Cerita Dari Dunia Kreatif Masa Kini: Blogger dan Vlogger

June 07, 2017
Belakangan ini saya sedang kepikiran untuk mulai main video. Sampai beberapa tahun ke depan nampaknya video makin merajai internet dan dunia kreatif masa kini. 

Tapi video kayak apa yang mau saya buat? 
Siapa yang penonton yang saya sasar?
Perlu gak saya jadi naratornya?
Terlebih lagi, apa perlu saya nongol dalam videonya? 

Menjadi vlogger bukan cita-cita saya. Bila saya membuat video, saya pengen videonya kayak video traveling ala BBC. Tapi kepengen saya itu muluk banget. Video traveling atau video jurnalistik, Ceu? Ya traveling biasa aja mah gak usah sama-samain dengan videonya BBC ateuh wkwkwkwk. 

Saya pernah beberapa kali merekam video dan mengunggahnya ke Youtube. Tapi gak lama kemudian semangatnya turun. Rupanya saya lebih senang menulis ketimbang merekam video dan mengeditnya. 

Walo begitu ada juga sih desir-desir (halah) dalam hati yang bilang kalau sudah saatnya saya bikin video. Dipikir-pikir mah ya modal saya untuk mulai membuat video terbilang gampang. 

Satu: siapin alatnya. 
Dua: skripnya udah ada, yaitu semua tulisan saya di blog ini. 
Tiga: Indra bisa bikin video
Empat: Bikin video pake app pun gampang

So what the fuzz? Tinggal dikerjakan. Iya gak? :D 

Dalam rangka mengumpulkan semangat membuat video, saya sering nonton vlog deh. Vlogger favorit saya salah satunya Jennifer Bachdim. Ahahahaha ngerjain blog temanya wisata, nonton blognya tema ibu-ibu banget :P 

Saya belum langganan akun vlogger khusus traveling sih. Belum nemu yang cocok karena hunting vlognya juga gak pernah. Abis ngetik ini saya mulai cari-cari deh, abis itu saya jembrengin vlogger traveling favorit saya siapa aja. 

Secara tidak kebetulan pada hari minggu lalu saya diajak JNE untuk bergabung dalam acara ngobrol-ngobrol tentang kehidupan blogger dan vlogger. Iyes, JNE yang saya maksud adalah jasa kurir ekspedisi ternama di Indonesia. Berlokasi di kafe Beehive di Dago, acara ini berlangsung sekitar dua jam. 

Sebagai narasumbernya ada Pungky Prayitno dan Bang Aswi (blogger) juga Haykal Kamil (vlogger). Ada penuturan yang menarik dari ketiganya. Bagian menariknya adalah mereka bertiga sangat berbeda satu sama lain. 


Dari penjelasan Pungky saya simpulkan kalau menjadi blogger itu gak salah kok ambil semua tema alias campur-campur. Sungguh berbeda dengan saya yang mengerucutkan tema blog ini hanya pada wisata saja, Pungky menulis tentang dunia orang tua, anak-anak, wisata, otomotif, pergadgetan, dan masih banyak lagi. "Temen gue bilang tentang blog gue, itu blog apa toserba, Pung?", gelak tawa menyambut kalimat bernada retoris tersebut. 

Bagi Pungky, profesinya yang fulltime blogger menyebabkan semua konten dalam blognya menjadi penyumbang nafkah utamanya. Oleh karena itu, tidak ada yang salah dengan menulis berbagai macam tema. Kalau ada ciri khas dalam bertutur lebih bagus lagi, pembaca akan kembali lagi karena menyukai ciri yang kita bubuhkan dalam tulisan. 

Sebaliknya untuk Haykal Kamil dan Bang Aswi, keduanya mengaku hanya membuat video dan menulis di satu tema saja, yaitu wisata alias traveling. "Membuat vlog dengan konten, tentukan goalnya apa, tentukan fokus pada kontennya. Monetasi vlog datangnya bisa dari iklan, endorsement, dan event", tutur Haykal.

"Cara bikin vlog tinggal ATM, amati-tiru-modifikasi," ungkap Haykal yang memulai videonya dengan mengamati banyak vlog di Youtube. 

Sementara itu Bang Aswi yang juga ketua dari komunitas Blogger Bandung mengungkapkan bahwa tema tertentu atau tema banyak macamnya tak ada masalah. "Sebaiknya mulai saja dulu menulis untuk blog atau buat video jadi vlog. Teknis bisa belakangan," ungkap Bang Aswi.

Menarik ya, berbeda-beda konsepnya, hasilnya sama-sama bagus. Blognya dibaca banyak orang, vlognya ditonton banyak orang. 

Kalau hasil obrolan bersama JNE itu diaplikasikan kepada saya, urusan blog mah saya sudah tahu ingin mengerjakannya seperti apa. Bagi saya, tema blog yang hanya satu macam lebih mudah saya kerjakan. Ada banyak irisan kue, saya mau ambil satu saja dulu. Karena saya belum tertarik menulis dengan tema macam-macam. Bisa mah bisa, tapi suka mah enggak. 

Akan tetapi menulis dengan banyak tema pun gak ada salahnya. Saya selalu tahu tulisan Pungky kayak apa. Melankolis kelucu-lucuan. Begitu kesan saya terhadap tulisannya. Terhadap tulisan Bang Aswi juga saya menaruh hormat, tulisannya santun, panjang, dan terlihat seperti orang dengan banyak pengalaman hidup. Kalau vlognya Haykal Kamil saya baru nonton dua video dan standar aja videonya, ya begitulah bagus gambarnya, bagus kameranya, dan anaknya sering jalan-jalan. Ehehehehe. 

Bila datang masanya saya ngevlog, temanya bakal sama aja dengan blog ini. Bener juga kata Pungky, blogger yang pengen jadi vlogger mah gampang, naskahnya udah ada, materi tertulisnya udah ada, dan tinggal pindahin ke format video. 

Perlu gak blogger jadi vlogger juga? Saya rasa jawaban Pungky udah cukup telak: Perlu. Sebagai content creator, video tuh salah satu yang paling banyak dicari saat ini. 

Pada acara yang sama, JNE juga mengumumkan tentang aplikasi terbarunya bernama My JNE. Melalui aplikasi ini kita lebih mudah cek resi, kontak customer service, cek tarif, sampai dengan mencari lokasi konter JNE terdekat. Buat saya kepake banget aplikasinya karena di Bandung Diary ini saya kan buka jasa titip produk khas Bandung. Ekspedisinya pake JNE juga. Selain emang udah cocok lahir dan batin, lokasi konternya ada di mana-mana.

Kopdar Blogger bersama JNE ini berlangsung di empat kota: Bogor, Bandung, Batam, dan Surabaya.

Obrolan yang menarik di sore hari menjelang berbuka puasa. Suasana yang intim, diskusi ringan namun bermutu, dan tentu saja tempat yang nyaman dan makanan yang enak. Terima kasih JNE, Pungky, Bang Aswi, dan Haykal!

koleksi foto: JNE (instagram)




Teks: Ulu
Foto : Ulu, kecuali yang saya telah sebutkan sumbernya di bawah foto




26 comments on "Cerita Dari Dunia Kreatif Masa Kini: Blogger dan Vlogger"
  1. Aku belum kepikiran bikin vlog. Masih gaptek hehe. Tapi perlu belajar juga ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya kalo gaptek emang bagusnya belajar dulu :D

      Delete
  2. Jadi ... apa kita harus ngevlog juga gituh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengen bikin video, tapi bukan vlog euy heuheuheu

      Delete
  3. Seru bangeeet acaranya, sayang Semarang ngga didatangin JNE huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, cuma 4 kota. Siapa tahu acara berikutnya ke Semarang, Mba Dew :D

      Delete
  4. Saya pun mulai tertarik namun masih gaptek soal ngedit video-nya, biasa minta tolong suami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi iya bener, karyakan skill orang terdekat :D

      Delete
  5. Mulai tertarik untuk membuat konten video.tapi masih malu-malu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awal2 upload pertama kali pasti malu-malu, lama-lama biasanya terasa biasa :D

      Delete
  6. Sebenernya punya beberapa potongan video yang dibuat pas traveling, tapi sungguh mualleeess ngeditnya jadi satu video utuh. Huft! Kayaknya aku harus perang lawan kemalasan diri sendiri. Hahahaha :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ini saya banget penyakitnya samaaaa!

      Delete
  7. Belum kepikiran nyampe situ 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, masing-masing orang ada waktunya sendiri :D

      Delete
  8. aku ga suka tampil jadi kayaknya meramaikan dunia blog dulu.. mana kuota buat upload video kan lebih gede hihi

    ReplyDelete
  9. Waaa ada mbak Pungky Prayitnooo. Duh, coba gue tau acaranya :(

    Gue udah rekam beberapa klip selama traveling baru-baru ini, tapi belum ada yang jadi vlog satupun, hahahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkw menunda-nunda karena males, Mas? :D Sama atuh kayak saya hueheuheu :D

      Delete
  10. aku masi fokus ke blog aja dulu :)

    ReplyDelete
  11. Wah acaranya seru banget. Jadi seorang Blogger bisa merangkap jadu Vlogger juga ya Mbak..

    ReplyDelete
  12. Saya juga kepikiran pengen ngevlog, tapi belum tau ilmunya

    ReplyDelete
  13. Acaranya intimate bgt. Di Sby juga asyique banget teh

    ReplyDelete