Image Slider

Indonesia Kirana di Bandung!

April 29, 2016
Jumat 22 April pukul 19.00 saya berada di XXI CiWalk. Bersama Indra dan Unis, kami menyaksikan pemutaran perdana film dokumenter bertajuk Indonesia Kirana. Kalau tiga tahun lalu kamu pernah mendengar atau menonton Epic Java, nah kreator film Indonesia Kirana adalah orang-orang yang sama, Embara Films

Indonesia Kirana merupakan film yang menceritakan perjalanan mahasiswa-mahasiswi Universitas Padjadjaran yang tergabung dalam unit paduan suara (PSM Unpad) di festival paduan suara tingkat dunia tahun 2015.

Trailer film ini dapat dilihat sejak dua tahun lalu pada akun Embara Films di Youtube. Menonton trailernya, saya tidak bisa tidak menyaksikan film Indonesia Kirana secara keseluruhan. Video teasernya saja sudah memukau, bagaimana dengan filmnya?

Sejak nonton trailer Indonesia Kirana Official Trailer #2 Anging Mamiri, saya sekarang suka lagu Anging Mamiri itu dan lagunya bertengger di playlist music player di smartphone saya :D 


Places I Want To Visit : Rumah OLI di Gunung Kidul

April 23, 2016
Sudah berapa lama saya gak nulis tentang Places I Want To Visit ya? Sebulan ya kayaknya. Ah hayuk saya mau cerita lagi. Satu tempat di Yogyakarta yang saya lihat di Instagram ini sudah lama menarik hati. Eh kalau mau baca tiga tempat lainnya yang pengeeen banget saya kunjungi, baca di sini ya. 

Kalau bukan karena melihat foto-foto Mba Tarlen Vitarlenology tahun lalu saat ia 'berlibur' di Yogyakarta via Instagram, saya gak akan pernah tahu yang namanya Rumah Oceans of Life Indonesia (Rumah OLI). 

Rumah OLI berada di pesisir Gunung Kidul. Saya follow Rumah OLI di Instagram, skrol foto-fotonya. Wah seru-seru kegiatannya. Nih poster acara yang diselenggarakan Rumah OLI:







Tema kegiatan Rumah OLI berhubungan dengan alam. Seenggaknya itu sih yang saya tangkap dari foto-fotonya. Secara saya belum pernah ikut serta dalam acara di Rumah OLI. Kamu bisa follow mereka di Instagram deh @oceanoflife_id. Silakan dilihat-lihat kegiatannya. 

Tema kegiatan Rumah OLI mengajak kita lebih dekat semesta. Misalnya saja Geopark Nature Trail. Acara yang dijadwalkan selama dua hari ini membawa peserta menjelajah Cagar Alam Gunung Batur, Gunung Kidul. Tujuannya bukan hanya jalan-jalan, tapi merasakan hidup harmonis dengan alam seperti para leluhur kita dulu. 

Ada juga Jalan-jalan Jalur Tua Pertanian. Saya kepingin daftar deh untuk acara yang ini. Membaca keterangan acara yang tercantum di Instagramnya, peserta dibawa menyusuri jalur tua pertanian, jalan kaki sepanjang 8 km selama 4 jam. Melewati pemukiman, ladang, kali, hutan, gua, dan perbukitan karst. Titik terakhir perjalanan di Pantai Watu Kodok. Ugh seru ya :D 

Baca deh blog teman saya ini, dia menulis catatan perjalanannya setelah mengikuti kegiatan Jalan-jalan Jalur Tua Pertanian. Cek di Anglur Selur

Bulan Mei saya ada rencana ke Yogyakarta sih. Adik mau wisuda UGM. Apa bisa ya disekaliguskan ke Rumah OLI. Itu juga kalau mereka ada jadwal acara sih :D 

Ah anyway, apa kamu tertarik juga mengikuti kegiatan Rumah OLI? 





Kurir Sepeda di Bandung: Punten Courier

April 21, 2016
Kurir sepeda di Bandung, emang ada? Eh ada banget! Emang New York saja yang di kotanya ada kurir sepeda :D 

Berhubung saya dan Indra kerjanya SOHO dan self-employee, selain bekerja di dunia digital, kami punya usaha di bidang perikanan. Biasanya kami mengirim produk menggunakan jasa Gojek (GoSend). Dan thanks to Instagram, waktu iseng lihat-lihat foto di Explore mata saya tertumbuk pada sebuah akun bernama Punten Courier. Kurir sepeda di Bandung

Jalan-jalan Keliling Kawasan Pecinan di Bandung

April 19, 2016
Entah kenapa berada di antara gedung-gedung tua Tionghoa, saya berasa seperti pulang ke rumah. Seolah-olah berpuluh tahun lalu saya pernah menjadi bagian di dalamnya. Mungkin di masa lalu, saya ini bernama Mei Ling dan memiliki toko kain :D

Di hari sabtu pagi-pagi pukul enam, kami bertiga berkeliling area pecinan Bandung. Menyusuri jalan Pecinan Lama, Alkateri, Asia Afrika, Otista, Tamim, Kebon Kawung, dan kembali ke Pecinan Lama. 

Udara masih sejuk dan jalanan masih kosong. Dua jam setelah kami berkeliling, jalanan yang kami lewati tadi akan penuh dengan mobil yang parkir. Namun berhubung masih jam 6 enam pagi, jalanan di Pecinan ini berasa milik sendiri :D 



Pasar Baru Square Hotel Pas Banget di Seberang Pasar Baru Bandung

April 17, 2016
Hai! Ketemu lagi nih di kategori review hotel di Bandung. Beberapa hari lalu saya nyobain nginap di hotel baru, lokasinya di seberang Pasar Baru. Kalau kamu mau belanja di tempat paling hits dan murah di Bandung ini dan harus menginap, hotel ini boleh lah dipilih. Kualitasnya oke juga. Hotel budget kok jadi harganya gak mahal-mahal amat. 

Oke mulai dari mana ya bahas Pasar Baru Square Hotel (PSBH). Ini aja deh.


Mencari Becak di Bandung

April 15, 2016
Tulisan ini merupakan rangkaian dari kategori Transportasi Umum di Bandung. Tulisan sebelumnya tentang bis kota Bandung dan angkot.

Naik becak di Bandung bukan kebutuhan utama saya. Angkot lebih murah tarifnya. Juga memangkas waktu dengan cepat ketimbang becak yang bertenaga manusia. Ditambah lokasi saya bermukim di kawasan Setiabudhi, seingat saya sih tidak ada becak di sini sedari saya kecil, mungkin karena daerah tempat saya tinggal perbukitan ya. 

Kebutuhan naik becak untuk saya sekarang sekadar jalan-jalan. Dari kursi becak, saya bisa melihat lebih dekat dan berjalan lebih lambat. Ditambah ya hitung-hitung bantu jadi sumber pendapatan tukang becak lah walau hanya sekali dua kali dalam…beberapa bulan.

Iya, beberapa bulan. Atau beberapa tahun yang lalu. OMG, sudah lama saya tidak menumpang becak. Terakhir kalinya adalah tahun 2014, dari Terminal Kebon Kalapa menuju Balaikota pukul enam pagi di hari minggu. 

Iseng saja waktu itu naik becak. Mumpung masih pagi, udara masih sejuk, dan jalanan lengang. Kayaknya enak nih naik becak keliling sebentar. Padahal kalau jalan kaki dekat saja jaraknya. 

Jumlah becak di Bandung gak sebanyak dulu. Biasanya saya ketemu kendaraan roda tiga ini di daerah selatan Bandung: Kebon Kalapa, Tegalega, Pasar Baru, Alun-alun. Banyak daerah yang terlarang untuk becak lewat sih, termasuk kawasan Asia Afrika. Saya harus crosscheck datanya lagi sih, rasanya sih pernah baca di surat kabar tentang pelarangan becak di area tertentu di Bandung. 



Untitled

April 13, 2016
February 2016. My grandma passed away one week before i participated at Kelas Inspirasi Bandung #4. My dad has gone about one year before my grandma did. So yeah obviously they cannot stay apart for such a long time. A mother and a son finally reunited. 

My heart was broken. I cried. I bleed. Wish i had still time to meet them and said something before they gone. 

My grandma's house is an old beautiful space to live in. I stayed there when i was a child. So yeah memories of the house glued in my mind tough i stay in such different places for several times. 

I was coming home after mom called and told about the news. I stepped into the house and the feeling of broken heart stroke in an instant. It was not easy just to come inside it. The window, the doors, the chairs, even the walls told me stories that i can't explain.  It's like the memories that were coming out from them. I prepared to keep my heart open but in fact it felt empty and broken. They brought tears to my eyes. 

I wanted to jump into the time machine and lived a life with more affection to give to them. 


Jalan-jalan Lihat Pameran Foto Jurnalistik 2016

April 11, 2016
Kalau ada pemeran fotografi kami pasti datang. Apalagi kalau lokasinya di gedung tua nan bersejarah. Paket komplit tuh: foto-foto bagus dan gedung tua. 

Sebuah lembaga bernama Pewarta Foto Indonesia baru saja menggelar pameran foto pemenang lomba foto jurnalistik. Berlangsung tanggal 9 - 17 April 2016, pameran diadakan di sebuah gedung kuno bernama Gedung De vries alias gedung NISP di jalan Asia Afrika. 


Hotel Dekat Universitas Pendidikan Indonesia

April 08, 2016
Ulu, cariin hotel deket kampus UPI dong! 

Nah ini, biasanya terjadi kalau ada acara Wisuda. Anyway, UPI adalah Universitas Pendidikan Indonesia. Dahulu bernama IKIP. Letaknya di Jalan Setiabudi, dekat ke arah Lembang. Kampusnya luas sekali. Ada banyak pepohonan rindang. Terkenal juga karena Vila Isola, bangunan heritage berlanggam artdeco yang unik.

Kampus UPI mengadakan Wisuda 3x dalam setahun. Tiap tahun tambah macet saja kalau ada wisuda. ya wajar sih, jumlah mahasiswa bertambah juga sampai perlu dibagi wisudanya ke 3 gelombang.

Namanya juga wisuda, pasti keluarga berdatangan ingin melihat anaknya pakai Toga, dilepas rektor sebagai pertanda lulus kuliah. Paling enggak ayah, ibu, kakak dan adik datanglah ya. Urusan menginap ini bakal mudah urusannya kalau ada kerabat. Jika tidak ada, pilihannya pergi-pulang atau menginap.

Menginap di dekat kampus UPI bukan hal yang sulit. Jalan Setiabudhi itu surganya penginapan. Aksesnya yang nyambung ke Lembang membuat ruas jalan ini subur untuk berbisnis terutama perhotelan. 

Kalau orang kalau nanya hotelnya 'dekat atau enggak' dari kampus UPI, saya biasanya tanya balik. Dari hotelnya kamu mau jalan kaki atau bawa kendaraan?

Kalau lagi wisuda mah saya saranin: JALAN KAKI SAJA. Ribet naik mobil mah. Motor masih mending sih, tapi kayaknya jarang ya peristiwa wisuda dan yang antarnya naik motor. Biasanya naik mobil. Entah nyewa, entah minjam, entah punya sendiri. 

Jadi saya kasih dua pilihan deh. Hotel yang dapat menjangkau kampus UPI dengan berjalan kaki. Dan hotel yang dekat kampus UPI tapi kejauhan kalau jalan kaki kecuali kamu pake sepatu sneakers dan orang tua kamu masih sanggup jalan kaki lebih dari 1 km. 

Oh satu hal lagi. Kontur Jalan Setiabudi (lokasi kampusnya) itu NANJAK. Yoiiihhh males ya hahaha. Itu yang saya hadapi hampir setiap hari. Tanjakan. Makanya dulu malas amat bike to work, perginya mah turun, pulangnya nanjak :D 

Hotel Dekat Kampus UPI Radius Jalan Kaki


Playlist #6 : All About Barasuara!

April 06, 2016
Helow!

Kategori Playlist kembali lagi. Kali ini saya ambil satu band, biasanya kan playlistnya random banyak musisi. Sekarang mau share Barasuara saja :D 

Thanks to Net, stasiun televisi yang mengenalkan saya dengan Barasuara. Lupa deh tahunnya berapa, 2015 atau 2014, di Net ada wawancara dengan musisi lokal. Musisi indie. Barasuara yang ditampilkan beserta videoklipnya. Waduh keren banget musiknya! bagus banget video klipnya! 

Sekarang saya follow Barasuara di Instagram. Sering nonton mereka di Youtube. Belum pernah nonton konsernya. Sebagai penyuka band-band sejenis ini, saya gak pernah melihatnya offair :D 

Barasuara adalah musisi yang musikalitasnya tinggi. Liriknya kuat, pendek-pendek dengan diksi yang kaya. Tegas tapi juga puitis. Kenapa sih bukan band-band kayak gini yang seliweran di televisi? Barang bagus kenapa nongolnya di acara-acara offair. Ah tapi ada Youtube sih :D

Saya kasih 5 track Barasuara favorit beserta cuplikan syairnya. 

Going to The Mall in Bandung, CiWalk is All You Need!

April 04, 2016
Sorry, judulnya agak agresif. Sesekali kita jalan-jalan ke mall di Bandung lah. CiWalk namanya, kalau orang Bandung nyebutnya Ciwok. 

Mall di Bandung gak sebanyak di Jakarta dan Surabaya. Tapi tetap saja kami menganggap jumlah mall di kota ini sudah terlalu banyak. Semoga gak nambah lagi mallnya :D 

Anyway, sudah tahu mall apa saja yang hits di Bandung?

Saya pilih bahas CiWalk karena buat saya pribadi ini mall adalah mall terbaik di Bandung. Lokasinya di Jalan Cihampelas, Bandung bagian utara. 

Saya kenal mall ini seperti saudara sendiri. Pada awal ia berdiri dan baru buka, saya dan teman-teman kampus nonton Troy di Cinema 21. Belum ada Blitz. Sudwikatmono masih memonopoli industri bioskop. Tahun 2004 waktu itu. CiWalk masih sepi pengunjung.

Pertama kalinya saya ke CiWalk dan mulai jatuh hati dengannya. Lho kok bisa jatuh cinta segala dengan mall? hahaha :D

Terlepas dari kehadirannya yang menyebabkan kemacetan di Jalan CIhampelas, CiWalk ini revolusioner. Pioner. Pelopor.


CiWalk berasal dari dua kata: Cihampelas Walk. Mall ini menyediakan jalur pedestrian walk, bukan indoor, tapi outdoor. Bayangin, outdoor pedestrian walk, mall mana di awal tahun 2000an yang berani membuat konsep seperti itu coba? Ada banyak pohon dan trotoar yang cantik. Pengunjung bisa jalan-jalan dan berfoto. Tapi waktu itu kamera belum sereceh kayak hari ini, jadi ya palingan buat jalan-jalan saja. 

Lalu saya bekerja di sebuah perusahaan desain yang outletnya ada di CiWalk. Jadi saya kenal luar dalam dengan mallnya karena pernah begadang, ketiduran, dan nyari makanan harga karyawan di sini. Sampai ditaksir satpam CiWalk, eugh pengalaman gak enak banget :D Saya cuma berusaha ramah pada semua orang, tanpa melihat orangnya berasal dari mana dan kerjanya apa, tapi dianggap naksir. Yaelah...wkwkwkwkwk. 

CiWalk mengalami beberapa kali renovasi. Hampir semua bentuk renovasinya saya lihat. Satu hal yang saya suka di mall ini selain pedestrian walknya yang rindang adalah... WC BERSIH! Ini revolusi mall kedua yang CiWalk lakukan. 

Yup, CiWalk dari pertama kali buka sampai sekarang, kebersihannya toiletnya mantap banget! Gak becek, closet yang gak banjir, tisu selalu tersedia, wastafel yang selalu dielap mbaknya. Petugas cleaning servicenya sigap dan rajin. Untuk fasilitas yang keren ini, gratis ajaaaa! Gak kayak BIP yang kudu bayar tapi jarang dibersihin toiletnya. Saya mah selalu merasa aman kalau pipis atau pup di toiletnya CiWalk :D Bahagia lah pokoknya menuntaskan urusan usus di sini. 

Hal ketiga yang adorable dari CiWalk: MUSHOLA YANG BERSIH DAN INDAH. Well okey, gak seindah kamar kerajaan sih, tapi ruangannya terang, bersih, dan berada di bukan di lantai basement seperti mall kebanyakan yang memperlakukan mushola seperti bisul. 

Berhubung saya muslim, praktis kalau pergi-pergi agak lama ya pasti harus sholat kalau waktunya datang. Kalau di CiWalk mah mau sholat tuh rasanya aman, nyaman, dan tenang. Tempat wudhunya proper, mukenanya selalu bersih, dan tempatnya rapi. 

Kalau ada award untuk kebersihan dan kenyamanan toilet dan mushola di mall, CiWalk ini sudah jadi juaranya. Mall pertama di Bandung (atau mungkin Indonesia, tapi saya gak punya data untuk buktinya :D ini cuma asumsi saja) yang sangat memperhatikan detail di toilet dan mushola. Gak heran CiWalk merebut banyak hati pengunjung setia mall. 

Sejak CiWalk ngurusin serius toilet dan mushola, mall lain di Bandung mengekor. Ya baguslah. Mushola di mall sekarang sudah mulai layak, tapi urusan toilet mah gak ada yang bisa mengalahkan kedisiplinan CiWalk. 

Ke empat: CiWalk adalah mall pertama di Bandung yang menyediakan banyak tempat duduk! Iya sesederhana bangku kayu ala taman gitu. Sebelumnya sih gak ada mall yang semurah hati ini. Makanya banyak yang senang berkunjung ke CiWalk, karena selain bisa jalan-jalan, kamu bisa juga duduk santai. Ya kalau semua bangku taman terisi, yaaa gimana ya :D antara tunggu saja atau cari kursi lain di dalam restoran :D 

CiWalk adalah mall yang berani bermain dengan arsitektur. Bangunan bagian depan ditopang pilar-pilar miring. Lantainya bergaris. Beberapa toko dibuat dengan fasad persegi. Unik sih pada waktu itu mah, tahun 2010an. Bagus juga. 

So kalau ke Bandung dan mau nongkrong di mall, saya rekomen CiWalk. Kalau mau berbelanja yang produknya fancy, baik itu fashion atau kuliner, datangnya ke mall Paris Van Java (PVJ)  dan Trans Studio Mall (TSM) saja. Karena di CiWalk ini rata-rata tokonya standar gitu, lebih santai lah harganya hehehe. Tetap bagus tapi bukan yang bermerk kayak Mango yang ada di PVJ atau TSM. 

Urusan perut, banyak pilihan di CiWalk. Gak usah khawatir, dari yang harga terjangkau ala kaum menengah sampai ke kaum high end, ada di sini. 

Kalau saya sih suka CiWalk karena suasananya yang Bandung banget! sejuk dan adem. Pengalaman menikmati ruang outdoornya tuh nyaman banget!

Dua Pohon Beringin di bagian entrance dipertahankan. Konon kata bos saya dulu sih di bawah pohon itu tempat bermainnya pemilik CiWalk waktu ia kecil dulu. Jadi ia mempertahankan kedua pohon tersebut karena nilai sentimentil. 

Begitulah tentang CiWalk.

Cihampelas Walk
Di Jalan Cihampelas
Operating hours: 10.00 - 22.00
Khusus Supermarket Yogya bukanya jam 08.00




















Foto diambil dengan Lenovo A6000+
Foto: Nurul Ulu



Caribou di Bandung, Turtle Moccha & Steak Sandwich-nya Highly Recommended

April 02, 2016
Dua jenis kopi yang saya suka adalah kopi hitam manis dan kopi campur aneka macam rasa dengan whipped cream pada bagian toppingnya. Anyway, saya tipe fast-coffee-drinker. Saya gak bisa minum kopi pelan-pelan. Hahaha maafkan saya, wahai Coffee Enthusiast! 

Kopi hitam manis yang enak, belinya bisa di mana saja. Di warung kopi jalanan pun jadi. Rasanya enak-enak saja. Tapi kalau udah bermain rasa dengan moka, coklat, karamel, tentu saja saya mencarinya di coffeeshop. A fancy coffeeshop yang humble. Bukan kedai atau kafe kopi yang intimidatif. Biasanya kan begitu kedai kopi, melayani pembeli seolah-olah pembelinya sudah tahu mau pesan apa, padahal gak semua orang yang mau beli kopi itu tahu mau pesan apa. Kayak saya misalnya. 

Mungkin karena itu saya sudah ditakdirkan berkunjung ke Caribou yang lokasinya di mall PVJ. In fact 1 April 2016 adalah hari pertama Caribou Bandung buka. Outlet yang pertama ada di Jakarta (Senopati). Umur outlet ini di Bandung baru dua hari saja :D (umur betulannya sudah 24 tahun, just so you know)