A Quick Trip to Surabaya

August 01, 2015
Satu hal tentang Surabaya yang sangat kuat melekat dalam ingatan setelah kunjungan kami ke sana adalah: kotanya bersih. Karena walikota saya dan gele kan the famous Ridwan Kamil. Ya tentu saja beliau kami jadikan standar pemimpin yang baik sebuah kota dan jadi standar menilai-nilai pemimpin di kota lain (di negeri sendiri).


Lalu setelah melihat Surabaya secara langsung, bagaimana dengan Bu Risma?

Tiba-tiba standar RK yang kami buat sendiri rontok berantakan hahahaha. Surabaya jauh melampaui Bandung dalam hal pertamanan dan penghijauan. Bandung masih jauh, banyak yang harus dikerjakan. Ya Surabaya memang lebih dulu dipimpin Bu Risma sih, sementara RK kan baru mau dua tahun. 

Keteguhan Bu Risma yang biasa saya tonton di televisi, terasa auranya selama saya di Surabaya. Meski secuil Surabaya yang kami jelajahi, tapi boleh lah menyimpulkan. Blog sendiri, pendapat sendiri XD 

Secara lima kali naik taksi, semuanya bercerita bangga tentang Surabaya dan Bu Risma. Wah jarang-jarang nih ada pemimpin yang dianggap berhasil membawa kotanya jadi maju. Perempuan pula pemimpinnya. Pro kontra pasti ada lah, tapi saya gak nyangka semua sopir taksi yang saya ajak ngobrol, semuanya pro Bu Risma. 

Saya menyukai Surabaya. Begitu juga Gele, ya apalagi dia sih sekalian nostalgia aja trip ke Surabaya kemarin. Motret lagi bangunan-bangunan proyeknya dulu. 

Ohiya, panasnya Surabaya yang konon menyengat gak terlalu mengganggu tuh. Thanks to Cirebon dan Indramayu yang sering saya kunjungi. Berbeda dengan panas Jakarta yang...sorry to say: kotor dan pengap. Surabaya cukup menyenangkan. Di tiap ruas jalan ada pohonnya, paling gak ya 3-5 pohon.

Sebenarnya emang panas sih Surabayanya, di jam-jam terpanasnya emang lebih enak di dalem ruangan aja. Sisanya ya no problemo. Cuma tiap hari dikasih cuaca sepanas itu kami bakal megap-megap, cuaca di Bandung udah cocok lahir batin sih :D

Dua hari di Surabaya, kami bertiga hanya berkunjung ke beberapa tempat wisata saja. Mengingat trip ini satu paket dengan pekerjaan kami di Fish Express, jadi yah jalan-jalannya mengalah dulu. 

Monumen Kapal Selam saya datangi karena ingin menyenangkan Nabil yang doyan perahu, pesawat terbang, dan sejenisnya. Tentu saja dia senang berat melihat perahu raksasa macam monumen kapal selam itu. Sampai gak mau turun dan keukeuh minta foto-foto melulu. Sepanjang menyelami kapal selamnya, gak ada pemandu yang mendampingi. Jadi bingung itu barang-barang dan mesin di dalam kapal selam namanya apa dan buat apa :D

House of Sampoerna tentu saja masuk ke daftar kunjungan. Semacam legendanya Jawa Timur sekaligus Indonesia lah. Sebagai yang pernah merajai industri rokok kretek di nusantara sekaligus dunia gitu loh. Lagipula, rokok kretek kan cuma ada di negara kita. Kretek : tembakau + cengkeh. 

Naik bis wisatanya yang hits banget itu dan seruuuu! Bandung harus punya yang seperti ini. Eh ada sih Bandros, bandung Tour On The Bus. Tapi saya belum pernah menumpang Bandros jadi belum bisa membandingkan. Palingan ya ribet aja sih katanya kalau naik Bandros. Bayar pula :D Nanti deh saya coba dulu Bandros baru dibahas di sini. Cuma yang saya rasain pas naik Heritage Track Busnya Sampoerna, rasanya kok seneng yah Surabaya punya ginian. 

Saya cobain turun jalan kaki setelah beres keliling dengan bis wisata tersebut. Ternyata apa yang saya lihat dari dalam bis dengan yang saya rasakan pas jalan kaki beda jauh sensasinya. Begitu menyusuri dengan berjalan kaki di sekitar House of Sampoerna, Surabaya entah kenapa terlihat lebih...kusam. Gak sekinclong pas tadi di dalam bisnya. 

Sebentar saja keliling area pecinannya Surabaya, sayang kesorean dan kami gak berbekal peta yang memadai. Kawan dari Surabaya tidak menemani. Ditambah pas jalan-jalan keliling waktunya kesorean dan kok tempatnya agak-agak bronx gimana gitu.



Padahal mau menjelajah kawasan Pecinan Surabaya lebih lama, lebih dekat. Kayaknya harus bawa teman arek Suroboyo supaya lebih luwes bergaul dengan orang lokal. Lain kali ke Surabaya lagi saya kontak temen ah di sana, temenin jalan-jalan :D Bangunan tua yang kuno dan apik bentuknya di sana banyak sekali euy, sayang kalau dilewatin. 

Agak was-was kami ngeluarin hape dan motret. Jadi yah hanya strolling down the road sambil lihat bangunan tua di kanan dan kiri. Di dekat masjid Ampel kami menyetop taksi, kembali pulang ke hotel. Kecapekan hehehe.

Yah memang gak pernah cukup yang namanya jalan-jalan. Selalu pengen nambah hari berliburnya meski hanya satu hari. Tapi...uang tidak bertambah semudah populasi penduduk di negeri ini :D Kami harus mengepak barang-barang dan kembali ke Bandung. 


















19 comments on "A Quick Trip to Surabaya "
  1. Jadi pengen ngecek lgsung hijaunya taman di suroboyo kyk apa nih
    Mie ayamnya menngintip minta dicicip tu hehe

    ReplyDelete
  2. Iya, terakhir aku ke pusat kota Surabaya juga kece banget. Tapi semakin ke pinggir ya semakin rusuh juga, hehehe. Ah gak papa deh, yang penting pusat kotanya kece :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya pinggir kotanya masish ruwet :D harus sampai ke sudut-sudut pnggir kotanya sih perbaikan tuh jangan di tengah kota doang heuheuheu

      Delete
  3. Waah aku jd pengen ke Surabayalg nih maak. Seneng liat kota yg banyak tamannya.

    ReplyDelete
  4. Pengen banget aku ke monumen kapal selam. Dari dulu penasaran banget, kepingin liat kapal selam asli. hehehe. Kapan yah bisa ke surabaya.. hmm :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ini saya juga pengalaman pertama banget masuk kapal selam euy :D guedeeee, dalemnya sempit & pengap euy

      Delete
  5. Wah aku jadi pengen ke sana tapi udah terlanjur mutusin buat ke Jogja jadi pengen belok dari rencana awal nih haduh haha

    ReplyDelete
  6. Pingin juga deh mampir ke sana :)

    ReplyDelete
  7. Oh. My. God.

    Mbaaaaaak, dirimu bisa meng-capture Surabaya se-menawan ini? Wowww..wooow :)
    Iya siy, Sby emang mataharinya ada 12 :) Jadi, biarpun banyak taman, dll, teteeeupp aja keringetan di mari :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha :D ini mah tulisan dari pengunjung surabaya, ayo mba nurul tulis ttg surabaya dooong, sudut pandang orang lokal dgn turis mah beda biasanya.

      Delete
  8. seru ya kotanya, kapan - kapan main kesana deh

    ReplyDelete
  9. bagus-bagus mba fotonya, itu gerejanya juga bagus bangget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih :) Iya saya suka gerejanya, arsitekturnya maksudnya.

      Delete
  10. Wah, coba tempo hari ketika ada family yang di Surabaya bunda ke sana, ya, pasti bisa menyaksikan kebersihan kota Buaya itu. Sayang sekarang kerabat sudah pindah ke Jakarta. Mudah-mudahan satu saat nanti sempat juga ke Surabaya.

    ReplyDelete
  11. Waaah, suatu saat nanti bunda harus juga nih ke Surabaya melihat bersihnya Surabaya dan mencicipi kulinernya pasti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus banget! Kotanya bersih lebih bersih dari Bandung hehehe

      Delete
  12. ah jadi kangen sama surabaya, makin kangen ketika baca ini. surabaya tetep panas tapi kan ya ? jakarta kalah panasnya :)

    ReplyDelete