Social Media

Lima Ribu Langkah Kaki Dari Cibadak ke Cihapit

18 February 2023

Cibadak ke Cihapit jarak tempuhnya lima ribu langkah. Itu terjadi bila berjalan kakinya dikombinasi dengan menumpang becak, naik bis, dan pesan taksi online. Itulah yang kami berdua lakukan, saya dan adikku. Kami sarapan bareng dan memutuskan jalan kaki dari Gang Selera di Cibadak sampai Konklusi di Cihapit.

 

Jalan Sudirman Bandung


Sewaktu sampai di sekitar mall BEC kami menyerah dan minta bantuan grabcar. Padahal ke Cihapit tinggal beberapa kilometer saja. Begitulah kondisi kaki-kaki warga perkotaan kayak kami yang memble sememble fasilitas pedestriannya hahaha salahin terus pemerintah. Okeoke enggak maap.  

Kami berjalan kaki, memotret, dan merekam video. Di Jalan Sudirman kami duduk santai dan jajan molen gak sengaja. Jalan Sudirman di dekat Asia Afrika trotoarnya lumayan nyaman buat duduk-duduk. Lagi-lagi ini infrastruktur peninggalan walikota Ridwan Kamil. Sekacau-kacaunya dia hari ini, waktu jadi walikota ada juga gunanya.

 



Ceritanya acara berjalan kaki ini tuh dalam rangka merayakan waktu luang si adik yang baru resign. Sebagai pekerja keras dia bekerja di dua kantor. Padahal pemasukan dari satu kantor aja udah gede buat itungan warga Bandung.

Biasanya ngajak dia sarapan bareng susahnya bukan main. Orangnya sibuk banget ngurusin deadline. Ke mana-mana nenteng laptop. Begitu juga waktu kami jalan sampai Cihapit. Laptopnya dibawa teroooos! Kerjanya 24/7. Work life balance itu fana karena hanya jargon di media sosial. Dalam dunia nyata kita terseok-seok dilindas pekerjaan yang gak ada ujungnya sejak bangun tidur hingga mau tidur. Kamu juga ataukah kami saja yang mengalaminya? 


Sekarang kantornya satu. "Gimana rasanya, nis?" kutanya.

Enak, katanya. Bisa jogging, bisa sarapan di luar. "Tapi uang berkurang banyak sih," jawabnya dengan wajah agak suram. Kusodorin risoles Gang Selera ke mulutnya, wajahnya segar lagi. Ia melanjutkan “udah daftar bootcamp, ntar malem mulai kelasnya.” Kulelebkan sesendok Nasi Mandhi ala Gang Selera kepadanya, mukanya senyum kembali. Hidup emang gak ada ujungnya kalo uang melulu yang dicari, tapi kita semua membutuhkannya, butuh uang.

Sarapan di Gang Selera dan makan siang di Konklusi, keduanya pilihan tepat buat kami. Kupikir makanan enak memanglah salah satu pereda stres. Sesudah makan kita siap kembali meneruskan perjuangan-perjuangan yang sama. Betul begitu kan? 


konklusi di pasar cihapit

Post Comment
Post a Comment