Gadis Kretek

September 02, 2019
Bukunya terbit tahun 2012. Saya baru baca sekarang. Iya gak apa-apa. Dari judulnya aja, mesti tahulah novel ini temanya apa. Iya betul. Kretek.


Saya gak suka bau tembakau. Tapi setelah baca ini novel, saya pengen cobain kretek. Apa kretek paling enak yang bisa saya beli di Alfamart coba tolong rekomendasikan?

Memangnya kayak gimana rasa kretek lintingan yang manis, gurih, dan harum ala Gadis Kretek, si Dasiyah itu?

Mengapa membaca kretek di novel ini bagi saya bagaikan menikmati seporsi mie ayam dan menyantap rendang!

Di mana saya bisa nyobain kretek yang seenak itu? Mesti ke mana?

Ini novel menyenangkan buat dibaca. Drama bisnis kreteknya berbumbu latar era pra dan pasca kemerdekaan.

Ya, era ramai-ramainya pemberantasan golongin kiri juga ada.

Saya gak akan cerita sinopsis novelnya. Kamu baca aja sendiri. Di googling juga ada banyak.

Gadis Kretek memiliki alur cerita maju mundur. Penokohannya ada banyak. Tutur katanya juga lentur gak sulit dibaca. Gak susah dicerna. Pas ajalah.

Saya suka baca bagian ceritanya Idroes Moeria dan Dasiyah. Ini ada di alur mundur.

Giliran baca di alur majunya, pengen cepet-cepet dilewat aja. Babak di mana kakak beradik Lebas, Karim, dan Tegar muncul ini menurut saya baru kelihatan enak dibaca pas bagian akhir aja. Tapi kan gak mungkin saya loncat-loncat bacanya.

Jadi ya sudah tetap dibaca. Pelan-pelan.

Memang bagian akhir ceritanya gak saya duga. Hahaha. Sangat menyenangkan kisah kasih dua tokoh di buku ini dimenangkan si perempuan. Menurut saya yang menang perempuannya loh ya.

Memang Soeraja yang kaya tujuh turunan. Tapi bayangkan gini: di hari pernikahan kamu, si mantan datang lantas menghajar jidatmu dengan semprong petromaks. Bekas hajarannya membekas. Hingga kamu manula.

Itulah simbol kemenangan yang saya maksud!

Latar daerah dalam novelnya adalah Jawa Tengah. Di kota M. Lantas saya cari Kota M yang dimaksud penulis, itu nama kota apa sih.

Kenapa mesti diinisialkan segala. Sementara kota lain ia tulis lengkap: Yogyakarta, Magelang, Jakarta, Surabaya, Cirebon, Kudus.

Saya sampe gooling buat cari tahu Kota M. Keluar satu nama kota: Muntilan.

Oke baik. Suatu hari nanti saya ke Muntilan. Juga mau ke Kudus. Pokoknya saya mau isap kretek lokal! Gara-gara si Gadis Kretek!

Post Comment
Post a Comment