Social Media

Image Slider

Showing posts with label How To. Show all posts
Showing posts with label How To. Show all posts

Belanja di Bandung: Unique Local Brand

09/11/16
Biasanya pada belanja apa di Bandung, makanan atau pakaian? Di tulisan kali ini saya mau bahas tentang benda-benda buatan orang Bandung yang recommended dan bisa kamu beli sebagai oleh-oleh untuk orang yang kamu sayang. 

Tulisan ini kayak semacam daftar must have item yang bisa kamu beli dari orang (yang tinggal di) Bandung. Menurut saya karya-karya berikut ini mencerminkan kreativitas yang orisinil dan bagus banget! Local brand di Bandung ada banyak banget dan berikut ini saya kasih lihat sedikit dulu. hehehe.

Yak mari kita mulai. 

1. Buku Vitarlenology

Membeli buku tulis di Bandung. Apa istimewanya? Oh tentu saja istimewa. Karena bukunya buatan Vitarlenology. Buku yang ia jilid sendiri. Rupa-rupa jilidnya pun istimewa. Kamu sering ngerasa gak sih kalau membeli produk buatan tangan bagaikan membeli sebuah karya seni? Ya itu yang saya rasain sewaktu akhirnya memiliki satu buah buku Vitarlenology ini.


Photo credit: Anjani Mutter

Orang dibalik masterpiece tersebut adalah Tarlen Handayani. Saya menyapanya dengan nama Mba Tarlen. Buku-buku buatan Mba Tarlen ya ampun bagusnya luar biasa. Terkadang terlihat rumit pembuatannya namun buat Mba Tarlen kayaknya gak susah-susah amat hehehe. Enggak ding, pasti susah heuheuehueh.

Beli buku handmadenya di Tobucil. Atau kamu bisa beli online di Instagram cek deh akun @vitarlenology. Buku-buku buatan Mba Tarlen kebanyakan bagian dalamnya polos, bukan bergaris. 

Saya punya satu buku buatan Mba Tarlen. Buku ini tercetak nama Bandung Diary di bagian depannya. Ugh so sweet. Kalau ngikutin instagramnya, Mba Tarlen sering menantang dirinya sendiri dengan membuat pola book binding yang rumit, termasuk menerapkan pola jahitan tenun ke buku! Eugh gak kebayang gimana bikinnya :D

Mba Tarlen sesekali ngasih workshop book binding (menjilid buku). 



2. Beli t-shirt UNKL347

Distro di Bandung udah banyak. Malah pernah ada waktunya distro di Bandung lagi hits banget. Kayaknya setiap jalan di Bandung pasti ada distronya dan semua orang Bandung mengenakan t-shirt ala-ala distro. Heuehehehe. 

Kayaknya sih mulai awal tahun 2000an tuh distro muncul. Saya kenal istilah distro di tahun 2002 sewaktu hampir semua teman-teman saya membeli sandal di distro UNKL dan t-shirt Ouval Research.

FYI, UNKL347 ini dibacanya uncle (paman, english).




Kalau kamu mau jajan t-shirt di Bandung, saya sarankan pergi ke UNKL347. Distro merek ini nih pelopor distro di Bandung. So yeah UNKL347 adalah sebuah legenda. Desainnya bagus-bagus dan simple. 

Sebenarnya ada Ouval Research, Invictus dan Wadezig sih, itu distro-distro yang oke juga menurut saya mah. UNKL dan Ouval biasanya produk yang paling sering dibajak sih karena mereka yang terpopuler :D

Dateng ke Jalan Sultan Agung untuk belanja produk distro unggulan kota Bandung ya. Instagramnya @UNKL347.



3. Wayang di Cupumanik

Wayang golek ini menurut saya mah the ultimate oleh-oleh benda non-makanan dari Bandung! Terbaik lah. Biasanya orang yang mau bepergian ke luar negeri atau mau memberi hadiah untuk koleganya yang non-indonesia, mereka pengennya ngasih wayang golek sebagai suvenir. Abisnya khas banget Indonesianya.

Membeli boneka wayang di Bandung sebenarnya bisa beli di mana saja. Di pinggir jalan di Cihampelas biasanya ada yang menjual. Di toko oleh-oleh khas Bandung juga ada. Bahkan saya sering melihat bapak-bapak yang jual boneka wayang golek di pinggir jalan Braga dan Car Free Day Dago. 

Namun ada satu tempat yang boneka wayang golek yang amat sangat saya rekomendasikan. Cupumanik nama mereknya. Lokasinya di dekat stasiun Bandung, jalan H. Akbar. Pas seberangnya Kartika Sari.


Photo credit: Cupumanik Blogspot

Kenapa Cupumanik? Karena wayang buatan mereka edaaaaan baguuuuuuus sekaliiiiiiiiii! Tiap karakter wayang kan beda-beda penampakan fisiknya. Arjuna yang kemayu, Bima yang super gagah, dan Yudhistira yang bijaksana. Cupumanik bisa mengukir tiap boneka wayangnya sesuai karakternya. Dan gak cuma itu!

Satu hal lagi yang membuat Cupumanik berbeda. Dan ini tuh ciri khasnya mereka.

Pemilihan warna kain batik yang luar biasa serius. Kain batik dan manik-maniknya seronok abis! Tapi gak norak. Jagoan nih yang mengkurasi warna kain untuk wayang-wayangnya. Warnanya ramai tapi elegan. Meriah tapi mewah. Wayangnya didandani dengan kain seolah-olah mereka manusia mau nikah. Saya belum nemu wayang dengan kain seindah di Cupumanik.

Cupumanik mah kayaknya lebih dari sekadar toko suvenir perwayangan deh.

Cupumanik adalah the best Wayang Golek-shop in town! Sayang aja mereka gak mengelola media sosial dan digitalnya euy. Tapi ada facebook Cupumanik kok, itu juga akun personal sih. Ya masih oke lah. Hehehehe. 



4. BAONG

T-shirt oleh-oleh khas Bandung ada banyak yang jual. T-shirt yang tulisannya Bandung lah, Gedung Sate lah, grafisnya makanan di Bandung lah, wuiw banyak. Susuri jalan Cihampelas atau di Pasar Baru, beeuh banyak yang jual t-shirt oleh-oleh Bandung.




Di Baong ini level t-shirt oleh-olehnya beda kelas dengan mereka penjual di jalanan. Kualitas kainnya aja beda menurut saya mah. Desainnya juga lucu-lucu deh. Banyak sih yang desainnya standar. Saya pernah kerja di Mahanagari dan menurut saya Mahanagari adalah yang terbaik :D tapi karena Mahanagari sudah tidak ada, maka tahta desain-desain khas Bandung itu sekarang ada di pundak Baong.

FYI tokonya ada di CiWalk. Instagramnya @baongbdg


5. Kopi Javaco

Ini cocok untuk para coffee-addict nih. Jajan kopi di Bandung, beli juga kopi versi bubuknya di Kopi Aroma dan Kopi Javaco. Pilih salah satunya aja sih. Hehehe. Sebenarnya ada juga toko jadul lainnya, Kopi Malabar dan Kopi Kapal Selam. Tapi untuk sementara, kita ngomongin Kopi Javaco dulu ya.


Photo Credit: Bandung Diary

Kopi Javaco adalah salah satu legenda kios kopi di Bandung. Sudah ada di Bandung sejak tahun 1930an dan enyediakan kopi jenis Arabica dan Robusta. Rumah yang jadi toko kopinya pun vintage banget, kuno abis.

FYI untuk Kopi Javaco ini saya bisa membelikannya untuk kamu. Ya itu juga seandainya kamu gak bisa datang ke javaco beli sendiri sih :D Semacam titip beliin gitu deh. Caranya cek di tulisan Beli Kopi Javaco ya. 



6. Growbox

Jamur bukan produk khas Bandung. Tapi jamur di dalam box kardus itu ciri khasnya Growbox, sebuah start-up based di Bandung. Produknya sih biasa tapi kemasannya luar biasa. Kalau kamu follow mereka di Instagram, Growbox ini aktif banget mengedukasi followersnya dengan informasi seputar jamur.


Photo Credit : Growbox

Misinya Growbox tentang menanam pangan di rumah sendiri. Ini produk favorit saya. Brilian dan konsisten. Kayaknya kebanyakan ide-ide bagus itu emang ide yang sederhana dan ide yang diwujudkan gak cuma diomongin doang :D

So yeah Growbox adalah kreativitas yang sederhana dan cerdas. Juga keren abis! Kamu bisa beli produknya secara online. Cek di Instagram mereka, @growboxbdg.

Enam dulu ya rekomendasinya. Saya lanjut lagi kapan-kapan hohohoho :D Selamat browsing, follow mereka di IG, dan selamat membelanjakan uang kalian ke kantong-kantong kreatif kayak mereka ini. Produknya bagus, kontennya berisi. Gak mesti pada ke Bandung dulu terus beli produknya sih, beli online juga bisa. Dan sebagai kalimat pemungkas: beli oleh-oleh yang itu-itu aja juga seru kok hehehe dibeli juga ya oleh-oleh Bandung yang itu-itu sajanya :D

Tabik!




Cara Menuju Trizara Resorts

30/06/16
Ada tiga macam rute yang bisa kamu pilih menuju Trizara Resorts:



1. Parongpong
Masuk ke Tol Pasteur - Tol Padalarang - Cimahi - Parongpong. Di Jalan Kolonel Masturi bersiap belok kanan. Tanya saja warga setempat di mana letaknya Pasirwangi Kampung Kramat. 

2. Sersan Bajuri
Susuri jalan Sersan Bajuri - belok ke kompleks Graha Puspa - keluar dari Graha Puspa - keluar di Jalan Kolonel Masturi. Jalan masuk ke Trizara Resorts ada di sebelah kanan. 1,5 km dari pintu keluar Graha Puspa. 

3. Jalan Setiabudi
Lurus ikuti jalan Setiabudi menuju Lembang. Nanti pas sebelum masuk ke Lembang, ada jalan ke kiri. Itu jalan Kolonel Masturi (arah Parongpong). Ancer-ancernya ada pos polisi di seberangnya, sebelum patung sapi Lembang. Lurus saja ikuti jalan rayanya. Tapi hati-hati kelewat. Jalan masuk ke Trizara ada di sebelah kiri. 

Dari jalan masuk ke Kampung Kramat sampai ke Trizara, jaraknya kira-kira 1 km. Lurus saja, ada tanjakan yang edan nanjaknya, habis itu belok kiri. Ada papan petunjuk kok, harusnya gak nyasar. 200 m dari belokan tersebut ketemu deh Trizara Resorts.


Cara Menuju The Lodge Maribaya

13/06/16
Halow. Berikut ini saya kasih tahu cara ke The Lodge Maribaya. Tulisan tentang The Lodge Maribaya secara utuh dapat kamu baca di Jalan-jalan ke The Lodge Maribaya dan Bertengger di Sky Tree. 

Oke. Ini dia caranya. 

How to Speak Like A True Sundanese!

04/03/16
Menetap di Bandung, saya tentu saja bisa berbahasa Sunda. Sayangnya bahasa sunda saya jenis yang hanya untuk kalangan sebaya, bukan untuk berbahasa kepada orang yang lebih tua. Berbeda dengan Indra, bahasa sunda dia sih bagus banget. Dari yang sopan sampai bahasa sunda yang 'kasar', dia kuasai. 

12 tahun jadi orang Bandung, bahasa sunda saya sekarang jauh lebih 'lemes'. Bisa lah saya berbangga hati hahaha. Bangganya kalau ketemu pendatang atau turis non-bandung sih. Kalau ke sesama orang Bandung lagi gak bangga karena emang penguasaan bahasa sunda saya masih buruk. 

Kembali ke judul di atas. Gimana sih emang ngomong bahasa sunda itu? Berdasarkan pengalaman sendiri, menguasai bahasa sunda bisa dimulai dengan:

1. Belajar melafalkan gabungan vokal E dan U. EU. Gampang sih, bibir yang bawah agak maju aja pas ngomong EU. Cicaheum, Ngakeul, Cageur, Ciumbuleuit....bahkan kendaraan jenis Truk oleh orang Sunda dilafalkan Treuk :D

Produk Teh Gambung, Cara Menuju Perkebunan Teh di Gambung dan Biayanya

20/01/16
Informasi berikut ini saya peroleh dari acara jalan-jalan bersama Balad Junghun dan Tjimahi Heritage (Gamboeng Vooruit). Kalian bisa pergi sendiri ke Gambung, tapi lebih seru kalau barengan dengan teman-teman dari Gamboeng Vooruit sih.


Petunjuk Arah ke Perkebunan Teh Gambung

 Ini petunjuk arah ke perkebunan teh di Gambung, Ciwidey, ya.


Cara Menuju Purwakarta

11/01/16
Saya beritahu caranya menuju Purwakarta dari Bandung ya. 



  1. Kendaraan pribadi sih gampang. Masuk ke Tol Cipularang. Perhatikan papan petunjuk jalan. Nanti ada petunjuk jalan arah Purwakarta dan Ciganea. Kalau Cipularang masih lurus, Purwakarta belok kiri. Ikuti jalannya, gak lama dari belokan itu pasti sampai ke pintu tol Purwakarta. 
  2. Kendaraan umum ada tiga macam: kereta api, bis antar kota, dan travel. Saya bahas satu-satu ya. 
  • Kereta api : Bisa naik kereta dari stasiun Kiara Condong atau Stasiun Bandung. Jadwal berubah-ubah. Untuk kepastiannya cek langsung di stasiun kereta api terdekat atau ikuti cara saya ini, download aplikasi Padi Train di Google Store/App Store. Cek jadwal kereta api bisa dilakukan pada aplikasi tersebut, begitu juga dengan booking tiketnya. Tarifnya lebih mahal dibanding kita menumpang travel atau bis antar kota. Kalau tidak salah sekitar Rp 70.000 - Rp 100.000.
  • Travel Arnes : Berada di Baltos dan BTC. Mobil berangkat setiap jam mulai pukul 05.00 - 22.00. Ongkos Rp 30.000 perorang, sekali berangkat. 
  • Bis Antar Kota : Prima Jasa jurusannya saya kurang tahu :D Datang saja ke Terminal Leuwi Panjang. Cari bisnya di sana. Ongkos Rp 22.000

Rekomendasi kendaraan umum ke Purwakarta sih baiknya naik Travel Arness saja. Kalau ada uang berlebih, bisa naik kereta. Keduanya akan mengantar kita langsung ke dalam pusat kota Purwakarta. 

Kalau dari kota lain selain Bandung yang ingin menuju Purwakarta, cek di Internet moda angkutannya. Paling gampang sih cek dulu ketersediaan kereta api menuju Purwakarta ada atau tidak. Kalau naik kendaraan pribadi ya lebih fleksibel lagi. 

Selamat berkunjung ke Purwakarta! 

Petunjuk Arah ke Taman Dewi Sartika Balaikota Bandung

03/01/16
Pasti pada cari informasi petunjuk arah ke Taman Dewi Sartika ya makanya nyangkut ke halaman blog saya ini. Hehehehe :D Anyway, taman yang kalian cari namanya emang Taman Dewi Sartika, bukan Taman Balaikota atau Taman Cikapayang. Lho gimana ceritanya? baca di tulisan yang judulnya Taman Dewi Sartika di Balaikota, Aduh Cantiknya.

Cara Menuju Taman Dewi Sartika:
  1. Lokasinya di sisi Balaikota bagian jalan Merdeka. Buka Google Map, cari Jalan Merdeka. Searah dengan mall BIP. Jalan kaki dikit doang dari BIP ke Balaikota kok, tinggal lurus aja. 
  2. Dapat dicapai dari Jalan Merdeka dan Jalan Wastukencana. 
  3. Bawa kendaraan? parkir di dalam Balaikota. Masuknya dari Jl. Wastukencana.
  4. Kalau motor bisa parkir di sebrangnya, Taman Vanda, depan Bank Indonesia.
  5. Angkot: St. Hall - Dago, Ledeng - Kalapa, Marhagayu - Ledeng, Bis kota jurusan Dago - Leuwipanjan, Antapani - Ciroyom

Petunjuk Arah ke Teras Cikapundung

02/01/16
Pada tahu Babakan Siliwangi? Pasti sudah tahu Sabuga juga dong. Nah lokasi Teras Cikapundung tuh gak jauh dari Babakan Siliwangi/Sabuga. Ini detail lokasi Teras Cikapundung ya:

Cara Menuju Teras Cikapundung
  1. Lokasi Teras Cikapundung ada di Jalan Siliwangi. Jadi arahkan kendaraan kamu ke jalan tersebut. 
  2. Parkir mobil kayaknya ribet deh, sangat saya rekomendasikan untuk parkir di Sabuga saja, jalan kaki ke Teras Cikapundung. Kalau kendaraan kamu berupa motor sih masih gampang parkirnya (kalau gak penuh pengunjung sih).
  3. Usahain JANGAN PARKIR SEMBARANGAN DI PINGGIR JALAN SILIWANGI yah. Kemarin saya lihat beberapa orang main parkir motor pinggir jalan aja, alasannya cuma "mau lihat bentar aja". Cih! 
  4. Naik angkot: Cicaheum - Ledeng dan Cicaheum - Ciroyom. Turunnya pas di depan Teras Cikapundung. 


Petunjuk Arah ke Warkop Modjok

01/01/16
Kafe yang nyamar jadi warung kopi ini menaikkan standar desain sebuah warung kopi :D Oya, buat kamu yang gak suka suasana terlalu ramai, saya sarankan datang pada pukul 09.00 sampai dengan sebelum pukul 14.00. Atau datangnya di atas jam 9 malam.

Karena di Warung Modjok peak hour dari jam 14.00 - 21.00. Itu kata kasirnya. Tapi saya sudah umumkan di sini, bisa jadi kamu datangnya jam 9 pagi tapi tetep aja ramai, hehehe :D Enjoy the place, enjoy the food! 


Ini saya kasih tahu cara menuju Warung Modjok: 
  1. Arahkan kendaraan kalian ke Jl. Setiabudhi, Terminal Ledeng. Sebelum Terminal Ledeng siap-siap belok kiri ke Jalan Sersan Bajuri. 
  2. Perumahan Pondok Hijau Indah terletak di sebelah kiri jalan, 1,5 km dari perpotongan mulut Jalan Sersan Bajuri - Jalan Setiabudhi. 
  3. Lokasi Warung Modjok dari pos satpam kompleks rumahnya berjarak sekitar 500 meter. Turun, belok kiri, dan belok kanan. 
  4. Angkot yang lewat kompleks Pondok Hijau Indah cuma satu: Ledeng - Parongpong. Jadi cari angkot apa saja yang jurusannya Terminal Ledeng, turun di terminal, nyebrang jalan ke Jalan Sersan Bajuri. Naik angkot lagi deh. Bisa juga naik Ojek kok. Atau Gojek.
Warung Modjok bisa kalian follow di IG: @warkopmodjok.  

Baca tulisan sebelumnya di Makan-makan di Warkop Modjok 

Baca Thanks! 





Cara Menuju Ciletuh - Sukabumi

27/11/15


Petunjuk arah yang saya cantumkan di sini keberangkatannya dari Bandung ya.

Kendaraan Umum
1. Naik bis jurusan Sukabumi di Terminal Leuwi Panjang. Turun di Terminal Sukabumi.
2. Lanjut naik angkot jurusan Cisaat.
3. Turun di Cisaat dan lanjut dengan menumpang Elf sampai di pertigaan desa bernama Surade (benerin ya kalau saya salah tulis nama desanya :D) , bilang ke sopirnya kamu mau ke Ciletuh. Perjalanan dari kota Sukabumi kira-kira 3 - 4 jam. Elf hanya beroperasi sampai pukul 5 sore.
4. Di pertigaan Surade, perjalanan dilanjut naik Ojek. Butuh sekitar 30 menit lagi untuk sampai di Ciletuh.


Kendaraan Pribadi
1. Aktifkan google map atau GPS. Arahkan kendaraan menuju Sukabumi. 
2. Setir kendaraan ke arah Cisaat. Nah dari sini saya gak ingat mesti ambil jalan yang mana, yang pasti sih arahnya sama dengan Ujung Genteng. Nanti di Surade kalian belok kanan. 

Oiya, untuk Wisata di Ciletuh, saran saya kontak teman-teman di PAPSI (Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi). Cek facebook PAPSI dengan klik yang ini.  Baca paket wisata di Ciletuh di sini.  Selama saya di sana, mulai dari penginapan, makan, kendaraan, air minum, sampai foto-foto dan bantuan perjalanan di medan-medna yang sulit disediakan oleh PAPSI. 

Saya gak saranin pergi pulang hari. Mendingan menginap satu atau dua malam di Ciletuh. Satu hari aja mah kurang banget euy, belum lagi durasi perjalanan ke Ciletuh yang panjang. Saya dan teman-teman ambil paket wisata yang 3D2N, tiga hari dua malam. Sekitar Rp 750.000/orang. 


Teks : Nurul Ulu

Petunjuk Arah ke Surabi Cihapit

14/11/15
Kalau saya selalu datang dari arah jalan Riau. Buka Google Mapnya, cari Jalan Riau. Cari perempatan jalan Riau - jalan Cihapit - jalan Citarum. Lokasi lapak surabinya gak jauh dari Jalan Riau. Kira-kira 100 meter aja. 



Gak ada angkot yang lewat ke Jalan Cihapit. Semua angkot lewatnya ke Jalan Riau. Jadi naik angkotnya : Margahayu - Ledeng. Atau naiklah Gojek :D 





Foto : Indragele
Teks : Ulu

Petunjuk Arah ke Lotek Alkateri

02/11/15
Saya kasih cara menuju Lotek Alkateri ya. Biar gak nyasar :D 


1. Bisa masuk dari Jalan Otista - Jalan ABC - jalan kaki lurus sampai ketemu dengan perempatan pertama perpotongan Jalan ABC dengan Jalan Alkateri, belok ke kanan. Ketemu deh dengan Lotek Alkaterinya.

2. Bisa juga dari Jalan Asia Afrika. Di seberang Alun-alun Bandung, di Jalan Asia Afrika, ada hotel Golden Flower. Di samping Hotel tersebut ada jalan kecil, nah itu lah jalan Alkateri. Masuk ya ke jalan kecil ini. Muat satu mobil doang dan satu arah pula. Berjalan kaki lurus ikuti Jalan Alketerinya. Mendekati mulut jalannya, sebelum perpotongan jalan, di sebelah kiri, itulah Lotek Alkateri. 

3. Bisa juga datang dari jalan Banceuy. Yang ini saya bingung jelasinnya gimana. Pake dua jalan di atas aja deh :D 


Lotek Alkateri Rp 8.000

Buka Setiap hari jam 09.00 - sehabisnya, biasanya sih jam 15.00 juga udah habis. 





Teks : Nurul Ulu
Foto : Indra Yudha (Gele)

Petunjuk Arah ke Museum Konperensi Asia Afrika

15/01/15
Tidak ada angkot yang lewat di depan museum Konperensi Asia Afrika. Ada juga bis DAMRI. Nah kalau di bagian belakang museumnya, seliweran angkot-angkot. Dipilih-dipilih :D 

Menuju ke museum KAA kalau saya butuh waktu 20 menit tanpa macet. Kalau macet, mamamia lebih dari satu jam deh biasanya. Memang macet di mana? Dari Ledeng, saya melewati jebakan macet paling brutal di Bandung: Setiabudi dan Cihampelas. 

Nih ya angkot yang lewat sekitar Museum Konperensi Asia Afrika:

1. Gedebage - Stasiun Hall
2. Kalapa - Ledeng
3. Buah batu - Kalapa
4. Bis DAMRI jurusan Cicaheum - Cibeureum
5. Elang - Cicadas

Kalau kalian naik kendaraan pribadi, taro di rumah masing-masing ajalah kendaraannya. Hahaha :P naik angkot ateuh. Tapi kalau terpaksa nih ya petunjuk arahnya. 

1. Pergilah ke jalan Asia Afrika karena di sanalah museumnya berada. 
2. Tahu Alun-alun Bandung? Ya deket banget dari Alun-alun.
3. Tahu Jalan Braga? Lah ya apalagi, Jalan Braga itu dipunggungi dan disampingnya jalan Braga.
4. Jalan Asia Afrika ini satu arah
5. Yang terhubung dengan Jalan Asia Afrika adalah Jl. Lengkong dan Jl. Braga. 
6. Dari arah kendaraan kalian berjalan, museum KAA ada di sebelah kanan. Parkirnya bisa di area Jl. Cikapundung. 

Petunjuk Arah ke Stone Garden Bandung

21/11/14
Agak susah buat masuk ke kawasan Stone Garden. Saya aja yang udah pernah beberapa kali datang masih kecele. Lupa titik masuknya. 


Yang naik kendaraan umum:
1. Naiklah angkot yg jurusannya Padalarang. Kalau saya biasanya ke Alun-alun Bandung, naik bis Damri jurusan Alun-alun - Situ Ciburuy. Turun di Situ Ciburuy dan lanjut naik angkot jurusan Citatah. Bilang aja ke sopir angkotnya mau ke Pasir Pawon. 

2. Sejujurnya saya gak inget kalo mesti ditulis di sini, turunnya di sebalah mana kalo dari angkot. Yang pasti setelah turun angkot, kamu nyebrang jalan (sebelah kanan jalan). Seinget saya sih, jalan masuknya ada dua. Satu, jalan masuknya diapit dua gapura yang di bagian atasnya ada tulisan Pasir Pawon. Dua, jalan masuknya ada dua arah, ditengah-tengahnya ada pembatas jalan. 

3. Patokannya kalau kalian udah lihat pemandangan perbukitan kapur (kawasan Tagog Apu, namanya) di sebelah kanan dari tempat kamu duduk di dalem angkot, berarti sudah dekat. 

4. Dari depan jalan masuk, ada Ojek. Mau jalan kaki bisa, mau naik ojek lebih baik karena kalau jalan kaki mah jauh euy. Pulangnya bisa janjian sama Tukang Ojeknya. 


Yang naik kendaraan pribadi:
Ikuti petunjuk arah di atas. Hahhahaha :D garing ih :P

Baca juga:

Stone Garden In The Morning

Teks: Nurul Ulu
Foto: Indragele

Cara Menghadapi (Sopir) Angkot di Bandung

10/06/14
Kemacetan Bandung mulai mirip Jakarta. Kata siapa? Gak salah, belum tentu benar. Masing di tengah-tengah lah. Saya pernah ada di belantara kemacetan Jakarta. Bikin stresss! Kemacetan di Bandung masih manusiawi, kecuali musim libur anka sekolahan sih. 

Ah pasti bosen deh kalau dibilang kudu menggunakan transportasi umum. Ya kotor, ya ngetem, ya sopirnya rese, banyak tapinya lah. 

Berhubung saya masih jadi pengguna setia angkot, saya masih sering naik darah nih kalau pake angkutan umum di Bandung. Paling kesel sebenernya cuma dua hal aja: sopirnya ngebut dan seenaknya ngambil kembalian duit kita. 

Ah lama-lama emang harus siap mental nih naik angkot di Bandung. Nih tips hasil pengalaman saya biar sabar menghadapi kelakuan sopir angkot di Bandung:

1. Siapkan uang receh. Bayar seminimum mungkin. Daripada duit kembalian gak dibalikin, saya milih diminta atau bahkan disentak sopirnya yang bilang duit saya kurang. Kemungkinan sakit hati bisa kita hadang dengan cara ngasih duit pas ini. 

2. Jangan berharap angkot tidak akan ngetem karena mereka pasti ngetem. Sudah jadi SOP-nya begitu. Jadi persiapankan waktu sebaik-baiknya, apalagi kalau ada janji dengan orang lain. Iya deh tahu, biasanya pas lagi buru-buru adaaa saja hambatan, salah satunya sopir angkot. Sabar ya... 

3. Kalau angkot ngebut, sesuaikan dengan kebutuhan anda. Kalau sedang buru-buru, bersyukurlah soalnya angkot model gini bagaimanapun menyebalkannya, bikin kita cepet sampai tujuan. Tapi kalau lagi santai, saya biasanya milih turun dan ganti angkot. Males euy marahin sopirnya, ntar dia malah melampiaskan kekesalannya dengan tambah ngebut. Haaaah...

4. Ngebut atau gaknya angkot, bisa kita amati sebelum naik angkotnya. Kalau saya biasanya begitu. Perhatikan cara ngeremnya, caranya berbelok, caranya ngegas mobil. Iya agak susah sih memang, soalnya sepersekian menit saja kesempatan buat mengamati. Seringnya sih saya gagal :)) tapi, pernah juga kok berhasil ;)

Begitulah. Melihat cara kerja walikota yang baru sekarang, gede sih harapan saya beliau mau turun tangan benerin sistem transportasi di kota ini. Transportasi umum yang baik dan banyak digunakan warga kan jadi ukuran sehat atau engga kehidupan kotanya. 

Gak kayak sekarang. Mobil pribadi tumpah ruah di jalanan, semua orang di strata bawah dan menengah kredit motor, angkotnya ngetem dan ngebut... gak ada yang bener sih kata saya sampai ada pihak yang mau mengatur ini semua. Dengan baik dan benar tentu saja. 



Petunjuk Arah ke PMI kota Bandung

01/05/14
1. Angkot yang lewat di depan PMI Kota Bandung: Cicaheum - Kalapa via (jalan) Aceh

2. Angkot yang lewat sekitar PMI Kota Bandung: Sadang Serang - Caringin, Kalapa - Ledeng

3. Lokasi PMI Kota Bandung berhadap-hadapan dengan gedung Graha Manggala Siliwangi, dari perempatan jalan Aceh tidak jauh. Jalan kaki tidak sampai satu menit dari perempatan tersebut. 

Petunjuk Arah ke Car Free Day Dago

07/04/14
1. Kalau angkot yang lewat di muka jalan Dago arena Car Free Day :
Kalapa - Dago
Cicaheum - Ledeng
Cicaheum - Ciroyom
Panghegar - Dipatiukur
Sadangserang - Caringin
Riung Bandung - Dago




Petunjuk Arah Menuju Hostel Chez Bon di Braga

12/03/14
Cara Menuju Chez Bon



1. Naik taksi

2. Naik ojek, bilang mau ke Braga, berhenti di depan Bebek Garang. Chez Bon berada persis diseberangnya.

3. Tidak ada angkot yang melewati jalur Braga. Kalo memintas sih ada: Angkot Gedebage - Stasiun, Dago - St. Hall, Bis Damri Dago - Leuwi Panjang.


Baca juga:

Hostel Chez Bon di Braga: Fun and Fresh (Bagian 1)


Petunjuk Arah Menuju Dusun Bambu

11/03/14
Dusun Bambu enaknya gak cuma berfungsi sebagai tempat makan aja. Disini kita bisa jalan-jalan dan menuhin akun instagram kita dengan poto-poto yang objeknya cantik-catik. Dari hari terang sampai ke malam, Dusun Bambu gak berhenti bikin kita betah. Hehehe :D

Gimana cara menuju Dusun Bambu?


1. Ikuti Jalan Setiabudi sampai Terminal Ledeng, ntar ada jalan di sebelah kiri jalan. 

2. Nama jalan itu Sersan Bajuri. Nah susuri jalan itu kira-kira 11 km lurus. 

3. Nanti kita bermuara ke jalan Kolonel Masturi. Harusnya gak nyasar ya karena ada papan Dusun Bambu di beberapa titik jalan. Kalo malam gak keliatan sih spanduknya. Heuheuheu.

Baca juga : Tips Ajak Anak Traveling Adalah Bersabar! Hahaha :D

4. Di jalan Kolonel Masturi, belok ke kanan. Lurus sampai ketemu Dusun Bambu. Mentok kok jadi gak akan kebawa sampai ke gunung. 

5. Kalau mau naik angkot: naik angkot apa aja yang tujuannya ke Ledeng. Turun dari terminal, jalan kaki ke jalan Sersan bajuri. Deket. Nanti ada angkot disitu tujuannya Terminal Parongpong. 4ribu ongkosnya. Dari situ naek angkot lagi jurusan Padalarang - Parongpong. Lama nih ngetemnya, Mendingan naek ojek. 5ribu sampai ke gerbang Dusun Bambu.




Ayoo ditunggu di Bandung!


Baca juga:

One Day In Dusun Bambu (part 1)


Gimana Caranya ke Braga Culinary Night?

06/02/14
Banyak temen yang nanya sama saya: Braga kulineri dimana sih, luuuu?

Braga itu ada jantung kota Bandung, Saudara-saudari. Pada tau BIP gak? Nah deket-deket situ. Gak jauh dari jalan Dago. Semua orang Bandung tau jalan Braga.

Braga Culinary Night diselenggarakan sepanjang Jalan Braga 500 meter saja. Acara perdananya tanggal 11 Januari. Pernah diniatkan oleh pak walikota menjadi acara sepekan satu kali pada hari malam minggu jam 18.00 - 01.00. Tapi entah kenapa sekarang menjadi satu kali dalam dua minggu saja. Hari dan waktu sih sama saja.

Braga Culinary Night disingkat BCN gratis gak dipungut biaya. Bayarnya ntar pas temen-temen pada beli makanan/minuman di booth yang jualan :D

Saya udah dua kali datang ke BCN. Pertama di acara perdananya. Kedua di penyelenggaraan BCN yang kedua. Berturu-turut. Dateng sekali lagi dapat piring gimana, pak walikota? :))



BCN seru banyak makanan. Sosis, gorengan, sate padang, risoles, cilok, cimol, seblak, ramen, bebek, gak ada yang gak ada deh pokoknya tumplek tumbleugh. Ada juga penjual area food truck yang menjual makanan western: burger, sosis bakar, hotdog, dan sejenisnya. Seru-seru sih rasanya. Ada yang enak banget, ada yang standar, ada yang gak terlalu enak. Buat jajan-jajan centil boleh lah :D

  1. Menuju Braga bisa pake taksi :D bayar langsung diantar ke lokasi. 
  2. Kalau angkot, ada macam-macam. Tergantung datangnya dari arah mana. Kalau saya dari arah utara kota Bandung, jadi saya pake angkot Ledeng - Kalapa, turun di jalan Wastukencana yang ada masjidnya, dekat Balaikota. Habis itu jalan kaki mengikuti jalan Wastikencana ke arah selatan. Teruuuusss aja, sampe nyebrang jalan tiga kali. Nah sampai deh di Braga.
  3. Kalau gak mau jalan kaki, pake angkot Ledeng - Kalapa, turun di jalan Merdeka dekat BIP, naik angkot lagi Kalapa - Stasiun (St) Hall (angkot ini lewat di depan BIP). Ntar sampai di mulut jalan Braganya kok. 


Sekian. Ntar sambung lagi tulisan tentang Braganya yak.