Bandung di Masa Depan

January 02, 2015
Adalah kota yang canggih. Seenggaknya itu yang saya tangkap dari program-programnya Ridwan Kamil. Sekarang saja banyak wi-fi di area publik kota Bandung. Tenang, situs-situs 'berbahaya' sudah diblocked :)

Emil kayaknya mau menghidupkan area publik. Supaya orang Bandung mau keluar rumah dan menikmati kotanya. Gak ke mall melulu. Gak nonton di bioskop melulu. Gak nongkrong di kafe melulu.

Bagus kok. Dipikir-pikir, merancang sebuah kota sama saja dengan menentukan perilaku penduduknya. Semakin banyak ruang untuk umum, gratis, fotogenik, dan tentu saja ber-wifi, makin banyak warga yang berkumpul di situ. Mengisi ruang-ruang kosong di kota. 

Saya sih pengennya Emil beresin juga sistem transportasi. Sekali waktu dia pernah berujar ketika ditanya bagaimana solusi mengurangi kemacetan. Leave your car at home, go by train to Bandung. Tapi ribet menggunakan transportasi umum di negeri ini. Naik turun angkot, belum ngetemnya. Aahhh pusing.




Saya pengguna angkot. Sesekali berkendara motor. Agak sulit kalau Emil bilang turis-turis sebaiknya menggunakan transportasi umum. Sarananya belum memadai. Tapi nunggu sempurna pun kapan?

Semoga tahun ini Emil bergerak ke transportasi umum. Mempercantiknya sih sedang dalam proses. Tapi sistemnya, belum. Kelakuan sopir-sopir angkot menurut saya cuma bikin 'umur' mereka tidak lama lagi. Enggak, bukan mati. Maksudnya, mati karir mereka.

Yang terjadi sekarang kan sopir angkot tidak memahami tentang konsep Hospitality. Bahwa yang membayar lah yang punya kuasa. Perlakukan dengan baik. Penumpang adalah teman. Mereka kebalikannya, penumpang dianggap menyusahkan, dianggap orang-orang yang mereka butuhkan untuk setor uang ke majikan. Haduh! Alhasil sudah biasa lah kita diturunkan di tengah jalan, duit kembalian kurang, nyetir kebut-kebutan, ditegur malah balik marah. Siapa yang seneng naik angkot model begini.

Makanya motor tumbuh subur. Kredit murah, ongkos bisa dipangkas. Sampai ada orang yang mau memperbaiki sistem transportasi, lingkaran setannya akan terus meluas. Sopir angkot gampang marah, motor makin memakan jalan, macet merajalela karena masing-masing dari kita mencari kenyamanan sendiri. "macet yang penting ada AC". "macet yang penting bisa meliuk-liuk diantara mobil".

Jadinya semua orang berlomba-lomba cari duit lebih banyak biar dapet nyaman yang mereka mau. Kalau perlu kawal pake voorijder sekalian :D

Emil bilang sih mau ada Monorel di Bandung. Saya belum tahu mau mendukung program ini atau tidak. Saya lebih seneng Emil beresin sistem angkot sih. Tapi ya ribet emang.

Kedua, saya harap Emil memperhatikan bangunan tua. Sejarah Bandung dalam bentuk fisik mudah-mudahan tidak lagi rata dengan tanah. Meruntuhkan mereka, para bangunan kolonial dan teman-temannya itu, buat saya sih sama aja dengan menghapus sejarah. Tidak ada lagi tempat buat belajar. Belajar kan gak dari buku aja, tapi juga dari pengalaman menapaki sejarahnya. Ya gampang aja sih tinggal lihat foto. Tapi beda pengalaman merasakan dengan melihat.



Kalau perlu, libatkan bangunan-bangunan tua itu dalam industri wisata. Dibuat paket tur yang isinya kunjungan wisata ke gedung/rumah tua. Kalau perlu bikin program voluntarism, ngecat bareng, benerin rumah bareng, bikin program dinner, bikin kelas memasak, apapun caranya biar rumah-rumah tua hidup lagi. Masa iya gak bisa. Tercatat katanya Bandung kekurangan 60ribu kamar hotel, hotel-hotel sibuk dibangun. Lah ini kan bisa rumah-rumah tua disulap lebih bersih dan apik lalu disewakan.

Nulis gampang, ngerjain susah. I know. Tapi harus ada yang ngerjain ini. Semoga Emil merhatiin dua hal yang saya sebutkan panjang di atas: transportasi dan pelestarian sejarah.

2 comments on "Bandung di Masa Depan"
  1. Pernah nonton pariwisata malam bandung mak, lupa stasiun tv yg mana, jadi acara ya berkunjung ke gedung2 tua di bandung, mencari sisi misterinya. Bandung emang keren dah, baru sekali kesana. Mdh2an keinginan mak didenger sm kang emil yak, demi bandung yg lebih cihuyyyy. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. euleuh sisi misteri :D sisi mistis maksudnya? hehehe. Aminnnn! :) hatur nuhuuun

      Delete