2017 Favourite Blogposts

February 06, 2018
Apakah kamu orang yang suka menunda-nunda kegiatan? sama dong. Saya bikin tulisan tentang beberapa tulisan favorit saya sendiri di tahun 2017. Sementara itu tahun 2018 sudah lewat satu bulan. Haha. Ditunda-tunda sih. 

Abis ini saya unggah 10 tulisan yang terbanyak dibaca orang di tahun 2017 ya. Tapi sebelum itu mari nikmati narsisme saya yang tidak penting untuk kamu tapi berfaedah untuk saya karena blog ini dibuat dari saya untuk saya oleh saya 😅

10 tulisan favorit saya sendiri di tahun 2017 adalah:

Udara yang sejuk dan suasana kelabu jadi konten yang saya sukai pagi itu. Akhir pekan adalah puncak keramaian di Lembang. Menepi dari kehebohan turis-turis, kami ke Desa Cibodas. 

Tentang situsnya sendiri buat saya gak meninggalkan kesan terlalu dalam. Iya tempatnya menarik dan bersejarah. Tapi suasana di pagi harinya itu yang saya cinta: kampung kecil, udara dingin, pepohonan di tiap sudut mata melirik, suara sapi, bau kotoran sapi hahahaha.   

Hidup di kampung kecil sekarang terlihat lebih menyenangkan ya. Tanpa macet. Hanya saja akses ke pendidikan dan kenyamanan fasilitas penunjang yang nyusahin.




Dua tahun belakangan ini pertanyaan yang masuk ke DM instagram dan email Bandung Diary makin...mengesalkan. Pertama-tama, etika bertanyanya gak ada. Saya pikir saya sudah tua apa ya kok masih butuh sopan santun. 

Tapi enggak deh kayaknya. Kalo mau nanya kepada orang yang tak kita kenal, bukankah harus mengenalkan diri terlebih dahulu instead of tiba-tiba bertanya "min, ke lembang naik apa ya?" atau "minta saran ke Bandung jalan-jalan hits ke mana ya enaknya?"

MasyaAllah.

Hasil dari mengamati kelakuan netizen yang pengennya disuapin melulu karena males riset sendiri, maka saya bikin beberapa tulisan supaya saya berhenti ditanya hal-hal yang terlalu umum :D 

Salah satunya tentang angkot ke Lembang ini. Walo begitu pertanyaan tetep dateng terus :D tapi enaknya sih pertanyaan lebih spesifik lah meski banyak juga yang males baca. 

Seru juga ya menangkal permasalahan dengan tulisan. Hihi. 

Baru nih pertama kalinya ikutan tur jalan kaki temanya pepohonan. Nilai lebih dari tur ini adalah pemandu turnya orang yang ahli di bidangnya. Dan dia masih muda hahahaha.

Menyenangkan lah bisa ikutan acara ini. Jadi tahu banyak tentang pohon pinggir jalan dan terkesima dengan antusiasme Ipin-pemandu turnya- terhadap tumbuhan dan pepohonan.

Selalu menyenangkan dan nambah semangat kalau ketemu orang kayak gitu.


Kereta api ini benda yang eksotis. Sejarahnya panjang. Karenanya bila ada acara yang berhubungan dengan kereta api, saya usahain ikutan. Bila anggaran sesuai isi dompet sih. Dan tur yang ini emang cocok biayanya kok sama saya. Hehe.

Masuk ke museum kecil yang ruangannya terdiri dari dua lorong kecil adalah highlight dari tur ini. Begitu juga waktu saya dibawa masuk ke aula di gedung utama Kereta Api Indonesia yang antiknya mirip-mirip Gedung Merdeka. Hanya aja skalanya lebih mungil sih.

Kapan lagi bisa masuk ke museum tersebut, ke gedung itu. Udah gitu selama tur ada kuisnya dan saya menang 2x hahaha Alhamdulillah. Dapet kartu pos dan buku tentang sejarah kereta api Hindia Belanda. Asooooyyy!




5. Menelusuri Kampung Arab di Cirebon

Cirebon dan Indramayu, dua kota masa kecil saya. Ibu saya bisa jadi gak akan ngerti kenapa saya bisa sesentimentil ini kalo ngomongin kota-kota di pantura tersebut. Karena dia orang sunda sementara saya menasbihkan diri sebagai bukan orang sunda dan bukan orang jawa. Haha.

Terima kasih kepada satu buku andalan saya buat jalan-jalan. Buku itu yang membuka cakrawala saya tentang perumahan kuno di Cirebon. Di buku tercantum petanya segala. Saya pake petanya dan praktekin sendiri.

Senang rasanya bisa lihat sisi Cirebon yang baru, yang muram dan diabaikan. Enggak. Saya bukan suka karena mereka terabaikan. Tapi menyebut Cirebon ingetnya Keraton mulu. Sekarang perbendaharaan saya tentang kota ini bertambah dan saya menyukainya. Dan rumah-rumah kuno, my friends, adalah benda-benda tercantik di bumi ini.



6. Gedung Antik Providentia yang Cantik!

OH.MY.GOD. Bisa masuk ke gedung yang satu ini adalah keajaiban. Terima kasih Heritage Lover yang waktu itu bikin tur ke Providentia. Senang rasanya bisa menginjakkan kaki di bangunan kuno nan terawat begini.

Tulisan tentang Providetia adalah tulisan dengan foto terbanyak. Saya merasa lebay tapi saya ingat motto blog Bandung Diary: dari saya oleh saya untuk saya. Foto-foto yang saya jepret di sana tuh memuaskan diri sendiri :D



7. Masjid Kaliwulu di Cirebon yang...Spooky

Kedatangan saya ke masjid ini karena buku yang saya baca. Berguna banget bukunya. Dan juga ini tempat termasuk salah satu tempat terseram yang pernah saya kunjungi hahahaha merinding!

Merindingnya terbawa sampe rumah pula. Kata temen, kalo kejadian kayak gitu artinya ada 'penghuni alam gaib' yang ngikutin kita. Alamak kayaknya enggak deh. Sayanya aja yang penakut. Huhuh.

Walo nyeremin, masjid Kaliwulu ini jadi tulisan favorit saya. Sebab masjidnya unik, hening, dan bayangannya di masa lalu berhamburan di kepala saya gak selesai-selesai kenapa ya... Misterius dan sakral.




8. Rumah-rumah Kuno di Kauman

OMG OMG OMG! Ini adalah surganya rumah-rumah antik! Kauman adalah tempat terbaik yang pernah saya kunjungi! Saya gak bisa berhenti terpukau tiap lihat rumah-rumah di sini. Aan, pemandu saya di Jogja, bilang saya kalap menyaksikan rumah di Kauman. Lha memang iya. Hahahaha.

Saya gak pernah tahu tentang rumah kuno di Kauman kalo gak baca buku. Iya sih tahu tentang sejarah Kauman dan Ahmad Dahlan. Tapi tentang rumah-rumahnya mah enggak. Jadi yah, ini tulisan terbaik 2017. Saya kasih penghargaan khusus untuk diri sendiri, hadiahnya es cendol elizabeth.




9. Kerinduan Pada Hidangan Pesisir

Tulisan untuk lombanya Traveloka dan kalah. Walo begitu, tulisan ini saya sukai. Rasanya beda kayak tulisan saya yang lain. Lebih apa ya, lebih romantis. Ada perasaan sentimentil gimana gitu lah waktu saya nulis. Terus saya baca berulang-ulang, gak bosen.

Kayaknya saya bakal edit bagian tentang Travelokanya. Dihapus gitu. Tapi sayang juga sih nanti gak berkesinambungan lagi tulisannya. Ah naon pisan lah urang loba mikir.



10. Sembilan Tahun Lalu, Desa Kecil di Subang

Tulisan tanpa foto dan saya menyukainya. Seperti kembali ke masa-masa blogging dulu, tulisan yang utama, foto gak terlalu penting. Hehe.

Saya menulisnya di hp. Langsung dari hp. Ceritanya saya abis baca buku dan terdorong untuk menulis setelah membaca buku tersebut. Jadilah tulisan ini.

Panaruban sembilan tahun lalu itu adalah salah satu tempat terbaik yang pernah saya kunjungi selama saya hidup di bumi ini. Terasa damai ada di sana.

 **********

Sambil nulis ini saya mikir, ternyata tulisan yang jadi favorit saya sendiri bukan karena tulisannya bagus. Tapi karena kenangan dan peristiwa di dalamnya. Pas dibaca ulang, jadi teringat-ingat kembali tentang banyak hal. 



11 comments on "2017 Favourite Blogposts"
  1. Saya jadi pengen eksplor Bandung lu, dan makan soto itu.

    ReplyDelete
  2. Sepertinya sy harus baca ke 10 tulisan diatas, kayaknya ada yg udah dan ada yg belum.gaya nulismu asyik sih

    ReplyDelete
  3. Jadi kesimpulan teh Ulu orang mana?
    Wkkwkk...Jawa, bukan. Sunda, henteu...

    ((komen gak penting))

    Yang mau aku komenin, mungkin teh (( mungkin )) .. teteh merasa diikutin karena mereka gak suka "rumah" mereka di foto teteeeh (( tanpa mereka )).

    Tahh...naon eta...

    Iihiiihii.... (( ketawa evil ))

    ReplyDelete
  4. Keren banget sih jalan-jalan yang tidak biasa ini. Dari semua yang disebutin aku belum semua huhu...

    ReplyDelete
  5. Ih aku baru tau di Stasiun Bandung ada museumnya, Teh. Sabelah manana?

    ReplyDelete
  6. Aku belum pernah wisata kesini semuanya wkwkwkw, watir

    ReplyDelete
  7. Aku pisan yang suka nunda2 kerjaan hahaha!

    Ahh Ulu mah ga ajak2 atulah kalo piknik, pasti ga mau diajak selpih2 bareng aku yaaa,

    ReplyDelete
  8. Cirebon, aku belum kemana-mana. Ternyata banyak juga list yang belum dikunjungi.

    ReplyDelete
  9. Memang keliatan manfaatnya, kalau kita buat tulisan dari pengalaman kita sendiri ya...pasti ada yang terkesan dan ingin dikenang terus. Jadi senang baca lagi ya..

    BTW, saya baru tau, di stasiun KA Bandung, ada museumnya? Di sebelah mananya, ya? Anak saya pasti seneng banget diajak ke sana.

    ReplyDelete
  10. tulisan-tulisan teh Ulu mah racun banget bikin kepingin jalan-jalan trus ikutan explore juga haha

    ReplyDelete
  11. Wah, Lu, bagus2 tulisannya. Ayo diBikin buku.

    ReplyDelete