Hiking 'Kecil-kecilan' di Hutan Dago Pakar, Lihat Air Terjun dan Masuk Gua Belanda

May 02, 2014
Kalau 1 kilometer = 2000 langkah kaki, maka jumlah total langkah kaki untuk mencapai air terjun ini adalah 10.000! Perjalanan jarak jauh ini akan memakan waktu sekitar satu - dua jam. Ini juga bisa jadi tergantung kegiatan selama proses kita berjalan kaki menuju ke sana. Beberapa titik di sini enaknya kita berhenti dan menikmati pemandangan, mendengar suara burung dan serangga hutan. Menyenangkan meski melelahkan.


Air terjun ini namanya Curug Omas. Ada di dalam kawasan hutan di Bandung Utara. Pemerintah menamakan kawasan ini Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Tapi mari kita sebut saja Dago Pakar sebagaimana saya dan orang Bandung menyebutnya. 

Menuju air terjunnya saya berjalan kaki menembus Gua buatan pribumi di zaman penjajahan Belanda. Dari Gua Belanda ini, begitu orang-orang menamakan guanya, jarak ke Curug Omas 5 km saja. Jauh ya :D Penduduk menyediakan jasa ojek, tapi jalurnya tidak melalui Gua Belanda, melainkan ambil jalan memutar masuk hutan. 


Kalau kondisi badan fit, saya rekomen berjalan kaki saja. Lebih banyak yang bisa kita nikmati daripada naik motor. Tapi untuk berjaga-jaga, minta no hp jasa ojek yang mangkal di dekat gua. Siapa tahu di tengah perjalanan kaki kram, kecapekan, tidak sanggup melanjutkan tapi niat lihat air terjunnya masih kuat. Tinggal telepon ojeknya, minta jemput dan antar. Tarifnya nego.

Tanjakan dan tanjakan lagi. Sedikit turunan. Begitu kontur menuju Curug Omas. Makanya jangan terus-menerus berjalan. Usahakan istirahat, nikmati pemandangan alamnya. Bawa bekal makanan atau -ini saya saranin banget- jajan di warung-warung kecil Dago Pakar. Sambil jalan-jalan ya ikut bantu menjadi sumber panghasilan penduduk lokal yang punya warung kecil di Dago Pakar ini :) 


Ada air terjun dan gua peninggalan zaman Belanda dan Jepang, ada apalagi ya di Dago Pakar? 

Museum! Kondisinya gak terlalu bagus, seperti tempelan saja. Tapi ya nikmati lah yang ada ini :D Koleksinya mulai dari fosil binatang sampai artefak manusia purba. Hah? purba? Hehehe iya. Dahulu kala tempat ini huniannya manusia purba. Kesimpulan ini diambil setelah penemuan beberapa artefak purba di area sekitar Dago Pakar.

Pernah jadi tempat tinggal manusia purba, Belanda dan Jepang membangun gua disini, dan sekarang ada tukang ojek, tujuan wisata... panjang sekali riwayat Dago Pakar ini, ya.

Dago Pakar adalah hutan dengan lahan seluas 60 Hektar dan berada di ketinggian 700 – 1200 meter di atas permukaan laut. Jalan-jalan di sini bisa sekali jalan dapat beberapa 'pertunjukan': museum, hutan, merasakan sensasi masuk gua, dan melihat air terjun. 
Info +
+ Bawa kantung sampah sendiri. Di Dago Pakar tempat sampahnya susah dicari :D
+ Bawa teropong kalau punya, bagian lembahnya asyik banget buat kita intip dari jauh. Lihat burung, lihat sungai, pepohonan, gubuk. Ah seru!
+Semua orang Bandung tahu Dago, jadi bila tersesat jangan segan bertanya pada penduduk
+ Angkot : jurusan Dago – Kalapa, atau Dago – Stasiun. Turun di Terminal, lanjut naik Ojek. 
+ Tiket masuk Rp 10.500/orang (termasuk asuransi)
+ Pemandangan terbaik untuk menikmati air terjun adalah pada waktu musim hujan. Tapi entahlah Sekarang gak jelas mana musim hujannya, kapan musim kemarau.

Masih ada, lanjut:

+ Datanglah di pagi hari karena udaranya sangat segar disini. Makin siang makin cepet capek jalan kakinya. Kalau datangnya sore, cuaca terlalu dingin. Paling nyaman pagi hari deh dijamin :) 
+ Hari sabtu dan hari minggu adalah saat terbaik untuk jalan-jalan di Dago Pakar. Karena penduduk sekitar juga berdatangan untuk berkunjung ke tempat wisata ini. The more the merrier, tapi gak seramai di supermarket kok.
+ Sekitar Air Terjun ada monyet-monyetnya tuh. Gak ganggu sih. Tapi buat saya yang penakut-binatang, lumayan juga ya itu monyet bikin berasa ada yang lagi menyasar kita jadi mangsa :))
+ Kalau kita berjalan kaki terus dan terus, sampai deh di Lembang, tepatnya Maribaya. Saya pernah tuh nyoba jalan kaki dari Dago Pakar sampai Maribaya, alamak capeknya. Sepadan dengan pemandangannya meski gak sedikit juga penorama alam yang memprihatinkan (banyak sampah, hutan jadi areal pertanian, kotor terutama di Maribaya, dan bayar tiket masuk lagi ke Maribaya!)


Teks: Nurul Wachdiyyah
Foto: Indra Yudha Andriawan
7 comments on "Hiking 'Kecil-kecilan' di Hutan Dago Pakar, Lihat Air Terjun dan Masuk Gua Belanda"
  1. sumpah aku suka banget nuansa ijo ijoan ginii... segernyaaaaaaa :-D

    ReplyDelete
  2. Saya pernah ke dago pakar (sering malah waktu kuliah dulu) hehe.. Etapi waktu di goa belanda nya bikin bulu kuduk merinding mak, langsung lari keluar deh, ga betah lama-lama disana. Air terjun nya mantepp.. Bisa sambil botram disana sama temen-temen atau keluarga :)

    ReplyDelete
  3. Wah saya malah baru tahu ada tempat asyik banget begini di Dago Pakar. Secara biasanya wisata kuliner aja di sekitar situ.

    ReplyDelete
  4. hasil jepretannya yahudd...
    dago pakar jadi makin indah :)

    ReplyDelete
  5. sayang nya pengembang nya kurang aktif gann
    masi banyak orang yg pada belum tau tuhh
    di perluas dong informasi nya
    salam

    ReplyDelete
  6. Waaaaa bagusnyaaaaa :D :D
    Tapi sayang banget mbak, foto2nya gak di watermark. Foto bagus-bagus begitu, kalo dicolong orang kang sayang :(

    ReplyDelete
  7. keren ya teeh.. :)
    meskipun orang bandung, tapi belom pernah ke sini.. hehe
    salam kenal teh :D

    ReplyDelete