Image Slider

Aventree Malang: Pertama Kali Menginap di Hotel Syariah!

October 13, 2018
Empat malam di kota Malang. Dua malam pertama di hotel Ubud Cottages. Abis itu saya dan Nabil pindah hotel. Dua malam terakhir kami menginap di penginapan berkonsep syariah di Aventree Malang.

Ini  nih -menginap di hotel syariah- pengalaman baru banget buat saya.

Bagi yang belum tahu apa itu hotel syariah, ya kira-kira ini hotelnya gak bakal nerima tamu berpasangan yang bukan muhrim/bukan suami istri. Juga di penginapannya menyajikan menu-menu halal. Mestinya sih ada peralatan sholat di kamar tapi saya gak nemu di Aventree ini. Alquran juga rasanya gak ada. Mungkin saya kelewat juga ya gak terlalu merhatiin sebab sudah bawa peralatan ibadah sendiri.

Ya intinya mah hotel syariah adalah hotel yang menerapkan syariat islam. Kalau gak berjilbab dan menginap di sini boleh gak? harusnya sih bisa-bisa aja. Gak ada masalah dengan penampilan fisik mah.


aventree malang


Anyway balik lagi ke cerita kami.

Kenapa saya pindah hotel? cari yang tarifnya cocok ama uang sendiri dan ganti suasana.
Kenapa hotel syariah? itu yang pas dengan budget saya ahahaha.

Enggak itu aja sih. Saya cek foto hotelnya, foto kamarnya, dan baca reviewnya. Sepertinya hotel itu yang sesuai untuk saya yang sedang traveling berdua aja sama anak. Sama Nabil.

Mungkin juga karena efek menginap di hotel sebelumnya (bukan hotel aneh2 & lebih fancy dr Aventree), kamar saya sebelahan dengan kamar yang di dalamnya ada pasangan cowok cewek jam 10 malam lagi making love dan suaranya kenceng banget! Hahahaha. Seru sih dengernya mah ahahaha. Gila suaranya nembus ke kamar sebelah gitu ya. Saya sih gak masalah. Tapi saya gak bisa bayangin si Nabil mendengar itu. Hahaha. Untung Nabilnya udah tidur.

Jadi efek tersebut membawa saya pada pilihan menginap di hotel syariah.  Gak sengaja nemu hotelnya juga di Agoda pas sekrol-sekrol gitu. Ah ya udah deh menginap di Aventree Syariah Homestay aja.


aventree malang
pinjem foto dari Agoda (source)

Pas check in, KTP saya beneran dibaca dan ditanya-tanya nginep sama siapa. Berdua aja, Mba? sama anaknya? itu anaknya? gak sama suami?

Kayak interogasi tapi gak mengganggu kok. Mungkin karena ada label 'syariah' sehingga saya udah siap dengan pertanyaan-pertanyaan bersifat pribadi kayak gitu. Lagian jawabnya juga gampang. Iya, iya, iya, enggak. Hahaha. Toh gak ditanyain juga suaminya mana. Kalo ditanya pun saya jawab aja lagi kerja di Bandung :D

Tiga hari dua malam ditotal-total kalo gak salah ingat 500ribu. Sudah include breakfast. Kamarnya tipe deluxe.

Bagian menyenangkannya adalah kamarnya gak sempit! Walo dalam kondisi gak seger-seger amat, tapi kamarnya gak banyak cingcong sih. Sederhana bercat putih dengan furnitur kayu semua. Manis juga. Terus jendelanya guedeeeee! Saya suka jendela gede.

Bagian yang gak nyenengin adalah pegawainya tidak ramah dan tidak sigap.

Saya rinciin deh satu-satu penginapannya kayak gimana. Ini dia review Aventree Malang.

ROOM

Ranjang ukuran queen. Oke banget gak ada keluhan.
Televisinya menghasilkan gambar yang rumek. Matikan saja sebab gak ada yang bisa ditonton.
Wifi bagus! berseluncur saja di youtube :D
AC oke gak ada keluhan.
Penerangan lampu ya standar saja gak ada keluhan.

Satu dinding di sini berupa jendela. Makin seneng aja saya suka kaca yang besaaaaaar! Ada balkonnya juga walo pemandangannya gak bagus-bagus amat karena mengarah ke kafe Aventree. Tapi saya suka sih ada jendela dan balkon karena ngasih kesan ruangan gak pengap.


aventree malang
bukan foto yang bagus sih, kepotong pula foto kepala kasurnya :D
tapi ya begini kamarnya

Aventree Malang ini kan Barbeque House gitu di lantai utamanya, ya kafe ya restoran. Penginapan ada di lantai yang sama (lantai 1) dan lantai dua. Kamar yang saya inapi ada di lantai 2. Saya pikir wangi asap makanan bakal ke kamar karena lokasinya menyatu kan. Tapi engga tuh, kamar bebas asap masakan.

Bising gak? enggak. Ada suara pengunjung restoran, tapi buat saya gak ganggu. Mungkin karena saya di lantai 2 ya. Entah yang di lantai 1.

Kamar mandinya cukup-cukup aja.
Wastafel yang oke.
Shower yang berfungsi dengan baik.
Air panas yang lancar.
Amenities yang standar juga.
Kebersihan yang baik.
Handuk yang bersih.
Nyaman sih kamar mandinya gak sempit.


FOOD

Standar dan enak. Bukan sarapan yang mewah namun mengenyangkan dan menyenangkan. Sarapannya ada ruangan sendiri bukan di restoran/kafe.

Saya lupa sarapannya apa waktu itu. Kalau gak salah nasi goreng dan mie goreng. Ada roti selai juga. Ya standar aja begitu. Tapi rasanya enak :)


SERVICE

Saya sih mendapat kesan pegawai penginapan menghindar dari interaksi dengan tamu hotel. Kayak 'dingin' begitu.

Masih ingat saya pergi ke toko oleh-oleh dan kembali ke penginapan membawa satu kardus dan plastik besar. Tangan saya sibuk semua. Begitu mau masuk ke hotel, gak ada yang bukain pintunya. Padahal ada security dan satu orang di meja resepsionis. Kami bahkan sempat berpandangan dari luar (pintunya kaca, btw). Dalam hati saya bilang "bukain pintunya, bukain pintunya, bukain pintunya". Tapi enggak hahahaha.

Gak apa-apa. Gak sulit kok kayak masuk Alfamart aja gitu tinggal dorong pake badan udah kebuka. Tapi gestur-gestur kecil seremeh dibukain pintu itu sangat berkesan buat tamu hotel yang sedang bawa barang banyak.

Kalo pegawai Aventree Malang baca tulisan ini, jangan tersinggung ya :D Kalian sudah bekerja dengan baik, hanya saja level kepekaannya ditambahin biar tamu seneng begitu :D heuheuheu.

aventree malang
pojok kafenya Aventree

LOCATION

Bukan di pusat kota banget tapinya BANYAK TEMPAT MAKAN! Ramai sekali bila malam. Jangan takut kelaparan hahaha. Aventreenya sendiri kan restoran jadi bisa pesan makanan di sana. Saya pun begitu. Namun harganya tidak murah :D ya sama aja kayak jajan di kafe-kafe di Bandung sih.

Tiap bepergian keluar hotelnya, saya pesan grab/gojek. Gak mahal untuk menjangkau kota. Gak nyampe 15ribu.

Hanya saja: MALANG MACET JUGA YA! Mirip Bandung banget euy!


PRICE

Gak ada masalah. Buat yang satu malam 250ribuan ya masih oke. Kamarnya oke, makanan enak, service cukup. Jarak ke tempat jalan-jalan masih terjangkau dalam waktu cepat.

Aventree Syariah Homestay bukan hotel mewah tapi saya rekomendasikan buat temen-temen yang mau plesir ke Malang. Bukan yang terbaik sih emang. Ya cari-cari yang di situs online booking mana yang cocok. Kalau budget nginepnya 250rebuan+++ ya bisa lah menginap di Aventree Malang.

Aventree Syariah Homestay Malang
Jl Soekarno Hatta Blok B no. 4A


Tentang Pertanyaan yang Muncul Ketika Ajak Anak Traveling

October 11, 2018
Pertanyaan yang hinggap di pikiran saya tentang bawa anak traveling adalah: saya jahat gak sih ke dia...

Sebab pertanyaan teknis traveling bersama anak kecil udah terlewati. Pergi menumpang kendaraan apa. Bawa pakaian sebanyak apa. Nginep di mana. Berapa hari baiknya. Itinerarinya bagaimana. Sudah terjawab semuanya. Udah terlatihlah begitu.

Tapi muncul pertanyaan lain yang susah jawabnya.

Penyebabnya karena saya gak bawa nabil ke tempat-tempat berlibur ala keluarga pada umumnya. Saya ajak Nabil berjalan kaki lebih jauh. Kadang kehujanan (seperti waktu jalan-jalan di Cianjur). Seringnya ya kepanasan.



Mentok-mentok ajak Nabil jalan-jalan ke tampat khusus anak-anak tuh ke Gamesmaster atau Storyland. Kalau kota yang kami datangi ada kebun binatang (yang reviewnya) bagus, saya usahakan mampir dan main di sana. Namun kebanyakan waktu traveling yang saya rancang ya untuk memenuhi kesukaan saya saja. Bukan untuk Nabil.

Ada sih idealisme tentang mendidik anak traveling sejak dini. Melatihnya jadi anak yang tangguh terhadap perubahan cuaca, kuat mengalami perjalanan yang gak ramah-anak, gak segan dengan pertemuan orang-orang baru, santai saja dengan suasana yang beda dengan di rumah. Sudah pasti itu mah. Rasa-rasanya Nabil sudah lulus kelas traveling level intermediate dengan angka A.

Akan tetapi, sering tuh dalam hati saya ngebatin.

Saya salah gak sih ajak dia ke Blitar mengunjungi situs museum dan makam Soekarno.
Saya tega banget gak sih bawa dia jalan kaki menyusuri rumah-rumah tua di Cirebon.
Saya orangtua yang egois gak sih karena bikin dia ikut keliling Kauman di Yogyakarta...

Kalo ngelihat foto-foto teman di instagram yang berlibur dengan keluarganya, saya tuh suka bicara dengan diri sendiri. "Nah begitu ajak anak jalan-jalan tuh, Luuuu! bukan kayak kamu"

Pergilah ke themepark.
Main ke wahana permainan anak.

Ke mana kek gitu. Ke Rabbit Town, ke Floating Market, ke Taman Safari, ke Dufan! Ke sana harusnya anak kecil pergi jalan-jalan.

Baru di tahun 2017 saya menyisipkan agenda untuk Nabil. Kayak berkunjung ke Gembira Loka. Di tahun ini saya dan Nabil bersenang-senang di Jatim Park II.

Jadi ya lumayan perasaan bersalah agak terkikis hahahaha.

Apakah ada teman-teman yang merasakan hal yang sama dengan saya?

Ada aja sih di instagram saya lihat ibu yang bawa anaknya mendaki gunung sejak anaknya masih bayi! Pernah gak ya terlintas padanya pertanyaan yang sama dengan yang saya tanyakan pada sendiri ini.

Saya gak tahu apa Nabil ketika dewasa nanti bersyukur karena orang tuanya ajak dia traveling ala orang dewasa. Atau jangan-jangan dia kapok :D

Tapi saya berharap banget Nabil kelak ketika umurnya 20, 30, 40, 50, 60, 70 tahun melihat foto perjalanan kami dan membaca catatan perjalanan saya lalu hatinya menghangat. Hangat karena senang, karena bahagia.


Definisi Lagu Rohani dan Playlistnya

October 09, 2018
Ya. Saya mendengar lagu rohani juga. Berhubung sudah lama tidak berbagi playlist di sini, saya sekalian saja buatkan playlist dengan tema lagu rohani ya.

Tentang postingan saya kategori playlist, baca di sini ya. Ini playlist ke-14.



Mari saya jelaskan dulu definisi lagu rohani bagi saya pribadi. Sebelum teman-teman membaca daftar lagunya dan berpikir "masa yang kayak gini lagu rohani!"

Jadi begini. Defisini 'rohani' apa sih?

KBBI Online menyebut Rohani sebagai roh, lawannya Jasmani (source). Saya terjemahkan sebagai jiwa, batin.

Terjemahan bebas tapi masi nyambungnya kira-kira begini: rohani adalah apa yang terasa oleh batin kita.

Seperti kamu menyaksikan peristiwa matahari terbit yang indaaaah sekali lalu terharu. Bisa karena kagum pada kebesaranNya atau jadi sentimentil karena ingat hal-hal yang dekat tapi sudah gak ada tapi kamu berharap mereka masih ada.

Seringkali istilah rohani dihubungkan dengan agama. Bagi saya sih rohani gak selalu tentang agama. Ya intinya mah tentang perasaan kita terhadap hal-hal yang tidak kasat mata. Perasaan kita terhadap Tuhan (bila percaya Tuhan ada) dan hal-hal kontemplatif lainnya.

Gak mesti menyebut Tuhan, surga, neraka, dan dosa dalam liriknya. Bagi saya lagu rohani tuh lirik-liriknya interpretatif alias bisa dirasakan banyak orang lintas agama dan lintas masalah. Ada sudut pandang yang bisa sama bisa beda. Lirik-lirik yang pintar dan membuat saya berpikir banyak tentang:
buat apa saya ada di dunia ini
masalah-masalah yang saya hadapi
almarhum ayah
definisi bahagia
kasih sayang
stop jadi manusia sombong
kelahiran
saya yang belum ngapa-ngapain dalam hidup ini
kasihan sama michael jackson dan membuat saya merasa beruntung
semangat tapi gak banal sok-sok motivasi ala motivator
kematian

Ini dia  playlistnya. Saya cantumkan sepenggal liriknya.

1. Ghost Story - Coldplay
Every time i try to walk thru walls
more walls appear

2. Berlari Tanpa Kaki - GAC
Perasaan mendalam yang taakan pernah reda

3. Rayakan Pemenang - Morfem
Esok dirimu kan terbang
memeluk mimpi yang akhirnya kesampaian

4. Manusia Kuat - Tulus
Kau bisa patahkan kakiku
tapi tidak mimpi-mimpiku

5. Both Sides of The Story - Phil Collins
We always need to hear both sides of the story

6. Usah Kau Lara Sendiri - Katon Bagaskara & Ruth Sahanaya
Tak hilang arah kita berjalan
menghadapinya

7. Tears in Heaven - Eric Clapton
Would you know my name
if i saw you in heaven

8. Putih - Efek Rumah Kaca
Tegang membuka jalan menuju tuhan
akhirnya aku usai juga

9. Sound of Silence - Simon & Garfunkel
And people bowed and prayed
to the neon god they made

10. Let It Be - The Beatles
There will be an answer
let it be
let it be

11. Will You Be There - Michael Jackson
Carry me
like you are my brother
love me like a mother
will you be there...


Alternatif Liburan di Bandung yang Bukan Lembang

October 07, 2018
Lembang ini bakal bagaimana penampakannya kelak 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, 20 tahun lagi? Selalu ada tempat wisata baru di sana. Macet mah sudah langganan. Infrastruktur begitu-begitu saja.

Udahlah gak usah ke Lembang gimana? Macetnya luar binasa.

Saya bikinin agenda jalan-jalan di Bandung yang gak ada Lembangnya nih. Anggap aja alternatif liburan di Bandung. Lembang melulu bosen ndak :D

Gak jaminan terhindar dari macet sih. Sebab Bandung ini entah kapan jalanannya bakal lengang lagi. Tapi bukan berarti juga kota ini gak bisa dinikmati oleh warga lokalnya maupun turis.

Jadi kita ke mana aja nih jalan-jalan di Bandungnya?

Wisata Berjalan Kaki di Bandung, Banyak Pohonnya, Sejuk Hawanya


Bandung Utara bagi saya bagian kota yang ternyaman. Ya wajar saja sebab wilayah ini dibangun tata kotanya oleh pemerintah kolonial Belanda. Beda dengan timur, selatan, dan barat yang ngawur banget dan tepi jalannya minim pepohonan.

Di utara juga ngaco sih tata kotanya setelah diurus orang kita. Tapi ya sisa-sisa warisan kerapihan kotanya masih ada.

Pergilah kalian ke daerah utara ini. Bila bawa kendaraan, parkir di Sabuga. Dan mulailah acara jalan-jalannya dengan berjalan kaki menuju...

1. Forest Walk Babakan Siliwangi - Teras Cikapundung

Tema jalan-jalannya lebih ke wisata alam sih ini. Di Babakan Siliwangi (Baksil, singkatannya) Forest Walk kita bakal jalan kaki sepanjang 2 km. Ada banyak pohon secara dia kan emang hutan mungil. Jadi ya sensasinya kayak berjalan di trek tengah hutan.

Bisa foto-foto sudah pasti. Bisa juga nongkrong karena ada beberapa bangku kayu di sana. Lebih lengkap tentang Forest Walk ini bisa teman-teman baca di tulisan Jalan-jalan di Forest Walk Babakan Siliwangi.



Abis itu ke Teras Cikapundung lihat sungai yang membelah kota Bandung. Cikapundung namanya. Istimewanya taman ini apa ya...gak ada sih :D hahaha.

Eh ada deng. Walo kemunculan tamannya kontroversial (sebab menggusur pemukiman padat dan diprotes aktivis-aktivis SJW), tapi konsep membangun taman di tepi sungai sebagus ini ya baru ada di Bandung.

Biasanya sungai kan jadi pemandangan buangan. Tempat buang kotoran. Menurut saya sih dengan Teras Cikapundung ini ada perspektif baru tentang menikmati pemandangan sungai. RK seolah-olah ngasitahu ke kita bahwa kayak gini harusnya sungai diperlakukan.

Tapi ngomongin sungai mah bakal panjang sih. Skip aja, intinya mah Teras Cikapundung menyenangkan juga untuk dikunjungi. Utamanya di musim hujan dan awal kemarau. Sebab di akhir kemarau mah sungainya kering heuheu.

Kamu bisa tambah juga jalan-jalannya ke kampus ITB dan kafe-kafe di Dago atau Dayang Sumbi.

Ngapain ke ITB? jalan-jalan aja ngintip kampus terbaik di negeri ini kayak gimana bentuknya :D kecuali kamu anak kampus kenamaan (UI misalnya lho ya, misalnya ini mah) yang apaan-sih-bagusan-kampus-gue-kemana-mana. LOL.

Gini deh. Kalo kamu penggemar jalan kaki santai di bawah pepohonan teduh dan cuaca sejuk, bisa menyusuri kampus ITB dari ujung depan sampai belakang bisa semenyenangkan itu.

Kalo kamu menyukai arsitektur kuno, maka perhatikan Aula Barat dan Aula Timur ITB. Syukur-syukur kalau bisa masuk ke dalamnya. Bisa menyaksikan kayu yang melengkung dan berlapis. Aneh banget lah itu arsitekturnya.

Terus kamu laper nih, pergi ke kafe-kafe yang ada di Dago atau Jl Dayang Sumbi. Kalau mau ngopi-ngopi pergilah ke Noah's Barn Coffee. Kafe Noah ini pelopor kedai kopi di Bandung dan kata temen-temen saya mah racikan kopinya terenak.

Forest Walk - Teras Cikapundung - ITB - dan kafe instagram itu ada dalam radius jalan kaki semua. Jadi, harusnya kamu gak kena macet sih. Pilih hotelnya yang sekitar situ juga biar bisa balik ke hotel jalan kaki. Bebas macet banget namanya :)

Menyusuri Bangunan Kuno di Asia Afrika dan Braga


Dua kawasan ini populer banget sih. Pasti tahu lah ya turis mah. Media online udah banyak yang bahas Asia Afrika dan Braga.

wefie setitik dengan latar Gedung Gas Negara :D

Walo udah mainstream, menurut saya sih gak masalah juga kalo kamu ke sana. Tapi supaya gak biasa banget, bisa dicoba nih jalan-jalan ala saya di Asia Afrika dan Braga:

1. Jajan di Toko Sumber Hidangan

Dine in, pesannya es krim dan roti kadet. Es krimnya minta yang ada topping kacang sesuatu, seperti nougat. Saya pikir gak ada topping kayak gitu di tempat lain. Kalo pun ada, rasanya beda. Ntar es krimnya dicocol ke roti, baru dimakan.

Rekomendasi roti lainnya:
Suikerbol
Keju bentuk rotinya kayak stik (lupa nama rotinya)
Risoles
Kroket
Sus
Bokkepoot
Pastry dari kacang, manis rasanya, saya lupa namanya :D

Bagi yang muslim, tanya dulu ke ibu-ibu wiraniaganya mana yang nonbabi dan nonalkohol.

Istimewanya toko roti ini adalah sejarah tokonya yang puanjaaaaang banget. Sudah ada sejak tahun 1929. Gak buka cabang, tokonya pun begitu-begitu aja. Pastry dan bakery yang mereka sediakan juga ya itu-itu aja.

Gak ada perubahan deh kayaknya ini toko. Oleh karenanya istimewa sekali bukan. Hehe.

2. Sebrangi jalan, masuk ke toko roti juga, French Bakery namanya. Di sini pesanlah:

Sandwichnya yang khas French Bakery
Roti Granat

Walo gak selezat dulu, sandwichnya masih enak kok. Kejunya sih yang khas rasanya. Juga ada lapisan yang entah pake apa. Rasanya beda aja gitu.

Roti Granatnya sih yang terunik. Bentuknya memang mirip granat. Rasa rotinya bule banget ala Prancis kali nih. Kalo dibedah, di dalam rotinya ada 4 lapis. Dari tekstur roti kering sampai dengan lapisan terbawah renyah-renyah rasa kelapa. Unik banget. Highly recommended.

3. Masuk ke Toko Kopi Djawa

Gak ada yang istimewa di sini selain tempatnya yang legendaris. Bukan kopinya. Tapi bangunannya. Dahulu dalah toko buku bernama Toko Buku Djawa.

Sekarang jadi kedai kopi populer. Rasa kopinya ya menurut saya begitu-begitu saja gak ada beda dengan kedai kopi lain. Entah kenapa saya merekomendasikan kedai ini :D tempatnya bagus sih macam kafe instagram masa kini.


Di Jalan Asia Afrika, Ngapain Aja


Di Asia Afrika hanya bisa menyaksikan berderet bangunan antik bergaya artdeco. Ohiya bisa juga masuk ke Museum Asia Afrika. Selebihnya ya hanya berfoto saja berlatar gedung-gedung antik.



Di sini banyak cosplay sih. Sejak Ridwan Kamil mempercantik jalan yang dibuat di zaman Daendels ini, buanyak banget cosplay yang cari uang di sini. Bisa lah berfoto dengan Bumblebee sampai dengan Kuntilanak. Hehe.

Bagi saya, bagian terbaik berada di Asia Afrika adalah duduk di bangku-bangku trotoar. Pilih yang menghadap Hotel Savoy Homann. Nikmati arsitektur bangunannya yang ayu. Jangan lupa perbekalan jajan di toko-toko roti di Braga, bisa dimakan di sini. Sembari ditiup angin sepoi-sepoi dan gas karbondioksida dari mobil dan motor. Haha.


Jalan-jalan ke Galeri Seni dan Toko Buku


Gak akan nulis ulang tentang yang ini, baca aja Bandung & Arsty Places: Berkunjung ke toko buku dan seni di Bandung.



Demikianlah rekomendasi jalan-jalan tanpa Lembang. Kalo mau tanya, drop di komen ya. Tapi sebelum bertanya, plisplisplis baca tulisan ini dengan seksama :D



Teks: Ulu
Foto: dokumen pribadi

Solusi Sakit Maag dan Cerita Aga yang Minum Kopi 16x Sehari

October 04, 2018
Solusi Sakit Maag dan Cerita Aga yang Minum Kopi 16x Sehari - Pada tahu gak kalau 1 Oktober kemarin diperingati sebagai Hari Kopi Internasional? 

Tenang saja jika merasa kudet. Sebab saya juga baru tahu. Hahaha. Gimana bisa tahu? Saya menghadiri sebuah acara di Dago, tepatnya di Noah's Barn Coffeenery dan di sanalah disebut-sebut kalimat berbunyi 'selamat International Coffee Day!'

Di Hari Kopi Sedunia itu saya nongkrong di kafe Noah -yang terkenal dengan racikan kopinya yang mantap- dalam rangka mendengar ceritanya Muhammad Aga, barista yang mewakili Indonesia di ajang Barista Internasional Championship 2018. Cerita di Balik Barista, demikian tema acaranya. 

Aga bukan ada di kafe tersebut dan menceritakan kisahnya di dunia kopi tiba-tiba saja.


solusi atasi maag


Dalam kampanye produk dengan tema Solusi Sakit Maag, dengan cerdas Promag Ahlinya Lambung menggandeng barista profesional yang prestasinya lagi bagus-bagusnya nih. Muhammad Aga namanya. 

Menurut saya ini branding produk yang bagus sih. Kopi kan lagi seksi-seksinya ya. Kedai kopi bermunculan di kota dan kabupaten. Kopi bukan saja dikonsumsi karena pada doyan tapi juga gaya hidup.

Walo begitu hits, kopi dituding sebagai: penyebab sakit maag. 

Nah di sinilah Promag melibatkan Aga sebagai konten brandingnya dan menurut saya itu teh brilian! 

Jadi, mari kita kembali ke Muhammad Aga yang menang kejuaraan barista 5x, minum kopi 16x sehari, pernah nongol di film Filosofi Kopi, punya kedai kopi sendiri, bercita-cita punya kebon kopi, dan bagaimana caranya mengatasi sakit maag

Here goes.

Main Film atau Meracik Kopi?


Tahun 2012 Aga berkenalan dengan kopi. Mulanya tidak suka lama-lama jatuh cinta. Menekuni dunia perkopian butuh waktu panjang, begitu kata barista yang dalam sehari bisa minum 16 cangkir kopi itu. Menurutnya paling tidak dibutuhkan setahun untuk melatih lidah mengenal berbagai citarasa. 

Melatih kepekaan lidah bukan perkara mudah. Tidak hanya Aga mencicipi beragam jenis kopi, ia pun merasakan macam-macam aroma rasa buah dan rempah. "Eksplorasi rasa bahan baku adalah kunci," kata cowok berkacamata ini. 

Aga adalah barista yang juga memiliki kafe di Jakarta. Di tahun 2015, ia dan temannya membuka kedai kopi. Coffee Smith Coffeeshop & Roastery namanya, berlokasi di Jakarta. 

Sambil melatih skill meracik kopi dan membangun bisnis kopinya sendiri, Aga memenangkan kejuaraan barista nasional sebanyak 4x. Puncak prestasinya tingkat nasional itu di Indonesia Barista Championship 2018.

Pada bulan Juni 2018, Aga terbang ke Amsterdam dan membawa nama Indonesia di sana. Berkompetisi dengan 57 barista dunia, Aga mendarat di posisi ke 17. "Ikut kejuaraan kayak gini tuh investasinya mahal," tutur Aga. "Investasi kan bentuknya macam-macam ya, mulai dari latihannya, risetnya, sampai ongkos beli tiketnya ke sana," ia melanjutkan sambil tertawa. 

"Jadi barista sama kayak atlet, sama-sama bawa nama negara," katanya lagi. Untunglah Aga tidak berjuang sendiri sebab beberapa sponsor ikut mendukungnya sehingga 'investasi' yang ia maksud agak terasa ringan dipikul. 

Di waktu yang bersamaan dengan kompetisi internasional tersebut, Aga -yang wajahnya muncul di film hits Filosofi Kopi- diajak syuting di film yang sama jilid dua. Namun ia harus milih: ke Amsterdam atau melewatkan popularitas lewat layar lebar? Ia putuskan ke Amsterdam. 

Begitu memang kalau sudah cinta mah. Investasi adalah kerja keras, bukan angka. Fokus pada tujuan utama: kecintaan pada meracik kopi.


solusi atas maag
demo singkat dari Aga: meracik kopi

Lantas, sebegitu intensif hubungan Aga dengan kopi. Menenggak 16 cangkir kopi itu nasib lambung gimana? 

Maag merupakan penyakit yang rentan banget hinggap ke profesi barista kayak Aga. Bayangkan saja minum kopi udah kayak minum air putih. Gimana nih cara Aga mengatasi sakit maag?

Etapi maag adalah penyakit yang juga banyak kena ke orang Indonesia ya. Sering sakit maag karena telat makan sih banyaknya.

Cara Mengatasi Sakit Maag


Tapi gak sedikit juga yang mengeluhkan penyebab sakit maag adalah kopi (selain sakit lambung karena telat makan). Kamu termasuk gitu juga gak sih, mendadak kayak ada nyeri di lambung abis minum kopi? 

Nah ini menarik nih. Aga yang cita-citanya punya lahan perkebunan kopi sendiri ini membagi cara mengatasi sakit maag:


solusi atasi maag
Aga, lagi cerita solusi atasi maag

  1. Kalau bisa sih makan dulu sebelum minum kopi
  2. Dalam sehari minum kopi paling banyak 4 cangkir aja (kecuali kamu barista :D)
  3. Sesekali minum kopi tanpa gula boleh lah, bagus juga buat yang sedang diet 
  4. Bila sudah jam 20.00, stop minum kopi (kecuali kamu barista atau pekerja yang dicekik deadline dari klien :D)
  5. Nah ini nih menarik tipnya menurut saya mah: kopi yang baru disangrai mengandung karbondioksida yang tinggi. Hal tersebut memicu naiknya asam lambung. Jadi tanya-tanya lah ke barista pas pesen kopi, itu kopi kapan nyangrainya. Hahaha niat amat ya. Tapi ini tip yang oke banget gak sih. 
  6. Bagian ini saya capslock-in ya: BANYAK MINUM AIR PUTIH
  7. Terakhir nih tipnya : minum Promag. Gak hanya dalam bentuk pil, Promag juga tersedia dalam bentuk cair.

Ciri-ciri Sakit Maag Kambuh


Ngomong-ngomong teman-teman sudah tahu kan gejala sakit maag kayak gimana? 

Kalau pada saya, nyeri lambung ini biasanya muncul karena telat makan dan stres. Diawali dengan rasa sakit ngejelekit di bagian kiri perut. Cenut-cenut begitu. Sering bersendawa. Ditambah rasanya mual banget. Pengen muntah. 

Tapi ternyata ciri-ciri sakit maag kambuh bukan itu saja. Nih saya jembrengin satu-satu gejala nyeri lambung kayak gimana -selain yang biasa kita rasakan- berdasarkan uraian Haryanto Widjaya (brand executive Promag) yang ikut ngobrol bersama Aga di acara Cerita di Balik Barista kemaren :
  • Rasa panas di perut bagian atas
  • Cepat merasa kenyang ketika makan
  • Rasa kenyang berkepanjangan setelah makan
  • Refluks (kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan)
  • Nyeri ulu hati atau rasa panas dan nyeri di tengah dada pas lagi makan atau setelah makan (terkadang terasa sampai ke punggung dan leher)
Banyak cara menangkal serangan sakit maag. Buat saya mah yang tercepat dan termudah adalah minum Promag. 

Namanya hidup ya, tambah tua tambah seru perjuangannya. Hahaha. Stresnya kapan datang ya mana tahu. Tiba-tiba pengen minum kopi, eh pas minum kopi malah eneg. Atau sebaliknya, lagi minum kopi dan beresin deadline kerjaan terus nunda-nunda makan, asam lambung naik. Ya udah minum Promag aja biar pantang sakit maag :D 

Ya udah demikian cerita dari Cerita di Balik Barista dan hingar bingar dunia sakit maag. Ini kalau kamu sedang merintis karir, jangan sampai sering sakit maag. Bukan kopinya yang salah, ini mah pinter-pinter cara kita seting tubuh aja supaya tetap sehat dan lancar beraktifitas. 

Selamat bekerja, jangan tunda makan, banyak minum air putih, dan pastikan deket-deket kamu ada Promag sebagai solusi atasi sakit maag mendadak.