Image Slider

Menari dan Menyepi di Papua

March 23, 2020
Ini akan terbaca klise. Bila ada tiga tempat di dunia yang ingin kudatangi seklaigus, Lembah Baliem, Pulau Biak, dan Taman Nasional Lorentz. Kalian pasti tahu di mana itu semua. Ah betul sekali: Papua.

Besar banget potensi sebuah pulau bernama Papua ini. Yang kumaksud adalah potensi wisata, sekaligus potensi sumberdaya energi berbasis alam. Alamnya masih hijau. Pegunungan, perbukitan, hingga tebing-tebing eksotis dan pantainya.

Bila membahas wisata di Papua, mau cari pantai, ada. Hendak melongok indahnya pegunungan, banyak. Eksotisme sebuah pulau yang didamba warga-warga metropolis yang hidupnya garing seperti saya, ya Papua jawabannya.

Keistimewaan Lembah Baliem

Lembah Baliem ada di ketinggian 1600 mdpl. Termasuk dalam kabupaten Jayawijaya. Areal pegunungan. Hutan-hutan tebal penuh oksigen, hijau sejauh mata memandang. Begitu pemandangan yang kulihat di foto-foto perjalanan.

Dengan suhu tidak lebih dari 15 derajat celcius, kurasa suasana Lembah Baliem mirip Bandung dua abad yang lalu.

credit photo: genpi

Lembah Baliem populer dengan festival tahunan di bulan Agustus: Festival Lembah Baliem. Festival Lembah Baliem diselenggarakan oleh Kabupaten Jayawijaya. Ya betul, festival reguler ini jadi program resmi pemerintah.

Ada tiga suku besar bermukim di sini. Suku Dani, Suku Lani dan Suku Yali. Dalam festival itulah mereka memberikan pertunjukan istimewa. Yakni simulasi perang antar suku dan keluarga. Termasuk beberapa tarian tradisional. Siapa sangka peperangan yang dahulu berlangsung betulan dan mengerikan, sekarang berubah menjadi pertunjukan wisata.

Kurasa budaya memang patut dipertahankan. Bukan untuk ditiru keburukannya, tapi buat belajar. Sekaligus menjadi ajang mengenalkan budaya suku-suku setempat.

Adegan pertunjukan perang di Festival Lembah Baliem normalnya berlangsung dua hari. Biasanya ada 26 kelompok yang bermain. Tiap kelompok ini terdiri 30 sampai dengan 50 pejuang. Musik mengiringi pertunjukkan. Papua Pikon nama alat musiknya, terbuat dari kulit kayu dan berbunyi bila ditiup. Alat musik langka ini tidak banyak yang bisa memainkannya sekarang.

Pertunjukan simulasi perang dan tarian bukan hanya sajian Festival Lembah Baliem. Ada juga pertunjukan budaya lainnya: balap babi, lempar tombak rotan puradan, dan pertunjukan seni musik. Bahkan pengunjung dipersilakan menggunakan kostum tradisional. Bahkan ikut menghitamkan kulit! Wow menarik sekali!

Kombinasi pertunjukan budaya dan panorama alam yang hijau mempesona, itulah Lembah Baliem. Beruntung sekali Indonesia memiliki situs seperti ini. Dan betapa belum beruntungnya saya karena belum memiliki kesempatan mengunjunginya.

Menyepi di Pulau Biak

Surganya pantai Indonesia Timur. Kira-kira ada tiga pantai yang sering kulihat seliweran di media sosial. Mereka adalah Pantai Segara Indah Biak, Pantai Maraw, dan Pantai Yendidori.

credit photo: phinemo

Definisi mencuci mata dan membasuh jiwa ya di sini tempatnya, di pulau yang pernah jadi rebutan di masa perang dunia ke-II. Di pulau yang terletak di pesisir utara Papua. Air di garis pantai yang bening, udara bersih, dan pasir-pasir yang cakepnya bagai berlian. Ah iya, kuingin makan ikan di sana. Ikan dari hasil pancingan, ikan bubara yang baru mati sekali! Mengerti kan maksudku? ya betul, ikan segar!

Lalu ingin kumasuki Hutan Samares dan mencari surga tersembunyi di sana, namanya Air Terjun Warsa dan Air Terjun  Karmon. Pernah dengan atau membaca tentang 'danau terbiru' se-Indonesia? ya di sinilah tempatnya.

Perjalanan di Biak belum selesai bila saya belum menginjak tanah Taman Burung dan Anggrek.

Salju di Taman Nasional Lorentz

Ini dia taman nasional terbesar se...Asia Tenggara! kalau kulihat foto-fotonya, cakep banget pemandangannya. Bayangkan di taman nasional ini kamu berada dalam kendaraan dan di sebelah kaki kirimu, eh tidak maksudku, sekelilingmu adalah hutan melulu! Hutan gambut, hutan hujan, hutan rawa, hutan pegunungan!

Dengan luas mencapai 2,4 juta hektar, Taman Nasional Lorentz menyajikan panorama eksotis ala Papua. Kamu baca tentang Lembah Baliem yang sedikit kubahas di atas kan? Nah mereka berada di wilayah yang sama.

credit photo: ig santofreddy
Jangankan pemandangan hijau, di taman nasional juga terdapat pegunungan bersalju. Akan tetapi, sepertinya tidak mudah mencapai tempat-tempat berpuncak tersebut. Kurasa, pecinta aktivitas mendaki gunung level profesional yang dapat meraih puncaknya.

Panorama alam apa yang gak ada di Papua. Kurasa inilah tempat terbaik pemandangannya dan terbersih udaranya di Indonesia.

Jalan wisata masih panjang di Papua. Melihat arah wisata yang makin mengerucut ke tren ekowisata, Papua juga punya kesempatan yang sama untuk menggali potensi ekowisatanya. Dalam hal ini, salah satu contoh lembaga yang turun tangan mengelola potensi tersebut bernama EcoNusa. Mereka ikut memfasilitasi pengelolaan sumberdaya yang berkelanjutan di wilayah timur Indonesia, termasuk Papua.

Apa kamu pernah berkunjung ke Papua, ke mana saja? Atau kamu sama nasibnya denganku, masih menggenggam Papua dalam angan-angan?