Karena Yogyakarta Tak Pernah Membosankan

June 14, 2016
Yogyakarta tidak pernah membosankan. Beberapa kali ke kota Yogyakarta (berikutnya saya tulis Jogja), ada beberapa hal yang sudah tunai saya lakukan. Masih banyak yang belum tuntas saya kunjungi.   

Jadi saya membuat daftar apa saja yang ingin saya lakukan di Jogja. Jalan-jalan at its best dengan mengunjungi tempat-tempat berikut ini:


1. Walking Tour Kali Code


Saya gak pernah tahu tentang Kali Code sampai Indra cerita lho. Perkampungan di sisi sungai ini unik banget. Rumah kumuh pinggir kali itu sudah cerita klasik negara berkembang kayak Indonesia. Namun seorang arsitek bernama Romo Mangunwijaya (Alm) mengubah perkampungan kumuh ini jadi bersih, teratur, dan unik! Bangunannya dicat warna-warni. Sebenarnya sih bentuknya tetap kampung, hanya saja dibuat lebih 'manusiawi' dan keren banget! 

Photo Credit : simplesillyjourney.com

Tahun 1992 Kampung Code pernah mendapat penghargaan di bidang arsitektur. 

Saya pengen tahu aja sih, kampung kumuh pinggir sungai ditatanya seperti apa. Termasuk budaya orang Jogja sehari-harinya bagaimana. 

Lain kali ke Jogja, saya mau kontak Via Via dan book city walk Kali Code. Tentang Kali Code selengkapnya dapat kamu browsing sendiri ya. 


2. Pabrik Gula Madukismo


Bicara pabrik gula, berarti bicara sejarah panjang kota-kota kebanyakan di sedikit Jawa Barat - Jawa Tengah - Jawa Timur. Kalau di daerah saya tinggal sekarang, Priangan, komoditi terbesar pada zaman dahulu Teh dan Kopi. Sementara kota seperti Cirebon, Yogyakarta, dan lain-lainnya adalah Gula. 

Makanya kalau kamu jajan makanan berat di Bandung (warung makan atau pegadang kaki lima), Teh Tawar pasti gratis. Kecuali kamu minta Teh Manis, biasanya kudu bayar. Di Jogja sebaliknya, kalau saya jajan lalu minta minum, pasti defaultnya Teh Manis, bukan Teh Tawar kayak di Bandung. 

Mengunjungi Pabrik Gula ini buat saya sih udah kayak datang ke museum. Kalau lihat tulisan tentang Pabrik Gula Madukismo malah ada kereta api kunonya. Hwuidih! 

Jadi ya cuma penasaran aja sih pengen lihat pabrik-pabrik yang menopang kehidupan banyak pribumi dan orang-orang Belanda dulu. 


3. Menghirup Udara Sendang Sono


Ini sih gara-gara film Tiga Hari Untuk Selamanya (2007). Ada adegan di mana Ardina Wirasti dan Nicholas Saputra cooling down di sebuah tempat ziarah umat Katholik. Sendang Sono namanya. Sama seperti Kali Code, Sendang Sono dirancang arsitek Romo Mangun. 

Photo Credit : Liburan Murah


Kalau lihat di film, tempatnya adem sekali. Iya sih itu bukan tempat untuk saya karena saya muslim, pake hijab lagi. Tapi saya ingin sekali ke sana. Melihat arsitektur yang indah dan tentram. 


4. Bersepeda ke Prambanan


Berangkat dari kota, Maliboro atau Prawirotaman (karena biasanya menginap di daerah tersebut) lalu bersepeda hingga ke Prambanan. Karena kalau jalan kaki kayaknya terlalu jauh, maka bersepeda paling cocok untuk menempuh perjalanan.

Seru aja sih kelihatannya, sama dengan jalan kaki, bersepeda juga untuk saya membantu melihat lebih dekat. Menyusuri jalan-jalan tikus, gang kecil, keluar masuk kompleks perumahan. Ya melongok tempat yang gak bisa dilihat kalau menumpang mobil. Bisa aja sih bersepeda random. Tapi kalau ada tujuan akhir jauh lebih nyaman untuk saya. Dan Prambanan nampaknya menjadi garis finish yang cocok.


5. Mengikuti Kegiatan di Rumah OLI 


Sudah pernah bahas ini beberapa bulan lalu. Selengkapnya baca saja tulisan ini ya. Tempatnya sederhana dan kegiatannya sangat menyenangkan. Kalau suka jalan kaki, memanfaatkan produk lokal, menyusuri sejarah dan budaya masyarakat sekitar, maka kegiatan di tempat ini cocok buat kamu. Juga buat saya.


6. Melihat ARTJOG


Tahun 2014, adik saya sedang senang-senangnya bekerja di Jogja. Tempat ia kerja-pendek adalah sebuah blabla saya gak tahu apa namanya, dan mereka mengadakan ArtJog. Adik saya bertugas sebagai pemandu di ArtJog 2014.

Jadi saya tahu dari dia kalau di Jogja ada sebuah acara seni tahunan bernama Artjog.

Tahun lalu ke Jogja agenda utamanya nonton ArtJog. Tapi gagal datang hahaha :D FYI, ArtJog dua tahun lalu tiket masuknya Rp 10.000. Tahun berikutnya naik jadi Rp 50.000 dan tahun ini malah harus pake kartu bayarnya. Analisis abal-abal saya mengatakan bahwa panitia ArtJog menyaring pengunjungnya.

Tiket cuma 10.000 bayangin siapa yang datang? kata adik saya sih banyak alay yang cuma mau foto-foto selfie dengan produk seni di ArtJog. Kini dengan tiket sebesar 50.000 dan harus gesek pula transaksinya, maka terbayang ya pengunjung ArtJog sudah tersaring sedemikian rupa hahaha :D

Ya baguslah. Saya bakal ke ArtJog 2017! Semoga harga tiketnya gak naik hahahaha :D



7. Minum Jamu di Toko Ginggang


Saya jarang lihat jamu di Bandung. Dalam versi modern sih ada. Tapi versi klasiknya dalam bentuk toko, dikit banget. Itu juga kebanyakan orang-orang keturunan tionghoa pemilik tokonya yang mana jumlahnya juga dikit.

Waktu di Indramayu dan Cirebon sih banyak mbok-mbok jamu yang seliweran. Tapi di Bandung, toko jamu juga jarang. Jadi buat saya sih kota-kota Priangan tidak identik dengan Jamu. Tapi kota-kota di Jawa, identik dengan Jamu. Terutama kawasan yang ada keratonnya, termasuk Yogyakarta.

Photo Credit : Gudeg.net

Browsing toko jamu di Yogyakarta, mata saya tertumbuk toko ini, namanya Ginggang. Lucu ya namanya. Tokonya kuno. Jamu tuh cocok banget dengan seperangkat alat antik seperti kursi kayu zaman nenek kita dulu, bupet tua, daftar menu sederhana.

Pengen deh mampir ke Ginggang. Lokasinya di Jalan masjid Pakualaman. Gak sempet mampir waktu di Jogja kemarin. Semoga tahun depan saat saya ke Jogja lagi, saya bisa nongkrong di Toko Ginggang dan minum jamu.

Sebenarnya ada sih warung mungil yang antik banget di daerah Kota Gede, dekat kompleks pemakaman Raja Mataram. Tapi pas ke sana tahun lalu warungnya tutup. Tutup untuk seterusnya kata orang yang kami tanya di sekitar tempat tersebut. Huhuhu....ah ya sudahlah.

So itu daftar tempat dan acara yang pengen banget saya datangi kalau ke Jogja lagi. Kalau kamu, mau ke mana aja di Jogja?


13 comments on "Karena Yogyakarta Tak Pernah Membosankan"
  1. bener banget mbak,,,selalu pengen selalu ke jogja,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes! kayaknya kita semua selalu pengen ke jogja ya

      Delete
  2. itu.. rumahnya beneran warna warni ya... tak kira cuma rumah-rumahan tercana beneran..

    ReplyDelete
  3. Yogya memang istimewa ya mba 😁

    ReplyDelete
  4. kangen jogja jadinya...pingin banget ke prambanan^^

    ReplyDelete
  5. Bener banget yogya selalu ada wilayah yang belum terjajah ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitu juga Bandung sebenernya (dan daerah lainnya hihihi). life is short and the world is wide :D

      Delete
  6. Kali Code keren gitu Lu.. jadi kayak Santorini.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. santorini versi negara berkembang hihihi

      Delete
  7. Kali Code itu kereen banget ya, berasa liat apaa gitu di luar negeri.
    Selalu pengen ke Yogya teh aku juga, kesana dulu io masih kecil ga bisa explore banget. Next mesti kesana lagi, sepedaan gitu ya.

    ReplyDelete