#photographytalk with The Food Xplorer: 5 Things I Learned From Photography

November 17, 2016
Hellow semuanya! Saya Agung dan saya adalah Food Blogger. Profesi saya sekarang adalah food photographer. Blog saya http://thefoodxplorer.com.

Gak kerasa sudah dua tahun  saya ‘nyemplung’ ke dunia fotografi. Saya mengawali dunia ini dari hobi makan dan suka nulis review kuliner. Lama-lama jadi penasaran ingin motret juga. Sampai akhirnya saat ini saya benar-benar jatuh hati dengan fotografi.




Saya belajar fotografi dari dasar banget sampai sekarang saya bisa masuk ke industri fotografi profesional. Dunia ini isinya orang-orang hebat yang membuat saya selalu ingin mencoba banyak hal-hal baru.

Saya mau berbagi lima hal yang saya pelajari selama ini dari fotografi.

1. Photography = Poison!

Fotografi adalah racun! What, Apa maksudnya?

Coba deh masuk ke forum-forum komunitas fotografi atau baca review mengenai gears photography terkini. Bagi beberapa penikmat fotografi, hobi yang satu ini termasuk racun. Racun dalam artian hasrat atau keinginan untuk mencoba dan memiliki aneka kamera, lensa ataupun aksesoris terbaru dengan harapan akan meningkatkan kualitas portfolio kita ke level yang lebih yahud. Sumber informasi kamera-kamera itu bisa didapat dari website, blog, majalah, youtube atau hasil ‘cuci mata’ di toko-toko kamera. Dan saling meracuni antar fotografer itu udah hal yang biasa. Hehe ☺

Tapi kamera kan bukan barang murah.

Well, hobi fotografi saat ini udah bukan merupakan hobi yang mahal seperti beberapa tahun yang lalu. Sekarang saja kualitas kamera smartphone sudah banyak yang bagus. Saat ini pilihan kamera sangat banyak, mulai dari kamera di smartphone, action camera macem go pro, pocket, prosumer, DSLR, sampai kamera mirrorless yang sekarang jadi udah jadi lifestyle.

Satu hal yang perlu dicatat adalah semakin canggih gears kamu belum tentu semakin bagus hasil foto kamu. Ingin foto kamu bagus? Pengalaman saya membuktikan ada yang lebih penting dari kamera. Yaitu belajar dasar-dasar fotografi, rajin motret, banyak bertanya, cari mentor, ikut seminar dan workshop fotografi, gabung ke komunitas, tonton tutorial di youtube, dan masih banyak hal lainnya yang pastinya bakal mengupgrade kemampuan fotografi kita.




Kayak misalnya saja nih, kena racun foto-foto makro yang keren banget? Tapi lensa makro kan harganya mahal. Apalagi lesa makro kelas atas yang harganya di atas 10jutaan. Coba deh cari tips di internet tentang menyiasati lensa makro ini. Saya pernah memakai tools yang biayanya gak lebih dari 100ribu perak untuk sesi foto makro.

Contoh foto makro di atas itu saya jepret dengan bermodalkan extension ring manual yang harganya hanya sekitar 65ribu, dan ditandem dengan lensa nifty-fifty Canon 50mm 1.8II saya pasang di bodi kamera 700D. Hasilnya? Lumayan kan? ☺


2. Photography = Passion

Gak sedikit orang yang heran dan tidak mengerti kenapa saya meninggalkan dunia arsitektur dan desain interior. Well, saya bilang pada mereka fotografi adalah passion saya. Ada suatu gairah dan semangat dalam diri saya saat menyentuh yang hal-hal berbau fotografi. Gairah itu yang saya rasakan saat saya memegang body kamera, mencari komposisi melalui jendela bidik, mulai mematukkan tombol shutter, dan merasakan kepuasan saat melihat hasilnya.




Intinya saya suka dengan fotografi, entah itu saat hanya iseng jepret random, hunting kuliner, atau saat saya motret untuk commercial product, semuanya itu membuat saya excited. So buat kamu yang saat ini masuk ke dunia fotografi hanya sekadar ikut-ikutan tren, pernah bertanya gak apa ada gairah dalam diri kalian sewaktu menjalaninya?


3. Photography = You

Satu tahun pertama saya terjun ke dunia fotografi, cuma makanan yang jadi objek jepret saya. Di tahun kedua saya mulai berani untuk mencoba hal-hal baru, mulai dari mengerjakan project product photography sampai mulai coba-coba motret landscape, binatang, bunga, orang, atau apapun selain makanan. Sampai kemarin juga nyoba motret di wedding. 

Walau begitu tetap aja kalau ditanya orang "kerjaan lo apa sih sekarang, Gung?" saya tetap jawab dengan bangga :Food Photographer.

Saya gak bilang kita harus stuck di satu bidang aja, tapi coba deh cari kekuatan fotografi kamu tuh di mana. Apakah di moto benda mati, model, landscape, action/sport, street photography, atau apa?

Saat tahu gairah dan kekuatan kamu dalam fotografi, maka hal tersebut juga akan berkaitan dengan banyak hal lainnya. Salah satunya dan yang paling utama adalah menentukan kebutuhan gears alias kameranya.




Bagi saya lensa 100mm 2.8 L atau 50mm 1.4 adalah sahabat terbaik di dunia fotografi makanan. Koleksi lensa saya lainnya pun hanya lensa 50mm 1.8II dan sebuah lensa kit 18-55mm.

Photography = You, jadi kamu sendiri yang mengerti lensa apa yang paling kamu perlukan/butuhkan, bukan kamera yang kamu inginkan lho ya. Termasuk body kamera, dengan mengetahui kekuatan bidang fotografi kamu, kamu bisa menyeleksi karakter bodi kamera juga. Cocoknya dengan DSLR, mirrorless atau malah dengan smartphone.


 4. Photography = Art

Bagi saya fotografi adalah seni melukis cahaya. Bicara fotografi berarti membicarakan keindahan suatu objek yang ditangkap atau dibekukan ke dalam bentuk gambar (foto).

Cahaya memegang peranan penting dalam fotografi, ada berbagai macam teknik pencahayaan yang saya pelajari sampai saat ini. Lighting atau pencahayaan dalam fotografi sendiri terbagi tiga: Natural Light (matahari) , Ambiance Light - cahaya buatan yang ada dan menerangi di sekitar kita (lampu, lilin, obor,dll) , dan Artificial Light alias cahaya buatan (Flash/strobist, continous Lighting).




Mana cahaya yang paling bagus? Buat sebagian besar orang tentu menjawab natural light, tapi kalau buat saya sih tergantung. Yup, karena sekali lagi fotografi adalah seni, bagaimana kita ingin menyampaikan pesan melalui foto kita, apakah fotonya ingin cerah, terang, atau ingin dark/moody? Terus karakter dan tone seperti apa yang ingin kita tampilkan.

Dan satu hal yang pasti setiap fotografer mempunyai cita rasa yang berbeda ☺


5. Photography = Vision

Saya kira setiap fotografer bagusnya mempunyai visi yang jelas. Visi adalah apa yang kita lihat di depan dan yang menjaga kita dari pengaruh yang berada di sekitar kita.

Tanpa visi, foto-foto kita akan kehilangan makna dan hambar. Sejak awal saya memutuskan terjun ke dunia fotografi, saya langsung bertekad menjadi seorang food photographer / fotografer makanan. Walau sekarang ada beberapa job yang saya ambil gak ada hubungannya sama sekali dengan kuliner, tapi tetap hampir 80% portfolio saya semuanya di bidang kuliner.




Ada sebagian orang yang terjun ke industri fotografi hanya ikut-ikutan tanpa mempunyai bekal yang cukup. Tapi ada juga sebagian orang yang masuk ke dunia fotografi dengan modal yang sangat melimpah. Masalahnya, mau ikutan-ikutan atau modalnya besar sekalipun, semuanya itu percuma kalau kamu gak punya visi, dan tentu saja passion sebagai motor penggeraknya.

---- 

So, itu lima hal yang saya peroleh dari dunia fotografi. Saya sangat menikmati semua proses belajarnya. Fotografi buat saya bagaikan perjalanan. Sepanjang atau sejauh apapun perjalanan itu, saya akan menikmatinya ☺

FYI, follow ya Instagram @thefoodxplorer ☺ 






Ditulis oleh Putra Agung for Bandung Diary
Photo credit : Putra Agung



13 comments on "#photographytalk with The Food Xplorer: 5 Things I Learned From Photography"
  1. yaa Allaaaaahhhh... mbak, pingin nangis aku liat foto fotomuuuu... indah indah bangeeet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Tantiiiii, itu bukan foto jepretan saya :D hehehe foto-fotonya jepretan Agung, Mba :D

      Delete
  2. Replies
    1. Hehe silahkan mbak rien , btw empunya blog-nya ini mbak Ulu ^^!

      Delete
    2. Boleh dishare, Mba Rien. Hatur nuhuuuun :)

      Delete
  3. Thank you udah dikasih kesempatan nulis diBandungDiary ulu :D hihi next gantian yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aguuuung, saya yang terima kasih atuh :D Siap kapan pun saya mau nulis buat blog kamuh yang keren ituuuuh :)

      Delete
  4. Aaaaaa..selalu suka sama foto2mu mbak....kameraku sekarang 5 MP :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto jepretan mba hanna juga tambah 'ngeriiiiii'. Bagus-bagus & tonenya kayaknya mba hanna banget, misterius :D

      Delete
  5. Aku suka jepretan mas Agung, khas banget yaa.. Dan keren semuanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, iya yas. fotonya lembut, classy, humble :D

      Delete