Social Media

Image Slider

Showing posts with label Hotel. Show all posts
Showing posts with label Hotel. Show all posts

Menginap Seribu Malam di Mulih Ka Desa

08/08/23

Hanya satu malam saja kok. Keinginan awalnya saya dan indra mau cari pemandangan yang segar-segar. Udaranya sejuk dan banyak pohon. Di bandung tempat kami tinggal juga banyak pohonnya tapi di sana kami cari uang dan bertahan hidup. Sehingga stres adanya. Lalu ketemulah dengan penginapan Mulih Ka Desa di Garut.


 nginep di mulih ka desa garut

 

Impresi pertama saya terhadap penginapannya gak terlalu bagus. Apalagi waktu masuk ke bungalownya. Seperti sudah lama kosong tempatnya. Saya pikir saat itu “wah kok begini aja ya”. Di kamar mandi ada banyak nyamuk kebon berhamburan. Saat itu saya tahu harus segera cari warung dan beli obat nyamuk.

Airnya lancar tidak ada masalah. Air panasnya pun mantap sekali! Ada televisi tabung dan kami tidak nonton. Entah ada wifi atau tidak, saya tidak bertanya.

Indra seperti biasa terlihat rileks dan damai. Dia langsung suka tempatnya.

Kami bersantai di kamar hingga sore hari. Mendung di luar dan rasanya malas sekali keluar kamar. Namun indra bilang lihat pemandangan sore yuk. Ya sudah hayuk, kataku.

Di luar hawanya dingin bukan main. Namun dingin segar khas gunung. Saya kenakan jaket. Khawatir masuk angin. Kami kelilingi tempatnya dan itulah saat-saat saya mulai jatuh cinta pada tempatnya.

Memang tempatnya terlihat lama kosong, tapi masih terurus. Banyak kembang yang terpotong rapi. Jalan setapak tanah yang organik tidak terlalu dibuat-buat alaminya. Beberapa lampu di sudut menyala warna kuning.

Ada tiga saung di tepi danau. Satu saungnya ada pengunjung sedang makan-makan. Saya berfoto.

Angin bertiup kencang, pepohonan bergoyang dahannya. Daun-daun seperti hendak berjatuhan tapi tidak. Ada pohon besar di sana, pohon karet, kata indra. Banyak sekali pohon yang saya lihat.  

 

nginep di mulih ka desa garut


Di restoran saya bertanya pada bapa-bapa yang duduk berjaga di sana. Ada pohon apa saja di sini, Pak? Dia menjawab antusias. Ada pohon nangka, rambutan, kayu putih, matoa, pisang, ki acret, mahoni, dan beberapa nama lainnya termasuk kembang-kembangan yang saya tidak ingat namanya. “Terus itu teh pohon karet,” katanya sambil menunjuk pohon yang dimaksud.

Tuh kan betul pohon karet, ucap indra.

Kami kembali ke kamar setelah membungkus dua obat nyamuk. Bapa-bapa tadi sempat cerita bahwa dinas kehutanan melarang pengambilan kayu hutan. Sementara Mulih Ka Desa punya ciri khas makanan yang dimasak di atas tungku. Untuk keperluan tungku mereka harus punya kayu bakar. Masalahnya penggunaan kayu bakar itu sudah dilarang.

Pantas saja saya lihat di depan tiap bungalow ada tungku. Namun tungkunya kosong. Bapa tersebut memberitahu bahwa sebelumnya tiap kamar dibekali satu ceret (ketel besar) berisi air minum. Ceretnya disimpan di atas tungku tersebut.

Sekarang saya paham mengapa ada banyak nyamuk merdeka di bungalow. Tidak ada lagi asap kayu bakar di Mulih Ka Desa.

Ditambah kasus pandemi, Mulih Ka Desa sekarang sedang dalam pemulihan. Baru buka lagi dan sedang dalam usaha bangkit kembali.

Malam itu saya tidur nyenyak. Ranjangnya besar dan luas, size kingbed. Ada suara-suara pohon ditimpa angin sehingga bunyinya agak horor. Namun indra meyakinkan saya itu betulan suara kayu-kayu pohon.

Sementara itu para nyamuk tewas dihantam obat nyamuk bakar. 

 

nginep di mulih ka desa garut
sore di mulih ka desa


nginep di mulih ka desa garut
pagi-pagi di mulih ka desa


 

Pagi datang dan saya buka pintu kamar selebar mungkin. Sayang sekali kalau saya tiduran saja. Kami jalan-jalan keliling penginapan dan jatuh cinta lagi. Hawanya segar murni bersih. Gunung Cikuray terlihat jelas. Pepohonan yang kemarin sore seperti orang ngamuk, pagi itu nampak kalem. Pagi yang mesra di Mulih Ka Desa.

Saya hirup udara banyak-banyak! Kalau bisa saya bungkus udaranya dan bawa ke Bandung. Terasa sekali bersihnya!

Saat matahari muncul di sela-sela pepohonan berkasnya masuk dan jatuh ke rumput, saya jatuh cinta lagi dengan panorama Mulih Ka Desa. Benar-benar cocok namanya: pulang ke desa.

Kami sarapan di saung. Ya Tuhan makanan Mulih Ka Desa enak semua! Rasanya segar dan gurih. Harusnya malam tadi saya pesan makan di restorannya saja bukannya pesan makan online dari restoran lain. Saya benar-benar tidak tahu bahwa masakan Mulih Ka Desa seenak itu. Bahkan makan siang pun saya santap di sana dan ya Tuhan enak sekali! Nila bakar dan tumis oncom genjer itu sangat memabukkan!

Sampai di mana tadi? saung ya?

 

nginep di mulih ka desa garut

nginep di mulih ka desa garut


Kami nongkrong di saung selama tiga jam. Bengong melihat danau dangkal dan ikan-ikan gemuknya. Ngobrolin tentang rencana punya kebon dan balong. Menghitung-hitung mengenai kemungkinan pindah ke kampung. Dan hal-hal penuh impian lainnya yang ada fananya tapi kami harap terjadi. Kami juga tertawa-tawa membicarakan kelakuan teman dan keluarga yang kocak.

Ah betapa damainya suasana dari tempat kami duduk lesehan di saung itu. Dan perasaan jatuh cinta saya makin bulat.

Sehingga saya putuskan akan kembali ke Mulih Ka Desa. Entah kapan tapi begitu saya bertandang lagi ke Garut, Mulih Ka Desa sudah masuk kantong wajib kunjungan.


nginep di mulih ka desa garut
tumis oncom genjer yang nikmat!

Menginap di Sekitar Stasiun Garut, Kami Tidur di RedDoorz Near Alun-Alun Garut

05/07/22

Langsung aja. Namanya RedDoorz Near Alun-Alun. Ini hotel modern terdekat dengan Stasiun Garut. Kuperhatikan ada juga hotel lainnya, tapi hotel lama yang kayaknya udah ada sejak tahun 80an deh kalo diukur dari gaya bangunannya. 

 

reddoorz hotel di sekitar stasiun garut

Saya dan Indra milih Reddoorz Near Alun-Alun Garut aja. Batas waktu check in pukul 4 dini hari. Kami masuk ke sana pukul 11 malam. Hehe lumayan kemalaman. Abisnya kami naik kereta malam.

Kereta api tujuan Bandung - Garut rada kagok sih jam kedatangannya. Mesti pagi banget dari Bandungnya atau malam hari. Alhasil buat yang gak ada rencana menginap di kota Garut rada ribet sih.

Langsung aja saya bahas penginapan nih. 



ROOM

Kayak kamar kos. Hehe. Katanya ada harga ada rupa. Dibandrol Rp230.000+++ per malam, saya ambil yang standar aja tipenya. Alias tipe termurah. Sing penting tidur enak dan ada AC. Kamar mandi bersih. Ekspektasinya sih gitu.

Kenyataannya? Ya so-so. Cukuplah. Kamarnya sempit tapi cukup buat kami tidur satu kasur. Tiga orang (dua orang ndut dan satu anak kecil kegencet. Hehe enggak yah gak kegencet kok).

Bantal ada dua dan itu saja sudah. Tambahan bantal RedDoorz sih yang signature dia banget warna merah. Total tiga bantal.

AC menyala dengan baik. Masih baru soalnya, masih segar.

Kasur melenoy tapi yeah okelah dari saya gak ada keluhan. Kasurnya spring bed cuma ya itu melenoy aja.

 

reddoorz hotel dekat stasiun garut

 

TV? oke tv kabelnya mantap! Dia pake indihome kalo gak salah. WIFI? Mantap juga. Gak ada buffering loading munding.

Tidak ada pemandangan dari jendela. Kan sudah saya sebut tadi ini mirip kamar kos-kosan.

Ada lemari untuk simpan pakaian. Ada meja untuk simpan barang lainnya.

Colokan hp tersedia di pinggir tempat tidur, hanya di satu sisinya saja. Bila kamu tipe pembawa segala macam alat digital lebih dari tiga macam, biasakan aja bawa sendiri terminal listriknya ya. 



KAMAR MANDI

Wah kamar mandinya luas jadi tidak dukdek riweuh saat berada di dalamnya. Ada air panas meski agak lama nunggu angetnya. Pun kamar mandinya bersih. Tidak wangi tapi bersih.

Closetnya oke lancar semua. Shower mulus ngocornya. Tidak ada bau-bauan pada airnya. Tersedia wastafel.

Amenities dari penginapan ada satu set: sampoo, sabun, dan pasta gigi sikat gigi. Semuanya versi ekonomis.

Kalo kamu pernah menginap di RedDoorz di awal kemunculan penginapan jenis ini, pasti tahu kalo amenities mereka terbilang mewah. Peralatan mandinya diwadahin pouch. Sampo dan sabunnya botolan. Nah sekarang tidak lagi, kini formatnya sachetan kayak di warung. Tetap terlihat fancy but yeah kurasa begini lebih efisien buat ongkos produksi. Hehe. 

 

reddoorz hotel dekat stasiun garut


LOKASI

Strategis banget! Beneran deh. Dari penginapan menuju Alun-Alun aja tinggal menggelinding. 500 meter jaraknya. Dari penginapan ke stasiun garut hanya 150 meter. Dekat banget kan.

Mau cari tempat makan pun mudah dan dekat. Ke Pasar Ceplak, surganya jajanan malam hari, pun sama dekatnya. Memudahkan bangetlah.

Beda cerita kalo kamu mau beraktivitas di Cipanas. Nah baiknya menginap di hotel-hotel sekitar Cipanas aja. 



SERVICE

Saya hanya ketemu resepsionis aja satu orang. Hospitality okelah, seperti bertemu ibu kos. Hehe. Di sini ada uang deposit Rp100.00.  Juga ada warung jadi bisa jajan tapi ibu warungnya pergi-pergi mulu deh saya mau jajan gak ada yang ngaladangan kan gak jadi jajannya.

Bagi yang membawa kendaraan sendiri di sini ada parkiran luas! Halaman parkirnya dikasih sun shading semacam waring. Menarik juga dipikirin pake waring segala.

Kebersihan penginapannya oke. Tidak boleh merokok di kamar. Bolehnya di luar kamar. Tapi janganlah merokok dekat kamar kasihan penghuni kamar lainnya. Soalnya asap rokoknya masuk kamar. Merokok di halaman parkir ajalah tolong para perokok nih dipikirin nasib para perokok pasifnya seperti kami ini. 



PRICE

Sudah saya sebut di awal tadi, ongkos tidurnya 230ribuan. Bookingnya di aplikasi RedDoorz aja karena murah. Di aplikasi hotel lainnya kulihat-lihat harganya lebih mahal.

Penginapannya gak melayani pemesanan langsung di meja resepionis. Harus online.

Begitu aja resensi penginapan dekat Stasiun Garut ini. Saya pernah menginap di beberapa hotel lainnya di Garut, hanya saja lokasi hotel jauh dari stasiun dan alun-alun. Nanti saya sambung resensi hotel lainnya ya.

Postingan tentang rekomendasi jalan-jalan di sekitar Stasiun Garut bisa dibaca di sini.

Menginap di Hotel Koening Cirebon yang Oke Juga

28/01/22

Pernah suatu kali di kota Cirebon saya menginap di hotel Koening. Hotel biasa aja bukan yang fancy. Kupilih karena harganya murah. Sekitar 200.000+++ tanpa sarapan. Waktu itu saya balik ke kota udang ini dalam rangka reuni. 

 

hotel koening cirebon


Lokasi hotelnya di Jalan Tuparev. Bila malam di sekitar hotel banyak jajanan. Jalanan pun ramai, tapi bisingnya gak sampai ke kamar yang saya inapi (di lantai 2, btw).

Dari hotel ke pusat kota mesti dicapai dengan kendaraan. Ini anggapannya pusat kota itu Alun-Alun Kejaksan. Juga kalo kamu cari toko oleh-oleh yang berada di Pasar Pagi dan Pasar Kanoman, maka lokasi hotel ini cukup jauh dari mereka. Naik ojek online nyampe lah 10 menitan ke Pasar Kanoman. Ditambah macet jadi 20 menit bisa kali.

Cirebon sekarang macet deh! terutama di perempatan Tuparev-Wahidin. Dan iya betul, Jalan Tuparev sendiri macet. Ramainya bukan main sih. Di Bandung bisalah mirip Dipati Ukur bawah area Unpad. 

 

hotel koening cirebon


Banyak furnitur tua di lobi hotel. Entah ini dahulunya bekas rumah tua atau emang sengaja dirancang gaya vintage.   

Ini bisa jadi hotel yang cocok buat kamu kalau hanya singgah untuk tidur. Sebab hotelnya bukan dirancang untuk senang-senang di hotel. Menurut saya, Hotel Koening buat anak kecil akan membosankan jika seharian hanya di kamar. Saya sendiri menginap sendirian dan hanya numpang tidur. Hehe.

Kamarnya nyaman walo ranjangnya gak empuk-empuk amat.
AC nyala.
Air gak ada masalah.  
Hot water tersedia.
Amenities ada (sabun mandi, sampo, dan sikat gigi dan pastanya).
Handuk bersih.

Televisi ada tapi gak kunyalakan sebab wifinya kencang. Seingat saya tidak ada channel tivi kabel. Channel televisiinya lokal dan nasional. Sebagai catatan saya menginap di sana tahun 2019 jadi mungkin ada yang berubah. 

 

hotel koening cirebon

hotel koening cirebon


Overall semua yang ada di sini serba cukuplah. Gak ada yang kurang, juga gak berlebih. Kebersihan kamar dan hotelnya juga oke.

Gitu aja ceritanya numpang tidur berbayar di Cirebon.

Tahu Gak Ada Banyak Hotel di Jalan Pangarang?

13/07/19
Jalan Pangarang adanya di belakang jalan Asia Afrika.

Ibaratnya mah Maliboro sebab kawasan Asia Afrika emang mirip-mirip Malioboro hitsnya, nah Jalan Pangarang ini adalah jalan dagennya.

Baru pertama kalinya saya masuk ke Jalan Pangarang. Ternyata banyak hotel di sana. Saya sendiri menginap di Reddoorz Near Asia Afrika. Nama hotelnya Hotel Mawar.




Menarik lho ternyata hotelnya. Saya kayak apa ya, gak nyangka juga sih ada hotel kayak gini di dalam sebuah jalan yang kebanyakan dari kita gak kenal namanya. Jalan Pangarang. Kalo saya banyak uang, mau juga sih bikin bisnis penginapan di jalan ini. Hehe.

Menariknya, hotel di sini murah-murah. Cocok buat backpacker. Juga bagi yang traveling dengan budget sedikit.

Ada satu hotel besar di sini. Ukuran bangunannya terbesar. Nama hotelnya Raffleshom. Saya cek di OTA, ratenya gak mahal-mahal amat. Masih di bawah 400ribu. Okelah kelihatannya ini hotel pas saya pandang dari luar.

Saya mah nginepnya di Hotel Mawar. Di sebelah hotel Raffleshom. Gimana hotel mawar nih, menarik gak?

Ya gitu aja kamarnya cocok buat tidur. Bukan staycation. Bukan tipe kamar yang istimewa. Apa karena saya bookingnya di kamar termurah ya wkwkwk gak tahu juga nih.

Tapi okelah semuanya gak ada komplen. Enak tidur, AC oke, dan pilihan channel televisi yang gak banyak tapi masih memuaskan anak saya. WIFI gak kenceng-kenceng amat tapi cukup buat cek stories di ig. Hehe.

Kalo gak salah, hotelnya terdiri dari tiga lantai. Semua kamar manghadap ke taman.

Ini hotel cukup impresif juga. Dari luar nampak hotel yang biasa saja. Masuk ke dalamnya, hmmm dia mencoba ngasih view yang enak buat tamunya. Ada taman. Dekorasi pagar kayu juga oke. Ada sedikit balkon yang muat untuk satu orang saja. Ditaronya meja kursi di situ. Cocok buat nunggu atau kalo sepi ya bisa nulis-nulis dan jadi puisi :D

Ada juga perpustakaan. Saya rasa ini bagian terbaiknya. Karena perpustakaannya ditempatkan di lantas bawah, semi outdoor, dengan sofa yang super lembar dan super empuk! Nikmatnya luar biasa pas duduk di sini. Angin semriwing, duduk terasa nyaman. Belum lagi pilihan buku dan majalahnya gak buruk-buruk amat. Ada komik Kungfu Boy juga. Majalahnya ada Tempo dan National Geographic. Juga ada novel-novel lama.


saya dan kubil nih

Sayangnya, tamu lain ikut nongkrong juga. Kan deket sofa ada kursi-kursi ala meja makan gitu.  Dan mereka merokok. Heuuuu bubar deh.

Terus di sini ada galon di tiap lantai. Lumayan bisa isi ulang kan gak usah beli-beli air putih lagi.

Keluar Jalan Pangarang, ketemu Jalan Dalem Kaum. Sebrang-sebrang aja nanti masuk ke jalan Asia Afrika deh. Udah gitu aja langsung masuk ke areal wisata. Ke Braga ya tinggi lurus saja dari Jalan Pangarang itu. Gampang lah.

Hotel Raffleshom stratanya tinggi.
Hotel Mawar strata keduanya.
Nah hotel-hotel lain ada yang lebih murah.
Tapi pas kamu browsing penginapan di sini, perhatiin juga review-reviewnya. Rekomendid gak. Hotelnya kayak gimana nih. Bahaya gak buat keluarga dengan anak (siapa tahu sih ada praktek plus-plus :D). Ya usahakan riset selalu lah. Gampang kan riset zaman sekarang mah.

Sejauh ini yang saya rekomendasikan Hotel Raffleshom dan Hotel Mawar. Keduanya pun berafiliasi dengan Reddoorz dan Airy. Sok aja dicek-cek.

Udah lama saya gak review penginapan ya hahaha gini nih pensiunan agen agoda emang :))))








Foto: Ulu

Review De Braga by Artotel di Bandung

13/01/19
Hotel baru di Bandung. Lokasinya tepat berada di gedung Sarinah dahulu berada. Pada tahu Sarinah kan? Toko legendaris di Indonesia, department store pertama di negara ini. Idenya berasal dari Soekarno. Sarinah yang saya ingat adalah toko yang luas banget dalemnya dan memajang produk-produk kerajinan lokal.

Setelah 7 tahun (atau 10 tahun?) Sarinah 'tidur', nah sekarang Sarinah muncul lagi. Namun keberadaannya gak sendiri. Sebab ia berkolaborasi dengan hotel bernama De Braga by Artotel.



Ke sanalah saya berkunjung, melongok hotel tesebut dan Sarinah sekaligus. Baiklah gak perlu berlama-lama, ini review hotel De Braga by Artotel.

ROOM

Ada tiga tipe kamar di sini: Studio 25, Studio 35, dan de Braga Suite. Angka tersebut menunjukkan luas kamarnya. Suite tentu saja yang terluas dan ternyaman. Coba saya jabarin satu-satu kayak apa kamarnya. Let's go!

Studio 25

Kamar yang harganya paling ekonomis. Luasnya kira-kira 5x5m (kurang dikit). Untuk mendapat kamar dengan jendela yang mengarah ke pemandangan oke, kamu cantumin aja di remarks/special request pemesanan kamar hotel. Mudah-mudahan dikasih kamar dengan best view. Waku saya lihat kamarnya, jendela mengarah ke kolam renang.

Untuk keluarga kecil atau pasangan muda tanpa anak, kamar ini terbilang cocoklah. Kalo diperhatiin, kamar hotel di sini dibuat ala milenial: compact. Gak ada ruang yang kebuang percuma. Dibilang sempit ya memang.

Ranjang ukuran queen dengan bantal dua biji. Jarak dari ranjang ke televisi enak juga, gak bikin mata jereng atau leher pegal.

Lantas kamar mandinya bagaimana? standar aja shower+toilet. Kamar mandinya gak sempit, leluasa kalau mau pake berdua sekaligus.

Coba dilihat poster ini untuk tahu fasilitas di kamarnya apa saja. Ada hair dryer dan bisa rikwes bathrobe.



Studio 35

Nah ini luas kamarnya oke. Udah gitu ruangannya terbagi tiga: ranjang, meja kursi (semacam dining table), kamar mandi.

Sepengalaman saya menginap di hotel, saya gak butuh dining table seperti itu. Tapi mungkin kerasa fungsinya ya, buat naro barang belanjaan misalnya. Atau tas-tas kita. Lemari untuk simpan barang mah ada, tapi kita cenderung suka naro begitu aja di alas yang terdekat dengan pintu. Iya gak sih :D

Ranjang di sini masih ukuran queen. Tapi mungkin bisa rikwes kalua mau ranjang ukuran king, coba aja dulu :D

Jendela di kamar ini viewnya oke. Karena lantainya lebih tinggi dari kamar Studio 25 kali ya. Suasana kamarnya juga nyaman. Artotel ini menyediakan kamar dengan dekorasi mural di satu/dua dinding. Jadi ya, menambah semarak mood kamar tapi gak bikin kita terganggu. Lebih artsy aja jadinya.

Fasilitas di kamarnya apa aja?



de Braga Suite

Kalo mau kamar dengan kamar mandi yang ada bathtubnya, nah bookinglah kamar ini. Cocok untuk pasangan bulan madu, traktir orang tua, booking untuk bos dan keluarganya :D

Pemandangan dari kamarnya, wuih jangan ditanya. Hahaha. Seru! Bisa lihat Braga dan Asia Afrika.

Harga memang gak bohong. Kalau di apartemen, kamar ini udah disewa jadi 'rumah'. Sofanya aduduh enak banget! Kalo mau tidur tinggal naik ke ranjangnya yang ukuran king.

Fasilitasnya di kamarnya lebih semarak juga, termasuk ada bathrobe, complimentary berupa buah-buahan. Amenities juga jauh lebih lengkap, termasuk fasilitas buat nyetrika.





FOOD

Saya nyicipin sarapan di Artotel Braga. Oh tunggu, 'nyicipin terdengar irit. Saya makan besar di sini! Apa aja menu sarapan di hotel de Braga by Artotel?

Buanyak!


makan ronde pertama


Prasmanan menu lokal ada. Ada dua table malahan.
Menu sarapan ala western juga pasti ada.
Buah-buahan.
Aneka salad.
Dessert berupa puding dan pastry bakery (sampe kue Ali Agrem juga ada, hayooo tahu gak Ali Agrem kayak apa? hihihi).
Air minum standar mah ada, tapi ada pilihan jus tiga macam: apel, jeruk, mangga.

Ditambah di weekend ada menu nasi tumpeng. Sarapan mewah meriah!

Restonya juga nyeni. Muralnya sampe ke sini. Seperti hangout di kafe. Resto terbagi dua ruangan: indoor dan outdoor. Kalau cuaca cerah, cobalah makan di outdoornya. Kemarin saya dan teman-teman bersantap di sini. Rasanya seperti sedang piknik.

Sewaktu sarapan di sana, saya mencoba Ayam Mentega dan Kailan Saus Tiram. Terima kasih, Chef Artotel Braga. Enak banget masakannya saya nambah duakali!


LOCATION

Lokasi de Braga by Artotel sudah jelas ada di Jalan Braga. Di seberang Museum Konperensi Asia Afrika. Kalo kamu mau jalan-jalan di kota dan menginap di sini, posisi hotelnya udah strategis banget.

Gak usah kena macet, kamu udah bisa jelajah bangunan kuno sepanjang Jalan Asia Afrika, masuk ke museum, nongkrong di Alun-alun. Lalu kamu susuri Jalan Braga. Masih jalan kaki, dekat banget soalnya. Eh bukan dekat lagi lha hotelnya ada di Jalan Braga kok. Hehehe.



Pengen jalan-jalan rada menjauh, kunjungi Balaikota. Menurut saya sih dari Artotel Braga ke Balaikota masih dekat, tapi bila malas berjalan kaki tinggal pesan ojeg online. Ongkosnya palingan 5ribu doang, dengan promo bisalah 2ribu :D

Mau ke Dago? Haduh ini masih dekatlah. Jika terasa jauh ke mana-mana sewaktu kamu berlibur di Bandung, itu karena macet saja. Dari Braga ini relatif dekat ke mana aja sekitar kota. Ke Lembang mah baru jauh. Heuheu.

Coba dibaca dulu tulisan saya tentang Jalan-jalan di Bandung 2 Hari 1 Malam ini, ada itinerary segala termasuk jalan-jalan di Braga.


SERVICE

Saya baru mencicipi fasilitas sarapan di sini dan menurut saya pelayanannya oke. Gak ada komplen. Ramah sudah pasti. Sigap tentu saja.


FACILITES

Kolam renangnya! Mesti disebut duluan hahaha. Ukurannya gak besar-besar amat tapi masih cukup. Kayaknya kalo weekend bakal penuh sih kolamnya. Tersedia kolam renang untuk anak-anak.



Sepeda yang bisa kita pinjam untuk jalan-jalan. Gratis.

Terrace Caffee sebagai tempat nongkrong di tepi Jalan Braga.

Sarinah tentu saja. Dengan bobot legendanya, menurut saya lebih oke kalau Sarinah ditempatkan di depan hotel, sebelah-sebelahan mungkin dengan Terrace Caffe. Sebab namanya menyedot perhatian, bagus untuk berfoto dan dijamin ramai di media sosial. Begitu juga isi tokonya. Produknya bagus-bagus banget! Jadi pejalan kaki dan pengunjung umum bisa berbelanja di sana. Saat ini posisi tokonya ada di dalam hotel. Hanya tamu hotel saja yang dapat masuk ke Sarinah.



Meetspace yang artsy. Ada empat ruang meeting di sini dan semuanya bagus-bagus banget! Tiap ruangan terpisah sekat dan bisa dipake untuk resepsi pernikahan.



semacam art gallery yang dikelilingi meetspace

Saya suka ruang meetingnya. Gak sempit, well-designed, warna dinding dan dekorasi ruangan yang simpel tapi gak terkesan kosong dan gak membosankan. Belum lagi lokasi meetspace ini satu lantai dengan artspacenya Artotel Braga. Kesannya jadi jauh dari kaku dan dingin. Ini kalo kamu suka bikin acara, saya rekomendasikan tempat ini. Coba dikontak Artotel Braga berapa gitu harga sewanya :D

Dolce Gusto. Saya udah sebut belum sih di tiap kamar disediakan Dolce Gusto? Itu lho mesin kopi masa kini. Harganya kopinya sudah termasuk harga kamar jadi gak ada biaya tambahan. Ini fasilitas unik yang juga tambahan sih, sebab fasilitas standar tiap kamar seperti kopi, teh, gula, dan air putih udah ada.



PRICE

Harga kamar mulai dari 500.000+++ sampai 1.300.000+++. Harga termasuk sarapan. Bukan harga yang fantastis untuk ukuran Braga. Tinggal dicocokan dengan isi dompet kita.

de Braga by Artotel
Jl. Braga no. 10
www.debragahotel.com


Petunjuk Arah ke de Braga by Artotel?

  1. Minta bantuan googlemap, ketik aja de Braga by Artotel di mapnya.
  2. Atau pesan taksi online/konvensional.
  3. Lokasi hotel tepat bersebelahan dengan Bank Jabar, bersebrangan dengan Museum KAA.
  4. Gak ada angkot yang lewat tepat di depan hotelnya. Bila menginap di sini, asumsi saya bilang kamu gak mungkin naik angkot :D 


Patradissa: Hotel (Murah!) di Seberang Balaikota Bandung

16/12/18
Saya nih, kalau lihat hotel-hotel lama kayak Patradissa ini bawaannya gemes. Sebab hotel lama lokasinya strategis. Udah gitu harganya terjangkau banget. Tapi hotelnya ya interiornya begitu-begitu aja sejak dulu.

Waktu saya menginap, tarifnya 250ribu. Bayangin lokasinya di jantung kota Bandung. Di seberang Balaikota. Di tepi jalan Wastukencana.


Arsitektur bangunannya agak aneh. Sofa-sofanya ala rumah zaman 80an. Pegawainya kebanyakan bapak-bapak. Mas-mas gitu. Resepsionisnya pun bergaya tempo dulu. Hotel-hotel yang suka kita lihat di film Warkop DKI lah kira-kira.

Saya ambil kamar termurah. Butuh buat tidur aja emang. Ngapain orang Bandung nginep di hotel di Bandung juga :D

Bukan staycation. Kami menginap dalam rangka mau nonton Karnaval Kemerdekaan. Acaranya dari siang sampai sore. Ditambah malamnya, ada meeting, janjian dengan seorang teman.

Mana malam sebelumnya abis begadang. Hadoh capek bolak-balik ke rumah yang jaraknya 28km dari kota. Akhirnya memutuskan booking aja yang murah tapi bersih. Murah tapi deket ke mana-mana.

Musim liburan waktu itu. Akhirnya dengan budget terbatas, Hotel Patradissa lah jawabannya. Ayok mulai review dari kamarnya.


ROOM

Masuk ke kamar, yang saya perhatikan pertama kali ada cat dindingnnya yang waduh-cat-warna-apa-ini! Paduan dua warna, kalau tidak salah sedikit oranye namun tidak mencolok dan hijau. Lantai keramik warna cokelat.

Begitu juga di kamar mandi. Astaga warna catnya hijau. Tidakkah mereka mengenal warna cat putih atau krem :D 

Ranjangnya lupa bagaimana :D nyaman-nyaman saja gak ada komplen. Televisinya ada di atas banget, dirancang buat nonton tapi sambil tidur. Namun ketinggian deket langit-langit. Wkwkwkwk.

Etapi mereka ada channel Natgeo walo gambarnya rada rumek :D

Di dalam kamar ada kursi dua buah. Lemari menyimpan barang. AC okelah. WIFI waktu itu sih buruk. Gak tahu nih sekarang.

Di depan kamar ada bangku dan meja teras. (Jendela) Kamar kami menghadap ke sebuah taman.

Kamar mandinya (selain warna dinding) masih oke. Bersih. Ada shower, toilet, dan wastafel. Amenities standar: handuk, sabun, shampoo, dan sikat gigi + pastanya.


FOOD

Ini nih jagonya hotel lama: makanannya enak-enak!  Sarapan pagi standar banget cuma nasi goreng dan telor ceplok. Kami makan di kamar aja. Fyi, rasa makanannya enak banget.

Saya pesen lagi satu porsi. Sebab saya pikir porsi saya dan Kubil bisa barengan. Enggak ternyata wkwkwk. Saya rakus, Kubil apalagi. Wah empat jempol buat chefnya nih.

Selain menu sarapan, saya gak pesan apa-apa lagi. Kayaknya mereka gak jualan makanan juga deh. Cmiiw.



LOCATION

Ow ini mah strategis banget. Di Jalan Wastukencana gitu lho. Ke Balaikota tinggal loncat :D

Kalo buat saya yang waktu itu mau nonton parade di sekitar Jalan Merdeka, ini hotel udah paling cocok. Tapi buat para turis, ya gak tahu juga sih. Biasanya kalian ke Lembang kan ya? Atau ke Ciwidey? Terus ke area Asia Afrika dan Alun-alun? Ke Braga?

Jika iya, menurut saya hotel ini masih okelah buat diinapi. Emang jauh sih ke Ciwidey mah. Ke Lembang, lebih deket kalo kamu nginep di hotel-hotel di sana atau area Setiabudi. Di Asia Afrika juga masih kagoklah, tapi bisa deket kok kalo kamu tipe traveler doyan jalan kaki.

Terus apalagi ya.  Oh service!


SERVICE

Standar. Baik banget enggak. Cuek banget juga enggak. Tapi gak ada yang berkesan sih. Biasa aja semuanya :D

Oh saya mau makasih sih ke petugas resepsionisnya. Sebab saya boleh titip tas karena waktu check in masih lama namuna saya ada urusan di sekitar Jalan ABC.

Kami bertiga jalan kaki aja sampai Alkateri. Beres, balik lagi ke hotel pun jalan kaki.


PRICE

250ribu/malam. Termasuk breakfast. Kamar superior.

Jadi, kawan-kawan, bila kamu mencari penginapan yang adanya di pusat kota Bandung, di tepi jalan utama, gak masalah dengan interior, gak peduli dengan desain, dan menginap patungan bersama teman, ya bolehlah di Patradissa ini.

Hotel Patradissa
Jalan Wastukencana no. 7A
Di seberang pintu masuk Balaikota 





PS: maapkan foto yang gak proper :D 

Tiga Malam di Hotel Sidodadi Cirebon

13/12/18
Aslinya sih rencana kami menginap di Hotel Sidodadi hanya semalam. Ternyata ada urusan kerjaan di Cirebon yang gak beres dalam sehari. Ditambah hotelnya oke juga. Jadilah kami perpanjang tidurnya dua malam, gak mau pindah hotel. 

Tulisan jalan-jalan di Cirebonnya sendiri ada di artikel yang lain. Cek ke kategori Outside Bandung ya. 

Bila cari kota buat dijelajahi di musim liburan besok, pergi ke Cirebon aja. Bandung pasti macet berat :D Lagipula menurut saya mah kota udang ini seru buat dieksplor, dia teh termasuk kawasan wisata Indonesia yang unik. Cocok buat orang-orang metropolis yang garing kayak kita. Wkwkwk apeu atuh metropolis :D

Seriusan deh ini. Kalau teman-teman ada kesempatan jalan-jalan di Cirebon, menginaplah di Hotel Sidodadi. Gak ada kolam renang sih. Juga ini hotel lama. Tapi ini nih yang saya sering temukan di hotel lama: ruangan kamarnya luas, makanannya enak-enak ala rumahan, dan pegawainya baik-baik amat! Bersih mah ya sudah pasti atuh. 



review Hotel Sidodadi


Urusan check in cepat dan praktis. Standar lah cuma cek KTP doang. Deposit gak ada. Jadi kita mulai dari mana nih bahas hotelnya? Kayak biasa aja ya dari kamar tidur. Let's go!

ROOM

Kalau gak salah ingat, saya pesan kamar termurah. Kamar superior. Bednya twin. Karena itu yang ada pas saya pesan di Pegipegi. Masalahnya harga termurah ada di aplikasi itu. 

Dan kamarnya luas banget! pake ada kursi ala teras segala. Satu meja dua kursi gitu. Kalau kamar itu dikontrakin mah cocok buat yang baru menikah atau punya anak satu :D  

Ranjangnya okelah, gak empuk banget tapi juga gak keras. Disediakan bantal aja dua biji. Ada saluran tivi kabel, ada AC (wajib ini kalau ke Cirebon, carilah kamar yang ada ACnya), lantai marmer. Nyamanlah. 

Penerangan aja yang rada gimana gitu menurut saya. Warnanya kuning, setelannya untuk tidur enak. Bukan untuk membaca. Wifi gimana? Ada tapi kurang kenceng.

Ada jendela gak? Ada banget!



review Hotel Sidodadi

review Hotel Sidodadi


Terus ke kamar mandi. Lumayan bersih kamar mandinya. Agak usang sih karena hotel senior. Tapi masih okelah. No complaint. Air hangatnya lancar, amenitiesnya standar. 

Overall kamar tidur dan kamar mandi memuaskan. 


LOCATION

Di jantung kota Cirebon. Di Jalan Siliwangi. Dari stasiun kereta api mah tinggal jalan aja dikit. Langsung deh ketemu hotelnya. Kalau dari terminal bis mah iya jauh. 

Angkot yang seliweran di depan hotel pun ada banyak. Tinggal pilih mau ke mana. Sekarang di Cirebon sudah ada ojek online. 

Jika mencari tempat makan, nah ini agak jalan dulu. Naik angkot aja ding. Pergilah ke Jalan Siliwangi arah Pasar Pagi. Atau ke Jalan Kartini cari mall. Sebenernya di sebelah hotel ada restoran sih. Ada warteg sih. Menurut saya mah makanannya oke juga. Kami makan dua kali di sana soalnya, di warteg itu khekhekhekhe :D 

Hotel Sidodadi gak jauh dari tempat wisata. Ke keraton dekat, ke mall-mall andalan Cirebon pun 'tinggal loncat'. Hehe. Hotelnya juga sepelemparan batu dari Alun-alun Kejaksan, bila malam hari banyak yang jualan makanan di sana. 


FOOD

Wah ini mah enak euy! Sarapannya oke-oke banget rasanya. Kesannya yang masak adalah bibi atau paman kita yang jago masak. Menunya pun tradisional. Bukan yang canggih-canggih.

Menu terdiri dari menu prasmanan, roti-rotian, buah-buahan, dan dessert berupa puding. Minumnya standar sih kayak teh, kopi, dan ada jus jeruk. 


review Hotel Sidodadi

review Hotel Sidodadi


Terus restorannya guede banget. Luas dengan jendela besar-besar. Cermin raksasa. Meja makan bulat dengan taplak motif Mega Mendung dan kursi makan yang tipenya kayak kursi santai-santai di balkon. Wah rasanya seperti ada di tahun 80-90an. Jadul dibungkus kemewahan! 

Pada masanya Hotel Sidodadi ini hotel termahal kali ya ahahahaha :D 


SERVICE

Kebanyakan pegawai yang saya temui bapak-bapak. Seragamnya batik. Ada juga perempuannya tapi gak lihat ada banyak. Semuanya baik banget. Baik karena emang alaminya begitu ya bukan baik karena disuruh bosnya :D 

Kenapa ya hotel-hotel lama begini tuh punya sentuhan berbeda dengan hotel masa kini. Gak cuma dari penampakan bangunan dan namanya (Sidodadi, bagus banget namanya!), tapi juga resepsionisnya, orang-orangnya, perabotannya, suasananya. Semuanya terkesan selow banget. Kalem gitu. 

Saya sih suka, gak ada tuh efek horor atau sendu-sendu gimana gitu. Yang ada malah kebawa tenang.  Seneng banget! Kayak menginap di rumah paman. Tapi berbayar :D 

Di dalam hotel banyak pohon. Dia kan hotelnya bukan satu bangunan menclok, tapi ada taman besar di bagian tengah. Sekalian tempat parkir mobil sih. Tiap kamar menghadap ke arah taman tersebut. Ada banyak pohon di tepi-tepi taman. Ada juga perosotan dan ayunan. Sederhana aja sih sebenernya mah. Tapi ya itu, karena sederhana rasanya jadi kayak selow abis. 


review Hotel Sidodadi


HARGA

Waks udah lupa lagi berapa detailnya. Yang pasti mah 250ribuan/malam. Waktu saya pesan di aplikasi Pegipegi, emang yang termurah di sana. Ada diskonan :D 

Beberapa kali saya booking hotel via Pegipegi emang oke. Perhatiin program Promonya untuk dapetin harga termurah. Cek promo tuh buat saya udah default tiap buka Pegipegi. Hahaha. 

Tapi ada juga beberapa alasan lain bikin saya pesan kamar hotel mulu di Pegipegi. Apa aja? 



review pegipegi



Pepepoin Bila Memesan Kamar Hotel


Setiap booking kamar hotel di Pegipegi, kita dapat poin. Bisa dikumpulin tuh buat dituker sama diskonan hotel. Anggep aja kayak tabungan. Tapi Pepepoin gak akan kamu dapetin kalau kamu booking pake kode promo. 

Pepepoin akan masuk ke akun kita bila sudah lewat tujuh haris sejak kita check out dari hotelnya. 1 pepepoin = Rp25

Proses Pemesanan yang Gak Ribet

Wah ini mah penting banget. Gak pake ribet! Ntar buka aplikasi Pegipegi. Pilih Hotel. Abis itu masukin tanggal mau nginep dan checkoutnya, masukin jumlah orang, jumlah kamar. Search!

Udah deh tinggal pilih yang tercocok untuk kalian. Sssst...jangan lupa cek dulu ada promo hotel apaan, lumayan kalau dapat diskonan hahaha. Etapi ingat ya, kode promo dipake, kalian gak dapat pepepoin.

Proses pembayaran di Pegipegi pun mudah banget! Sok mau bayar pake apa ada semua fiturnya. Mbanking, bayar di minimarket, transfer. Ada semua.

Terus ceritanya gak jadi nginep nih. Mau refund. Susah gak? kagaaaakkk :)

Refund di Pegipegi

Untuk refund ntar teman-teman cek di email konfirmasi pemesanan kamar hotel. Kalian juga bisa lihat di metode pembayaran. Di sana tercantum informasi mengenai peraturan Refund dan besaran biaya pembatalan. Kan suka ada hotel yang ngecharge biaya pembatalan. Ntar cek di bagian kanan bawah, khusus di bagian 'syarat dan ketentuan pemesanan'.

Nanti pemberitahuan cancelation masuk ke email kita. Butuh waktu sekitar 14 hari untuk refundnya, gak bisa langsung ateuh :D Kecuali kalian booking pake kartu kredit sih, biasanya ada ketentuan khususnya kalo berkenaan dengan kartu kredit.


Rekomendasi jalan-jalan ke Cirebon, bisa teman-teman baca di sini. Selamat liburan, selamat jalan-jalan :) 

Review Hotel Backpacker di Jalan Riau Bandung: SubWow Hostel

29/10/18
Menarik ya ada hotel untuk backpacker di Jalan Riau. Hooh gak salah baca: di Jalan Riau! SubWow Hostel namanya.

Fyi, Jalan Riau ini termasuk wilayah jantung kota Bandung. Terkenal dengan barisan FO sih di sini sebagai tempat belanja di Bandung. Tapi menurut saya mah Jalan Riau gak cuma tempat belanja aja. Tapi juga surganya kuliner Bandung!

Minggu lalu kami nyicipin rasanya menginap di Subwow Hostel ini. Saya ceritain ya gimana pengalaman di sana. Kayak biasa saya bahas mulai dari kamar, lokasi, service, sarapan, dan harga.


hotel backpacker di Bandung


Bila ada dua hal yang menurut saya jadi keunggulan SubWow Hostel, maka itu adalah kamar mandinya di dalam kamar tidur dan lokasinya di jantung kota Bandung.

Here goes!

ROOM

Saya, Indra, dan Nabil menginap di kamar untuk empat orang. Ranjangnya bertingkat. Satu ranjang terdapat satu bantal dan satu selimut.

Ada lemari empat buah dengan kunci untuk masing-masing pintu.

Ada televisi di tiap kamar dengan channel yang menurut saya mah oke untuk penginapan sekelas hostel begini (kita ngomongin Fox Movies, History, dan National Geographic).

Penerangan cukup baik. Warnanya disetel untuk kita istirahat. Hanya saja di dua ranjang bawah kalau kamu mau tidur sambil baca buku gak bisa. Sebab gak ada lampu penerangannya. Beda dengan ranjang di atas karena dekat dengan langit-langit yang ada lampunya.

Ada dua colokan (karena kamarnya diperuntukkan untuk empat orang). Namun saran saya mah bawa colokan berkabel panjang ya. Sebab zaman sekarang sebelum dan bangun tidur pun kita pegang hp bukan? Hihihi. Colokannya ada di bawah televisi. Jauh dari posisi ranjang. Atau gak juga juga gak apa-apa sih, itung-itung istirahat lah dari hp yang dicharge.

Ada kaca. Posisinya tepat di belakang pintu alias nempel di pintunya.


hotel backpacker di Bandung


Amenities tentu saja gak ada, namanya juga nginap di hostel. Bawa perlengkapan mandi kamu sendiri. Mulai dari handuk sampai sikat gigi. Namun kalau itu semua gak kamu bawa dari rumah, hostelnya menyediakan perlengkapan mandi kok. Tapi dibeli ya :)

Pindah deh sekarang bahas kamar mandi. Menarik banget sih hostel ini ngerti kalo orang Indonesia kebanyakan -yang plesir di negaranya sendiri, tentu aja- gak cocok-cocok amat dengan konsep hostel backpacker yang tidur ramean dan kamar mandinya dipake gantian dengan orang lain.

Di sini ada lebih banyak kamar tidur dengan kamar mandi di dalam dibanding kamar tidurnya saja. Ini kalau kamu study tour atau travel trip ke Bandung bawa rombongan dan hanya butuh tempat untuk tidur saja, udah ada booking Subwow Hostel. Gila murah banget dan ada kamar mandinya di dalam kamar!

Kondisi kamar mandinya pun menurut saya mah oke. Gak mewah lah tentu aja namanya juga hostel. Tapi bersih lho.

Ada shower dan toilet. Air di shower bisa panas dan dingin. Emang kecil ukuran kamar mandinya tapi gak ganggu. Seenggak-enggaknya mah ada privasi di dalam kamar dengan kamar mandi di dalam. Iya gak? :D

Btw WIFINYA OKE BANGET!


LOCATION

Bagus banget lokasi hostelnya! Keluar penginapan udah Jalan Riau aja. Mau jalan-jalan bisa jalan kaki menyusuri trotoar menuju pusatnya kegiatan wisata di Jalan Riau. Atau biar cepet tinggal order ojek online.

Tergampang dijangkau dari lokasi SubWow Hostel adalah tempat makan enak di Bandung. Rekomendasi saya: Gang Nikmat, Sate Anggrek, dan Rumah Makan Padang Sari Bundo. Gang Nikmat ini malah deket banget, sebelah hostelnya banget. Wkwkwk.

Bahkan ya bagi yang males kena macet ke Lembang, jalan-jalan aja di sekitar Jalan Riau udah paling cocok. Biasanya backpacker begitu kan, pengennya cari tempat yang gak mainstream. Gak biasa. Pengen deket dengan warga lokal. Ingin merasakan hawa dan suasana kota Bandung yang gak disebut di web-web wisata sebab males sama dengan turis lainnya.


Subwow Hostel Bandung


Di Jalau Riau -selain belanja di FO- kamu tuh bisa banget terhubung dengan jalan-jalan lain yang gak jauh.

Di Taman Cibeunying misalnya, bisa sewa sepeda bike sharing kota Bandung yaitu Boseh. Pake aja bersepeda keliling taman. Di daerah Cihapit, wagggh ini mah surga kuliner kota Bandung! Bisa jajan surabi oncom yang lezat, kupat tahu yang nikmat, sampai dengan odading-cakue yang rasanya mantap. Jangan ketinggalan masuk ke dalam pasarnya dan makan gepuk di warung Mak Eha, tempat ini tuh bahkan direkomendasikan Pak Bondan Winarno.

Masih kurang jelajahnya? pergilah ke Roti Gempol dan Toko Bawean. Mau ke mall, datangi BIP dan Yogya yang harga lengkap produknya bagus-bagus.

Jalan Riau mah pokoknya lengkapkapkap!

SERVICE

Standar lah servicenya. Ramah dan helpful. Gak ada kesan berlebihan. Juga gak ada kesan cuek pada pelanggan. Kalau saya kasih nilai 1-10, maka service di sini nilainya 8.

FOOD

Hostel yang ngasih sarapan non-roti? baru ketemu di sini hahahaha. Makan paginya udah kayak lagi nginep di hotel bintang dua-tiga.

Ada nasi dan lauk pauk tiga macam. Sewaktu kami menginap di SubWow, menu sarapannya nasi+bihun goreng+tumis brokoli+ayam kecap. Belon lagi ada kerupuknya. Air minum ada air teh, kopi, dan air putih. Dikasih buah-buahan juga.


hotel backpacker di Bandung


Rasa makanannya pun gak buruk. Malah ayamnya enak banget!

Jadi paling cocok bawa rombongan ke sini lah udah. Tidur terbilang nyaman walo kasurnya menurut saya agak keras. Kamar mandi ada di dalam kamar. Terus pake ada sarapan segala.

PRICE

Harga kamar SubWow Hostel di hari kerja berbeda dengan harga di hari Sabtu dan Minggu. Untuk kamar yang saya tempati, harganya 150ribu di weekend dan 128ribu di weekday.

Oiya kalau di hostel begini diitungnya bukan per kamar sih tapi per-bed, per-orang. Harga tersebut bukan harga perkamar ya tapi per-orang.

Untuk kamar tidur yang tanpa kamar mandi alias tipenya shared bathroom, harganya 100ribu di weekday dan 128ribu di weekend.

Total kamar di sini ada 32 dengan rincian ranjang sebanyak 51.

Oiya SubWow Hostel udah bisa dibooking via OTA kayak booking.com, traveloka dan pegipegi.


hotel backpacker di Bandung
kamar dengan 1 bed untuk 1 orang

Jadi SubWow Hostel ini recommended gak? highly recommended banget menurut saya mah kalo kamu cari hotel murah di Bandung.

Nginep di sini menang banyak buat kamu yang jalan-jalannya super irit. Bagi teman-teman yang mau biztrip di Bandung dan budgetnya dihemat-hemat banget, nginep di sini udah paling enak sih.

Cocok gak untuk keluarga dengan anak? menurut saya lebih cocok untuk keluarga tanpa anak. Tapi juga cocok bagi yang anaknya masih balita, sepadan dengan harga menginapnya.

Atau kalau sekeluarga besar menginap ramai-ramai traveling tapi budgetnya tipis, bisa nginep di SubWow ini nih.

Subwow Hostel
Jalan Riau no 207 Bandung

Lokasi tepatnya SubWow ada di basement Hotel Grand Tebu. Jadi, kamu cari deh Grand Tebu ada di mana. Hostelnya satu bangunan dengan hotel tersebut. Nanti tanya ke bapak-bapak security pintu masuk SubWow di mana. Agak tricky juga soalnya pintu masuknya. Pokoknya patokannya hotel Grand Tebu ya!





Foto: Nurul Ulu
Tulisan: Nurul Ulu