Playlist #10 : Cozy Street Corner dan Rambling Super Random Kala Capek-capeknya

December 19, 2016
Hari yang panjang. Gak tahu total berapa kilometer yang saya arungi bersama Uber di kemarin itu. Pergi - pulang dari utara ke timur, terus balik lagi timur - utara. Mungkin hampir 100 km. Capek bokong. Pegal punggung. 

Sesampainya di rumah, rencana saya untuk menulis di blog pupus sudah. Bukan ngantuk, cuma ingin rebah dan memejamkan mata tapi tidak tidur. Bulan Desember ini akan masuk ke 10 hari terakhir, hari-hari terujung di tahun 2016 dan saya baru memperbarui blog ini dengan tiga tulisan saja. 




Entahlah ke mana semangat dan antusias saya. Lucunya saat sedang di jalan, ide-ide seliweran seperti lalat-lalat mengerubungi sampah. Eugh pengandaian yang gak cantik ya, tapi mirip sih seliwerannya mah. 

Aneh juga sih. Pas lagi di jalan, saya semangat 45. Di rumah udah capek, pengennya bersantai gak kerja. Cuma berbaring sambil membaca buku dan mendengar musik. Atau nonton film. 

FYI, saya emang lagi menamatkan sebuah buku berjudul Cengkeh. Buku yang menyenangkan walau fontnya sangat gak menarik dan paragrafnya yang menggantung-gantung. Mencoba menghabisi buku ini, saya merasa punya sedikit sekali waktu. Why... 

kenapa kalau sedang senang-senang waktu berlalu begitu cepat...it's like tahu-tahu sudah subuh, harus bangun, ngurusin Nabil, belum lagi urusan domestik yang gak henti-henti, pekerjaan yang bertumpuk, blogging life yang harus dipupuk, buku-buku yang mau saya baca, dan lagu-lagu yang daftarnya memenuhi note di smartphone saya dan belum saya download. 

Kembali lagi ke hari panjang. 

Kemarin malam saya tiduran di kamar. Sudah terlalu larut pula, semua orang sudah tidur. Lampu kamar saya matikan. Ambil smartphone dan earphone kesayangan, saya buka soundcloud dan entah kenapa tiba-tiba mengetik satu nama band terbaik yang hampir semua lagunya terekam kuat-kuat dalam ingatan saya. Sekarang lupa, tiga bulan kemudian ingat. Besok lupa, enam bulan lagi ingat. Cozy Street Corner. 

Band indie veteran. Cozy Street Corner ini satu zaman dengan Pure Saturday. Atau malah lebih tua ya? Ah entahlah saya gak tahu karena gak ngikutin Pure Saturday. Saya fans berat Cozy Street Corner. Band ini yang membuat saya-si-anak-rumahan-yang-masih-kuliahan berani nongkrong di kafe sampai jam 1 malam demi nonton gig mereka. Tahun 2006 kalau tidak salah waktu itu. Kafenya di jalan Sukajadi. Kafenya sekarang sudah tutup. 

Tahun 2008, mereka konser di Saung Angklung Udjo. Di hari mereka konser, saya masih berada di Jakarta, urusan kerja. Lepas jam 2 siang, saya langsung cabut ke Bandung dan menuju Saung Angklung Udjo. Malam yang menyenangkan, semingguan kerja di Jakarta hilang capeknya waktu nonton mereka manggung. 

Cozy Street Corner adalah idealisme saya di waktu muda. Idealisme yang cantik, santun, indah, dan senang rasanya masih bisa mengingat semua mood yang saya rasakan waktu mendengar musik mereka berulang-ulang. 




Band inde di masa kini lebih banyak peluangnya untuk dikenal banyak umat. Payung Teduh, misalnya. Laris manis kan mereka. Kalau Cozy Street Corner muncul di masa di mana Soundcloud dan Youtube kayak sekarang, mereka pasti langsung jadi hits. Tapi mereka lahirnya tahun 90-2000an. Saya masih ingat satu-satunya radio yang rajin memutar lagu mereka adalah Sky FM. Pada salah satu sesi wawancara Cozy Street Corner di radio Sky FM, saya mendengarnya. Saya ada di sana. Saya punya 1 albumnya. Dua album sebelumnya mah saya pinjam heuheuheu. 

Lagu mereka membuat saya bahagia, terharu, termenung, sejuk, cantik, teduh, kalem, santun, dan tenang. Liriknya terangkai dari diksi yang puitis. Tapi sejujurnya saya sering gak bisa nangkep vokalisnya nyanyiin apa, gak jelas :D 

Mari kita mulai daftar playlistnya. Cozy Street Corner lagu-lagunya bisa dibeli di iTunes. 

1. Hmmm... Jelang Benam Matahari 
ini kah jelang benam matahari
dan ku kan berjalan seperti berlari
apa akan usai indah senja ini
harapkan suara itu warna itu cantik itu elok itu

2. Penuh Dengan Cinta
sudah lama, kau ada di mana
rindu aku, rindu aku

3. Teh
ringan ayunkan tangan
memetik pucuk-pucuk hijau yang segar

4. Punyaku Sendiri
pandangi warnamu pelangi
kagumi wajahku sendiri

5. Tu'sah Gundah
no worry, i'll stay

6. Hutan Hujan
rimbun dan segar bentang air
pergilah awan tebar hujan
segar lumut tanah batu
segar akar kembang kayu

7. Siul Daun
Pelukmu damaiku

8. Kurindu Hari Kemarin
aku bukannya bulan yang berkalang bercahya setiap bulannya

9. Delman
bayu menerpa senyummu yang kau ungkap padaku
seiring laju delman tuaku

10. Melata Hati
batu lumut temani
haruskah ku temani
kan tidak mesti








Foto oleh Indra, kecuali foto albumnya Cozy Street Corner
1 comment on "Playlist #10 : Cozy Street Corner dan Rambling Super Random Kala Capek-capeknya"