Social Media

Image Slider

Showing posts with label Playlist. Show all posts
Showing posts with label Playlist. Show all posts

Playlist 18: Reuni

20/09/19
Minggu kemarin saya singgah di Cirebon. Ada reunian SMA. Perjalanan menuju ke sana dari Bandung, saya tempuh dengan Ciremai Express.

Kereta berangkat pukul enam pagi. Saya sendiri. Di hari yang sama, malam yang sama, sepupu saya menikah. Saya memilih pertemanan dibanding keluarga. Moga-moga saya gak kena kutukan. Toh suami dan anak saya ada menggantikan. Maaf ya, Mega Mahardika! Saya kirim doa-doa dari kursi kereta buat kamu! Mudah-mudahan Mega dan Adit saling setia, rukun, dan tentram!

Kereta berangkat pukul enam pagi. Saya tidak bawa makanan. Perbekalan berupa playlist. Didengar selama melamun di tepi jendela kereta api. Memandang kemarau. Melihat bukit gersang-gersang. Menunjuk sawah kering. Juga menyusuri masa-masanya berseragam putih abu-abu.

Kereta berangkat pukul enam pagi. Ia berhenti sebentar di Jatibarang. Memuntahkan penumpang. Stasiun kereta terdekat dari rumah, di sinilah wajah ayah saya berpendaran.  Dalam suatu siang, usai tujuh hari tahlilan, saya bertanya pada entah apa di stasiun ini sewaktu menunggu kereta ke kota kembang: bagaimana cara saya menghadapi hari-hari yang sama esok hari dengan perasaan asing begini?

Kita kembali lagi pada kereta yang berangkat pukul enam pagi. Pada ingatan bangku sekolahan. Yang pelajarannya menjemukan. Namun teman-temannya tidak.

IPA 2 namanya. Bila hari kamis tiba, kami berlomba-lomba datang lebih pagi. Sebab itulah waktunya bangku dirotasi. Jika kesiangan, niscaya duduk paling depan. Sasaran empuk teror para guru. Presiden kami Ayu Wulandari. Maskotnya Zainal Muttaqin, orang yang suara ngajinya paling keras bila ada ayat suci berbunyi: muttaaaqqiieeeeennnnnn!

Kereta berangkat pukul enam pagi. 30 menit lebih lama dari jam pergi saya ke sekolah. Bis aset Pertamina moda transportasinya. 60 kursinya. Saya sudah cerita belum? Kampung halaman saya disangga sawah-sawah berbatas cakrawala. Jantungnya gas alam, lambungnya minyak-minyak bumi.

Kereta berangkat pukul enam pagi. Bintang Limanya Dewa yang berkumandang tiap pagi di dalam bis sekolah. Berasal dari kaset milik anak pegawai pertamina, Adam Pribadi namanya. Siswa SMPN 1 Cirebon. Tahu kan lagu galau umat se-Indonesia saat itu: cintaku tak harus, miliki dirimu, meski perih mengiris, iris segala janji...

Kereta berangkat pukul enam pagi. Tidak saya tidak pernah pacaran sewaktu SMA.

Masih dari Ciremai Express yang mengangkut saya pukul enam pagi. Di gerbong kereta, saya bertemu Subrata, anak Gegesik simbol harapan orang tua pinggiran kota, yang jadi budak perusahaan rokok di Bandung. Teman satu kelas. Satu nasib.

Kami meninggalkan kursi kereta. Lantas nongkrong berdua di bangku restoran kereta api. Berbincang apa saja. Kebanyakan tentang cinta-cintaan. Topik abadi memang! Tiga minggu lalu, ia putus. "Waktu putusnya sih gak berasa, tiga hari setelahnya kok di sini sakit banget ya, Lu?" Brata menunjuk-nunjuk jantungnya. "Perih gitu," katanya lagi.

"Nangis, Brat?"
"Seminggu abis putus...nangis, Lu!"

Kami tertawa! Brata memukul-mukul meja restoran, masih tertawa. Matanya berkaca-kaca.

Kereta berangkat pukul enam pagi dan reuni dimulai jam tiga sore. Bertemu teman. Tidak ada mantan. Namun saya tidak lupa, seseorang dan ingatan di bangku kelas dua. Satu-satunya yang pernah menelepon ke nomor 484366 di suatu minggu siang. Di ujung telpon, ia bertanya "rumah kamu deket pasar kan, Lu? ini saya udah di pasar karangampel. Dari sini ke mana?" Cuk! Di sudut mata saya, saat telepon saya banting, ayah sudah berkacak pinggang, "siapa yang mau datang?!"

Kereta berangkat pukul enam pagi. Tahu-tahu sudah delapan malam. Reuni bubar. Bersalam-salaman. Berfoto sampai kamera ponsel gemetaran.

Waktu tergelincir sudah. Baru kemarin rasanya jadi anak pantura. Berkawan matahari, bersahabat obat nyamuk baygon. Lihat sekarang, saya udah jadi orang gunung. Berteman baik cuaca dingin, menyembah dedaunan mentah.

Gang dua selatan
Pasar Karangampel
Wahidin 79
Pasar Pagi
Kanoman
Grage mall
Elf-elf pantura biadab tapi elf majalaya lebih setan!

Ini dia kota yang, meminjam puisinya Saini KM- jalannya uratku, udaranya napasku.




Langsung aja dah playlistnya mana. Ini dia.

1. Anda - Dalam Suatu Masa
2. Rusa Militan - Senandung Senja
3. Hindia - Membasuh
4. GAC - Berlari Tanpa Kaki
5. Ari Reda - Surat Cinta
6. Mata Jiwa - Semesta
7. Silampukau - Lagu Rantau
8. Melancholic Bitch - Bioskop, Pisau Lipat
9. Anda - Tentang Seseorang
10. Andien - Indahnya Dunia


Playlist 17: Kala Senja dan Jackie Chan

07/06/19
Halo! Selamat lebaran 1 Syawal 1440 H. Mohon maaf ya bila kami pernah bikin salah dan gak menyadarinya. Juga atas kesalahan yang kami ingat kami pernah buat, kami minta maaf.

Lebaran tahun ini kami di Bandung aja. Gak ada cerita mudik kayak tahun-tahun sebelumnya. Yang mau saya mudiki udah wafat. Ayah, nenek. Tapi kerabat masih banyak di sana, di kampung halaman. Mudah-mudahan abis musim libur Lebaran ini kami bertandang ke Karangampel!

So, sebelum libur lebaran saya bikin playlist. Ada beberapa lagu tentang kesedihan, kematian, dan hal-hal yang berhubungan dengan itu. Ini bukan karena mood saya lagi buruk sih. Cuma saya abis baca buku aja dan di bukunya ada obituari musisi. Nah saya cari tuh musik yang penulisnya sebut. Pas didenger, wha iya ini enakeun lagunya :)


Dan bulan lalu saya nonton John Wick! Film yang saya tunggu-tunggu! Bah kenapa sih film lanjutan model gini mesti bertahun-tahun nunggunya wheeee! Terus saya kira yang ke-3 ini film terakhir John Wick. Ternyata masih ada dong yang ke-4 di Mei 2021 nanti. OMG! Seneng ya bikin-bikin orang nunggu...

Selesai nonton John Wick, saya dan Indra bicara tentang legacy film dan musik yang kami ingin turunkan ke anak kami. Dan saya menghitung: Harry Potter aja ada 7. Belon The Hobbit. Tambah trilogi LOTR. Terus Avengers ada 22 film ooohhhhhmmyyyygoooddd! Then belum selesai. Gimana dengan Godfather? terus ini John Wick.

Indra sih ambisius mengenalkan film-filmnya Jackie Chan dan Stephen Chow. Dan anak kami sudah menyukainya. Yhaaaa dia suka Jackie Chan!

Anyway. Kembali ke playlist. Saya masukin Eva Celia di playlist ke-17 ini. Wow musik dia bagus banget! Idk elaborasi musiknya kayak gimana. Saya ga bisa jelasinnya. Cuma musiknya enak didenger aja gitu berasa enteng, sejuk, calm, dan indah. Susah buat sing a long sih tapinya :D

Oh playlistnya ini:

1. John Mayer - Edge of Desire
2. Leo Kristi - Lewat Kiaracondong
3. The Doors - People Are Strange
4. The Adams - Timur
5. Quiet Riot - Thunderbird
6. Mondo Gascoro - Apatis
7. George Ezra - Hold My Girl
8. The 1975 - The Sincerity is Scary
9. Eva Celia - Kala Senja
10. Antique Gun Assembly - John Wick OST


Playlist Tahun Baru: Seperti Rahim Ibu

18/01/19
Waktu untuk menulis gak banyak. Sekalinya ada, rasanya pengen nulis segala macam. Ini saya aja yang kayak gini atau kalian yang umurnya di atas 30 merasa hal yang sama? kayak energi terkuras lebih cepat. Betapa saya kangen energi di kala umur 20an yang gak habis-habis, ide ngocor seperti keran jebol, dan penuh antusiasme optimisme. Menggebu-gebu.

Ke mana perginya itu semua? disedot cucian piring? dimakan tagihan listrik? digilas uang bulanan untuk mengisi naga-naga di perut? ke manaaa coba saya tanya...


Sekarang nih udah dipaksa banget untuk bikin post di blog. Aslinya sih saya mau ngurusin blog-blog yang copy paste semua tulisan dan foto-foto saya. Mau dibiarin, kepikiran terus. Dilaporin ke google pun ada waktu yang terpakai.

Ujung-ujungnya di sinilah saya, naro playlist...

Ya. Saya juga mempertanyakan prioritas. Ah persetan prioritas lah. Nih playlist saya barangkali mau tahu. Heuheuheu.

1. The Joke - Brandi Carlile
2. Seperti Rahim Ibu - Efek Rumah Kaca
3. Bicara - TheOvertunes feat. Monita Tahalea
4. I'll Never Love Again - Lady Gaga
5. Antara Kita - Monita
6. Yellow - Katherine Ho (i know...ini lagunya sweet sekali, mesti nonton filmnya untuk suka versi Yellow berbahasa mandarin ini :D).
7. Say Something - Justin Timberlake & Chris Stapleton
8. Rehat - Kunto Aji
9. Sign of The Times - Harry Styles
10. Blackbird - Sarah Mclachan

Selamat tahun baru!

Definisi Lagu Rohani dan Playlistnya

09/10/18
Ya. Saya mendengar lagu rohani juga. Berhubung sudah lama tidak berbagi playlist di sini, saya sekalian saja buatkan playlist dengan tema lagu rohani ya.

Tentang postingan saya kategori playlist, baca di sini ya. Ini playlist ke-14.



Mari saya jelaskan dulu definisi lagu rohani bagi saya pribadi. Sebelum teman-teman membaca daftar lagunya dan berpikir "masa yang kayak gini lagu rohani!"

Jadi begini. Defisini 'rohani' apa sih?

KBBI Online menyebut Rohani sebagai roh, lawannya Jasmani (source). Saya terjemahkan sebagai jiwa, batin.

Terjemahan bebas tapi masi nyambungnya kira-kira begini: rohani adalah apa yang terasa oleh batin kita.

Seperti kamu menyaksikan peristiwa matahari terbit yang indaaaah sekali lalu terharu. Bisa karena kagum pada kebesaranNya atau jadi sentimentil karena ingat hal-hal yang dekat tapi sudah gak ada tapi kamu berharap mereka masih ada.

Seringkali istilah rohani dihubungkan dengan agama. Bagi saya sih rohani gak selalu tentang agama. Ya intinya mah tentang perasaan kita terhadap hal-hal yang tidak kasat mata. Perasaan kita terhadap Tuhan (bila percaya Tuhan ada) dan hal-hal kontemplatif lainnya.

Gak mesti menyebut Tuhan, surga, neraka, dan dosa dalam liriknya. Bagi saya lagu rohani tuh lirik-liriknya interpretatif alias bisa dirasakan banyak orang lintas agama dan lintas masalah. Ada sudut pandang yang bisa sama bisa beda. Lirik-lirik yang pintar dan membuat saya berpikir banyak tentang:
buat apa saya ada di dunia ini
masalah-masalah yang saya hadapi
almarhum ayah
definisi bahagia
kasih sayang
stop jadi manusia sombong
kelahiran
saya yang belum ngapa-ngapain dalam hidup ini
kasihan sama michael jackson dan membuat saya merasa beruntung
semangat tapi gak banal sok-sok motivasi ala motivator
kematian

Ini dia  playlistnya. Saya cantumkan sepenggal liriknya.

1. Ghost Story - Coldplay
Every time i try to walk thru walls
more walls appear

2. Berlari Tanpa Kaki - GAC
Perasaan mendalam yang taakan pernah reda

3. Rayakan Pemenang - Morfem
Esok dirimu kan terbang
memeluk mimpi yang akhirnya kesampaian

4. Manusia Kuat - Tulus
Kau bisa patahkan kakiku
tapi tidak mimpi-mimpiku

5. Both Sides of The Story - Phil Collins
We always need to hear both sides of the story

6. Usah Kau Lara Sendiri - Katon Bagaskara & Ruth Sahanaya
Tak hilang arah kita berjalan
menghadapinya

7. Tears in Heaven - Eric Clapton
Would you know my name
if i saw you in heaven

8. Putih - Efek Rumah Kaca
Tegang membuka jalan menuju tuhan
akhirnya aku usai juga

9. Sound of Silence - Simon & Garfunkel
And people bowed and prayed
to the neon god they made

10. Let It Be - The Beatles
There will be an answer
let it be
let it be

11. Will You Be There - Michael Jackson
Carry me
like you are my brother
love me like a mother
will you be there...


#playlist ke 14 : Jiwaku Sekuntum Bunga Kemboja

27/12/17
Saya mau unggah beberapa tulisan sekaligus ke blog. Setelah hampir dua minggu gak bisa tulis menulis dengan khidmat, sekarang ada waktunya. Hamdalah. Tapi sebelumnya saya masukin playlist dulu lah. 

Akhir tahun pada mau ke mana nih? Saya pengennya di rumah aja seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi...ada rombongan keluarganya Indra datang. Begitu juga keluarga saya. Selamat tinggal rencana mau mager di rumah bertiga saja. Selamat datang akhir tahun yang ramai. 

Saya dan Indra kan kerjanya soho. Small office home office alias kerja sendiri. Orang lain udah masuk musim liburan. Kami? masih kerja. Orang lain sekolah dan kerja di kantor lagi, kami? baru liburan. Tapi gaya bekerja demikian bakal bentrok kalau ada rencana keluarga nih. Si A udah libur, kami belum. Alhasil emang pandai-pandai menyesuaikan jadwal kerja saja lah. 

Loh kenapa jadi melantur. Saya mau cerita tentang rekap 2017. Ah nanti aja lah di lain tulisan. Sekarang saya mau berondong kalian dengan tulisan jalan-jalan di Kebon Langit, Cianjur, termasuk hotel tempat kami bobo di Yogyakarta, Solo, dan Cirebon! 

Tahun ini tahun termalas bikin review hotel. Juga tahun termalas jualan voucher hotel. Hotel di Bandung tambah banyak dan rasanya kok ya saya penyumbang kemacetan. Loh kenapa saya melantur lagi. Ah yaudahlah nih playlistnya. 


Playlist #12: Di Ujung Ceracau Malam yang Lingsir

06/04/17
Minggu yang berat. Saya tumbang di tiga hari terakhir saat saya mengetik ini. Demam lah, batuk lah, susah tidur lah. Sebelum jatuh sakit, saya ke Jakarta. 

Jakarta itu ya, saya gak suka banget heuheuheu. Masa baru masuk Cikarang udah macet. Hari Sabtu yang saya kira agak lowong jalannya, ternyata macet. Di dalam kota pun sama aja. Arrrgghhhhhhh emosi jiwa. Mana sopir saya ngantuk dan sempet nyetir sambil merem pula...ihik! 

Ditarik ke beberapa hari sebelum sakit dan sebelum ke Jakarta, kerjaan numpuk kayak jemuran yang belum disetrika satu bulan. Ah senang sekali ya masih bisa sibuk hahahaha. 

Tabungan saya masih butuh sekitar 3 juta lagi menuju ke dua kota tujuan saya. Gak apa--apa deh sibuk, rela banget demi tabungan hahahaha. Apeeuuu. Tapi terus saya sakit dan rencana modar. Hahahaha. 

Sekarang saya udah sembuh dan rencana kembali diwujudkan. Let's go!

Playlist saya asyik-asyik nih (apeeeuuu 😁). Lagu favorit saya sekarang soundtracknya film Logan. Udah pada nonton Logan? Ah edan filmnya bagus pisan. Memuaskan, saya suka akhir filmnya yang sudah pasti tidak disukai kebanyakan orang. Sad ending, siapa yang suka sad ending coba? heuheuheu. Tapi emang begitu harusnya sih, bukan film ala-ala hollywood yang mau nyenengin semua orang. 

Ah anyway judul postingan ini saya ambil dari salah satu kalimat dalam lirik Si Pelanggan lagunya Silampukau. Band-band indie ini emang ya diksinya bagus-bagus. Kadang kala yang saya dengar dari lagu mereka cuma meratiin liriknya doang. Tapi kebanyakan pun musiknya bagus. FYI ini playlistnya:



Playlist #11 : Left Of The Middle

11/02/17
Masih inget gak kaset yang pertama kamu beli? Pertanyaan ini khusus yang kamu yang lahir di tahun 80an ke atas. Saya mah kelahiran 85 sih. Apeeuu ga penting. Hahaha ☺ 

Kaset saya yang pertama adalah albumnya Natalie Imbruglia. Left Of The Middle judul albumnya. Cewek gokil dari Australia ini popularitasnya ketilep Alanis Morissete sih. Walau begitu saya mencintai keduanya. Album pertamanya Natalie ini menurut saya mah yang terbaik. Musiknya, apalagi liriknya. Kelas 1 SMP saya beli kasetnya dan saya bangga hahahaha. 

Dulu saya anak MTV banget ☺ MTV sekarang masih ada gak sih? 

Terus pas lagi nonton vlognya Jennifer Bachdim (i looovvvveeeee #TeamBachdim) tiba-tiba nongol perasaan: eh pengen denger lagunya Imbruglia lagi euy. Ternyata di Youtube ada dong heuheuheu. Dan begitu lah seminggu ini saya nyalain album Left Of The Middle terus. 

So playlist saya gak jauh-jauh dari lagu-lagunya Natalie. Digabung dengan lagu lainnya, begini playlistnya.




Nomor 10, harusnya Young Lex feat. Gamaliel ya. Tapi...anu...eeuuuu... ya gitu lah heuheu ☺

ps: Ralat no 2, harusnya Left Of The Middle. Heuheuheu.

Playlist #10 : Cozy Street Corner dan Rambling Super Random Kala Capek-capeknya

19/12/16
Hari yang panjang. Gak tahu total berapa kilometer yang saya arungi bersama Uber di kemarin itu. Pergi - pulang dari utara ke timur, terus balik lagi timur - utara. Mungkin hampir 100 km. Capek bokong. Pegal punggung. 

Sesampainya di rumah, rencana saya untuk menulis di blog pupus sudah. Bukan ngantuk, cuma ingin rebah dan memejamkan mata tapi tidak tidur. Bulan Desember ini akan masuk ke 10 hari terakhir, hari-hari terujung di tahun 2016 dan saya baru memperbarui blog ini dengan tiga tulisan saja. 




Entahlah ke mana semangat dan antusias saya. Lucunya saat sedang di jalan, ide-ide seliweran seperti lalat-lalat mengerubungi sampah. Eugh pengandaian yang gak cantik ya, tapi mirip sih seliwerannya mah. 

Aneh juga sih. Pas lagi di jalan, saya semangat 45. Di rumah udah capek, pengennya bersantai gak kerja. Cuma berbaring sambil membaca buku dan mendengar musik. Atau nonton film. 

FYI, saya emang lagi menamatkan sebuah buku berjudul Cengkeh. Buku yang menyenangkan walau fontnya sangat gak menarik dan paragrafnya yang menggantung-gantung. Mencoba menghabisi buku ini, saya merasa punya sedikit sekali waktu. Why... 

kenapa kalau sedang senang-senang waktu berlalu begitu cepat...it's like tahu-tahu sudah subuh, harus bangun, ngurusin Nabil, belum lagi urusan domestik yang gak henti-henti, pekerjaan yang bertumpuk, blogging life yang harus dipupuk, buku-buku yang mau saya baca, dan lagu-lagu yang daftarnya memenuhi note di smartphone saya dan belum saya download. 

Kembali lagi ke hari panjang. 

Kemarin malam saya tiduran di kamar. Sudah terlalu larut pula, semua orang sudah tidur. Lampu kamar saya matikan. Ambil smartphone dan earphone kesayangan, saya buka soundcloud dan entah kenapa tiba-tiba mengetik satu nama band terbaik yang hampir semua lagunya terekam kuat-kuat dalam ingatan saya. Sekarang lupa, tiga bulan kemudian ingat. Besok lupa, enam bulan lagi ingat. Cozy Street Corner. 

Band indie veteran. Cozy Street Corner ini satu zaman dengan Pure Saturday. Atau malah lebih tua ya? Ah entahlah saya gak tahu karena gak ngikutin Pure Saturday. Saya fans berat Cozy Street Corner. Band ini yang membuat saya-si-anak-rumahan-yang-masih-kuliahan berani nongkrong di kafe sampai jam 1 malam demi nonton gig mereka. Tahun 2006 kalau tidak salah waktu itu. Kafenya di jalan Sukajadi. Kafenya sekarang sudah tutup. 

Tahun 2008, mereka konser di Saung Angklung Udjo. Di hari mereka konser, saya masih berada di Jakarta, urusan kerja. Lepas jam 2 siang, saya langsung cabut ke Bandung dan menuju Saung Angklung Udjo. Malam yang menyenangkan, semingguan kerja di Jakarta hilang capeknya waktu nonton mereka manggung. 

Cozy Street Corner adalah idealisme saya di waktu muda. Idealisme yang cantik, santun, indah, dan senang rasanya masih bisa mengingat semua mood yang saya rasakan waktu mendengar musik mereka berulang-ulang. 




Band inde di masa kini lebih banyak peluangnya untuk dikenal banyak umat. Payung Teduh, misalnya. Laris manis kan mereka. Kalau Cozy Street Corner muncul di masa di mana Soundcloud dan Youtube kayak sekarang, mereka pasti langsung jadi hits. Tapi mereka lahirnya tahun 90-2000an. Saya masih ingat satu-satunya radio yang rajin memutar lagu mereka adalah Sky FM. Pada salah satu sesi wawancara Cozy Street Corner di radio Sky FM, saya mendengarnya. Saya ada di sana. Saya punya 1 albumnya. Dua album sebelumnya mah saya pinjam heuheuheu. 

Lagu mereka membuat saya bahagia, terharu, termenung, sejuk, cantik, teduh, kalem, santun, dan tenang. Liriknya terangkai dari diksi yang puitis. Tapi sejujurnya saya sering gak bisa nangkep vokalisnya nyanyiin apa, gak jelas :D 

Mari kita mulai daftar playlistnya. Cozy Street Corner lagu-lagunya bisa dibeli di iTunes. 

1. Hmmm... Jelang Benam Matahari 
ini kah jelang benam matahari
dan ku kan berjalan seperti berlari
apa akan usai indah senja ini
harapkan suara itu warna itu cantik itu elok itu

2. Penuh Dengan Cinta
sudah lama, kau ada di mana
rindu aku, rindu aku

3. Teh
ringan ayunkan tangan
memetik pucuk-pucuk hijau yang segar

4. Punyaku Sendiri
pandangi warnamu pelangi
kagumi wajahku sendiri

5. Tu'sah Gundah
no worry, i'll stay

6. Hutan Hujan
rimbun dan segar bentang air
pergilah awan tebar hujan
segar lumut tanah batu
segar akar kembang kayu

7. Siul Daun
Pelukmu damaiku

8. Kurindu Hari Kemarin
aku bukannya bulan yang berkalang bercahya setiap bulannya

9. Delman
bayu menerpa senyummu yang kau ungkap padaku
seiring laju delman tuaku

10. Melata Hati
batu lumut temani
haruskah ku temani
kan tidak mesti








Foto oleh Indra, kecuali foto albumnya Cozy Street Corner

Playlist #9 : Jalan Pulang

01/12/16
Perbekalan di jalan buat saya bukan cuma makanan dan uang. Tapi juga playlist ☺ Mau bawa earphone gede tapi kata Indra ngerepotin, jadi bawa earphone standar yang bikin telinga sakit kalo udah kelamaan makenya heuheuheuheu. 

Ini dia playlist saya, FYI saya cuma tampilin 10 lagu aja. Aslinya mah jauhhhh lebih banyak dari ini. 




1. Coldplay - Ghost Stories

2. Maroon 5 - Love Somebody

3. Matajiwa - Semesta

4. Jalan Pulang - Rumah Dijual

5. Joss Stone - Right to be Wrong

6. Pion Hitam - Senanjung Senja

7. Amarante - Brave

8. Seputar Cello - Lullaby

9. Float - Nyiur Hijau

10. Taufanny Nugraha Ph.D - Boeroeng Ketilang


Playlist #8: Malam Jatuh di Surabaya

21/10/16
Wah lama banget gak share playlist. Kayaknya lama gak ganti playlist di hp juga sih. Sibuk heuheuheu.




Malem tadi denger lagu-lagu selow nih. Playlist berikut ini masih dari lagu-lagu lama. Stok lagu itu-itu aja sih. Ya berasa cocok aja sih memandang titik air hujan di jendela kaca, melihat daun yang kebasahan air hujan, dan mendengar lagu berikut ini.


1. Des'ree             -     I'm Kissing You
2. Bryan Adams   -    Heaven
3. Blur                  -    Tender
4. REM                -    Everybody Hurts
5. Bon Jovi          -    This Ain't A Love Song
6. Noah                -    Andai Kau Datang
7. Foreigner         -    I Want to Know What Love is
8. Ry X                -    Love Like This
9. Silampukau     -   Malam Jatuh di Surabaya
10. Norah Jones   -   Come Away With Me


Playlist #8 : Pakai Otakmu!

16/06/16
Kemarin saya menyusun playlist secara emosional. 

Bulan Ramadan tahun ini dipenuhi orang yang berpikir dengan dengkul. Guys, sudahi lah urusan warung-razia dan menghormati-orang-puasa ini. Saya rasa sudah cukup, klimaksnya sudah lewat dan kami (saya) sudah mengerti maksudnya. We get it! 

So stop it please... Banyak orang yang mulai membahas di luar konteks macam membandingkan dengan Nyepi sampai Jokowi yang dianggap anti-Islam. Seriously...

Belum lagi yang share berita yang tambah menyulut lainnya. Meneruskan api hormat-menghormati toleransi blablabla yang sesungguhnya untuk saya hipokrit banget. Berita perdana menteri Kanada mengimbau warga non-muslim ikut berpuasa lah, meme tentang menghormati orang yang sedang ujian lah, ibu warteg yang dirazia ternyata pengusaha lah. Stop it...please. Saya gak ngerti ya kenapa kita punya banyak sekali energi untuk mendebat masalah ini, share beritanya lagi, share saja terus. 

Why dont you show the love of Islam? 

Kenapa harus kebencian dan perdebatan yang gak beres-beres yang harus kita perlihatkan pada umat yang lain sih? 

Stop it... Go get yourself an Alquran and read it. Read it a lot and praktikkan kebaikannya. Spread the love, guys. Stop humiliating yourself by sharing the same horrible news all over again. Please atuhlah, kenapa tiap momentum agama mayoritas di negeri ini harus diisi dengan perdebatan tiada henti macam dagelan. Kita gak lebih dari tontonan konyol untuk umat yang lain. 

Ok. 

Playlist #7 : Wait for Me to Come Home

24/05/16
Apa kabar? 

Masih hujan gak di daerah kamu? Bandung masih diguyur hujan. Penghabisan musim hujan kali ya. Harusnya sih sebentar lagi musim panas. Jangan-jangan di bulan Juni nanti yang mana bulan puasa, musim kemarau itu benar-benar menghampiri kita semua. Hehehe :D

By the way, mau share playlist lagi nih. Ceritanya baru pulang dari Jogja, pergi dan pulang menumpang kereta api. Masalahnya saya gak bawa headset hahaha ketinggalan, Kak! Playlist sudah disusun kok ya ah yasudahlah. Daripada mubazir saya tetap memutar (((memutar))) playlist saya sih sesampainya di rumah lagi di Bandung.

Ini playlist ke-7 di blog. Kalau mau intip daftar sebelumnya, kamu bisa cek di kategori Playlist. Boleh komen dengan menyebutkan lagu yang sedang bertengger di playlist kamu juga. Saya pengen tahu juga orang lain denger musik apa.




Here goes!

1. Adele - When We Were Young
2. Coldplay - Hymn For The Weekend
3. Justin Timberlake - Mirrors
4. The Maccabees - Grew Up At Midnight
5. Jogja Hip Hop Foundation - Song of Sabdatama
6. One Direction - Perfect
7. Marble Sounds - Leave A Light On
8. Barasuara - Mengunci Ingatan
9. Ed Sheeran - Photograph
10. Banda Neira - Utarakan