Kode Etik enumpang Angkot

June 14, 2014
Saya bikin kode etik ini dari zaman masih ngeblog di Multiply. Itu tahun 2008. Sampai sekarang kode etik ini masih terpakai :D artinya: belum ada perubahan di sistem transportasi kota ini.

Kode etik ini saya buat sendiri. Berdasarkan pengalaman dan obrolan. Kalau kita mau simpati dan empati, pendek kata mah: peka, bisa lah sakit kepala, sakit hati, dan macet-macet di jalan berkurang.

Kode etiknya ada yang buat seru-seruan sih ini. Seriusnya juga ada ding :D hehehe

Here goes:

  • Siapkan duit receh buat bayar ongkos angkot.
  • Siapkan duit ongkosnya beberapa menit sebelum turun dari Angkot. Kalau kata Mba Marissa Anita achornya Net, menyiapkan uang ongkos sebelum turun dari angkot itu biar efektif dan efisien. Angkot gak usah nungguin kita ngerogoh dan sibuk cari duit buat bayar ongkos. 
  • Kalau sepi, sah saja duduk menyamping. Tapi kalau lagi penuh sesak, duduk rapat atuh. Lumayan memberi ruang untuk penumpang yang lain.
  • Naik dan turun angkot tidak di belokan jalan. Bikin macet!
  • Jangan memakai high heels. Sudah gak kehitung berapa kali saya keinjak sepatu model highheels. Sakit, mak :(( Desain angkotnya sih yang salah. Tapi ya bagaimana kalau sepatu lancipnya dipakai kalau sudah di lokasi tujuan saja? Di dalam angkot pakai sandal yang ramah-injak gitu. Heuheuheu
  • Dilarang merokok. Merokok di dalam Angkot, haduh ini kebiasaan zaman purba, Kakaaa :P
  • Jangan pura-pura gak lihat kalau ada orang lain yang naik angkot yang kita tumpangi juga. Geser dong duduknya! Mau jarak dekat atau jarak jauh, ya geser ajaaaaaa. 
  • Jangan membicarakan masalah pribadi di angkot, ketahuilah penumpang yang lain pasti menguping. Ya gak baik saja, sih. Kecuali kalau cuek sih kitanya :)) 
  • Jangan mempertontonkan kemesraan berlebihan di angkot, risih euy yang melihatnya. 
  • Ucapkan terima kasih (hatur nuhun) kepada sopir angkot pada saat kita membayar ongkos. 


Post Comment
Post a Comment