Hari 5: Pake Gentong, Dicacah Badai Hormon

October 18, 2020

Berkerudung sejak masih remaja hingga sekarang, jujur aja ada masanya saya pengen lepas ini jilbab. Saya menutup rambut bukan karena iman, tapi karena ayah. Dia yang 'maksa' saya berkerudung. Adikku mengalami hal yang sama. 


Anehnya aturan yang sama tidak berlaku untuk dua adikku yang lain. Baru saya sadar, saya sebenarnya punya pilihan untuk melepas jilbab. Ayahku gak akan marah atau kecewa (apakah dia diam-diam kecewa? entahlah). Namun gak saya lakukan. Mengapa? Tidak tahu. Hahahaha! 


Lucu ya. Melakukan hal yang sama 19 tahun dan kamu gak punya alasan mengapa selain 'disuruh ayah'. Pernah satu kali saya protes, pake jilbab panas, begitu kubilang. Ayahku hanya menjawab dengan satu kalimat: kalo gak mau pake jilbab, pake gentong juga bisa. 


Kupikir itu kalimat pamungkasnya untuk ngelem mulutku. Ya sudah sejak itu saya gak mempertanyakannya lagi. 


Ibuku? anaknya banyak. Gak pernah saya tahu adat ibu kalo sedang marah akibat baby blues. Mungkin post partum. Entahlah yang mana. Kupikir mental ibuku baja. Namun nun jauh dalam hatinya, ia terkena badai hormon. Saya mengetahuinya sejak saya melahirkan kubil. 



Pernah ada masanya, saya ingin rambut saya kutuan. Iya betul, banyak kutu. Ibuku rajin mengoles kepala dan rambut kami dengan obat kutu Peditox. Kami, anak-anaknya, di malam tertentu akan antre di-peditox-in. Kalau jari jemari ibu menyusuri kulit kepala saya, aduuuhhh rasanya menenangkan. Nikmat sekali, dipijat dengan tenaga ibu bonusnya kasih sayang. Semalaman kami akan tidur dengan rambut basah obat kutu. Besok paginya sampoan.


Ibuku anaknya banyak dan kami semua berkulit bersih-bersih mengkilap. Telinga bersih dari tahi. Gizi terpenuhi. 


Ibuku anaknya banyak. Ia membekali kami dengan adab membersihkan diri di kamar mandi dengan sempurna. Saking sempurnanya, saya gak mau pipis di tempat manapun selain di kamar mandi rumah sendiri. Bagiku kamar mandi lain menjijikkan. 


Ibuku tidak terlalu dekat denganku tapi mengapa saya cerita lebih banyak tentang ibu di sini ya...

Post Comment
Post a Comment