Social Media

Image Slider

Sabondoroyot Main ke Keuken Bandung

10 October 2022

Keuken ada lagi dan kami sekeluarga janjian main ke sana! Ibu, adik, sepupu. Gak ngerti mengapa kalo ada event kuliner di tengah kota Bandung kami sekeluarga sangatlah cekatan. Mudah dikontak dan cepat konfirmasi saat ditanya “jadi gak?”. Sebab biasanya chat diread doang & replynya dua hari kemudian.

 

keuken bandung

Sedikit info bagi yang belum tahu, Keuken adalah festival kuliner penuh gaya di Bandung. Acaranya setahun sekali. Lokasinya selalu berpindah-pindah. Prinsipnya kota adalah playground sehingga mereka menggunakan ruang publik yang berbeda-beda tiap tahunnya sebagai venue. Acaranya hanya sattu hari.

Kusebut sebagai festival kuliner penuh gaya karena emang makanannya gaya-gaya, ngota, dan pengunjungnya pun garaya alias cakep-cakep. Kalo kami sekeluarga cakep selera makannya sudah pasti. Namun secara look sih entahlah hauhauhau.

Di mana lagi festival kuliner yang ada musik disko ajeb-ajeb jam sembilan pagi. Malamnya? ya tambah meriah. Makanan, musik, gaya hidup yang urban banget tumplek tumbleg di sini. 

 

Cuma itu gimana ya festival kayak gini kan menghasilkan sampah yang buanyak...

 

keuken bandung


Keuken pasca pandemi berlangsung 27 Agustus 2022 tajuknya Keuken Sunday Funday. Berlokasi di Kiara Artha Park, Kiaracondong. 

 

Saya datang pukul delapan pagi. Bila main ke Keuken prinsipku adalah datang pagi hari. Saat ticket box belum buka, waktu jalanan kota masih lengang, dan jam makan belum berkuasa.

Saya dan para sepupu berjalan kaki ke lokasi Keuken 2022 di Kiara Artha Park dari Masjid PUSDAI di Jl. Diponegoro. Gak jauh ternyata. Malah agak kaget kok udah nyampe lagi, makasih nih sepupuku aa tasdik yang survey rute jalan kaki tercepat. Hehe.

Dia pula yang bawa samak (tikar/picnic mat). Alhasil meski panitia menyediakan meja bangku untuk pengunjung, kami duduk lesehan di bawah pepohonan beralas samak. Nikmatnya! 

 

keuken bandung

Pagi itu tenan-tenan udah pada buka. Mantep gesit-gesit yang dagangnya. Ada booth khusus minuman tropiis: cold pressed juice semangka, nanas, jeruk. Menurutku yang paling edan adalah jus lemon. Enak banget segarnya nagih banget mana Bandung hari minggu ini panasnya rada jahanam.  

 

Saya, Ibu, adik-adik, dan para sepupu duduk bersama dan berbagi makanan. Udah kayak botram aja. Apalagi ada adik-adikku yang tukang trakteerrrr! Hehe. 

Tenan yang saya highlight karena makanannya enak:
GIGA
Sate Djempol
Gabriel Braga


keuken bandung

keuken bandung

Sejauh ini Keuken selalu sih berhasil kurasi makanannya. Ataukah Bandung aja yang selalu always makanannya enak-enak mau itu makanan lokal kayak lotek ataukah makanan impor kayak Vietnam ala-ala bahn mi bahkan fusionnya pun sedap!

Bandung dan tangan-tangan peracik masakannya emang, jago banget! 


Keuken di tahun-tahun sebelumnya yang pernah saya datangi pernah saya tuliskan acaranya, search aja di blog pake kata kunci: keuken. 



Walking Tour di Hotel Savoy Homann Bersama Cerita Bandung

02 October 2022

Hari minggu sore di kota Bandung biasanya saya habiskan di rumah. Namun bolehlah hari itu 25/9/2022 rada beda. Saya ikutan turnya Cerita Bandung di Hotel Savoy Homann. Lokasinya di Jalan Asia Afrika. Turnya bertajuk Persinggahan Orang-Orang Penting. Judul tur diambil dari sebuah buku yang ditulis haryoto Kunto, kuncennya Bandung.

Iya betul Savoy Homan hotel legendaris di Bandung, tertua dan pada masanya sangatlah berjaya. Kuhitung-hitung ini hotel usianya 140 tahun dong! 

 

tur savoy homann bersama cerita bandung


Sehabis mengikuti turnya kupikir wah mengapa Hotel Savoy Hamann gak sungguh-sungguh dalam berdagang branding ‘hotel tertua di bandung’ ini yha!

Museumnya aja gak ada. Wall of fame gitu misalnya, gak ada. Memang ada beberapa benda bersejarah terpajang tapi orang mana tahu bila gak diceritakan, ya khan. Caption pelengkap konteks si bendanya juga gak ada. Di bagian belakang hotel ada benda-benda peninggalan Konferensi Asia Afrika, tapi di belakang ditaronya. Sayang juga sih. Pajang aja di lobi hotelnya.

Berkeliling di hotel selama turnya makan waktu 1,5 jam. Kalo kamu pernah lewat Jalan Asia Afrika, pasti ngeuh dengan bangunan bulat bergaris-garis. Apalagi di malam hari cahaya dari bangunan ini menegaskan si garis-garisnya. Cantik sekali.

Itulah Hotel Savoy Homann. Arsiteknya Aalbers. Ia pula yang merancang Gedung Bank BJB di braga, Drikleur di Dago, Drie Locomotive di Dago, dan banyak bangunan ikonik lainnnya di Bandung. 

 

tur savoy homann bersama cerita bandung


Homann sendiri adalah adalah orang jerman. August Heinrich Homann pindah ke Hindia Belanda, ia pertama-tama berbisnis di Semarang sebelum hijrah ke Bandung. Begitu yang kubaca dari bukunya Atep Kurnia, Riwayat Orang-Orang Beken di Bandung.

Highlight tur ini adalah kamar yang pernah diinapi presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Kamar no 224.

Kamar mandinya ada dua. Begitupun kamar tidurnya. Ada ruang duduk bersama. Mirip kompertemen di apartemen. Terbaik dari kamar ini adalah balkonnya.

Berdiri di balkon saya bisa lihat ke arah barat. Ada Museum Asia Afrika dan Gedung Merdeka. Belum lagi De Vries yang sebelah-sebelahan dengan si hotel. Berjalan sedikit (balkonnya panjang) bisa lihat bagian timurnya Bandung. Mantap nih si balkon, pemandangan matahari terbit dapat, matahari terbenam lebih jelas lagi.

Di tahun 1955 itu Soekarno sedang sukses-suksesnya jadi pejabat negara. Dengan hawa kamar yang puitis ini, ia menginap dengan istri yang mana kah?

Begitulah, Teh Gadis memandu kami semua. Dia cerita dengan mulut ditutup masker. Suaranya lantang dan tidak terdengar capek. Napasnya teratur dan maskernya gak dicopot sama sekali.

Tur berakhir di Sidewalk Resto hotel. Kami beristirahat dijamu camilan sore yang enak-enak. Ada kuis juga ih seru banget ikutan kuis udah lama rasanya gak berkompetisi walo kompetisi dadakan dan kecil hahaha kalah sih tapi yang penting rasa senangnya itu loh! 

 

tur savoy homann bersama cerita bandung


Cerita detail tentang Savoy Homann googling aja yha. Atau ikutan turnya Cerita Bandung. Sayangnya ini bukan tur reguler. Sebuah catatan juga buat hotel Savoy Homann sih, turnya dibuat terjadwal aja.

Dari tur ini pula saya baru ketahui bahwa buku berjudul Persinggahan Orang-Orang Penting adalah buku pesanan. Kang Farhan dari Cerita Bandung yang ngasitahu.

Haryoto Kunto menulis buku ini berdasarkan pesanan pengurus hotel Savoy Homann. Karena itulah si buku tidak beredar luas di pasaran, hanya diperuntukkan bagi pemilik hotel dan rekan-rekannya.

Wah. Bayangin, hotel yang pernah diinapi pejabat negara semasa Konferensi Asia Afrika, hotel yang diinapi artis-artis mancanegara, hotel yang dirancang arsitek famous Aalbers, hotel yang arsitekturnya art deco, dan hotel yang membuat buku tentang dirinya sendiri. Wha!  

Mana hari ini gini berdagang mesti ada valuenya dan nilai hotel ini menurutnya ada di posisinya yang strategis dan terutama lagi yang gak ada lawannya: nilai sejarah hotelnya.  

Bila nanti Cerita Bandung membuat lagi tur di Hotel Savoy Homann, langsung daftar aja di sini! satsetsatset!