Social Media

Pertama Kali Touring 200 Km Bolak Balik Bandung Sukabumi

08/05/26

231 km adalah jarak yang kami tempuh dalam rute Bandung - Sukabumi - keliling kota sukabumi - Bandung menumpang motor. Pertamax yang habis totalnya 80ribu, masih sangat terjangkau (beberapa hari kemudian harga pertamax naik!).  


Ini pengalaman pertama saya touring sejauh ini. Sebelumnya kami trip bermotor Bandung - Garut saja. Yah lumayan nambah sedikit demi sedikit portfolio touring. Mungkin habis ini kami akan melalap rute Pangandaran. Aminkan saja dulu. 


1 Mei Hari Buruh waktu itu jatuh di hari jumat. Libur tanggal merah. Indra mulai memacu motor pukul 5.30. Jalanan sepi sehingga pukul 6.30 kami sudah lewati kota Padalarang dan berhenti sejenak cari sarapan, yaitu kupat tahu padalarang di dekat Situ Ciburuy. Kalau tidak macet, Bandung sangat enak dijelajahi. 


Juga baru saya bisa rasakan udara dan hawa pagi saat hari libur di wilayah lintas priangan. Pukul 7 sejuk sekali. Karena naik motor jadi tangan saya bisa bersentuhan dengan udara langsung. Punggung juga dipijat matahari kemarau yang belum panas. 


Padalarang yang biasanya macet malah lengang. Gunung-gunung kapur masih sunyi. Citatah yang padat truk-truk bayawak juga kosong jalanannya. Jadi ingat puisinya Ramadhan K.H. 


"Harum madu di mawar merah,

mentari di tengah-tengah.

Berbelit jalan ke gunung kapur,

antara Bandung dan Cianjur."


Betul sekali Bandung - Cianjur pemandangan paginya indah. Masih ada pesawahan di antara pabrik dan warung-warung doyong pinggir jalan. 


Di jembatan Rajamandala terngiang-ngiang lagu pop sunda berjudul Sasak Rajamandala buatan Asep Darso. 


"Di beh kuloneun pengkolan nu ka Saguling

Aya sasak anu jadi panineungan kuring

Sasak panjang nu nepungkeun Bandung-Cianjur

Liliwatan balarea, meuntas Walungan Citarum"


Di rute Cianjur - Sukabumi lebih grandeur dengan latar Gunung Gede Pangrango. Pada jalur ini saya membayangkan seorang naturalis Junghuhn yang berkuda jarambah dari Sukabumi ke Cianjur, menuju Bandung dan sebaliknya. Bedanya saya naik kuda besi, Junghuhn menumpang kereta kuda betulan. 


"Udara pagi yang menyegarkan membangkitkan gairah bepergian dalam diri saya," tulis Junghuhn pada catatan perjalanannya. 


Dalam trip bermotor ini Indra menyiapkan intercom di helm-helm yang kami kenakan. Jadi sepanjang jalan kami bisa ngobrol dengan leluasa. 


Begitulah romantisasi ala warga bandung yang baru pertama kali menempuh Bandung - Sukabumi dengan motornya. Namanya juga newbie. Hehe. 


Tidak ada yang ripuh di jalan. Namun saat kembali ke Bandung esok harinya, sabtu, kami berangkat pukul 9 pagi dari Sukabumi. Siang datang begitu cepat. Di Citatah Kabupaten Bandung muncul problema klise: macet, macet, macet. Nestapanya kota metropolitan bandung yang rudet sampai ke kabupaten-kabupatennya.


Ada 89 kelokan di Citatah Padalarang. Saya menghitungnya sendiri, mungkin salah tapi bisa jadi benar. Motor kami menyantap rute Citatah selama 20 menit. 


Jalan yang menghubungkan Bandung dengan Cianjur ini selalu macet merayap di jam tertentu karena padat kendaraan. Berikut ini jenis kendaraan yang paling horor: truk pasir, truk batu, truk kayu gelondongan, truk batu hebel, truk isi mobil, truk isi mesin steam, truk sampah, truk tangki minyak, truk air, dan bis-bis 60 seat antar kota antar provinsi. 


Kendaraan tipe 'final destination' itu merayap di jalan citatah yang konturnya berkelok nanjak dan mudun. Akibatnya selama perjalanan 20 menit bermotor itu: kepala pindah ke jantung, jantung pindah ke lutut, dan lutut nyur-nyuran menanggung rasa tegang. 


Namun bila berhasil menaklukan rute Citatah yang sadis itu, kamu akan disambut sawah-sawah juga bubur cianjur (jika tujuan ke Cianjur) dan dijamu macet demi macet demi macet demi macet (kalau arah ke Bandung).


Terlepas perjalanan kembali ke Bandung yang dramatis (karena macetsuracet), touring adalah pengalaman traveling yang menyenangkan. Mungkin karena saya melaluinya bersama dengan Indra (skill nyetirnya nyekil sekali, jajan enak, dan kami ngobrol sepanjang jalan). Pangandaran gimana?  

Post Comment
Post a Comment