ibu madura yang jualan es dawet. Gokil murah amat semangkuk es dawetnya. Cuma tiga ribu! Saya habisin dua mangkuk. Matahari Surabaya ada 10, panas amat heuheuheu.

3. Bis Wisata Heritage

Surabaya pelopor wisata heritage yang layanannya menggunakan bis. Iya sih organisatornya bukan pemerintah, tapi swasta. Saat itu, saya iri mengetahui ada wisata kayak gini di Surabaya. Karena di Bandung gak ada :D

Belakangan di Bandung ada bis serupa, Bandros namanya. Walo demikian, tingkat layanan, konsistensi, dan kontennya, bis wisata heritage ala sampoerna ini yang terbaik menurut saya.

Kalo mau baca lebih banyak tentang perjalanan wisata dengan bis ini, baca di tulisan wisata heritage di Surabaya.

Terus abis keliling naik bis ini, berkunjung juga ke museumnya ya. Museum Sampoerna yang kesohor itu lho.



Mencari Kode Promo Tiket Kereta Api di Pegipegi

Aplikasi andalan untuk beli tiket dan menginap adalah Pegipegi. Download appnya di google playstore dan install.

Udah siap pake appnya? yok kita buka sama-sama.

Tiap mau browsing dan booking, fitur pertama yang saya wajib cek adalah fitur promo. Tiap hari adaaaa aja promonya. Diskon untuk pengguna kartu kredit/debit bank tertentu, diskon hari-hari besar, malah diskon reguler juga ada.




Kayak beli tiket kereta api, promo regulernya ada banget di Pegipegi. Coba nih disimak cara saya ngakalin tiket di Pegipegi harga agak ekonomis.

  1. Tip pertama kalo mau dapetin promo tiket kereta: booking di hari kerja.
  2. Kedua, pastikan booking via aplikasi. Sering banget saya temui, promo hanya berlaku untuk pemesanan via app.
  3. Ketiga nih, koleksi kartu debit. Promo pengguna kartu kredit lebih banyak lagi.
  4. Kalo udah sign up di app/web Pegipegi, otomatis kabar seputar promo masuk ke smartphone. Dalam bentuk email atau notifikasi.

Gitu aja cara memperoleh tiket harga promo. Gampang kalo kita mau menyimak informasinya. Mau baca. Hehe.

Yok booking tiket kereta api di Pegipegi!


Halo, Min

May 15, 2019
Sepanjang usia bermedia sosial, saya paling risih kalo ada yang menyapa saya dengan sebutan mimin.

Wajar aja sebenernya disapa 'mimin'. Dengan nama akun @bandungdiary, netizen mikirnya ini akun pasti seputar wisata. Gak salah. Memang itu konten foto-foto dan caption media sosial saya.

Namun, saya sudah sebutkan ini berkali-kali. Bandungdiary bukan akun wisata plekketiplektiplek. Ini akun personal. Artinya, saya menulis, meresensi, memotret hal-hal yang saya sukai dan semua hak ciptanya milik saya.

Gak ada tuh foto-foto repost-an.

Saya juga gak minta ditag foto.

Saya bahkan gak punya hashtag sendiri.

Persepektif saya, persepsi saya, opini saya, tertuang dalam tulisan di blog dan caption @bandungdiary. Ada tulisan dan post sponsor, tapi hal tersebut tidak mengubah identitas akun saya.

Saat menerima sponsored post (yang tidak banyak, sebab siapalah saya ini :D) saya usahakan sortir agar brand dan akun saya masih satu napas.

Beberapa teman yang saya keluhi tentang drama sapaan mimin ini bilang, saya terima saja takdir yang sudah berjalan. Sebab namanya netizen baca akun namanya @bandungdiary ya wajar kalo mereka mau nanya seputar wisata di Bandung dan menyapa saya pake nama mimin.

Saya rasa saya harus menerima panggilan tersebut. Di bio saja, saya tak pasang nama sendiri. Jadi ya sudahlah. You do it to yourself, kata Metallica.

Dalam hati mah saya kepingin banget netizen membaca lebih banyak sebelum mereka mengirim dm dan menyapa saya: halo, min.