Cerita dari Kelas Inspirasi Bandung 4

March 06, 2016
2016 dan saya kembali ambil bagian di Kelas Inspirasi Bandung. Jabatan masih sama: dokumenter.

Saya gak nyangka bakal satu kelompok dengan orang-orang yang koplak abis di Kelas Inspirasi Bandung 4 ini hahaha :D Gila lucu-lucu banget. Semangatnya bagus banget.

Sebentar sebelum cerita lebih jauh saya kasih prolog dulu tentang Kelas Inspirasi. Barangkali kamu belum tahu.


Kelas Inspirasi ini tentang orang-orang berlatar profesi beragam datang ke banyak sekolah tingkat dasar dan menceritakan tentang profesinya di depan anak-anak sekolah tersebut. Acaranya berlangsung satu hari saja. Di hari kerja. Makanya tagline Kelas Inspirasi adalah Satu Hari Cuti, Selamanya Menginspirasi. Cerita profesi ke anak-anak, tapi diselipin nilai kemanusiaannya. Maksudnya sih apapun pekerjaan kamu kelak, kamu jadi orang baik ya. 

Di Kelas Inspirasi para relawannya terbagi ke dalam kelompok. Saya ada di kelompok 12. Pada hari pelaksanaannya, ada 15 Relawan Pengajar, 2 Relawan Dokumentasi, dan 1 orang Relawan Pendamping (Fasilitator). Harusnya sih lebih dari itu, tapi ada yang mengundurkan diri.

Kelompok 12 bertugas di SD N Pasir Kaliki Mandiri I. SD ini lokasinya ada di Cimahi, gak jauh dari pintu Tol Pasteur sih. Artinya gak jauh dari kota Bandung.  

Kelas Inspirasi Bandung berlangsung pada hari Rabu dari pagi hari jam 7 sampai dengan jam 12 siang atau lebih sedikit. Disesuaikan dengan jam sekolah anak-anak.

Relawan pengajar di kelompok saya profesinya astronom sampai penulis. Dari dosen sampai pegawai bank. Ada juga dokter dan IT-nya perpustakaan kampus Universitas Parahyangan. Ada pengusaha juga ada pegawai kantornya Biofarma. Oh iya, operator satelit dan penyiar radio juga ada dong. Tukang ngedesain dan arsitek pun hadir. 

Seru!

Relawan-relawannya juga gokil. Pada awalnya sih pada jaim. Begitu Kelas Inspirasinya udahan, beuh pada kelihatan wujud aslinya hahaha. Anyway, fasilitator kelompok saya, Tia, juga sangat proaktif mendukung, memotivasi, mengingatkan, dan bertanya ke kelompok.



Kayaknya mesti deh satu orang dalam satu kali hidupnya berkontribusi di paling enggak satu kali Kelas Inspirasi. Ceritanya sih memberi inspirasi anak-anak sekolahan. Tapi berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman kebanyakan, justru kami lah yang mendapat inspirasi itu. Mungkin ya pada dasarnya energi positif itu emang menular ya. Dua kali di Kelas Inspirasi rasanya energinya bagus-bagus sih :D

Orang-orang yang belum pernah ikutan Kelas Inspirasi ada yang berpendapat terlalu keras. Dipikirnya ngapain ngajar cuma satu kali. Satu kali dalam satu tahun pula. Mau ngasih apa ke anak-anak? Motivasi macam apa yang bisa kamu kasih dalam satu tahun sekali?

Iya sih saya juga pernah mikir kayak gitu. Tapi kalau saya kebanyakan mikir, kapan saya kerjakan. Toh yang buang sampah ke sungai masih banyak tapi kampanye gerakan memilah sampah tidak menyerah dilakukan.

Yang penting bergerak,  urusan sesudahnya itu urusan Tuhan. Gitu kata Kakak Pendamping waktu pidato pendek di briefing Kelas Inspirasi di Gedung Sate.

Orang-orang yang belum pernah ikutan Kelas Inspirasi juga mikirnya pasti bingung mau ngajar apa ke anak-anak. Ngajar anak-anak dipikirnya susah. Lha ya emang! Hahaha :D Makanya nanti dikasih briefing, panduan ngajar.

Melihat materi ajar para relawan pengajar di Kelas Inspirasi, propertinya gak seribet dan seberat yang saya bayangin sebelumnya. Ada yang heboh, ada juga yang sederhana. Lucu sih seru-seruan gitu biar anak-anaknya juga seneng menerima ilmunya. 

Arsitek yang bawa contoh maket rumah dan cerita tentang isi rumah.
Desainer produk bawa cat air dan menggambar bersama. 
Pegawai bank bawa duit palsu dan buku tabungan.
Penyiar radio bawa headphone.
Astronom bawa teleskop.
Operator Satelit bawa foto-foto angkasa dan satelitnya.

Yang gak bawa properti juga ada dan tetep aja seru tuh ngajarnya. 

Sekolah yang saya dan teman-teman Kelas Inspirasi datangi sangat istimewa. Karena di beberapa kelasnya ada satu atau dua siswa yang merupakan Anak Berkebutuhan Khusus. Tapi sumpah deh mereka gak kelihatan 'khusus' sama sekali. Salah satunya bernama Nadia di kelas 1, anaknya aktif banget. Ngacung melulu deh kayaknya tiap relawan ngajak anak-anak ke depan kelas.

Guru-guru di SD N Pasir Kaliki Mandiri juga baik banget pada kami semua. Sambutannya luar biasa indah. Kru sekolah ramah dan sangat membantu. Suasana di sekolahnya sangat menghangatkan.

Menjadi bagian dari Kelas Inspirasi memang selalu menyenangkan. Tapi buat saya tahun ini agak berat sih karena relawan dokumentator harus membuat photo essay. Photo essay buat saya tuh sakral banget. Hohoho :D  Menangkap emosi dari objek yang dipotret dan menulis cerita berdasarkan foto-fotonya dalam beberapa paragraf. Walau agak nyusahin (hahaha) tapi saya seneng sih. Karena saya hobi motret dan diminta bikin photo essay, menantang sekali jadinya. Ya moto, ya nulis. Hohoho :D 

Kelas Inspirasi Bandung 4: SERU BANGET! NAGIIIHHHHHHHHHH!

Baca juga :

 Photo Essay Kelas Inspirasi : Meraih Mimpi Menggapai Asa
 Ebook Kelas Inspirasi Bandung 4





























Foto : Nurul Ulu Wachdiyyah
Teks : Nurul Ulu Wachdiyyah

8 comments on "Cerita dari Kelas Inspirasi Bandung 4 "
  1. Di kelas aku ada yang sampai tonjok-tonjokan. Pusing pala Ibu Mita deh..

    ReplyDelete
  2. Aaaakkkk aku pengen banget ikutan kelas inspirasi ini. Cuma selalu kelewatan infonya. Seru banget ya kayaknya :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaaaah! itu kelas inspirasi jakarta lagi buka lowongan, put. ayo daftaaaarrrr!

      Delete
  3. seru dan inspiratif banget acaranya, foto2nya pun bagus banget, suka!

    ReplyDelete