Gedong Cai di Bandung 3

April 09, 2015
Dari Gedong Cai, kami beranjak ke tempat yang lebih tinggi dan lebih terjal dari semua trek yang kami lalui sebelumnya. Hosh! 

Saya dan Gele sampai gak kuat bawa Nabil. Seorang panitia dengan gagahnya gendong Nabil dan naik ke dataran yang lebih tinggi. Tanahnya licin sekali dan kemiringannya tajam euy. Beberapa kali saya hampir terjatuh. Begitu juga cowok di depan saya yang menggendong Nabil. Yosh! Seru banget dan deg-degan. Habisnya kalau saya jatuh, itu artinya terjun bebas ke sisi kanan yang lumayan sih tinggi juga. 

Sampai di dataran yang landai dan bisa menarik napas lega. Alhamdulillah! 

Nabil baik-baik saja, gak nangis sepanjang jalan. Dari titik pertama perjalanan digendong pun jarang. Saya gak mau gendong-gendong dia sih, berat. Kecuali darurat. Gele harus motret jadi saya menyediakan diri jadi penjaga Nabil :D 

Oh iya, selama perjalanan ini salah satu kegiatan uniknya adalah mengumpulkan sampah dan menanam bibit pohon. Panitia yang menyediakan bibit pohonnya, mereka juga yang menanam.  Saya hanya nonton prosesnya. Semoga pohonnya nanti jadi tinggi dan rindang, gak ada yang tebang! Amin. 

Istirahat sebentar lalu perjalanan dilanjut. Gak susah trek terakhir ini ini, jalan setapak - meniti jalur batu sungai kecil - keluar di kompleks Budi Indah. Kompleks perumahan elit! 

Jreng jreng. Hahaha pakaian kotor karena tanah becek, napas tersengal-sengal, sepatu sudah gak jelas warnanya eeeh keluar di perumahan elit. Aneh banget hihihi ya ini ngelihatin kan sebenernya lahan hijau di Ledeng sudah terdesak jauh oleh pemukiman. 

Hampir sampai di titik akhir, perjalanan menuju garis finish ini rutenya gampang banget. Jalanannya aspal dan masuk ke gang-gang rumah warga. 

Dari trek berupa jalan setapak dengan aneka keterjalannya, masuk ke pemukiman elit, terus melintas rumah-rumah warga lokal. Komplit banget yah. 

Acara terakhir adalah istirahat, makan siang dan diskusi di CCL (komunitas Celah-celah Langit, di belakang Terminal Ledeng) seusai perjalanan. Tapi saya sudah gak kuat pengen pulang, berganti pakaian, makan, dan molor :D 

Jam 1 siang sampai di rumah. Seru, senang, dan gak nolak ikutan kalau ada acara yang serupa lagi. Seneng acara jalan-jalannya, suka dengan kontennya.

Jadi tahu kalau Belanda menjajah kita berbekal banyak ilmu. Ilmu perang sampai ilmu tata kota. Perang gak baik. Tapi tata kota dan sistem pengairan yang Belanda buat, itu bagus sekali.












Post Comment
Post a Comment