GIGI manggung di Aula Barat ITB sekitar pukul 21.50. Satu jam durasi Armand Maulana nyanyi dan hampir pukul 11 malam gignya usai. Pengalaman nonton GIGI secara langsung ini segera saja masuk kategori 'a night to remember' dalam hidup saya. Menyenangkan sekali!
Menikahi Indra ternyata membuat saya bisa berada pada titik 10 meter saja jaraknya dari Thomas Ramdan dan Bujana. Beruntung mungkin.
Menjelang usia indra yang kepala lima, kampusnya bikin reuni 30 tahun (5/09/2026). Acara reuni berlangsung seharian dan puncaknya penampilan GIGI di malam hari.
Menemani indra dalam acara reuni tentu tidak mungkin. Sebab ngapain. Meski anggota keluarga boleh mendampingi tapi ya, ngapain. Namun beda cerita dengan GIGI. Saya sudah katakan sama indra, mau ikut nonton jika bisa. Ternyata bisa.
Semua hal yang saya baca di artikel-artikel dan caption tentang pertunjukan musik GIGI itu valid. Saya lihat, dengar, dan rasakan sendiri malam itu.
Armand (vokalis) sangat enerjik. Dipikir-pikir dia lebih tua daripada angkatannya indra. Jadi harusnya dia lebih jompo. Namun dia menolak tua, dia loncat-loncat ke semua sudut panggung yang mungil panggung Aula Barat. Tidak ada fals. Caranya berinteraksi sama penonton sangat luwes dan akrab. Mungkin karena Armand manggung di markas sendiri (kota Bandung), jadi berasa rumah sendiri.
Thomas bassist luar biasa tengil dan keren sekali aaarghhh mimpi apa bisa lihat dia dari jarak 10 meteran itu!
Bujana gitaris terkalem se-indonesia. Syahdu sekaligus sadis banget main gitarnya, dengan wajah yang lempeng.
Dan Hendy pada drum sangat bertenaga wow mengagumkan sekali!
Luar biasa GIGI!
Dan betul yang orang-orang bilang. Gigi mainnya bersih dan rapi. Soundnya buagus sekali. Mungkin saya terbawa suasananya saja mengambil kesimpulan begitu, tapi asli beneran kerasa sekali di telinga, soundnya cakep, jernih, dan bulat. Artwork yang jadi latar panggung pun cakep!
Mimpi apa saya, bisa nonton GIGI di event yang sangat intim, penonton hanya angkatan 96 ITB yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Sebagian orang tidak datang reuni, sebagiannya lagi sudah pulang. Hanya mereka yang kerad sanggup menunggu hingga pukul 10 malam.
Jangankan indra dan teman-temannya, saya yang sedikit lebih muda saja merasa jompo sekali. Pukul 8 malam sudah terkantuk-kantuk ingin rebahan.
Namun saat Armand naik ke panggung dan menghentak, semua orang sontak semangat. Saya pun!
Menyenangkan sekali. Bisa nyanyi sekeras mungkin, joged, bahkan loncat-loncat seolah kaki saya ini berusia 25 tahun!
Lebih nyaman lagi GIGI manggung di Aula Barat. Ruangan dingin, akustiknya bagus, dan tidak ada asap rokok. Wow luar biasa nikmat nontonnya nyaman.
Komposisi track yang dibawakan 10 lagu lawas dan 2 lagu baru.
Don't Stop (lagu pembuka)
Terbang
My Facebook
Menari-Nari
Ku Ingin
Nirwana (Yang Tlah Berlalu)
Janji
Ooo..Ooo..Ooo
Jomblo
Nakal
Ya Ya Ya
11 Januari (lagu penutup)
Beberapa lagu yang saya harap dinyanyikan tapi tidak, adalah:
Angan
Andai
Dan Kau Beri
Perihal Cinta
Di Manakah Kau Berada
Lagu pertama tidak kami kenali. Musiknya menghentak keras dan membuat kami bergerombol maju mendekat ke panggung. Adrenalin merambat naik.
Di lagi kedua intro lagu Terbang masuk. Di situlah saya (atau kami) serentak merasa masuk mesin waktu. Ini melodi yang sangat kami kenal.
"🎵Kaulah yang dingiiiiin kan aku, dari mimpiku, dari mimpiku🎵
My Facebook adalah salah satu intro lagunya GIGI yang paling saya sukai. Judulnya cringe, tapi musiknya tidak. Gebukan drumnya Hendy sangat cakep di sini.
Sing a long-nya enak pula. Saya, indra, dan semua orang di sekeliling menyanyi keras-keras. Entah karena memang suka musiknya atau karena terhubung dengan liriknya.
🎵 Ku hanya bisa membagi
Kisah-kisah lama
Ku hanya bisa membagi
Cerita nostalgia, nooooo
Cuma itu yang kuberikan
Cuma itu yang kubisa persembahkan
Karna aku ada yang punyaaa, oohh noo
Tapi separuh hati ini untukmu🎵
LOL. Seru!
Tidak ketinggalan lagu kebangsaan GIGI: Nirwana (Yang Tlah Berlalu). Sebuah komposisi GIGI yang membuat saya merasa surga itu dekat (tapi mati belum mau jangan dulu punten, ya Allah).
🎵Kau selalu terbayang, oh nirwana
Di dalam cintaku, yang telah berlalu
Kau selalu berharap, berharap
Di dalam cintaku, kembali 🎵
Lalu giliran 'Ku Ingin' membuat kami melolong panjang sejak dari awal liriknya.
🎵Wajar bila terucap
Namamu malam ini
Bukan sekedar tanya
Dalam diri sendiri
Kuingin hanyut
Dalam pelukanmu
Kuingin cinta oh
Hanya dari dirimu kasih🎵
Semua penonton terlempar balik ke tahun 90an karena pekikan liriknya.
Pada lagu dengan beat lebih rapat, Armand mengajak kami berlonjak-lonjak. Jomblo, Nakal, dan Ya Ya Ya.
Waduh luar biasa saya loncat bagai kijang! Enteng sekali badan ini rasanya malam itu hahaha.
11 Januari menutup pertunjukkan. Lagu dengan lirik yang manis. Cocok dengan audiensnya.
🎵Bahagia selalu dimiliki
Bertahun menjalani bersamamu
Kunyatakan bahwa engkaulah
Jiwaku
Kau bawa diriku ke dalam hidupmu
Kau basuh diriku dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu
adalah hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna🎵
Demikianlah. Sulit sekali move on dari episode GIGI di Aula Barat itu. Tujuh hari pasca pertunjukkan saya masih nyetel playlist GIGI tiap hari. Padahal ini acaranya indra dan angkatan kuliahnya. Namun saya ikut kecipratan senangnya. Karena GIGI itulah.
Makasih indra yang ngajakin nonton (ILU) dan kang dhita yang ngasih tiketnya (GBU). Dan makasih juga kepada panitia reuni yang ngide ngundang GIGI (ILY GBU WYATB).
.jpg)
.jpg)

