Social Media

Image Slider

Makan Siang Tujuh Ribuan Udah Pake Nasi di Nasi Timbel Hatiku Jalan Sancang

January 17, 2022

Jalan Sancang jam 12 siang itu tanda bukti kalo Tuhan menciptakan Bandung saat sedang tersenyum. Sebab di sana jalanan adem gak rusuh, teduh pula ada pepohonan. Terus kalo jajan nasi, sayur mayur, lauk pauk, kerupuk, dan sambal hangat hanya tujuh ribu perak, minumnya air teh panas dalam gelas kaca. Punya uang 17.000 aja bisa makan berdua ditambah sate ampela. 

 



 

Bayangin makanan lezat yang dimakan tanpa keringatan karena cuaca panas atau jalanan yang sangar. Hehe. Harganya ramah sampai-sampai nih kalo kamu nanya berapa total harga pada pedagangnya sebelum makan, dia akan berkata "sok atuh tuang weh heula amanlah."

Dicatat yah kali-kali pas tanggal tua sedang berkeliaran di tengah kota Bandung : Nasi Timbel Hatiku, Jl Sancang depan Masjid Sancang, pukul 9.00 s/d 15.00.

Ntar kalo kamu udah balik lagi ke Kopo, Bojongsoang, dan Cicadas baru deh kelihatan bahwasanya Tuhan menciptakan Bandung saat Ia sedang manyun. Hahaha. 

 

 

Saya gak usah jelasin situasi tempatnya bagaimana, lihat saja fotonya. Kebayang lah meureun. Ada harga ada rupa, tenang saja kalo dari segi rasa mah sudah pasti nikmat. Kalo tempat mah selera saja preferensinya bagaimana. Hehe.

Menonton Love Story

January 15, 2022

Pertama-tama, saya harus beritahu bahwa tulisan ini berisi spoiler film. Hati-hati. Udah saya ingetin nih, jangan ngambek. Hehe.

 

 

Yang seumuran saya mungkin ingat awal tahun 2000 di Metro TV pernah ada program pemutaran film satu minggu satu kali. Saat itu kutonton film judulnya Love Story. Film lama tahun 1970.

Muda mudi bernama Jenny dan Oliver, mereka berasal dari bibit keluarga berbeda. Si Oliver bangsawan, nama belakangnya Barret IV. Jenny rakyat biasa.

Kuliahnya Oliver jurusan hukum, ia menjalani hidup sesuai standar prosedur keluarga. Jenny ambil jurusan musik, sesuai kehendaknya sendiri. Tidak heran Jenny berjiwa free spirit dan Oliver menyukainya.

Oliver sangat memuja, mencintai, dan mengagumi Jenny.

Lalu ceritanya bergulir standar saja: pacaran bucin. Setelah menikah lebih banyak berantemnya, mulai dari cari kontrakan sampai kehabisan uang. Meski berantem melulu, mereka bucin banget. Gemes!

Pendek cerita Jenny sakit. Oliver mati-matian cari uang, memberi pengobatan untuk istrinya. Sementara Oliver sendiri kesusahan cari kerja. 

 



Menggenggam tangan Oliver di sebuah kamar rawat di rumah sakit, Jenny menghembuskan napas terakhirnya. Damai dan tenang.

Oliver bergegas pergi keluar rumah sakit. Berjalan dia ke arah taman (lapangan?) yang tertimbun salju. Pemandangan sekelilingnya warna putih, salju semua.

Suara piano sebagai backsound masuk. Pernah dengar lagu berjudul Where Do I Begin - Andy Williams? Instrumental solo piano bermelodi lagu itulah yang mendampingi duka mendalam Oliver sejak ia berjalan dari rumah sakit sampai dia duduk termenung di bangku taman.

Di ujung film, Oliver duduk di sebuah bangku panjang. Kamera menyorot zoom out punggungnya saja.

Monolog Oliver berkata, "what can you say about a 25 year old girl who died? That she was beautiful. And brilliant. That she loved Mozart and Bach. And the Beatles. And me."

Begitulah. Bila dilihat dari sudut pandang saya hari ini, bukan di tahun 2000, Love Story adalah film yang cringe sebetulnya. Namun entah mengapa tiap kali saya menceritakan ulang filmnya, terutama di bagian akhir, tubuh saya meresponnya berbeda: dengan air mata 🥺

Jajan Keripik Kiloan

January 13, 2022

Udah beberapa kali nih saya beli keripik cireng. Tahu kan cireng, aci digoreng. Nah itu teh ada versi keripiknya.

Kira-kira tujuh bulan lalu sehabis vaksinasi covid-19 yang pertama, di tengah jalan pulang saya dan Indra mampir ke toko keripik kiloan. Di sanalah saya melihat keripik aci. Tokonya di sekitar Masjid PUSDAI.

Saya belilah sedikit. Gak tahunya keterusan abis enak, hehe. Namun kutemukan fakta bahwa gak semua toko keripik kiloan menyediakan keripik aci yang enak. Definisi enak adalah tidak floury, keripiknya tipis dan keras, bantat lah gitu. 

 


Terakhir kali saya jajan keripik kira-kira tiga hari lalu. Di Bojongsoang lokasinya. Toko Chika Cemerlang namanya. Ini toko yang kuperhatikan gak jarang bikin macet sebab pembelinya yang datang dengan mobil, parkirnya di jalan menghalangi kendaraan lain. Lha memang tidak ada area parkirnya di sini, orang-orang males kali cari parkiran di Bojongsoang di mana coba, paling ke supermarket terdekat.

Kucatat dan kubeli:

Kerupuk seblak 250 gram harganya 12.000
Gurilem manis 250 gram harganya 10.000

Rekomendasi keripik lainnya: keripik cireng tentu saja! Enak wkwkwk apalagi kalo ditaburi mie goreng telor. Cuma masih kalah rasa dari keripik cireng yang kubeli tujuh bulan lalu itu.

Antara satu toko dengan toko lain mungkin beda harga tapi harusnya gak beda jauh. Kitu weh atuh! Sok tah dipeser dipeser dipeser!
 

Membaca Yuni

January 10, 2022

Biasanya, biasanya nih, film-film yang masuk kelas festival adalah film yang jujur, kelas sosial dan konfliknya diperlihatkan apa adanya. Tahu sendiri ya kejujuran macam begitu seringnya bikin sesak napas.

Dengan demikian saya sering menghindar dari film-film festival, lebih spesifik lagi yang kisahnya melibatkan konflik perempuan sebagai tokoh utama. Seperti film yang judulnya Yuni ini.

 


Beda dengan format buku. Sepedih apapun ceritanya saya sanggup baca. Nah begitu film Yuni rilis dalam bentuk novel saya langsung ikutan preorder.

Ceritanya gini. Yuni kelas 3 SMA. Tinggalnya di kota kecil, daerah Cilegon. Di sana lazim perempuan menikah usia muda (di bawah umur 20 tahun). Yuni menghadapi isu yang sama, begitupun teman-temannya.

Masih duduk di bangku sekolah saja, Yuni sudah dilamar 2x. Gadis ini mengalami kebimbangan, apakah teruskan sekolah atau menikah. Dia juga dihadapkan pada banyak kenyataan bahwa stigma sosial banyak dijatuhkan pada perempuan. Misal: menolak lamaran menikah itu pamali.

Meski gak seperti Yuni, saya sendiri sebagai perempuan sering ketemu peristiwa yang membuatku berpikir, mungkin Tuhan itu laki-laki ya? Ataukah jangan-jangan dunia ini dirancang untuk laki-laki saja?

Demikian. Saat saya membaca bagian akhir ceritanya, saya bertanya-tanya apakah Yuni: ***** **** ataukah ia jadinya *******?

Gini nih ciri khas film-film festival, bagian akhirnya sering berada di tangan penonton. Atau dalam kasus saya, di mata pembaca.

Ayo ditonton filmnya, atau seperti saya, dibaca novelnya 💜💜💜


Di Vila Isola

January 08, 2022

Ini dia gedung tua favoritku di Bandung. Udah gak kehitung berapa kali saya lihat Vila Isola dan baru aja minggu lalu saya berkunjung ke sana. Terakhir kali main ke Vila Isola sebelum ada pandemi.

Dulu saya gak tahu ini gedung bagian depannya mana, sebab depan belakang kok ya sama cakep semua.

Orang kan bikin rumah depannya aja yang dirancang estetik, bagian belakang ya embuh. Tidak kalo Vila Isola yang ada di Bandung bagian utara ini.

 



Keistimewaan Vila Isola adalah skala ruangnya yang seperti kompleks istana. Ada gedung dan ada taman. Tamannya dua sisi pula depan belakang. Tiap taman ada kolamnya. Kamu tidak bisa memasuki gedungnya tapi kamu bisa nongkrong di tamannya.

Kesukaan saya banget nih duduk melamun di pinggir kolam yang menghadap ke kota Bandung. Bila cuaca cerah Gunung Malabar terlihat di ujung selatan.

Jika sore tiba sebaiknya sudah pulang sebelum magrib, lain nanaon banyak nyamuk aja jaba tirissss!

Sebelum kamu bertanya pada saya, “Vila Isola ada di mana?” silakan buka hapenya dan ketik ini google search engine: vila isola bandung.