Wisata Kuliner Satu Hari di Bandung

November 04, 2019
Satu hari itu sebentar terasanya. Iya kan? Apalagi bila kita sedang berlibur. Waktu terbang kalau kita bersenang-senang. Waktu melambat jika kita kesusahan. Hahaha dunia dan ironinya ini memang!

Bila teman-teman hanya punya waktu satu hari di Bandung, kira-kira perginya mana? ngapain saja? menumpang apa?

Sebagai warga lokal, saya coba kasih susunan kegiatan di Bandung selama satu hari. Meskipun pendek, bukan berarti gak bisa ngapa-ngapain.

Saran saya sih, cari tahu dulu kesenengan kamu apa. Mau ikutan saran web-web travel pada umumnya, bisa. Mau riset sendiri berdasarkan minat, bisa banget!

Misal nih, kesukaanmu adalah kuliner. Nah kita susuri Bandung dengan kulinernya saja bagaimana?

Perginya berkuliner, makan-makan, dan dari satu tempat ke tempat lain menumpang apa saja boleh. Angkot, motor, maupun mobil. Kalau kamu sudah sewa mobil, misalnya saya rekomendasikan sewa mobil online TRAC, karena hendak plesir lebih dari satu hari di Bandung, ya gak apa-apa juga. Saya setel tur kulinernya semudah dan sepagi mungkin kok.

Mulainya dari Pasar Cihapit yuk! Ini surga kuliner jantung kota Bandung di pagi hari. Nanti di penghujung hari, petualangan kuliner kita berakhir di warung kopi. Di antara semuanya, kita sisipkan makan siang beraroma nusantara yang nikmat di mulut namun menyiksa usus-usus kamu itu. Haha.

Yok mulai!


Surabi Oncom di Pasar Cihapit


Mencari camilan warga Bandung di pagi-pagi, ya inilah jawabannya. Surabi. Udah tahu kan surabi bagaimana bentuknya, gak usah saya jelaskan lagi.




Bila berburu surabi di Bandung, Cihapit jawabannya. Cari rasa oncom dan kinca. Keduanya saya kira rasa-rasa tradisional yang...bandung banget!

Ada sih rasa-rasa modern, surabi dengan topping keju atua cokelat misalnya. Namun, hidup dikelilingi keju apa salahnya mengigit surabi dengan oncom yang enak itu. Saya bilang enak, memang di sini yang terenak se-Bandung.

Makan dikit saja. Surabi oncom satu, surabi kinca satu. Habis itu kita ke...

Kupat Tahu Gempol


Nah ini. Kita beranjak ke makanan agak berat. Kuliner yang mengenyangkan. Kupat Tahu Gempol yang biadab enaknya!

Tidak ada yang mewah dari kios ini selain rasanya. Kupat Tahu ini mirip ketoprak. Hanya saja bumbu kacangnya sudah disiapkan jauh hari dan sedikit berair. Rasanya gurih dan manis. Harus dimakan dengan kerupuk pun supaya gak bosan dan makin menggelinjang lidah kita.

Lokasinya gak jauh-jauh amat dari Cihapit. Namun bila ditempuh berjalan kaki, ya agak kepayahan juga. Pagi di Bandung tidak semacet di siang hari. Kalau kamu menggunakan mobil, ya masih amanlah dari kemacetan.

Oke apakah sudah kenyang? Bagaimana bila sekejap mampir ke Roti Gempol dan membungkus setangkup roti gandum telur-keju-daging? Oh oke, perutmu sudah mulai penuh. Kita pesan roti manis saja.

Roti Gempol


Berdekatan dengan Kupat Tahu Gempol, menuju warung rotinya berjalan kaki saja. Hitung-hitung menurunkan surabi dari lambung ke usus. Hehe.

Di sini kamu bisa belanja roti tawar. Juga aneka macam roti homemade rasa lainnya. Enak? Sudah pasti, lebih enak dari roti-roti pabrikan pada umumnya. Di sini, rotinya dibuat semalam atau pagi tadi. Sehingga masih segar rotinya enak banget!



Masih sanggup makan-makan? oke, kita istirahat dulu dari kuliner dan bersepeda ria di Taman Cibeunying sembari menunggu episode makanan lainnya siang nanti.

Sewa Sepeda Boseh di Taman Cibeunying


Mobil diparkir saja, di mana saja di sini ada banyak area parkir. Lantas pergi ke Taman Cibeunying. Di sana ada shelter Boseh, sebuah program sewa sepeda warisan walikota Ridwan Kamil.

Gak sulit sih sewa sepeda di sini selama ada operatornya. Dia akan bantu kita daftar. Nanti kita peroleh kartu yang digunakan untuk sewa sepeda. Berkeliling di sekitar Taman Cibeunying dengan sepeda sangatlah menyenangkan. Ada banyak pohon besar-besar. Tidak akan kepanasan. Bila ingin istirahat, selonjoran saja di taman sambil memandang aktivitas warga. Bisa juga sambil sekrol-sekrol timeline instagram.



Sudah keringatan. Haus. Belum capek. Tidak lapar. Mari kita pancing rasa lapar dengan singgah ke Museum Gedung Sate! Lagi-lagi ini lokasi dekat sekali dengan Taman Cibeunying. Setir sebentar, langsung sampai.

Halo Museum Gedung Sate


Ini dia gedung ikonnya provinsi Jawa Barat dan kota Bandung. Secara dia kantornya gubernur sih. Gedung bersejarah ini umurnya lebih tua dari kakek nenekmu. Bisa jadi.

Walaupun berfungsi sebagai kantornya aparatur negara, tapi ada ruangan yang diperuntukan jadi museum. Gak luas-luas amat. Isinya tentang sejarah pembangunan Gedung Sate. Seru juga sih jadi tahu gedung ini lebih banyak setelah berkunjung ke museumnya. Seperti, pernah amati jumlah sate di tusuk puncak gedungnya ada berapa? ada enam! Coba dicari-cari informasinya mengapa ada enam.

Nanti ada ruangan nonton. Kursinya empuk. Ruangannya berAC adem sekali. Cocok buat istirahat, sambil nonton tentu saja. Gak lama sih durasinya sekitar 10 menitan saja. Wqwq ya kali masa satu jam itu mah pergi ke bioskop saja :D

Oke. Apakah rasa lapar sudah datang? kalau saya sih pasti sudah meggebu-gebu! Ayo kita kemudikan kendaraan ke satu tempat di dekat jalan layang Pasupati. Namanya Imah Babaturan.

Makan Apa di Imah Babaturan?


Gak bisa ditentukan makannya apa, tapi yang ada di sini pasti enak. Hahaha. Setiap minggu mereka berganti menu. Minggu ini oseng cumi cabe ijo. Minggu depan sop patin. Minggu depannya lagi pecel. Beragam menu, citarasanya sama. Citarasa sunda walo makanannya nonsunda, kayak pecel kan bukan asli Bandung. Namun terasanya ya...sunda banget! Gurih-gurih gitulah sunda mah. Hehe.

Cocok sih makan di sini untuk mengisi jadwal makan siang. Menunya berat. Porsinya mantap. Cukup jadi bekal menunggu sore nanti.

Habis dari Imah Babaturan, saya ajak ke Kineruku yuk! Kita baca-baca apa gitu kek di sana. Jika ingin mencamil-camil, tenang saja di Kineruku bisa jajan. Yes!

Bersantai di Kineruku


Pilih mau baca buku apa. Cari kursi kosong. Sedang gak mood membaca? Ya sudah kita pesan makanan saja. Pisang goreng misalnya.

Alasan saya memilihkan tempat ini karena simply ini tempat bandung banget. Ada di tempat yang hawanya sejuk. Bandung memang sejuk, tapi sayang gak semua tempat sedingin Hegarmanah, lokasi Kineruku berada.

Ditambah, Kineruku pelopor toko buku slash film slash perpustakaan di Bandung. Tempatnya juga cozy banget.

Sore menjelang. Waktunya ngopi-ngopi. Di mana enaknya?

Toko Kopi Jawa 


Karena adanya di Braga. Sekalian bisa jalan kaki sekitaran Braga. Atau menatap lalu lalang jalan Braga yang ramainya bukan main. Sambil menyesap es kopinya.

Cookies Kopi Jawa tak kalah enak dengan kopi-kopinya. Saya rekomendasikan earl grey cookies. Betapa berbudayanya menggigit biskuit homamade di pinggir jalan Braga. Turis lyfe banget yang pasti mah. Hahaha.

Mumpung di Braga juga, mampir ke French Bakery. Di ada roti namanya Roti Granat. Kalau kamu cari makanan otentik, Roti Granat ini salah satunya.



Yak begitulah satu hari berkuliner di Bandung. Beneran satu hari ya, mulainya pagi-pagi. Tamatnya maghrib. Moga-moga pengalaman kulinernya gak hanya ada di mulut dan perut. Namun juga dalam ingatan. Dalam bentuk pengalaman.

Untuk itinerary perjalanan di Bandung 3 hari 2 malam, saya pernah buatkan. Boleh dibaca juga siapa tahu memerlukannya.

Sewa kendaraan dapat teman-teman lakukan di TRAC, sebuah promo rental mobil dan sewa bis. Sewanya online via website atau aplikasi. Menyewa kendaraan di TRAC bisa lepas kunci maupun sekalian sewa supir. Saat ini TRAC tersedia di 50 kota di Indonesia.

Selamat jalan-jalan di Bandung, selamat makan-makan!
Post Comment
Post a Comment