Social Media

Image Slider

Menjadi Relawan di Bandung

December 23, 2014
Beberapa tahun lalu saya pernah dalam kondisi aktif-aktifnya jadi sukarelawan di sana-sini. Di Bandung lah tentu aja :D 

Masih muda kali ya. Semangat menggebu-gebu dan bosan di kampus. Jujur aja saya gak menyukai kegiatan belajar di kampus. Selain bosan, saya juga gak paham. Otak saya kayak keteteran kenapa dah! Apakah ini akibat usia saya yang terlalu muda?  Saya lebih muda dua tahun dari usia yang seharusnya masuk sekolah. 

Jadi bisa dibilang normalnya saya masuk angkatan 2003 atau 2004. Namun 2002 sudah lulus SMA. Bukan karena pintar, tapi karena orang tua yang jeblosin saya terlalu dini ke sekolah. 

Bila kamu orang tua muda, tolong dicatat: masukin anak ke bangku sekolah dasar di usianya tujuh tahun saja ya. 

Oke. Kembali ke tema relawan. 

Secara acak saya terjun aja di macam-macam organisasi di Bandung. 

Saya beritahu beberapa organisasi di Bandung yang pernah saya ikuti kegiatannya sebagai sukarelawan. 

Teman-teman bisa juga ikutan jadi sukarelawan di komunitas-komunitas yang ada di Bandung. Banyak banget komunitas di kota ini. 

Buat saya sih jadi relawan itu buat menambal kegiatan yang membosankan di kampus dan rumah. Saat bersukarelawan, ada perasaan saya itu orang bergunalah, begitu. 

Namanya usia 20an kan wajar mencari jati diri. Pengen perhatian. Melakukan sesuatu yang sekiranya penting. Haha apa sih. Saya sih begitu. Bila kamu tidak, ya sudah gak apa-apa namanya manusia gak perlu sama. 

Nambah teman ya sudah pasti. Meluaskan jaringan pertemanan ya apalagi. Saya kenal banyak teman lintas kampus. Bahkan lintas profesi. Saat saya masih berstatus mahasiswi, saya jadi relawan dengan teteh-teteh dan akang-akang yang sudah bekerja (di kantor maupun yang serabutan). 

Entah bagaimana ceritanya, pengalaman tersebut membuat saya lebih berani dalam berkenalan dengan orang baru dan tidak sebaya. 

Seru! 


Dulu waktu saya masih sukarelawan, mereka bentuknya masih organisasi non-profit. Sekarang sudah jadi perusahaan deh kayaknya. Eh tapi kalau teman-teman ada rencana mau tur di Bandung, bisa loh kontak mereka. 

Kegiatannya walking tour sejarah dan wisata Bandung. 


Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi. Buset bahasanya berat sangat. Weits tenang, kegiatan mereka gak seberat namanya. 

Kegiatannya tentang zero waste alias mengurangi penggunaan plastik. Gitu aja singkatnya, kalo dijabarin tentang zero waste pasti panjang lagi. Hehe. 

Hal yang saya sukai tentang YPBB adalah orang-orangnya yang humble. Mereka berasal dari kalangan yang sama dengan saya dan kebanyakan orang. Namun mereka bisa hidup dengan minim sampah. 

Gak ada gaya hidup ramah lingkungan yang mahal-mahal perlengkapannya. Sesepele gak pake plastik, bawa botol minum sendiri, gak pake sedotan, gak pake styrofoam. 

Bersama mereka saya juga belajar tentang kompos dan biopori. 

Kalo sama YPBB kerasa banget tuh zero waste bukan gaya hidup yang mahal, justru sebaliknya: murah dan biasa aja. 


Photo Courtesy : YPBB Bandung

Dapur 'Open Kitchen' Marugame Udon & Tempura

December 14, 2014
Konsep dapur 'terbuka' lagi populer. Asyiknya dapur model begini tuh bikin tenang pengunjung. Jadi kelihatan deh cara memasaknya dan terukur kebersihannya. Dapur model open kitchen yang terakhir saya lihat adalah Marugame Udon & Tempura di Trans Square Mall.

Dapurnya tidak terlalu besar untuk menampung 30 orang kru! Yak, saya gak lagi bercanda. 30 orang pegawainya Marugame Udon tumplek tumblegh di dapurnya. Tentu saja dengan jobdesk masing-masing lah.

Marugame Udon dan Tempura di Bandung

December 13, 2014
Dua tahun belakangan, sampai hari ini, kuliner dari Jepang yang namanya Ramen lagi merajalela di Bandung. Laku!

Sampai suatu hari saya dan Gele mampir ke tempat makan di Trans Square Mall lantai dua arena foodcourt. Itu loh, si Trans Studio Mall. Kami makan-makan di tempat yang namanya Marugame Udon. 

Udon? Apaan coba Udon. Apa bedanya dengan Ramen? Well ini dia.









Konsepnya sama dengan Ramen. Yaitu Mie. Bedanya si Udon ini bentuk mienya lebih tebal. Kira-kira setebal jari kelingking manusia umur enam bulan :D


Babakan Siliwangi - Lebak Siliwangi - Hutan Kota Bandung

December 04, 2014
Haloooow!

Apa kamu masuk ke halaman karena karena sedang mencari info tentang TERAS CIKAPUNDUNG? Taman di Jl. Siliwangi itu lho? Well kalo gitu baca tulisan yang judulnya Melihat Teras Cikapundung ini aja ya.

Tulisan di bawah ini mah tentang Hutan Siliwangi, eh maksudnya Babakan Siliwangi :D

Bulan lalu ada kerjaan moto pre-wed. Saya sebagai asisten fotografer (baca: kuli barang) ikut-ikutan jepret Babakan Siliwangi, lokasi fotonya. Difoto pake hape Advan S5H. Sejujurnya saya pengen punya ponsel merek hape apel coak itu. Kameranya itu loh... kualitas hasil fotonya nya oke sekaleeee :D

Aniway, Babakan Siliwangi ada di tengah kota Bandung. Tengah kota Bandung yang saya maksud tuh di utara, tetangganya kampus ITB.

Pernah ke Babakan Siliwangi a.k.a Lebak Siliwangi? Cobain deh sesekali. Pagi-pagi sih enaknya. Siang hari berkunjung ke sini oke juga, adem dan sejuk. Kalau sore sih saya gak saranin, habisnya banyak nyamuk dan dingin.

Terakhir kali saya masuk ke dalam hutan kecilnya, masih ada mata air loh. Wow. Sayang waktu sesi foto kami gak menjelajah masuk ke hutannya. Cuma sedikit yang saya jepret.

Masuk ke Babakan Siliwangi gratis. Selain bisa jalan-jalan, kita bisa olahraga juga di wahana Sabuga. Ada trek buat lari di situ, juga ada kolam renang. Sabuga-nya sih bayar. 3.000/orang. Kalau mahasiswa ITB ada diskon, tinggal tunjukin KTM ajah.

Bayar ongkos parkir aja. Pintu masuk di Jl. Siliwangi. Kalau naik angkot kita bisa numpang jurusan Ledeng - Cicaheum, Tegalega - Cisitu, dan Ciroyom - Cicaheum.

Our Travel Playlist in Bandung (Playlist #1)

December 03, 2014



Gak ada rencana spesial untuk merayakan akhir tahun 2014 ini. Mungkin di rumah saja, mengingat Bandung kalau malam tahun baru pasti keramaiannya menggila :D

Tidak ada jadwal liburan. Semuanya sama saja seperti hari biasa. Mungkin kami akan pergi ke supermarket terdekat. Membeli satu pak sosis dan jagung. Tak lupa keju dan coklat. Ohiya, satu botol besar minuman soda! Aih kerupuk dan kuaci sudah masuk daftar belanjaan tahun baru dong :D 

Makan-makan, nonton film bajakan, dan ketiduran. Sounds boring, huh? Sebentar, saya mau merapalkan mantra andalan: yang penting kan sama siapanya, bukan ngapain aja kegiatannya. Hahaha :P 

Berharap tahun depan, akhir tahun 2015 bisa merayakan tahun baru, ulang tahun pernikahan, dan ulang tahun sayaaaa di Lombok, di Jeeva Beloam. Seminggu di sana. Hahaha maruk amat, neng. 

Anywaaaay, Bandung Diary lagi rajin nyetel lagu-lagu ini. Sambil duduk di pinggir jendela bis kota, kepala diangguk-angguk, sesekali playernya dimatikan kalau pengamen favorit sedang 'manggung' :D 

1. Paradise - Coldplay
2. Gajah - Tulus
3. Vakansi - White Shoes and The Couples Company
4. Daylight - Maroon 5
5. Could It Be Love - Raisa
6. The Walkmen - Heaven
7. Where The Streets Have No Name - U2
8. Two of Us - The Beatles, I Am Sam cover version
9. I'm Looking Through You - The Wallflowers
10. New York - Alicia Keys

Gak ada lagu baru. Semuanya lagu-lagu lama :D Coba tulis sini lagu temen jalan-jalan kalian apa aja? Saya mau dong dengerin juga, kalau ada yang cocok pasti masuk ke playlist nih. Hehe :D




Foto: Indra Yudha

Tanah Kelahiran - Ramadhan KH

December 02, 2014

1
Seruling di pasir ipis,
merdu antara gundukan pohon pina,
tembang menggema di dua kaki,
burangrang - Tangkubanprahu.

Jamrut di pucuk-pucuk,
Jamrut di air tipis menurun

Membelit tangga di tanah merah
dikenal gadis-gadis dari bukit.
Nyanyikan kentang sudah digali,
kenakan kebaya merah ke pewayangan.

Jamrut di pucuk-pucuk,
Jamrut di hati gadis menurun.

Bandung Blablablablabla I

December 01, 2014
2014 akan berakhir. Sama halnya saat waktu hari raya Idul Fitri, Bandung akan berada di puncak kemacetannya. Liburan sekolah, cuti kerja, liburan liburan liburan. Saya sedang membayangkan Bandung yang sesak dan kami sekeluarga yang manyun duduk di depan tivi menyaksikan Marsha and The Bear atau progam Silet. Keluar rumah pasti bertemu sapa dengan kemacetan. M a l e s.