Pengalaman Mengikuti Lomba Bandung Historical Study Games 2015

January 16, 2016
Itu lho, pernah nonton kan Amazing Race? nah ini sama, lomba yang saya ikuti konsepnya serupa dengan acara yang ada di televisi itu.

Cuma beda tema dan eksekusinya. Tema lomba pada Bandung Historical Study Games (berikutnya saya singkat BHSG) adalah sejarah kota Bandung. Namanya juga lomba yang dibuat dalam rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika. Jadi temanya ya nyerepet sejarah Asia Afrika dan Bandung.

Saya harusnya nulis ini di bulan April atau Mei 2015. Baru sekarang saya post di sini. Aheuhheuheuheu...

Well okey, mulai dari mana?


Bandung Historical Study Games


BHSG tahun 2015 adalah yang ketiga kalinya. Panitianya Public Educator Corps (PEC) dari museum Konperensi Asia Afrika (KAA). Anak-anak muda yang kreatif, kritis dan pinter. Ketua PEC aja masih anak SMA. Hwuidih mantap sekali muda-mudi ini.

Kalau kamu mau daftar jadi PEC bisa tuh. Coba buka dulu twitternya dan lihat informasinya. Seru ya ada wadah untuk mereka beraktivitas selain kegiatan formal di sekolah. Kalau saya masih kuliah, saya pasti daftar di PEC :D

Museum Konperensi Asia Afrika kan banyak menggelar acara tingkat lokal sampai internasional. Apalagi museum ini setahu saya berada di bawah kepemimpinan departemen luar negeri. Kesempatan yang sangat amat bagus kalau kamu menjadi bagian dari PEC.

Dikasih t-shirt, dikasih makanan cemilan 2x, makanan berat 1x

Daftar


Biaya pendaftaran BHSG 2015 sebesar Rp150.000/kelompok. Terbilang murah karena satu kelompok isinya wajib 5 orang, bisa patungan bayar pendaftarannya. Buat saya sih lima orang di satu kelompok ini kebanyakan. Dua - tiga orang juga sudah cukup. Kelihatannya target pasar acara BHSG adalah anak sekolahan dan kuliahan.

Pengumuman pendaftaran bisa dicek di website resmi Museum Konperensi Asia Afrika. Durasi pendaftaran lumayan lama kok. Acaranya bulan April, pengumuman sudah dibuka dari awal Februari. Nanti juga banyak yang share pengumuman pendaftarannya sih di media sosial. Kalau gak mau kelewat, cek aja websitenya, follow twitternya.


Rute Lomba


Rute BHSG membentang sejauh 8 km dengan titik mulai dan titik akhir yang sama: Museum Konperensi Asia Afrika. Jarak sejauh itu kami lahap dengan berjalan kaki dan berlari. Peserta diminta datang jam 7 pagi pas! gak boleh telat. Tapi pada kenyataannya lomba baru dimulai jam 9 pagi dan banyak yang telat. Hhhh....

Rute dibagi dalam tiga area (tiga etape). Dua area pertama ditempuh jalan kaki. Benar-benar jalan kaki yang super santai. Satu area terakhir kami lalui dengan berlari-lari kayak dikejer setan. Hahaha :D

Makanya kalau mau ikutan BHSG di tahun berikutnya, pastikan kondisi kaki kamu sedang fit dan gunakan sepatu sneakers, bukan sepatu cantik. Karena kamu harus lari secepatnya. Kecepatan menyelesaikan tantangan di tiap pos dan kecepatan mencapai lokasi yang baru menentukan pemenangnya.

Kritik


Lomba BHSG ini diadakan Public Educator Corps dari museum Konperensi Asia Afrika (KAA). Pengalaman baru menjadi peserta lomba seperti ini. Antara senang dan bosan mengikuti lomba BHSG ini, saya kebanyakan bosannya. 

Satu: Peserta yang umum dicampuraduk dengan peserta anak sekolah dan mahasiswa. 

Kenapa gak dibagi per kategori usia aja lombanya. Terus dipisah hari pelaksanaannya. Supaya tidak terjadi penumpukan peserta BHSG.

Jumlah peserta BHSG 2015 tahu gak berapa? 1500 orang kata panitianya. Saya tahu karena jumlah peserta ini diomongin melulu :D

1500 orang di satu acara di hari yang sama: ricuh abis :D

Kalau kamu seumur saya, gak saya rekomendasikan ikut BHSG. Umur saya di akhir 20an. Well okey, ralat. 30's something :P BHSG 2015 emang cocoknya buat anak sekolahan dan kuliahan. Bukan buat umum.

Yang pegang tongsis: guru
4 orang di belakang : muridnya

Dua: Lomba dibagi dalam tiga etape. Etape 1 dan 2, doooh selama etape itu ya bosennya luar biasa. Karena pesertanya buanyaaaak maka terjadi penumpukan. Udah gitu saya ngelihat panitia distop dan ditanya-tanya polisi pula karena bolak-balik naik motor gak pake helm di depan Gedung Sate. Buset...gak tahu tuh ditilang enggak :D

Di BHSG 2015 jumlah kelompok ada 300an, jumlah peserta 1500an orang. Aneh banget ikutan lomba tapi banyak jedanya gara-gara nungguan kelompok yang di depan menyelesaikan tantangan.

FYI, di lomba BHSG ini ada 300 kelompok yang terbagi jadi 3 kloter. Satu kloter masing-masing isinya sekitar 10 kelompok. Bayangin turunan perkelompoknya. 1500 peserta - 300 kelompok - 3 kloter - 10 kelompok. ASTAGA. 

Ini rombongan study tour, lomba lari, atau apa sih? 

Kalau dikembalikan ke tujuan awal: mengedukasi masyarakat tentang sejarah kotanya, makin banyak orang yang ikutan makin bagus dibikin aja paket perjalanannya. Tur sejarah Konferensi Asia Afrika dan Bandung.

Dibuat lomba juga bagus sih, tapi 1500 orang...apa yang bisa kamu ceritakan ke 1500 orang dalam satu hari? Saya masih gak ngerti.

Lombanya kayak kena macet gitu, banyak 'buka tutup jalan'. Gak efektif dalam pembagian waktu. Apalagi saya ada di kloter 10, kloter paling terakhir. Nunggu giliran lomba kayak nunggu macet di Lembang. Lebih mirip rombongan haji yang latihan manasik ketimbang lomba. Jalan pelan-pelan, lagi di jalan terus di stop panitia suruh berhenti dulu. Ya ampun....

Lombanya justru seru-serunya di 2 jam terakhir aja sih. Pas bagian kudu lari-lari dan jawab pertanyaan secepatnya.

Panduan lomba dan rute. Didalamnya ada kolom yang harus kami isi


Tiga: di titik keberangkatan (jalan Braga, museum KAA) banyak yang nyampah. Aduh malu-maluin banget deh. Waktu registrasi ulang, kami dikasih satu kotak cemilan gitu. Rupanya banyak yang habis ngemil dan kotak makanannya gak dibawa sendiri. Tapi ditumpuk di sudut-sudut jalan Braga sekitar museum KAA. Duh! Panitia gak ada yang negur pula. 

Kalau satu orang mau membawa sampahnya di dalam tas yang mereka bawa, gak bakalan tuh ada pemandangan kotak makanan. Panitianya juga terlampau cuek aja, terlalu sibuk mengurus rute dan koordinasi lainnya (yaiyalah ngurusin 1500 orang...).

BHSG 2015 dimulai seperti pemandangan ketika sholat Ied udahan, pemandangan seperti ketika festival-festival udahan: sampah kotak makanan di mana-mana.


Baca juga : Lomba di Bandung Historical Games 2015 apa aja?


Hal ini juga berlanjut di dalam museum KAA ketika acaranya selesai. Tapi gak lebih banyak yang nyampah sih. Kotak makanannya dibuang di tempat sampah yang sudah penuh isinya di trotoar jalan Asia Afrika - Braga. 

Ini acara buat edukasi pengetahuan sejarah ya, tapi sayang jumlah pesertanya terlalu banyak sehingga kontrol kelakuannya kurang dan waktunya molor.

Semakin banyak peserta, makin ribet situasinya. Panitia gak tegas karena sibuk ngurusin 1500 orang. Panitia kalang kabut mengkoordinasi acara supaya lancar sehingga tidak lagi mengurusi attitude peserta. Sayang banget. Katanya yang daftar mencapai 2000 orang lebih sih tapi yang diterima hanya 1500 orang.

Peserta dikasih seragam warna merah

Empat: ada parade di acara peringatan Konperensi Asia Afrika. Dan lomba BHSG ini berbarengan aja gituh dengan Paradenya. Emang gak bisa dikordinasikan ya dengan jadwal acara yang lain supaya gak bentrok. Atau emang dibuat sengaja bersamaan supaya gegap gempitanya lebih meriah lagi? 

Kalau saya diminta kasih nilai dari angka 1-10 tentang acara BHSG 2015, saya kasih nilai 7.

Good luck buat BHSG tahun depan. Jumlah peserta terlalu banyak menurut saya sih prestasi. Animo pada acara seperti BHSG ini bagus. Tapi...panitia harus belajar lebih banyak tentang manajemen massa. Semoga ada pembagian kategori peserta berdasarkan umur. Lomba dibuat beda hari juga gak apa-apa kali. Semoga registrasinya gak riweuh kayak pembagian sembako lagi. Semoga gak lagi ada sistem 'buka tutup' antar kloter kelompok. Nunggu = capek. Mending disuruh lari sekaligus :D 

Mungkin saya kebanyakan nonton amazing race di tv sih jadi ngarepinnya lombanya kayak di tv-tv itu....

But somehow, ini acara yang baik. Tepuk tangan untuk panitianya. Di antara tugas kuliah, kewajiban sekolah, dan acara gaul dengan teman-temannya, mereka mau ngurusin acara ini. Salut!

Kelompok saya! Saya yang motret jadi muka saya gak kepoto hiks





7 comments on "Pengalaman Mengikuti Lomba Bandung Historical Study Games 2015"
  1. wow, gak nyangka bisa segitu banyak pesertanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap tahun angka pesertanya naik terus. Animonya bagus nih.

      Delete
  2. Pengeb ikut PEC nya, tapi harus masih sekolah yaa ? Saya udah kelar sekolahnya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha gak tau nih, Mba. Coba cek aja twitternya.

      Delete
  3. Berdasar rekomen Ulu, saya ngga ikut aja deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teh Dey mah jangan. Soalnya lari-larinya balapan, Teh. Balapan sama anak SMA & mahasiswa :))))

      Delete
  4. Waw makasih banyak testimoninya beserta kritik dan sarannya itu sangat membantu sekali untuk kedepannya hehe

    Kalau mau gabung PEC bisa ko walaupun dah lulus sekolah yang penting mau komitmen dan bisa meluangkan hari sabtu untuk masuk kelas rutin hehe

    ReplyDelete