Jatigede Tour

April 06, 2015
3 April 2015. 
Jatigede, Sumedang. 

Senang rasanya bisa menjauh dari internet selama beberapa waktu. Tepatnya dua hari satu malam. Jumat dan Sabtu tanggal 3 - 4 April 2015. 

Tapi agak sedih juga karena trip kali ini saya pergi tanpa Gele -suami- dan Nabil -anak-. Di perjalanan ini pula saya harus memotret, biasanya Gele yang jepret dan saya yang mengumpulkan informasi selama di perjalanan. 

Sedihnya gak lama dan berlarut-larut. Makin dipikirkan malah makin terasa. Lagipula, selama trip di Jatigede saya bertemu kawan-kawan baru yang baik dan lucu-lucu. Dua hari di Jatigede: puas jalan-jalan, enak makan, ngobrol santai, dan nyenyak tidur. 

Kalau sedih yang pertama berhubungan dengan keluarga, sedih berikutnya adalah ketika mengetahui bahwa tempat yang saya kunjungi akan menjadi bendungan. Artinya desa, hutan, rumah, dan sawah yang saya tempati dan lalui hari itu akan ditenggelamkan. Bendungan Jatigede nama mega proyeknya. Well, kalian harus ke sana untuk melihat langsung sebesar apa pemerintah mengurus mega proyek ini. Kelihatannya seperti sedang membuat kolam ikan raksasa saja ketimbang bendungan untuk 1 milyar meter kubik. SATU MILYAR METER KUBIK AIR, guys! 

Di satu sisi harus diakui bahwa negara ini membutuhkan banyak energi. Membuat kita bertanya-tanya, selama ini PLN ngapain aja kerjanya, gak sih? 

Di sisi lain, mengorbankan wilayah Jatigede, apa gak sayang? Apa gak ada wilayah lain yang gak se'kaya' Jatigede untuk pemerintah tenggelamkan dijadikan bendungan? Wilayah tanpa banyak situs bersejarah, 32 desa, dan areal pesawahan yang membuat kalian masih bisa makan nasi hingga saat ini, gitu? 

Betewe, saya harus merampungkan beberapa tulisan dulu sebelum memulai dengan tulisan tentang Jatigede Trip. Anggap aja ini pembuka (yang gak terlalu bikin penasaran ya :D heuheuheu). 







Post Comment
Post a Comment