Social Media

Image Slider

Makan Bakmoy di Kedai Rukun

November 24, 2022

Waktu kapan itu saya baca buku judulnya Jogja Bawah Tanah, ada satu artikel tentang Kedai Rukun berjudul Cita-Cita Bapak, Resep Ibu, dan Janji Anak. Si anak inilah, bernama Muhammad Bagus Panutun, yang membuat Kedai Rukun. Ibunya jago meracik masakan. Almarhum ayahnya mengajak buka kedai.

Karena membaca artikel tersebut saya ancang-ancang akan mampir ke Rukun (begitu orang Jogja menyebutnya) kalo sedang berada di Jogjakarta. 

 

kedai rukun jogja


Hamdalah nyampe juga saya di Rukun. Kupesan Bakmoy dan segelas teh di sana. Menurut artikelnya, Bakmoy dan Brongkos merupakan dua menu yang pertama hadir, buatan ibunya Bagus. Dan Bakmoy favorit almarhum ayahnya.

Bakmoy adalah makanan berkuah. Ada potongan tahu, daging ayam, dan telor pindang dalam kuah kaldu. Nasinya tenggelam di dalam kuah.

Sebelum wafat, si ayah mengatakan pada Bagus, bagaimana kalau ia keluar saja dari tempatnya bekerja dan menyarankannya membuat kedai sendiri. Meski gak banyak ayahnya juga memberi sejumlah uang untuk mewujudkan cita-cita kedai tersebut.

Bila kedainya tutup, ibunya Bagus bakal protes karena ibu kepingin ada kegiatan, kegiatan masak dan ngurusin pelanggan itulah sekarang yang dikerjakan ibunya. 

 

bakmoy kedai rukun


Begitulah ceritanya mengapa saya datang ke Rukun dan memilih menu Bakmoy. Gara-gara baca buku itu. Saat saya bersambang ke Rukun, saya baru saja selesai mengikuti tur di Taru Martani. Kedua kakiku capek, badan capek, dan inginnya langsung ke penginapan saja. Namun Kang Farhan dari Cerita Bandung meyakinkan saya agar mampir dulu ke Rukun. Iya, kami bertemu di tur yang sama padahal gak janjian. 


Wah syukurlah saya mengikuti sarannya. Hehe. Suapan pertama bakmoy terasa merontokkan rasa capeknya. Hangat kuahnya itu loh. Belon lagi seporsi bikin waregregreg!

Google aja Kedai Rukun lokasinya di mana. Selama di Jogja saya ke sana ke sini pake gojek aja, arah lokasinya gak tau-tau acan.

Artikel yang bagus tentang Kedai Rukun  itu dapat kalian baca pada buku berjudul Jogja Bawah Tanah. Beli saja di Tokopedia, nih saya cantumkan linknya: beli di sini.


buku jogja bawah tanah
kedai rukun jogja

kedai rukun jogja

kedai rukun jogja

Cerita Dari Taru Martani, Pabrik Cerutu Satu Abad di Jogjakarta

November 23, 2022

Main ke Jogjakarta tujuan utamaku ikutan tur yang dirancang sebuah operator bernama Alon Mlampah. Tur jalan kaki ini berlokasi di sebuah pabrik cerutu berusia 104 tahun. Taru Martani namanya, yang artinya daun yang menghidupi. The leaf of life. 

 

taru martani pabrik cerutu jogja


Tur berlangsung pukul 1 siang (18/11/2022). Hari itu Jogja adem banget. Tiga hari dua malam di Jogja cuacanya teduh. Beruntung sekali rasanya hehe. 


Taru Martani mulanya ada di zaman kolonial, pengusaha Belanda yang mendirikannya. Di zaman revolusi kepemilikan pabrik dipegang Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Kini Taru Martani adalah perusahaan daerah.  


Taru Martani artinya the leaf of life. Daun yang menghidupi. Agak ironis dengan tembakau yang dianggap mematikan paru-paru, sebetulnya sih. Namun namanya hidup selalu ada paradoks. Hehe. Dan postingan ini tidak sedang menghakimi tembakau dan penggemarnya yha 


Daun yang menghidupi adalah nama pemberian Sultan Hamengkubuwono IX. Menghidupi di sini ditujukan pada pegawai-pegawai dan orang yang terlibat dalam ekosistem pabrik cerutu tersebut.
Pak Adam memandu kami, katanya boleh masuk pabrik dengan syarat: gak boleh rekam video. "Nah kalau foto boleh," ucap kepala produksi Taru Martani itu. 

 

 taru martani pabrik cerutu jogja


Gak banyak sambutan bertele-tele ala pegawai pemerintah. Ia menuntun kami berjalan, lewati koridor panjang menuju ruang produksi yang pertama. Semacam wall of fame di dinding koridor ada foto-foto tokoh nasional dan dunia yang pernah datang ke Taru Martani. 


Terus tahu gak, ada Che Guevara dong. Wah mengapa bagian Che dilewatkan. Bagaimana ceritanya ia bisa berkunjung ke Taru Martani. Cerutu apa yang ia sukai. Terlebih lagi, ngapain dia ke Jogja?
Apakah saya melewatkan cerita tentang cerutu Taru Martani dan Che ini ataukah memang gak diceritakan oleh Pak Adam ya. Ah ya sudahlah. 


Kami lihat produksi di ruang bagian daun pembungkus cerutu. Di sini daun tembakaunya difermentasi. Produksi tahap kedua ada pembuatan kepompong cerutu. 


Tahap ketiga ada proses melinting. Terakhir tahap produksinya adalah pengemasan.


Usai dikemas cerutu gak langsung dijual tapi masuk ruang penyimpanan. "Ada proses drying, freezing, dan relaxing selama 35 hari,"  Pak Adam melanjutkan "kalau sudah melewati tahap itu cerutu sudah siap jual." 


Ribet prosesnya. Ditambah cerutu itu murni tembakau. Menurut Pak Adam, dalam satu cerutu ada 5-7 jenis tembakau. Daun tembakau diambil dari Jember, Situbondo, Labalangka, Lombok. Nampaknya lokasi itulah penghasil tembakau unggul sih.


Cerutu Taru Martani kualitasnya ekspor. Standarnya internasional. Pak Adam yang bekerja di sini sejak tahun 1997 cerita kalo resep racikan cerutu di sini basednya holland taste alias seleranya wong eropa. Pasar ekspor terbesarnya Jerman. Ada juga Rumania, Swis, Lebanon, dan lain-lain. 


Baru kutahu juga ukuran cerutu beragam. Ada yg besar, kecil, atau beda bentuk. Pak Adam bilang best sellernya Taru Martani adalah Robusto. 

 

 taru martani pabrik cerutu jogja


Masa kejayaan Taru Martani sudah lewat. Yaitu tahun 1990-1998. Habis itu penjualan menurun. Kini produksi Taru Martani 40.000 batang/hari utk pasar ekspor dan lokal. Pegawainya sekitar 230an.


Pada masa kejayaannya, pegawai Taru Martani ada ribuan. Tahun 1990-1998 era keemasannya.


Bisa dibilang Taru Martani terdampak kampanye antirokok. Apalagi di Eropa tahun 1960 ada larangan merokok di ruang publik. 


Menurutku pun cerutu bukan produk massal ala rokok sih. Harganya mahal, produknya juga murni tembakau. Orang-orang tertentu aja yang bisa menghisap cerutu: orang dengan kekuasaan atau orang dengan banyak uang. Atau yah cerutu memang rokok orang-orang kolonial sih. 


Namun namanya juga perubahan zaman. Cerutu yang murni tembakau ini sekarang dibuat versi murahnya. Taru Martani pun memproduksi cerutu macam itu. 


Fakta menarik lain diceritakan Pak Yuda, anak buahnya Pak Adam. Selama pandemi penjualan cerutu dan tis meningkat (tis = tingwe, rokok kretek dengan saus). 


"Orang-orang diem di rumah aja mungkin jadi gak banyak kegiatan, akhirnya nyoba ke cerutu dan tingwe,". 


"Atau kesepian kali ya, Pak?" tanyaku. Pak Yuda ketawa. Che Guevara pernah bilang sih, ‘mengisap cerutu di kala senggang ialah sobat sejati bagi pejuang yang kesepian’. Pejuang yg Che maksud pejuang revolusi sih, tapi ya bisa disambungin mungkin, pejuang pandemi. Hehe.

 

taru martani pabrik cerutu jogja


Di belakang pabrik ada bangunan bekas kapel, tempat ibadah umat kristen. Kita tahu prinsipnya penjelajah kolonial adalah 3G: glory, gold, dan gospel. Nah Taru Martani juga dirancang demikian. Misi penyebaran kristen katolik juga terjadi di pabrik ini. Sekarang kapelnya berfungsi jadi ruang loker pegawai Taru Martani. 


Di depan kapel ini pula turnya berakhir. Alon Mlampah memberi kami suvenir ala Taru Martani.


Bila ingin membeli produk Taru Martani bisa datang ke pabriknya. Ada koperasi di sana dan bisa beli eceran.  Kalo beli online bisa buka Tokopedianya instagram @tarumartani1918coffee, klik saja link di bio akun tersebut. 


Begitulah sekilas cerita dari Turnya Taru Martani. Detail-detail tahun, nama, kronologis cerita silakan diketahui saja langsung dengan mengikuti turnya Alon Mlampah.


Jogja seru amat walking tournya! Matur nuwun, Alon Mlampah! Saya harus nabung agak banyakan nih biar bisa sering-sering ke Jogja sih ikutan tur jalan kaki di sana. Hehe.



taru martani pabrik cerutu jogja

taru martani pabrik cerutu jogja

taru martani pabrik cerutu jogja


Photo courtesy: Ulu

Jalan dan Jajan di Keuken Bandung

October 10, 2022

Keuken ada lagi dan kami sekeluarga janjian main ke sana! Ibu, adik, sepupu. Gak ngerti mengapa kalo ada event kuliner di tengah kota Bandung kami sekeluarga sangatlah cekatan. Mudah dikontak dan cepat konfirmasi saat ditanya “jadi gak?”. Sebab biasanya chat diread doang & replynya dua hari kemudian.


keuken bandung


Sedikit info bagi yang belum tahu, Keuken adalah festival kuliner penuh gaya di Bandung. Acaranya setahun sekali. Lokasinya selalu berpindah-pindah. Prinsipnya kota adalah playground sehingga mereka menggunakan ruang publik yang berbeda-beda tiap tahunnya sebagai venue. Acaranya hanya sattu hari.

Kusebut sebagai festival kuliner penuh gaya karena emang makanannya gaya-gaya, ngota, dan pengunjungnya pun garaya alias cakep-cakep. Kalo kami sekeluarga cakep selera makannya sudah pasti. Namun secara look sih entahlah hauhauhau.

Di mana lagi festival kuliner yang ada musik disko ajeb-ajeb jam sembilan pagi. Malamnya? ya tambah meriah. Makanan, musik, gaya hidup yang urban banget tumplek tumbleg di sini.

 

keuken bandung


Keuken pasca pandemi berlangsung 27 Agustus 2022 tajuknya Keuken Sunday Funday. Berlokasi di Kiara Artha Park, Kiaracondong. 

 

Saya datang pukul delapan pagi. Bila main ke Keuken prinsipku adalah datang pagi hari. Saat ticket box belum buka, waktu jalanan kota masih lengang, dan jam makan belum berkuasa.

Saya dan para sepupu berjalan kaki ke lokasi Keuken 2022 di Kiara Artha Park dari Masjid PUSDAI di Jl. Diponegoro. Gak jauh ternyata. Malah agak kaget kok udah nyampe lagi, makasih nih sepupuku aa tasdik yang survey rute jalan kaki tercepat. Hehe.

Dia pula yang bawa samak (tikar/picnic mat). Alhasil meski panitia menyediakan meja bangku untuk pengunjung, kami duduk lesehan di bawah pepohonan beralas samak. Nikmatnya! 

 

keuken bandung

Pagi itu tenan-tenan udah pada buka. Mantep gesit-gesit yang dagangnya. Ada booth khusus minuman tropiis: cold pressed juice semangka, nanas, jeruk. Menurutku yang paling edan adalah jus lemon. Enak banget segarnya nagih banget mana Bandung hari minggu ini panasnya rada jahanam.  

 

Saya, Ibu, adik-adik, dan para sepupu duduk bersama dan berbagi makanan. Udah kayak botram aja. Apalagi ada adik-adikku yang tukang trakteerrrr! Hehe. 

Tenan yang saya highlight karena makanannya enak:
GIGA
Sate Djempol
Gabriel Braga


keuken bandung


Sejauh ini Keuken selalu sih berhasil kurasi makanannya. Ataukah Bandung aja yang selalu always makanannya enak-enak mau itu makanan lokal kayak lotek ataukah makanan impor kayak Vietnam ala-ala bahn mi bahkan fusionnya pun sedap!

Bandung dan tangan-tangan peracik masakannya emang, jago banget! 


Keuken di tahun-tahun sebelumnya yang pernah saya datangi pernah saya tuliskan acaranya, search aja di blog pake kata kunci: keuken. 



Walking Tour di Hotel Savoy Homann Bersama Cerita Bandung

October 02, 2022

Hari minggu sore di kota Bandung biasanya saya habiskan di rumah. Namun bolehlah hari itu 25/9/2022 rada beda. Saya ikutan turnya Cerita Bandung di Hotel Savoy Homann. Lokasinya di Jalan Asia Afrika. Turnya bertajuk Persinggahan Orang-Orang Penting. Judul tur diambil dari sebuah buku yang ditulis haryoto Kunto, kuncennya Bandung.

Iya betul Savoy Homan hotel legendaris di Bandung, tertua dan pada masanya sangatlah berjaya. Kuhitung-hitung ini hotel usianya 140 tahun dong! 

 

tur savoy homann bersama cerita bandung


Sehabis mengikuti turnya kupikir wah mengapa Hotel Savoy Hamann gak sungguh-sungguh dalam berdagang branding ‘hotel tertua di bandung’ ini yha!

Museumnya aja gak ada. Wall of fame gitu misalnya, gak ada. Memang ada beberapa benda bersejarah terpajang tapi orang mana tahu bila gak diceritakan, ya khan. Caption pelengkap konteks si bendanya juga gak ada. Di bagian belakang hotel ada benda-benda peninggalan Konferensi Asia Afrika, tapi di belakang ditaronya. Sayang juga sih. Pajang aja di lobi hotelnya.

Berkeliling di hotel selama turnya makan waktu 1,5 jam. Kalo kamu pernah lewat Jalan Asia Afrika, pasti ngeuh dengan bangunan bulat bergaris-garis. Apalagi di malam hari cahaya dari bangunan ini menegaskan si garis-garisnya. Cantik sekali.

Itulah Hotel Savoy Homann. Arsiteknya Aalbers. Ia pula yang merancang Gedung Bank BJB di braga, Drikleur di Dago, Drie Locomotive di Dago, dan banyak bangunan ikonik lainnnya di Bandung. 

 

tur savoy homann bersama cerita bandung


Homann sendiri adalah adalah orang jerman. August Heinrich Homann pindah ke Hindia Belanda, ia pertama-tama berbisnis di Semarang sebelum hijrah ke Bandung. Begitu yang kubaca dari bukunya Atep Kurnia, Riwayat Orang-Orang Beken di Bandung.

Highlight tur ini adalah kamar yang pernah diinapi presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Kamar no 224.

Kamar mandinya ada dua. Begitupun kamar tidurnya. Ada ruang duduk bersama. Mirip kompertemen di apartemen. Terbaik dari kamar ini adalah balkonnya.

Berdiri di balkon saya bisa lihat ke arah barat. Ada Museum Asia Afrika dan Gedung Merdeka. Belum lagi De Vries yang sebelah-sebelahan dengan si hotel. Berjalan sedikit (balkonnya panjang) bisa lihat bagian timurnya Bandung. Mantap nih si balkon, pemandangan matahari terbit dapat, matahari terbenam lebih jelas lagi.

Di tahun 1955 itu Soekarno sedang sukses-suksesnya jadi pejabat negara. Dengan hawa kamar yang puitis ini, ia menginap dengan istri yang mana kah?

Begitulah, Teh Gadis memandu kami semua. Dia cerita dengan mulut ditutup masker. Suaranya lantang dan tidak terdengar capek. Napasnya teratur dan maskernya gak dicopot sama sekali.

Tur berakhir di Sidewalk Resto hotel. Kami beristirahat dijamu camilan sore yang enak-enak. Ada kuis juga ih seru banget ikutan kuis udah lama rasanya gak berkompetisi walo kompetisi dadakan dan kecil hahaha kalah sih tapi yang penting rasa senangnya itu loh! 

 

tur savoy homann bersama cerita bandung


Cerita detail tentang Savoy Homann googling aja yha. Atau ikutan turnya Cerita Bandung. Sayangnya ini bukan tur reguler. Sebuah catatan juga buat hotel Savoy Homann sih, turnya dibuat terjadwal aja.

Dari tur ini pula saya baru ketahui bahwa buku berjudul Persinggahan Orang-Orang Penting adalah buku pesanan. Kang Farhan dari Cerita Bandung yang ngasitahu.

Haryoto Kunto menulis buku ini berdasarkan pesanan pengurus hotel Savoy Homann. Karena itulah si buku tidak beredar luas di pasaran, hanya diperuntukkan bagi pemilik hotel dan rekan-rekannya.

Wah. Bayangin, hotel yang pernah diinapi pejabat negara semasa Konferensi Asia Afrika, hotel yang diinapi artis-artis mancanegara, hotel yang dirancang arsitek famous Aalbers, hotel yang arsitekturnya art deco, dan hotel yang membuat buku tentang dirinya sendiri. Wha!  

Mana hari ini gini berdagang mesti ada valuenya dan nilai hotel ini menurutnya ada di posisinya yang strategis dan terutama lagi yang gak ada lawannya: nilai sejarah hotelnya.  

Bila nanti Cerita Bandung membuat lagi tur di Hotel Savoy Homann, langsung daftar aja di sini! satsetsatset!

Beli Es Krim Ridwan Kamil di Es Krim Cantina Braga

September 03, 2022

Hari minggu waktu itu, kami sekeluarga makan pagi bersama di Kumari. Ibuku ikut serta, begitu juga adik-adik. Kupikir langsung pulang nih abis makan, ternyata enggak. Ibu minta diantar ke Braga. Katanya mau jajan es krim ridwan kamil. Eh es krim apa? kutanya lagi. 

 

es krim cantina braga


Es krim Ridwan Kamil, gak salah baca. Di Braga kulihat ramai betul suasananya pukul 10 pagi. Maklum sih hari minggu juga. Ada antrean panjang, nah itulah es krim si ridwan kamil.

Beneran itu es krimnya? yang antre itu?

Adikku mengiyakan. Kami antre sekitar 15 menit. Lama ya! Ibuku duduk di bangku seberang kios es krim.

Es krim yang dimaksud bernama toko Sweet Cantina. Saya mengingatnya sebagai toko es krim yang biasa aja, maksudku tidak seramai itu. Mengapa sekarang bahkan ada antreannya segala?

Mengapa dalam tulisan ini banyak tanda tanyanya? Hahaha

Gara-gara viral di TikTok dan muncul beberapa detik dalam video reels RIdwan Kamil, es krim Cantina meledak penjualannya. Ibuku melihat es krim ini di video RK. Ibu-ibu kolot jawa barat mana yang gak jadi penggemarnya RK, ibuku nih salah satu fansnya dia. Haha.

Tahu tidak saking banyaknya yang nanya es krim ridwan kamil di Cantina, salah satu varian di sana es krimnya dinamakan es krim ridwan kamil! udah gila ahahah.

Es krim itu varian es krim biskuit marie regal. Kata pedagangnya itulah es krim yang dipilih RK waktu ia jajan es krim di sini bersama anaknya.

Tentu saja ibuku memilih es krim marie regal. Es krim cone dan cup, keduanya!  


es krim cantina braga

 

Saya mencoba juga es krimnya dong dan memang enak. Es krim menak gitulah yang rasanya agak mewah. Begitupunn penampilannya.

Harga 12.000-18.000. Lokasi di braga utara dekat pengkolan veteran.

Ada tiga kios es krim di sepanjang jalan braga ini, bila kamu gak mau antre di Cantina maka bisa cari es krim di kios lainnya saja yang berdekatan.

Sate Pelana di Astana Anyar Satu Tusuknya Rp1.900

September 01, 2022

Pagi itu kami belanja di pasar loak astana anyar. Waktu kapan lewat sini lihat ada ring basket, harganya 200.000. Kami pikir bolehlah nanti dibeli, sayang ring basketnya keburu terjual dan kini kami menyesal kenapa gak beli langsung aja. Berjalan dalam penyesalan kami melihat ada asap mengepul dan bau sate. Jam 8.30 pagi udah ada yang jual sate? Oke lihat dulu yuk satenya, kata Indra. 

 

sate pelana astana anyar


Sate Pelana. Kuingat ada nasi kuning beken namanya naskun pelana di sini, tapi gak kulihat ada naskunnya. Sepanjang jalan pelana yang super pendek itu hanya ada pedagang makanan sate pelana.

Gokil sih sate ini.

Satu gerobak kecil ini yang kerjanya lima orang bapak-bapak semua. Kalo pernah nonton serial Preman Pensiun, nah dalam bayangan saya bapak-bapak ini adalah sekumpulan preman pensiun kayak kang mus dan duo pipit murad, yang jadi pedagang sate sapi.

Ataukah mereka intel? Ah intel modusnya dagang nasi goreng bukan sate, ya gak sih?

Kembali ke sate sapi pelana yang satenya ya tuhaaaannnn tolong! Kalo dine in ku kasih bintang sembilan, bila take away rasa satenya jadi bintang delapan.

Makan di sini piringnya kita pegang sendiri. Kita duduk melingkar saling berhadapan dengan pembeli lain, asap sate mengepul-ngepul sangar.

Ada satu meja di tengah-tengah sepetak kecil kiosnya, tapi si meja berfungsi menyimpan gelas dan aneka macam barang entah apa.

Bila dine in si sate tersaji tanpa tusuknya, sudah dilepas dari tusuknya. Jadi kita tinggal menyendoknya saja ke mulut.

Pembeli di sini tipikal old customer. Bukan old tua aja tapi juga pelanggan setia dan bedegong alias gak pada inget kolesterol apa yak. Hehe. 

 

sate pelana astana anyar


Mungkin terkesan biasa ajalah makan sate pagi-pagi emang kenapa. Iya memang. Namun di Bandung dalam kesehariannya, menyantap sate pukul 9 pagi bisa dibilang makanan mewah. Menu sarapan orang bandung tuh bukan sate melainkan nasi kuning, gorengan, nasi uduk, bubur, dan kupat tahu. Ringan dan santai.

Sate terbilang makanan berat dari segi terkstur dan harga. Jadi kusebut ini makanan pemberani karena emang bukan makanan pagi dalam keseharian orang Bandung sih. Gak mungkin kan kamu makan beginian terus tiap pagi? tapi mungkin banget kamu makan nasi kuning dan bala-bala tiap hari.

Entah bagaimana kebiasaan di Purwakarta (dengan sate marangginya) bahkan kota lainnya. Kalo ingin memulai hari yang istimewa dengan sarapan istimewa, bila meluncur ke Jalan Pelana. Ada Sate Pelana di sana. 

 

sate pelana astana anyar

sate pelana astana anyar

 

Harga terjangkau, satu tusuknya 1.900. Rasa? Bintang lima! Beneran bintang lima.

Lalu di sini air minumnya tersaji dalam gelas kaca. Air teh, cienteh yang dikucurin dari ketel beneran. Beuh! Air minum dalam kemasan? Apa itu air minum dalam kemasan?!

Sate Pelana alamatnya googling aja tinggal buka googlemap. Terima kasih kembali.

Main TikTok

August 29, 2022

Bila bukan karena TikTok saya pasti sudah rilis beberapa tulisan di blog ini. Dua minggu ini saya lincah berada di sana alias maceuh di TikTok. Hehe. Hampir tiap hari posting soalnya.

 


Awalnya gara-gara si unis nih ngajakin mulu. Ya udahlah kupikir waktu itu sedang lowong sign up aja deh. Eh keterusan sampai hari ini. Unis kontennya bagus-bagus coba lihat aja akunnya @siunis.

Saya terusan main TikTok, malah asyik sendiri belajar bikin video. Untungnya udah pernah bikin video pake inshot jadi gak gaptek amat. Pun menulis caption juga udah agak terlatih di stories IG.

TikTok gila sih apa-apa harus cepat dan ringkas. Saya terbiasa menulis panjang jadi belajar juga menulis pendek. Singkat. Padahal banyak yang mau diceritakan tapi mana bisaaaa.

Banyak orang yang merekomendasikan saya menggunakan backsound viral. Tau kan ya TikTok tuh identik dengan musik-musik viral sebagai pengiring video.

Sampai hari ini saya masih pake latar musik selera sendiri, bukan selera viral. Gak tau deh ngaruh ke jumlah view tidak. Yang berkecamuk (hadah bahasanya) malahan copyright musiknya. Apakah musisinya mendapat jumlah yang layak atas karya yang kita pakai di TikTok? Maksudku akun saya masih personal dan saya gunakan gratis. Itu gimana musisi dapat hak music courtesynya ya?

Begitu memang, zaman apa ini. Lalu kurasa media sosial selalu memerintah kita bagaimana mencapai angka view tinggi. Pengen ditonton orang banyak pastilah ada ketentuannya. Harus begini, besoknya berubah harus begitu. Hadeh.

Kesal juga sih. Maksudku bila hobi diatur-atur lantas di mana kesenangannya.

Jadi saya masih kompromi sama TikTok. Okelah saya nulis caption pendek itu gak apa. Lain-lainnya belum dulu.

Sama seperti di instagram, gaya nulis gaya cerita dan fotografi Bandungdiary saya bebaskeun aja. Sejauh ini saya tau mau cerita apa dan mau memperlihatkan apa. Saya berusaha taro batasan di sana. Biar rapi kontennya dan terarah.

Terarah gak jelasnya. Hehe. Sejauh ini sih mengerjakan konten Bandungdiary sangat menyenangkan, semacam penyegaran dari riweuhnya ngurusin pekerjaan utama yang tentu saja saya mencintainya.


Silampukau di Bandung!

August 08, 2022

Silampukau manggung di ke Bandung! Gak mikir lama saya langsung transaksi dan mengamankan satu seat untuk diri saya sendiri. Meski gak tahu akan nonton dengan siapa, ya udah sendirian pun tidak mengapa. Silampukau gitu loh, iraha boa ka Bandung!

 

Silampukau di Bandung

 
Dan hamdalah saya ada teman nonton, yaitu Diannya Warkop Udinwati! Saya gak pernah mengasihani orang-orang yang sendirian saat menonton gigs macam begini, tapi nonton seorang diri emang terasa kayaknya enakan berdua sih, atau bertiga. Sebelum konsernya mulai, agak culang cileung sorangan sih.

Gig Silampukau berlokasi di LO.CO, di bukit dago selatan. Gak usah bahas tempatnya ya, makanan dan sistem pelayanannya bintang satu. Namun tempatnya emang surga buat pecinta konten tiktok dan instagram. Ngerti kan? masa gak ngerti. Hehe. 

 

Open gate sejak pukul 3 sore, saya mendarat di sana sekitar setengah lima. Meja tiket dijaga oleh teteh-teteh bermuka masam nan muram. Baru terlihat senyum dan keramahannya setelah ia kedatangan temannya. Wkwk.

 

Ohiya, kertas gelang tanda tiket masuknya gak bisa saya jadikan koleksi, desainnya aduh gak banget. Kulihat tiket masuk di kota lain kok cakep-cakep sih bertuliskan 'safari antar kota antar provinsi' dan ada nama Silampukau. Tiket yang di Bandung adanya nama penyelenggara dan gambar yang kayaknya diambil dari mword. Heuheu...yaudahlah. 

 

Sayang aja, saya koleksi tiket-tiket beginian soalnya. Ya udahlah saya koleksi dalam ingatan aja. Hehe

Molor 30 menit dari jadwal Silampukau naik panggung sekitar pukul 7 malam. Panggungnya super mini. Acaranya outdoor, berlatar pemandangan malam kota Bandung. 

 

Udara sejuk khas wilayah perbukitan dago. Eki dan Kharis mulai terlihat di panggung, saya deg-degan. Wah ini dia orang-orang yang sering saya dengar dan tonton aja dari layar hape. Hehe.

Untunglah Dian ngajak saya duduk di deretan terdepan. Jadi saat Kharis minta penonton berdiri aja, kami gak tenggelam di antara cowok-cowok yang posturnya raksasa. 

 

Panggungnya kecil banget jadi Silampukau agak ketutupan penonton lain bila dilihat orang-orang berpostur rata-rata kayak saya. Walo terhalang dua orang di depan, saya bisa enjoy dan jelas nonton Silampukau manggung.

Semua lagu di album Dosa, Kota, dan Kenangan muncul semua. Penonton ikut bernyanyi keras-keras dan hampir melolong. Menjerit-jerit mengeluarkan isi hatinya mungkin. Terutama di lirik-lirik berbunyi kayak gini:

waktu memang jahanam
kota kelewat kejam
dan pekerjaan
menyita harapan

demi tuhan
atau demi setan!

Emang agak susah tidak ikut bernyanyi, sebab semua liriknya mewakili isi hati. Mulai dari kebosanan rutinitas hidup, ditinggal orang yang dicintai, dan kesusahan karena harga miras naik. Hehe.


Silampukau di Bandung



Gig berlalu terlalu cepat. Satu jam saja durasinya. Usai acara saya ikut antre, orang-orang pada berfoto dengan Eki. Saya pun mau, tapi tidak foto bareng. Saya bawa buku harian saya dan satu bolpen. Mau minta tanda tangan mereka.

Sayang saat itu Kharis entah ke mana, hanya ada Eki. Saat bertatap muka dengannya saya gemetaran banget. Saya minta tanda tangannya, dia tersenyum (tentu saja, default wajahnya begitu) dan bertanya siapa nama saya. BAYANGIN DIA NANYA SIAPA NAMA SAYA!

“Nama saya Nurul, Mas Eki,” jawabku gugup bukan main.

Lalu dia tulis di buku harian saya: halo, Nurul. Dan tandatangan. Dian ikut juga minta tandatangan di halaman buku sebuah novel berjudul Pasar yang ia beli dari saya. Ceritanya kami nonton gig sembari transaksi perbukuan. Wkwkwkwk siapa sangka bisa dapat tandatangan Silampukau di novel Pasar-Kuntowijoyo! Gila keren banget, Dian!

Juga saya senang di halaman novel Pasar tersebut nama dan tulisan tangan saya satu halaman dengan tulisan tangan Silampukau. Novel yang, sebelum konsernya mulai, saya berikan pada Dian.

Haha.



Foto pertama, photo credit Dian Irawati

Foto gignya gak ada, burem nih! heuheu

Ngagabrug Teman Lama di Mie Ayam Goyang Lidah

August 01, 2022

Saya dari Bandung. Intan dari Bogor. Kami bertemu di Garut berkat mie ayam. Berkat takdir kehidupan, maksudku, dibantu rasa lapar dan warung Mie Ayam Goyang Lidah. 


Mie Ayam Goyang Lidah di Jalan Veteran Garut


Aneh banget bisa ketemu teman lama di sini, di warung kecil di kota yang sama-sama bukan domisili kami. 


Sayang saya hanya bisa ngobrol sebentar karena Intan, yang udah beres makan mie ayamnya, harus cabut duluan. 


Saya makan buru-buru supaya bisa berfoto bareng sebelum ia pergi. Saya paham banget gak bisa berlamban-lamban dengan ibu yang anaknya dua balita. 


Kumakan baso cepat-cepat. Nelan mie ayamnya ngebut. Minum air satu botol glekglekglek. Kami berfoto dengan mulut saya mingkem, khawatir ada daun seledri yang nyangkut di gigi.


Mie Ayam Goyang Lidah di Jalan Veteran Garut


Bagian teranehnya adalah saya memikirkan Intan beberapa hari itu dan berencana mengirimnya pesan di dm instagram. 


Lebih aneh lagi, saat saya utarakan itu padanya, Intan menimpali "aku tuh kepikiran loh mau ngontak teteh nanya tempat makan di garut."


Ada-ada aja. Saling memikirkan dan akhirnya tatap muka tanpa sengaja. 


Intan sedang menjalani masa-masa istimewa bersama anak sulungnya. Karena itulah saya memikirkan dia. Jadi saya senang bisa bertemu dengannya secara langsung dan tentu saja ku memeluknya. Ngagabrug caritana mah. Take care, Intan!


Mie Ayam Goyang Lidah

Jl Veteran, Garut

Ongkos makan 45.000 (dua mangkok, dua teh botol)

Membaca Dari Toko Buku ke Toko Buku

July 30, 2022

Muthia Esfand traveling ke benua Eropa sebelum covid-19 merebak di Indonesia. Ada festival buku yang hendak ia datangi namun gagal karena acaranya dibatalkan sebab wabah korona. Dengan begitu, Muthia membuat rencana baru, yaitu berkunjung ke toko-toko buku lokal di negara yang ia datangi. 


Cara-cara berdagang buku yang saya catat dari buku berjudul Dari Toko Buku ke Toko Buku: 


Dari Toko Buku ke Toko Buku Muthia Esfand


1. Punya koleksi buku-buku langka cetakan pertama (Armchair Books, kota Edinburgh)


2. Menjual buku tematik, seperti Magma Bookshop di kota Manchester, hanya menyediakan buku-buku bertema art. Mereka juga menjual paket-paket prakarya (DIY).


3. Toko buku di Liverpool  mendagangkan buku bertema sosial, budaya, politik, dan ide-ide progresif


4. Membuka program donasi buku dan menjual buku donasi tersebut: satu pembeli boleh ambil maksimal dua buku dan membayarnya pay as you wish


5. Menyediakan kids corner (toko buku Libreria San Gines di Madrid)


6. Membuat rak-rak buku bernama, dgn kategori personal. Seperti: 

Buku bagi kamu yang sedang putus asa

Buku untuk yang sedang sedih

Buku untuk yang ingin merasakan bahagia


7. Membuat merchandise toko


8. Menyediakan buku-buku untuk perempuan only (toko Libreria Mujeres di Madrid dan toko buku di Wina), pemilik tokonya menjelaskan "perempuan itu kadang kalau dikasih tahu pakai mulut, susah untuk mau dengerin. Mesti pakai cara mereka baca sendiri dari buku-buku yang berkualitas." Mereka juga aktif membuat diskusi/acara ttg perempuan. 


9. Menjual satu set box berisi barang-barang yang cocok dijadikan kado untuk cowok (toko buku Elephant di Sofia)


10. Secara rutin membuat program reading, temu penulis, dan penandatanganan buku


11. Menyediakan dua buku yang sedang 'bertanding' dan memajangnya secara terang-terangan dan mencolok. Misalnya nih, buku ttg donald trump dan ttg hillary clinton. 


12. Membuat acara temu penulis dengan konsep beragam, bukan hanya duduk dan diskusi. Jadi terasa seperti pesta kecil aja dan pengunjung senang. "Kami tahu menghidupkan toko buku ini hanya bisa dilakukan kalau kami sendiri sebagai pengelolanya selalu 'hidup'. Yah tidak selalu mudah sih..." (Powerhouse Bookshop di NY)


Muthia Esfand, penulis buku ini, menyimpulkan bahwa acara yang diadakan di toko buku tidak melulu harus bertarget penjualan yang kaku. "Harusnya sih mempertimbangkan aspek menjaga kedekatan dan hubungan baik dengan pembaca setia buku. Karena mereka target utamanya." 


Toko buku yang jiwanya kuat, yang tidak tenggelam dalam samudra stok buku saja, akan menjaga pembelinya setia. 


Buku setebal 500 halaman ini kubeli di Tokopedia. Buku yang ori tentu saja. 

Taman Lalu Lintas Bandung Tiket Masuk Rp10.000 Bukanya Jam 10 Pagi

July 23, 2022

Liburan sekolah lalu saya ketitipan sepupunya si kubil. Saya ajaklah dia main ke Taman Lalu Lintas. Mereka kelihatan senang meski wahana permainannya sederhana dan sedikit. Saya? Senang juga. Banyak pohon besar di sana, bangku taman yang fotogenik, udara yang bersih dan sejuk. Cuma itu aja sih, banyak nyamuk! 

 

Harga Tiket Taman Lalu Lintas Bandung

Karena kami datang di musim libur sekolah maka gak heran di pintu loket antrean agak panjang. Tidak masalah sih sebab antrean rombongan udah pegang tiket sendiri jadi geng pelancong mandiri gak terganggu.

Harga tiket masuk Taman Lalu Lintas Rp10.000/orang. Termasuk orang dewasa pun harganya sama. Pembayarannya cash dan mesti uang pas aja deh.

Saya udah atur-atur nih biar sampai Taman Lalu Lintas sebelum pukul 10 pagi. Pokoknya begitu dia buka, kami datang. Biar enak aja waktu bermainnya pas gitu. Dan betul aja mainnya puas banget, azan zuhur kami bersiap pulang.

Ada wahana kereta api, sepeda, dan karosel. Sisanya sih berlari-lari aja. Naik pohon (ada rumah pohon). Dan sebagainya. Saya hanya menunggu mereka sambil duduk membaca buku dan skroling timeline twitter.

Ada kolam renang juga di kompleks Taman Lalu Lintas Bandung. Saya gak ke sana soalnya ribet wkwkwk. Kolam renang ini area paling ramai, banyak betul pengunjungnya. 

 

anak-anak yang mengunjungi Taman Lalu Lintas Bandung


Ada juga sih papan-papan rambu lalu lintas buat pembalajaran anak-anak tentang aturan di jalan. Dan gak ada yang baca wkwkwkwk. Namanya juga Taman Lalu Lintas, jadi emang isinya sesuai namanya lah kebayang ya.

Di Taman lalu Lintas pun ada miniatur jalan raya yang merupakan bagian dari wahana permainan sepeda, nah ini nih baru kepake banget!

Kubil dan sepupunya suka banget main sepeda. Tiket bermain sepeda di Taman Lalu Lintas  10.000/anak dan durasi waktunya 15 menit. Mereka tiga kali main sepedanya! Hehe.

Sayang aja gak ada petugas yang mengajarkan rambu-rambu berlalu lintas. Kalo hanya membaca aja pasti bosan dan gak menarik, tapi kalo pelajaran berlalu lintasnya digabung dengan kegiatan bersepeda begitu anak-anak terlihat menyukainya.

Sementara mereka bermain saya baca buku aja di bawah pohon entah apa namanya. Nyaman banget deh baca buku di Taman Lalu Lintas. Pilih aja bangku yang paling oke posisinya. Jangan lupa oles autan dulu sebab banyak nyamuk di sana. 

 

kereta api di Taman Lalu Lintas Bandung


Matahari yang terik di kemarau (yang basah) gak usah dikhawatirkan. Pepohonan di sana ibarat payung. Betulan menaungi kami semua pengunjung Taman Lalu Lintas. Cakep banget! Pepohonannya tua-tua pula nih. Taman ini memang warisannya pemerintah Belanda.

Saya banyak bengong sembari lihatin pepohonan. Ada Trembesi ada Beringin. Dua pepohonan yang udah kakek-kakek banget dan kokoh! Pohon lain saya gak ketahui namanya. Pernah saya ikutan walking tour namanya Biotour dan disebut-sebut pohon di Taman Lalu Lintas, apa ya nama pohonnya, yang dagingnya bertekstur seperti mentega. Ah saya lupa lagi namanya!

Anw, karena kubil suka pesawat, saya ajak juga melihat monumen pesawat F5 Tiger. Kebetulan kami pun baru aja nonton Top Gun Maverick. Nyambunglah bisa cerita-cerita tentang pesawat gitu. Monumen pesawat F5 Tiger di Taman Lalu Lintas ada di bagian depan taman.

Ada satu hal yang kulupa di taman ini, bahwa kamu seharusnya bawa makanan berat. Terus *murak timbel deh. Sebab hampir semua orang pada makan-makan *mengampar begitu. Ada yang bawa nasi bungkus, nasi bekal pake boks, dan nasi timbel. Lengkap sampai kerupuk-kerupuknya! Seru banget lihatnya hahaha. 

 

Taman Lalu Lintas Bandung Buka Jam 10 Pagi


Kalo ada waktu kosong seharian saya mau balik lagi ke Taman Lalu Lintas. Bawa buku, nasi rames dari warung nasi Ceu Mimin, dan gelar tikar. Membaca dan piknik. Betapa nikmatnya hidup yang begitu tenang santai dikelilingi pepohonan (dan nyamuknya hehe).

Bawa anak-anak mengunjungi Taman Lalu Lintas di Bandung seru juga. Orang dewasa juga kelihatan menikmatinya.



*murak timbel : makan nasi
*mengampar: duduk lesehan

Waroeng Djahe: Kembang Tahu di Cibadak Yang Menyembuhkan

July 19, 2022

Kami habis buka puasa dan energi di badan terasa seperti habis dikuras. Belum lagi saya dan Indra harus bermotor di jalanan Bandung yang basah sehabis hujan, pukul delapan malam. Jadi tambahkan: kedinginan. Indra menghentikan motornya di depan warung bernuansa oriental, kami sedang di Cibadak. "Kembang Tahu dulu yuk biar enakeun badannya," ajaknya. 

 

Kembang Tahu di Waroeng Djahe

Kembang Tahu cocok buat kondisi kami yang jompo digigit pekerjaan, usia, dan cuaca. Kok Indra kepikiran aja ya makan di sini, hehe.  Pas aja gitu. Kami lepas jaket dan langsung ambil posisi kursi di pojok, yang ada alas bantalnya. Di Waroeng Djahe kami nongkrong sejenak meredakan letih. 


Kembang Tahu dua

Roti bakar satu

Teh tawar anget dua

 

Begitulah pesanan kami dan semuanya tandas dalam waktu...10 menit? wkwkwkwk aduh kami ini kalau makan seperti tentara. Sat set sat set. Kebiasaan buruk. Padahal magribnya sudah buka puasa dengan makanan berat nih! 

 

Waroeng Djahe berada di jantung kota. Bila kamu berada di Alun-Alun, kamu bisa mencapai warung ini dengan berjalan kaki saja. Kalo gak mau ribet bisa sih naik ojek online aja. Lokasinya persis di perempatan Jalan Astana Anyar dan Jalan Cibadak

 

Tempat ini menurutku suaka dari hiruk pikuk jalanan yang super sibuk itu. Masuk ke dalam Waroeng Djahe terasa hawanya kalem. Mungkin karena efek lampu juga sih. 


Penganan di sini gak ada yang berat-berat. Semuanya makanan pendamping. Mulai dari Kembang Tahu, Wedang Ronde, Bubur Ketan Hitam, dan aneka Dimsum. Jadi menunya menu santai semua. 


Kembang Tahu di Waroeng Djahe


Kalau mampir ke Waroeng Djahe saya selalu pesan Kembang Tahu. Setiap menghabiskan semangkuk makanan (atau minuman?) ini, tenaga di tubuh saya terasa pulih lagi. Seperti habis dicharge. Jahenya itu lho menjalar ke seluruh otot dan tulang. Rasanya ironman siap tempur lagi. Hehe apa sih.

 

Gak ngerti lagi bagaimana dunia tanpa Kembang Tahu ya. Dia punya efek yang menyembuhkan. Sesuatu yang sembuh dalam diri kita itu entah apa namanya. Apakah letih, capek, stres, apa atuh ya. Keruwetan kali ya namanya? Semacam kekacauan yang membuat kepala puyeng dan tubuh pegal-pegal, Kembang Tahu dapat menyembuhkan rasa kacau itu. 

 

Meski begitu sejujurnya Kembang Tahu di sini bukan yang terbaik. Selain jahenya kurang nendang, panas kuahnya kurang gahar. Kembang Tahunya pun tipis saja hanya beberapa lembar. 

 

Kembang Tahu ala mamang-mamang yang gerobaknya dipikul itulah rasa yang terbaik, karena panas kuahnya pas, jahenya nyolot, dan Kembang Tahunya berlembar-lembar. 

 

Namun yaudahlah segitu juga cukuplah. Soalnya susah nangkep mamang-mamang Kembang Tahu di mana coba, seringnya saya temukan gak sengaja. Sulit nyari warung Kembang Tahu yang menetap seperti Waroeng Djahe. 

 

Kuliner Cibadak tanpa babi pasti gak afdol. Tanpa Kembang Tahu apalagi. Hehe. 

 

Kembang Tahu di Waroeng Djahe

Bila ke sini saya selalu duduk di pojok. Alas duduknya berbantal jadi enakeun duduknya. Bisa nyenderin punggung pula. Hehe. Gitu aja sih. 

 

Kembang Tahu ini harganya 18.000. Gak tahu nih udah naik belum harganya secara abis Lebaran harga-harga naiknya gila semua.

Membaca Trocoh

July 15, 2022

Pertama-tama, isi buku Trocoh ini lumayan membuatku tersesat. Trocoh ditulis Budi Warsito. Jujur aja saya pusing ngikutin alurnya Mas Budi bertutur. Terlalu banyak yang dia ceritakan: dari satu penemuan ke penemuan lain, data ke data lain, satu analisa ke analisa lain. Loncat sana loncat sini. Keder bacanya.


Trocoh adalah kumpulan tulisannya Budi Warsito


Gak ada paragaf pula. Tulisannya lempeng kayak tol cipali. Berlembar-lembar baca tulisan tanpa paragraf lumayan ruwet juga. Hahaha. Tapi keren tulisannya! Aneh banget ya, cenah ruwet, tapi keren. Gimana sih! 


Iya gimana sih hahaha


Tulisan Mas Budi tentang Doni dan Nirvana yang paling menarik buatku. 


Coba bayangin, Mas Budi membahas romantisme seorang anak yang mencoba kenal almarhum ayahnya lewat band bernama Nirvana. 


Si anak ini namanya Doni. Dia berseluncur ke blognya Mas Budi yang, tentu saja, membahas Nirvana. Ia bertanya via email ke Mas Budi, "Almarhum Papa kayaknya paling suka album Bleach deh, Oom. Kasetnya paling lecek. Lecek berarti sering diputar kan?"


Mas Budi nyambungin pertanyaan Doni dengan pembahasan: album pertamanya Nirvana itu Bleach, tapi album Nevermind (album kedua mereka) yang pertama muncul di Indonesia. 


Sebuah fakta yang saya teu paduli, suka Nirvana juga enggak. Namun, ada namun nih. Ceritanya Doni, Nirvana, dan almarhum ayahnya Doni sangat enak dibaca. 


Doni bahkan baru tahu belakangan kalo nama tengahnya, Donald, diambil dari nama Kurt Donald Cobain. "Jangan-jangan aku dinamain dari nama tengahnya idola Papa ya, Oom!" 


Haduu...bagaimana itu ya merekonstruksi kehidupan ayah, yang gak pernah ditemui, dari kaset-kaset Nirvana. Maksudnya, dari kenangan yang masih teronggok di rumah. 


Udah gitu Mas Budi bisaan lagi nyambung-nyambunginnya dengan pembahasan album Nirvana. Walo gak ngerti dan gak mau dengar lagunya, tapi saya baca aja tulisan Mas Budi sampai tamat. 


Kenapa ya. Ini buku ada peletnya kali nih. Tulisan tentang Kirana Dewa 19 juga keren abis! Segitu doang saya ngertinya deh, sebatas Dewa 19. Hehe. 


Ada 41 tulisan dalam buku ini, tiap tulisan dikasih semacam lagu pengiring oleh Mas Budi. Saya dengar semuanya. Musiknya beragam banget, emang beda dan unik Budi Warsito nih orangnya kenapa bisa ada orang kayak gini, keren banget!


Bukunya bisa dibeli online. Saya beli di Gramedia.

Bandung For Beginners

July 08, 2022

Secara iseng saya membuat konten #bandungforbeginners di instagram. Sebagai pendatang saya sih ngerasa banget banyak bedanya antara saya sama orang bandung asli. Saya catat nih kebiasaan warga Bandung. Bukan buat dibanding-bandingin siapa yang lebih baik, bukan untuk menjelek-jelekkan. Ini hanya catatan saja. Jangan semua-mua dijadiin bahan berantemlah please banget nih. 

 

bandung for beginners


Tentang budaya ngopinya.
Kecintaan mereka pada asin peda. Istilah murak-timbel.
Kegemarannya pada berpancakaki. Kelihaian orang bandung berdiplomasi.
Cara mereka memberi petunjuk arah.
Bagaimana membedakan panggilan ‘aa’ sebagai kekasih atau ‘aa’ sebagai sapaan generik saja.
Cara memesan nasi kuning take away tanpa sambal.
Ada loh kebiasaan makan gorengan dan minumnya segelas air susu.

 
Mengapa Tahu dari Bandung enak-enak.
Surabi Oncom dan Surabi Kinca, kupikir itulah surabi signaturenya orang Bandung.
Istilah dalam obrolan sehari-hari, seperti Jurig Seblak.
Hingga makanan dalam keseharian orang sunda (orang Bandung sih)

Kayaknya kalo aja saya gak pernah tinggal di Indramayu dan bersekolah di Cirebon, agak susah memperhatikan budaya orang Bandung tersebut. Utamanya warga Bandung itu sendiri.

Indramayu kan setengah jawa setengah sunda. Cirebon juga sama. Atau mungkin bukan keduanya hahaha. Maksudku, jawa bukan sunda juga bukan.

Anyway karena ada jarak kultur yang saya alami, maka perbedaan tersebut terlihat jelas banget. Bukannya saya pengamat dan tukang memperhatikan, tapi memang kerasa sendiri dalam keseharian saya bersama Indra dan keluarganya yang bandung banget, juga teman-teman saya. 

 

Perbedaan itulah yang sering saya catat di note hp. Menarik soalnya kalau dituliskan. Bila kita mengganggapnya sebagai hal yang biasa-biasa aja ya jadi biasa aja. Namun di mata saya sebaliknya sih, hal kayak gini justru menarik buat kalau ditulis, karena jadi terasa istimewa.

Kadang kala kurasakan lidah saya yang terlalu pantura ini tidak cocok dengan perspektif orang bandung. Jadi pernah ada beberapa pengalaman saya salah dipersepsikan. Padahal tujuannya ke sana, dikiranya begitu.

Gegar budaya antar suku aja sering jadi masalah. Gimana gegar budaya antar pulau, antar negara. Hehe. Kupikir konten #bandungforbeginners yang saya tulis di blog dan instagram buat bahan pengetahuan aja. Pengetahuan tuh serius banget kayaknya ya, buat seru-seruan aja deh.

Ada satu tema tentang orang bandung yang ingin saya tuliskan, yaitu tentang pundungan. Walo begitu masih kutahan-tahan nih nulisnya karena khawatir salah. Hehe.

Pundung itu sifat mudah tersinggung, mudah ngambek dan tidak berkenan atas sesuatu. Di hati orang Bandung, sifat mudah tersinggung ini tidak terwujud dalam kelakuan senggol-bacok. Sebaliknya mereka dapat menahan hati tidak marah. Namun di balik itu mereka menahan kesal karena tersinggung.

Pundungan itu akan terlihat dalam bentuk kalimat yang berputar-putar dan halus, meski tetap terasa menusuk ke dalam lawan bicaranya. Lebih parah lagi mereka tidak akan menunjukkannya, wajah dan gesturnya ramah banget. Hanya dapat dipastikan aja kita akan sulit bertemu dengannya lagi. Hehe.

Pundungan berbeda dengan temperamen. Pundungan itu sifat ngambek yang ditahan. CMIIW.

Sebagai orang Bandung, apakah kamu pundungan? Saya menemukan sifat ini pada ibuku, saudara-saudara ibuku (hampir semuanya), dan sedikit dari keluarganya Indra. Bagaimana dengan saya? Hmmm coba kita tanya Indra aja. Haha. 


Di daerah kamu ada gak istilah buat menjelaskan sifat mudah marah dan mudah tersinggung seperti halnya orang Bandung yang memiliki kosakata khusus tersebut?

Menginap di Sekitar Stasiun Garut, Kami Tidur di RedDoorz Near Alun-Alun Garut

July 05, 2022

Langsung aja. Namanya RedDoorz Near Alun-Alun. Ini hotel modern terdekat dengan Stasiun Garut. Kuperhatikan ada juga hotel lainnya, tapi hotel lama yang kayaknya udah ada sejak tahun 80an deh kalo diukur dari gaya bangunannya. 

 

reddoorz hotel di sekitar stasiun garut

Saya dan Indra milih Reddoorz Near Alun-Alun Garut aja. Batas waktu check in pukul 4 dini hari. Kami masuk ke sana pukul 11 malam. Hehe lumayan kemalaman. Abisnya kami naik kereta malam.

Kereta api tujuan Bandung - Garut rada kagok sih jam kedatangannya. Mesti pagi banget dari Bandungnya atau malam hari. Alhasil buat yang gak ada rencana menginap di kota Garut rada ribet sih.

Langsung aja saya bahas penginapan nih. 



ROOM

Kayak kamar kos. Hehe. Katanya ada harga ada rupa. Dibandrol Rp230.000+++ per malam, saya ambil yang standar aja tipenya. Alias tipe termurah. Sing penting tidur enak dan ada AC. Kamar mandi bersih. Ekspektasinya sih gitu.

Kenyataannya? Ya so-so. Cukuplah. Kamarnya sempit tapi cukup buat kami tidur satu kasur. Tiga orang (dua orang ndut dan satu anak kecil kegencet. Hehe enggak yah gak kegencet kok).

Bantal ada dua dan itu saja sudah. Tambahan bantal RedDoorz sih yang signature dia banget warna merah. Total tiga bantal.

AC menyala dengan baik. Masih baru soalnya, masih segar.

Kasur melenoy tapi yeah okelah dari saya gak ada keluhan. Kasurnya spring bed cuma ya itu melenoy aja.

 

reddoorz hotel dekat stasiun garut

 

TV? oke tv kabelnya mantap! Dia pake indihome kalo gak salah. WIFI? Mantap juga. Gak ada buffering loading munding.

Tidak ada pemandangan dari jendela. Kan sudah saya sebut tadi ini mirip kamar kos-kosan.

Ada lemari untuk simpan pakaian. Ada meja untuk simpan barang lainnya.

Colokan hp tersedia di pinggir tempat tidur, hanya di satu sisinya saja. Bila kamu tipe pembawa segala macam alat digital lebih dari tiga macam, biasakan aja bawa sendiri terminal listriknya ya. 



KAMAR MANDI

Wah kamar mandinya luas jadi tidak dukdek riweuh saat berada di dalamnya. Ada air panas meski agak lama nunggu angetnya. Pun kamar mandinya bersih. Tidak wangi tapi bersih.

Closetnya oke lancar semua. Shower mulus ngocornya. Tidak ada bau-bauan pada airnya. Tersedia wastafel.

Amenities dari penginapan ada satu set: sampoo, sabun, dan pasta gigi sikat gigi. Semuanya versi ekonomis.

Kalo kamu pernah menginap di RedDoorz di awal kemunculan penginapan jenis ini, pasti tahu kalo amenities mereka terbilang mewah. Peralatan mandinya diwadahin pouch. Sampo dan sabunnya botolan. Nah sekarang tidak lagi, kini formatnya sachetan kayak di warung. Tetap terlihat fancy but yeah kurasa begini lebih efisien buat ongkos produksi. Hehe. 

 

reddoorz hotel dekat stasiun garut


LOKASI

Strategis banget! Beneran deh. Dari penginapan menuju Alun-Alun aja tinggal menggelinding. 500 meter jaraknya. Dari penginapan ke stasiun garut hanya 150 meter. Dekat banget kan.

Mau cari tempat makan pun mudah dan dekat. Ke Pasar Ceplak, surganya jajanan malam hari, pun sama dekatnya. Memudahkan bangetlah.

Beda cerita kalo kamu mau beraktivitas di Cipanas. Nah baiknya menginap di hotel-hotel sekitar Cipanas aja. 



SERVICE

Saya hanya ketemu resepsionis aja satu orang. Hospitality okelah, seperti bertemu ibu kos. Hehe. Di sini ada uang deposit Rp100.00.  Juga ada warung jadi bisa jajan tapi ibu warungnya pergi-pergi mulu deh saya mau jajan gak ada yang ngaladangan kan gak jadi jajannya.

Bagi yang membawa kendaraan sendiri di sini ada parkiran luas! Halaman parkirnya dikasih sun shading semacam waring. Menarik juga dipikirin pake waring segala.

Kebersihan penginapannya oke. Tidak boleh merokok di kamar. Bolehnya di luar kamar. Tapi janganlah merokok dekat kamar kasihan penghuni kamar lainnya. Soalnya asap rokoknya masuk kamar. Merokok di halaman parkir ajalah tolong para perokok nih dipikirin nasib para perokok pasifnya seperti kami ini. 



PRICE

Sudah saya sebut di awal tadi, ongkos tidurnya 230ribuan. Bookingnya di aplikasi RedDoorz aja karena murah. Di aplikasi hotel lainnya kulihat-lihat harganya lebih mahal.

Penginapannya gak melayani pemesanan langsung di meja resepionis. Harus online.

Begitu aja resensi penginapan dekat Stasiun Garut ini. Saya pernah menginap di beberapa hotel lainnya di Garut, hanya saja lokasi hotel jauh dari stasiun dan alun-alun. Nanti saya sambung resensi hotel lainnya ya.

Postingan tentang rekomendasi jalan-jalan di sekitar Stasiun Garut bisa dibaca di sini.

Jalan-Jalan di Sekitar Stasiun Garut

June 29, 2022

Kalau pernah terpikir untuk pindah ke kota kecil dan bekerja remote WFA/WFH saja, saya rekomendasikan Kota Garut. Pilih kos-kosan sekitar Alun-Alun. Dekat stasiun kereta api. Ke sana dekat, ke sini dekat. Berjalan kaki masih nyaman, bersepeda apalagi ngegelosornya enakeun. Lalu ini yang mahapenting: udaranya sejuk dan adem. Juga ayam gepreknya enak-enak!

 

jalan-jalan sekitar alun-alun garut


Sayangnya saya tidak tahu tarif hidup di sana. Tiga hari di Garut gak bisa jadi patokan tahu biaya hidup. Harga jajannya lebih murah dari Bandung yang pasti sih. Ah ketang liburan aja dulu ke Garut atuh, meni jauh ngomongin pindah kota segala rek naon sih heuheu. 

 

Mana sekarang ada stasiun kereta api juga. Buat saya warga Bandung, terhubungnya kota saya dengan kota garut melalui jalur kereta api kerasa ngegampangin banget. Emang sempat kepotong pandemi dua tahun sih, pandeminya pun masih ada. 

 

Namun yah udah bisalah sekarang jalan-jalan ke Garut. Hehe. udah pada vaksin tiga kali kan? Anak-anaknya udah pada vaksin dua kali? Kalo sudah ya bisa kayaknya jalan-jalan. Dipake aja maskernya, hand sanitizer bawa terus, kalo jaga jarak sih udah lapur ka mana tea heuheu.

FYI, Garut kotanya enakeun banget ya. Please note yang saya bicarakan adalah sekitar Alun-Alunnya saja. 

 

jalan-jalan sekitar stasiun garut

jalan-jalan sekitar stasiun garut


Untuk berjalan kaki ke sana ke mari di tengah kotanya cukup nyaman. Suasananya juga hidup. Artinya banyak pertokoan yang buka. Hiruk pikuk kota terasa ramai tapi tidak riweuh. Banyak tempat jajan dalam radius berdekatan. Alfamart dan Indomaret ada tapi tidak berceceran seperti di Bandung.

Saya dan Indra berjalan kaki pagi hari, siang, dan sore. Makan buku, jajan baso, menyantap mie ayam, menelan bacil! 

 

Juga tentu saja memoto toko-toko tua di Jalan Ahmad Yani. Bolak-balik ke Toko Buku Merpati dan  bermain di Alun-Alun. Enak deh hype Alun-Alunnya tuh kerasa banget generator kegiatan warga buat leleson. 


Saya jajan kopi juga. Entah buat siapa pokoknya beli aja dulu. Maunya saya bertanya segala macam tentang Toko Ek Bouw Jaya, tapi sungkan nih. Coba kamu aja gimana kalo ke Garut mampir ke Toko Ek Bouw di Jalan Ahmad Yani terus ngobrol sama Oom yang punyanya. Terus ceritakan. Hehe.

Gak ada timeline jalan-jalan yang kami rancang. Secara spontan hanya berkeliling area stasiunnya saja. Begitu-gitu aja kegiatannya, jalan kaki-ngobrol-makan-ngobrol-berfoto-main hape-jalan kaki. Saya jadi mempertanyakan ini: liburannya buat saya atau kubil. Hahah rada ngaco emang.

 

jalan-jalan sekitar stasiun garut


Berikut ini beberapa jalan yang kami susuri:

  • Jl Bank (kami makan paketan ayam di sini, punten saya gak catat nama restonya)
  • Jl Veteran (hotel tempat kami menginap dan ada Mie Ayam Goyang Lidah yang oke juga)
  • Jl Ahmad Yani (saya beli kopi, kopi giling halus di Toko Ek Bouw dan Indra beli lem buat panci. Wkwk)
  • Jl Mandalagiri (belanja teh curahan)
  • Jl Ciledug (jajan bubur namanya Bubur Panin dan mampir ke Toko Buku Merpati -yang mana saya belon berjodoh dengan tokonya)
  • Jl Pasar Baru (Baso Ma Iko dan Restoran Sunda Mang Iki)
  • Alun-Alun (bisa bermain lama di sini: badminton, sewa skuter, baca buku, berfoto, sholat di masjid, dan berkeliling di gang-gang sekitar Alun-Alun dan jajan. Gak ngerti sih kami jajan street food lumayan banyak heuheu).
  • Pasar Ceplak! ini di jalan apa ya saya lupa lagi nama jalannya

Dan beberapa ruas jalan lainnya.

Banyak jalan kaki membuat si kaki terasa pegal saat sampai di kamar hotel. Namun lagi-lagi namanya juga turis yang everything is new everything is interesting jadi yah senang aja bawaannya. Sing penting tidur enam jam, menetralkan tubuh yang capek. Esok hari bisa tancap ke gigi tiga lagi.

Kami sempat berganti hotel satu kali. Yakni di Hotel Joglo. Booking via Reddoorz. Ada kolam renang di sana jadi yah okelah buat cemplungin si kubil. Dua malam lainnya kami tidur di hotel dekat stasiun, masih di Reddoorz juga yang Near Alun-Alun. Rate kedua hotel tersebut cukup aman buat yang sedang diet finansial seperti kami. 

 

hotel sekitar stasiun garut


Main ke Mal Garut, nonton di bioskop, main di wahana anak-anak. Yah udah kubilang tadi kegiatannya begitu aja hanya beda kota, biasanya di Bandung, ini mah di Garut. Hehe. Seru-seru aja buat kami.

Bila uang gak jadi masalah, kamu bisa pergi ke Cipanas. Ada atraksi air panas alami di sana. Berenang dan berendam di hotel-hotel seperti Tirta Gangga pasti menyenangkan. 

 

Atau liburannya yang ala-ala leisure mewah di Kampung Sampireun juga menarik, kami sendiri sudah pernah mencobanya dan Kampung Sampireun adalah resort yang sangatlah mengesankan. Luar biasa impresif tempat, makanan, dan pengalamannya.

Yah begitu aja. Selamat berlibur sekolahan ya! Bila kamu membaca tulisan ini dan kamu tinggal di Bandung, ayo atuh booking kursi kereta api ke Garut. Rekomendid jalan-jalan di sana, kieu pisan 👍

Makasih ya, Kereta Api Indonesia. Ongkos dari Bandung ke Garut murah banget. Jadi kebantu banyak nih menahan laju pengeluaran. Malah mahalan gocar dari rumah ke stasiun sih hahaha bodor juga. 


Saya pernah menulis tentang Garut yang lainnya dalam tulisan 24 Jam di Garut. Mangga dibaca juga. Makasih yah!