#BloggingTips : Proses (kreatif) Pembuatan Artikel di Bandung Diary

February 27, 2018
Sebelum masuk ke inti tulisan tentang proses kreatif blogging, saya mau cerita dulu. Bentar doang, lima detik baca cerita curhat ini. Hihi.

Belum lama ini dalam sebuah whatsapp group, seorang teman meminta saya bertugas jadi panitia reuni SMP. Merasa gak punya kapasitas, saya menolak. 

Tahu gak jawaban dia apa? Cieee gak mau bantuin, enakan ngerjain blog ya soalnya tinggal nulis.

Waduh tersinggung saya dibuatnya. Hahaha. 'cuma nulis aja' katanya. Walo bete tapi thanks to him! Karena saya jadi kepikiran buat bikin postingan ini. Bete tapi produktif lah hahaha.

Mari saya bedah formula‘cuma nulis di blog’ itu gimana.


Ok here goes. 


Pilih Tema Blog dan Taro Ciri Khas dalam Tulisan-tulisannya

Traveling adalah tema besar Bandung Diary. Walau daya jelajah blog ini banyaknya Bandung, saya gak ragu menyebut blog saya temanya traveling. 

Traveling kan tema yang luas. Untuk mengerucutkannya, saya membuat kategori dari tema traveling. 



Kuliner
Bahas traveling pasti nyerempet tema kuliner. Saya usahakan bahas kulinernya gak banyak-banyak karena saya bukan food blogger. Di dunia nyata juga saya jarang jajan. Kalaupun jajan, tempatnya itu-itu aja.

Cool Places
Nah ini nih kategori yang khusus membahas tempat-tempat wisata. Biasanya saya bagi lagi nih kategorinya:


a.    tempat wisata yang yang bakalnya menarik banyak pembaca
b.    tempat wisata yang 'saya banget, masa bodo ada yang baca atau enggak'.

Catatan Perjalanan
Lah ini mah di dalam blog tema traveling kudu ada lah. Gak usah dibahas lagi ya hihi. 

Playlist
Tulisan tentang playlist pendek-pendek aja. Lha isinya cuma daftar lagu. Ini mah kategori suka-suka. Iseng tapi menambah rona warna blog. Seenggak-enggaknya sih buat saya ngilangin jenuh nulis aja. 


Resensi Penginapan
Konten ini lahirnya murni karena pengen jualan voucher hotel aja kok. Ditambah saya kadangkala nginep di hotel. Terus saya resensi dan taro di blog. Ntar orang nanya-nanya hotelnya ke saya, minta tolong saya bookingin.

Ya begitulah awal mula saya bisa menghasilkan uang dari jerih payah ngeblog. Dari hasil resensi penginapan dan bersedia ditanya-tanya seputar hotel di Bandung dan bayarannya : yang nanya mesti booking hotel sama saya :D



Kategori tulisan udah ada. Sekarang udah enak nih mau nulis apa.

Menentukan tema besar sebuah blog membantu saya merumuskan mau nulis apa. Saya jadi lebih fokus, lebih terjadwal nulisnya, dan tahu ingin mendatangkan pembaca yang kayak gimana. 

Sering gak kamu ngeblog terus bingung dan bertanya: ugh nulis apa ya di blog.


Selama ini saya gak mengalami momen kayak gitu. Belagu amat ya. Enggak sih, ini cuma the perks of living in big city kayak Bandung. Banyak cerita yang bisa saya angkat jadi tulisan, banyak kegiatan di kota ini. Jadi saya emang diuntungkan dengan kotanya. Tapi tetap saya berpegang pada tema besarnya: traveling. 



Contoh Membuat Konten Kreatif untuk Blog Bandung Diary

Teorinya gampang, bagaimana prakteknya? Oh ya lebih susah lagi. Hahaha. 

Gini deh, saya kasih dua contoh kasus. Saya jembrengin proses kreatifnya dari cari ide sampai tulisannya jadi dan dibaca banyak orang ya.



Saya ambil contoh kasusnya dua dari 10 tulisan yang paling banyak dibaca di tahun 2016 ya.


Tulisan pertama tentang kuliner jalanan di Bandung. Tulisan kedua mengenai sebuah pasar tradisional di Bandung yang unik. Tulisan ketiga tentang hotel hits di Yogyakarta. Let's go!

Traveling Kategori Kuliner


Tahun 2015 gaya menulis ala listcycle (dibuat tersusun, daftar) ngetren banget. Bahkan sampai sekarang masih banyak yang nulisnya pake gaya ini. Saya termasuk yang jarang nulis ala listcycle.



Ceritanya saya lagi mentok karena stok foto habis. Gak bisa jalan-jalan karena kesibukan.


Jadi saya scrolling daftar tulisan sendiri di blog dan hey tiba-tiba kepikiran gimana kalau saya daur ulang tulisan kuliner jalanan di Bandung yang ada di blog. Saya buat satu tulisan yang menggabungkan beberapa review kuliner saya dalam satu daftar panduan. Dan jadilah tulisan berjudul Street Food Around Bandung. 


Saya bikin tulisan ulang, ceritain satu per satu kuliner jalanan di Bandung secara umum dan dikasih keterangan umum. Tidak lupa foto juga mesti saya sertakan sebagai pelengkap tulisan. Satu kuliner, satu foto.






Kalau dibuat proses kreatifnya secara detail, kira-kira begini bentuknya:


1. Ide :

Pengen bahas kuliner jalanan di Bandung, ada 10 macam kuliner.

2. Eksekusi ide:

Scrolling tulisan sendiri di blog

Lihat stok tulisan sendiri di blog
Cek tulisan di kategori Kuliner
Bikin tulisan baru
Sertakan foto sebagai pelengkap

3. Upload ke blog


Traveling Kategori Resensi Hotel

Meski didominasi tulisan tentang Bandung, 20% blog Bandung Diary juga membahas traveling di kota lain. Salah satu yang akan saya bahas proses kreatifnya adalah tulisan tentang penginapan di Yogyakarta. 

1. Ide :

Meliput hotel hits di Yogyakarta. Sebelum berangkat ke Yogyakarta, saya cari tahu di mesin pencari. Hotel apa sih yang lagi seru-serunya di sana. 

Browsing sebentar langsung ketahuan. Saya cek di situs booking online, harganya sesuai anggaran, langsung book. 

Pergi ke Yogyakarta menghadiri acara wisudanya si adek. Tapi kan bisa disambi meliput hotel juga, mana sekalian pula saya nginep di hotelnya kan.

2. Eksekusi ide:

Book hotelnya

Bawa kamera
Tanya hotelnya boleh motret enggak
Merasakan pengalaman nginep di hotelnya
Foto tiap sudutnya
Mencatat, jangan diinget karena diinget-inget mah suka kelupaan

3. Upload ke Blog:

Sejak awal 2016, saya bikin format tulisan untuk resensi hotel. Semacam panduan gitu lah buat saya sendiri. Panduan ini yang jadi pedoman foto-foto tempatnya dan buat ngumpulin data biar gak menclok-menclok terus lupa ditulis.

Begini format tulisan kategori penginapan yang saya buat sendiri:

Kalimat pengantar
Room
Location
Food
Service
Note/Tips

Kalau bahas resensi hotel, saya tulis alamat hotelnya, website/media sosial hotelnya, petunjuk arah, harga per kamar, dan deposit.



Memajang Foto untuk Konten Blog Bandung Diary

Urusan pajang memajang foto saya pikirin juga sih. Gak cuma upload doang. Abis moto banyak-banyak, di rumah saya sortir lagi fotonya. Edit bila perlu. Format kelengkapan foto untuk blog Bandung Diary begini:

1. Perbanyak foto format landscape karena tidak memakan banyak ruang panjang gawai kita
2. Size seragam, yaitu 500px
3. Resolusi foto di bawah 200kb (di bawah 100kb lebih bagus sih, tapi menurut saya warna fotonya jadi gak tajam)
4. Pasang fotonya satu atau dua buah saja di awal atau tengah tulisan. Saya mencantumkan banyak foto di bagian akhir tulisan
5. Foto harus bagus, ya paling enggak komposisi rapi, ada ceritanya, cerah, dan terang

Saya sengaja suka naro foto banyak, lebih dari tujuh foto di satu tulisan. Alasannya?

Pertama : gak sedikit kan orang yang malas baca, pengennya lihat fotonya aja. Terbukti dari komen yang sering saya baca emang ada orang-orang yang cuma lihat fotonya, gak baca tulisannya. Hehehe.

Kedua : signature style. Cuma buat identitas aja, branding gitu heuheuheu.

Sering sih saya ngerasa lebay kalo motret. Kayaknya kok tiap moto banyaaak banget frame yang diambil. Ah mari berpegang teguh pada prinsip: if it looks good, shoot it. If it looks better, shoot it again.




Terus Blognya Pake Platform Blogging Gratis atau Berbayar, Pake Hosting atau Enggak?

Nah ini. Bandung Diary resmi berganti domain sejak tahun 2016. Waktu itu sih mikirnya kayaknya udah saatnya deh gak pake nama dengan embel-embel platform gratisan lagi (e.g bandungdiary.blogspot.id). Tapi saya belum pake hosting sih, jadi ya iya saya masih pake platform gratisan. Ganti domain aja. 

Ohiya kamu tahu gak apa itu hosting dan apa itu domain?

Domain adalah nama dari web/blog. Kayak Bandung Diary nih nama domainnya bandungdiary.id.

Sementara hosting artinya layanan untuk naro data yang bisa diakses dengan internet.

Pendek kata, hosting ini rumahnya domain. Sama kayak rumah dalam dunia nyata, hosting ini ada ukurannya juga. Karena ukurannya beda-beda, paket pembelian hosting juga harganya beda. Tinggal pilih aja yang sesuai anggaran yang mana.

Ada sih temen yang bilang, mendingan beli hosting lah. Foto banyak, tulisan udah bejibun juga. Kalo platform Blogspot tiba-tiba dishutdown kayak Multiply gimana...

Berbekal kekhawatiran itu, saya cari-cari lah kalo mau beli hosting baiknya yang kayak gimana. Ya kira-kira begini:

24-hours Services alias Full Support

Kita semua tahu betapa menyenangkannya kalau kita pake jasa layanan dan pada waktu kita menemukan kesulitan, kita hubungi mereka, dan merekanya siaga menjawab. Jam berapa pun.

Full Suport di sini juga maksudnya si web hosting ini punya performa server dan konektivitas maksimal. Perhatiin nilai uptime web hostingnya, disarankan yang nilainya 95,5% atau lebih.

Perhatiin Term Pembayaran dan Berapa Besar Biayanya di Tahun Kedua

Udah cek nih performa web hosting gimana, sekarang perhatiin paket hostingnya. Berapa harganya, termasuk apa aja sih harganya. Gak lupa juga perhatikan pembayaran di tahun kedua, jangan kecele dengan pembayaran hosting di tahun pertama aja.

Paket Hosting Indonesia di Niagahoster.co.id


Cari layanan web hosting yang gak ribet

Nah ini. Carilah web hosting yang toolsnya ramah alias gak nyusahin :D

Saya bantuin aja cari web hostingnya gimana, biar langsung to the point. Langsung diklik aja itu linknya ya, yang teks berwarna merah :D

Cek Niagahoster deh. Akses websitenya cepat dan servernya ada lebih dari 500 di seluruh dunia. Layanan hosting murah unlimited dan toolsnya juga gak nyusahin. Sekarang udah ada 132ribu user, ya seenggak-enggaknya itu bisa jadi patokan kalo penggunanya udah banyak. 





Saya udah sebutin juga belum kalau Niagahoster ini server uptimenya mencapai angka 99,98%. Wegh mantap jiwa! Artinya apa: servernya nyala terus, tiap transaksi bisa jalan terus. Jam berapa pun. Ini nyambungnya ke full support yang saya bahas tadi.  

Tapi bagian ini yang bisa jadi kalian suka: ada garansi 30 hari uang kembali :D

Bukan hanya menyediakan paket hosting, Niagahoster juga punya domain yang harganya terjangkau: internasional dan lokal. Terus server VPS murah, ada garansi keamanan SSL/HTTPS, ada email hosting. Wegh ada semua sampai Google Adwords juga!

Coba dibaca dulu profilnya di web Niagahoster. Abis itu cek paket hosting dan domainnya. Abis itu cek reviewnya. Dan terakhir cek promonya apa aja :D 

Yak udah begitu aja. 


Mudah-mudahan tulisan tentang proses kreatif blogging yang saya buat ini bermanfaat ya. Buat teman-teman yang baru mulai blogging, boleh pake cara saya. Saya juga pengen tahu proses kreatif dalam membuat konten blog ala teman-teman bagaimana, siapa tahu bisa saya tiru hehehe. 




6 comments on "#BloggingTips : Proses (kreatif) Pembuatan Artikel di Bandung Diary"
  1. Mantaf Teh, tfs ya jadi tau nih tentang hostingπŸ˜‚

    ReplyDelete
  2. "Cuma nulis" hihihi...
    Jd pgn nulis kaya gini jg di blog, panjang soalnya kalau nulis di komen hehe...

    ReplyDelete
  3. Duuuh... Suka miris sama yang menganggap enteng proses menulis 😭😭😭

    ReplyDelete
  4. Ckckck...
    Emang yah kadang suka getek kalo dikomentarin 'cuma nulis' doang, gak tau aja proses kreatif untuk bikin konten itu ribetnya kayak apa hehehe.

    Aniweey,aku domain sih udah beli Lu tapi hosting masih gratisan euy, cobak melipir dulu bentaran lihat2 paket hosting deh :)

    ReplyDelete
  5. Jadi inget temen pernah bilang: Mau jadi blogger ah biar bisa diendorse jalan-jalan kayak kamu.
    Terus aku dengernya sambil meringis. Karena nggak segampang itu buat bisa mencapai semuanya. Semuanya butuh perjuangan ngerawat blog, konsisten nulis, dan lain-lain. πŸ˜‚

    Btw, itu fotonya adhisthana hotel jogja ya teh? Aku jadi keingetan belum review πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
  6. "cuma nulis" hihi... Dianggap sepele ya terkadang. Bahkan untuk tulisan receh dan curhat juga sebenarnya dibalik itu butuh effort. Apalagi kalau spesifik temanya kaya travelling, banyak banget hal yang mesti jadi gawe. Thanks for share, mbak :D

    ReplyDelete