30 Hari Menulis

October 04, 2020
Di kepalaku gak ada ide untuk ditulis sama sekali. Lagi pandemi pula. Gak leluasa jalan-jalan. Suatu kali saya melihat tantangan menulis 30 hari di twitter dan instagram. Beberapa temanku ikutan tantangannya. Namun kubaca topik per harinya, whalah sangat personal sekali. Apakah aman mengumbar data pribadi demikian di media sosial? 



Saya gak bilang tantangannya buruk. Malah menarik banget. Sayanya aja yang overthinking kali nih. 

Lantas suatu kali pula kulihat Tirta -yang kufollow di twitter- menulis tantangan tersebut di blognya. Terus saya baca kan. Wah kupikir-pikir bisa kok gak nulis terlalu rinci yang data pribadi segala ditulis gitu. Di blog pula, bukan di media sosial. 

Akhirnya saya putuskan terjun jadi peserta tantangan tersebut. Rasanya hidupnya pragmatis begini, butuh sentuhan seni (pret hahaha). Maksudku, ada sih buku untuk dibaca. Namun rasanya garing aja gitu. Mungkin karena saya termasuk yang masih bertahan gak jalan-jalan dulu, gak nongkrong dulu. Masih keukeuh physcal distancing dan social distancing gara-gara covid-19. 

Baik, mari kita mulai menulis tantangan ini. 




2 comments on "30 Hari Menulis"
  1. asiik, tiap hari blogging nih,
    day 1 nya kapan nih?
    kutunggu tulisan soal desribing yourself-nya, jadi penasaran siapakah teteh Ulu sebenarnya, huehehe...
    apakah seorang koki?seorang traveler?atau mungkin seorang kolektor perangko langka?hmmm...

    mari kita tunggu postingan day-1 nya
    *jengjreeeng


    adynura.wordpress.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak akan tiap hari, dy. hahaha. bukan siapa-siapa ahahaha baca aja tulisan pertama udah nongol. jauh dari bayangan kamu pokoknya :D

      Delete