Bagaimana Caramu Mewujudkan Impian?

December 10, 2019

Namanya manusia wajar punya keinginan. Mimpi. Impian. Dari yang mimpinya pengen bersantai saja di rumah, punya rumah sendiri, traveling ke Raja Ampat hingga impian menghajikan orang tua.

Mimpi-mimpi yang demikian biasanya kita bayangkan saja. Impian semata. Dikejar tapi tanpa target. Terwujud ya syukur, tidak kesampaian ya nasib.

Akan tetapi, pernah ada yang menulis impian di buku harian? (apa masih ada yang nulis di buku harian? :D). Apa ada yang mencantumkan impian dalam caption-caption di status media sosial? malah lebih ekstrim lagi: ada yang merinci mimpinya dalam bentuk angka?



Angka gimana nih maksudnya?

Ya ditulis dengan mata uang. Mimpinya dikonversi jadi uang, maksudnya begitu loh.

Misalnya nih, mau traveling ke Raja Ampat gaya backpakeran. Riset di google biayanya maksimal 10 juta. Dihitung dengan inflasi 10% maka 5 tahun lagi biayanya jadi 16 jutaan. Selama lima tahun itu dihitung-hitung mesti nabung sebulan sekali, sebanyak...200ribuan.

Jadi terbayangkan yang kamu mau, yang kamu impikan, ternyata dekat saja kok.

Impian yang kita kira jauh, mahal, dan tak terjangkau kecuali kita kerja kayak kuda-kuda Afrika nonstop ternyata seharga Rp200.000an saja. Perbulan. Pernah sedetil itu menulis mimpi?  Nah sekarang sudah tahu, mari kita ambil pena dan tulis impian kita apa dan bagaimana.

Ilmu barusan datangnya dari Andika Dipa. Ia menyampaikannya dalam acara yang diselenggarakan Home Credit Indonesia, Sabtu (7/12/2019) di Upnormal Coffee Roaster Bandung. 

FUNacial dari Home Credit Indonesia


Home Credit Indonesia menyelenggarakan program edukasi finansial di beberapa kota, termasuk Bandung. Programnya dibuat dalam bentuk talkshow yang interaktif, judulnya Start-Up Smart: Financial Tips For Turning Your Hobby Into A Business.

Home Credit Indonesia merupakan start up berbasis teknologi yang menyediakan pembiayaan di toko. Offline juga online. Di dalam tokonya kita dapat menemukan aneka macam produk elektronik, alat rumah tangga, hingga furnitur. Tidak berhenti di sana, Home Credit Indonesia kini menyiapkan pembiayaan multiguna. Varian produk tersebut meliputi renovasi rumah, biaya pendidikan, hingga liburan.

Cara mudah mengakses Home Credit Indonesia, kamu download aplikasinya saja. Install. Register. Gratis. 





Berkenaan dengan pembiayaan yang gak jauh temanya dari keuangan, maka Home Credit Indonesia turun tangan mengkampanyekan literasi keuangan. Talkshow bertema FUNacial inilah program yang jadi motor edukasi financial Home Credit Indonesia pada netizen sekalian. Tujuannya supaya kita gak terjerumus dalam kesulitan finansial aja. Sebab, atur keuangan sekarang, atau merana nantinya. Begitu, Teman-teman. 

Saya hadir dalam talkshow tersebut sebagai blogger yang juga mewakili Indonesian Female Bloggers. Tidak sendiri, saya hadir dengan peserta umum dari kalangan mahasiswa dan pekerja kantoran/freelance. Termasuk ikut serta juga banyak blogger lainnya.

Bila mengurus keuangan imejnya berat, Home Credit Indonesia sebaliknya. Urus-urus cuan gak lagi seram. Malah menyenangkan. Fun! Gak heran tema talkshownya diberi judul yang sama. 

Pengisi acaranya seru-seru, terutama Dipa Andika. Lulusan elektro yang banting setir jadi financial planner sekaligus pengusaha di Hahaha Corp. Ada pula Takdis, bosnya Whatravel, sebuah startup di bidang travel yang sedang sukses-suksesnya. Trip yang ia sediakan ada 87 macam seluruh dunia! Wadaw banyak! 


Dipa: Catat, Catat, Catat! 


Kunci mengatur keuangan kan ada di pencatatan ya. Dipa mengatakan ada yang namanya Latte Factors. Pengeluaran kecil tapi sering. Kayak jajan es boba, martabak, steak satu porsi, jajanin pacar, ongkos ojek online yang gak perlu-perlu amat, dan sejenisnya. 

Selain Latte Factors yang membuat kami sadar berjamaah 'yhaaaa kami boros!' ada juga empat poin lainnya yang saya highlight dari paparannya Andika Dipa. 
  • Mencatat impian dan menghitungnya. Tentukan target pencapaian kapan. Hitung dengan inflasi. Mulai menabung sesuai hitungan tersebut. Ini bisa dibilang menakar kemampuan juga sih, dengan kemampuan finansial yang sekarang apa bisa mencapai impian tersebut? Begitu.
  • Asuransi paling penting: asuransi jiwa & asuransi kesehatan (BPJS udah oke). Dipa bilang, pastikan punya dua macam asuransi tersebut sebelum berinvestasi. Yha, asuransi adalah mutlak, saudara-saudari!
  • Arisan bukanlah investasi. Dia hanya alat untuk menyimpang uang supaya si uang gak keluar lebih cepat. Arisan adalah biaya networking.
  • Investasi berupa  reksadana bisa mulai dari angka 10.000. Iya, sebegitu mudahnya berinvestasi. 
Dengan fakta tersebut  kita bisa memilah nih, mau jajan gorengan, boba, es kopi, atau investasi. Konversi aja dulu impian kalian dalam bentuk uang, hitung, dueng muncul angkanya. Berapa banyak kalian harus nabung? Sudah siap menghapus segelas es boba dalam keseharian kalian? Hahaha :D



Takdis Whatravel Indonesia: ‘Biaya Belajar’ dan Partnership


Dari cerita Takdis saya menemukan dua hal menarik, yaitu biaya belajar dan berani bermitra.
Jatuh bangun merintis usaha, Adis gak begitu saja berdiri di titiknya sekarang. Pernah bangkrut. Pernah gagal. Pernah drop out. Di tengah itu semua, ia mengalami patah hati. Komplit!

Namun kegagalan pasti ada ujungnya kali ya. Masa gagal terus. Dua tahun ini Adis membangun bisnis travel dengan dua orang partner dan satu orang investor. Kehadiran investor ini mengubah paradigmanya dalam mengatur keuangan dan pembagian hasil. Begitu katanya.  

Membangun usaha bersama partner direkomendasikan Adis. “Partnership jangan dengan teman,” demikian ia berkata. “Kalo mau cari partner bisnis sekalian saja sama orang yang gak kenal-kenal amat,” begitu ia lanjutkan.

Dipa mengiyakan. “Kalo bisnis bubar, pertemanan kita juga bisa bubar,” katanya lagi. Lantas saya bagaimana, saya berbisnis dengan suami sendiri hahahaha :D

Anyway, begitu kira-kira isi acara FUNacial ala Home Credit Indonesia. Selain talkshow, ada pula sesi kuis (yang sangat amat seru dan bertabur hadiah!) dan makan-makan. Segelas kopi hangat ala Upnormal (yang surprisingly enak) dan camilan pisang gula merah yang lezat!.

Acara  yang menyenangkan. Tunggu kehadian Home Credit Indonesia dan talkshow FUNacialnya di kota kamu ya.


16 comments on "Bagaimana Caramu Mewujudkan Impian?"
  1. Yang diomongin Dipa bener semua ya tahu aja ini pesertanya banyak yang gak sadar buat manage keuangan

    ReplyDelete
  2. Tentang bahasan cari partner bisnis, katanya mending dengan orang yang gak kita kenal. Tapi partner saya itu juga suami. Jadi begimana dong? Wkwkwk

    ReplyDelete
  3. Ternyata ya, cukup mengurangi latte factors, banyak keinginan bisa terwujud

    ReplyDelete
  4. catat catat ini yang sering terlewat sama saya, sepele tapi penting banget yaa ini. Acaranya kemarin bermanfaat banget ya :D

    ReplyDelete
  5. yg kmrn diomongin tu berasa nampar banget ya teh, pulang dari sini saya bertekad mengurangi jajan kopi :)

    ReplyDelete
  6. Menghitung angka inflasi, ini yang ga aku pikirin kalau merencanakan sesuatu. Ya pantesan udah diplan juga masih bengkak, ga ngitung yang satu itu sih . Belum lagi hasrat jajan yang masih guede hahaha

    ReplyDelete
  7. Penjelasan teh Ulu enak banget nih d blog, aku berusaha mengkonversi mimpiku jadi mata uang juga nih, masih suka susah apalagi kebiasaan jajan dan makan di luar harus ditekan jadinya. Tapi membayangkan mimpi yang harus tercapai jadi semangat

    ReplyDelete
  8. Seru ya acaranya, Lu. Tapi menohok di sana sini apalagi bagian dana pensiun, hahaha. Kudu act dari sekarang ini mah, jangan ditunda lagi. Salut juga buat Takdis, semuda itu punya bisnis dari hobi.

    ReplyDelete
  9. Hmm.. ngomongin partner bisnis, agak bikin galau juga ya. Sama orang yang belum begitu kenal masih belum yakin, sama temen juga masih ragu. wkwkwk

    ReplyDelete
  10. Hehe aku tuh punya mimpi tapi cuma mimpi doang yang dipikirin. Harusnya dicatat ya habis itu ya diitung biar tercapai. Seneng banget pokonya acara kemarin itu, dapet insight baru.

    ReplyDelete
  11. Untung aku ikut arisan tapi ga pake ketemuan segala haha rempong biaya networking-nya teh. Alhamdulillah seru pisan, dapet pencerahan soal kelola keuangan. Nyadar aku teh masih suka jajan impulsif dan menganut YOLO, tapi berujung nyesel sih. Hahaha.

    ReplyDelete
  12. Waktu itung-itungan travelling ke Raja Ampat aku ga sampe mikir ntar 5 th ke depan sama atau ga dengan sekarang teh alhamdulilah penjelasannya keren banget yah

    ReplyDelete
  13. Iya ya... Ketika goals dikonversi ke dalam bentuk itungan jadi visible. Mesti dicoba ini tips dari Dipa.

    ReplyDelete
  14. catat emang paling penting ya, tapi suka lupa. apalagi yang dianggap receh2

    ReplyDelete
  15. Pengen deh ikut acara beginian, biar ilmu finansial jadi nambah. Saya ga kebayang gimana semua mimpi dikonversi ke angka semua, liat jumlahnya udah nyerah duluan, haha

    ReplyDelete
  16. Duh...aku lemaaahhhh dgn latte factors.
    Saban hari jajan go food ini lhoo. Duh

    ReplyDelete