Image Slider

Reading a Blog, These Are The Blogs I Like The Most #1

September 18, 2015
Hi. This is Ulu writing dan saya suka baca blog orang lain. Membaca blog, sudah jadi jadwal saya sehari-hari. Memang gak sepaket dengan komennya sih. Jarang komen saya mah, kecuali ke blog-blog milik mereka yang nongol di grup komunitas blogger aja. 

Pekerjaan saya sehari-hari, selain yang Fish Express, berhubungan dengan laptop dan internet. Jadi sambil kerja, saya juga 'cheating' baca-baca blog. Membacanya lumayan menyegarkan isi kepala saya. Ide jadi banyak bermunculan, walau gak dilakukan juga sih idenya hahaha. Tapi muncul ide di mana-mana selalu bikin semangat kan, iya kan? :D 

Saya bagi informasi blog kesayangan di sini ya. Siapa tahu mau pada baca juga. Pada dasarnya mereka semua blog. Tapi seiring waktu, konten mereka makin banyak dan cara mereka mengolah bisnis dari blognya jadi makin profitable, jadi kelihatan kayak website sih, bukan blog pada umumnya. Tapi kalau sudah dibaca, ya tetap aja bawaannya blog. Tapi gak semua jadi blog ini jadi bisnis sih. 


1. INHABITAT


Foto ini saya capture dari website mereka

Warna-warni di Salian Art Space

September 16, 2015
Ehm. Saya harus nyalain si capslock dulu nih. ADA GALERI SENI DI DEKAT RUMAH! WOOOHOOOOO! Saya sok berbudaya banget yah ada galeri seni dekat rumah aja seneng-seneng nyebelin gini hahaha. 

Anyway, sebenarnya udah bosen aja sih dengan hotel-hotel dan tempat rekreasi. Saatnya Bandung Utara menuju Lembang diisi dengan aktivitas yang menghargai keindahan yang maknanya dalem. Bukan sekedar pengisi liburan dan hahahihi doang gitu. 

Dari rumah tinggal nyebrang jalan ada Galeri Seni Popo Iskandar. Dari rumah naik ojek lima menit sampai di Salian Art Space. Yup, ada dua galeri yang jaraknya sepelemparan batu dari tempat saya tinggal. Hore! 

Saya mulai cerita dari Salian Art Space dulu ya. Pameran yang sedang berlangsung judulnya Beatscape. Senimannya bernama Adi Dharma. Saya dan Nabil gak nyesel deh datang ke hari terakhir pameran Beatscape itu. Abis karyanya lucu-lucu! Orang Sunda kalau ngomong 'lucu' maksudnya keren yah. Hehehe :D bukan lucu yang bikin ketawa. 

Baru nih lihat karya seni yang warna karyanya mencolok tapi gak bikin jereng mata. Baca sih keterangan pamerannya. Kalau gak salah ada hubungannya dengan musik, funk atau hiphop gitu. 

Komposisi warnanya tetap enak dilihat. Merah ditimpa biru muda. Merah jambu beriringan dengan warna kuning. Wow! Tabrak warna tapi gak kampungan. 

Karyanya gak cuma lukisan, ada juga patung dan instalasi yang terdiri dari barang-barang bekas. Oleh senimannya barang bekas tersebut disusun, dipajang, dicat, dan kelihatan sangat artistik. 

Nabil seneng karena pameran seninya buat dia terlihat seperti mainan. Warna-warni semuanya. Saya juga gak kalah antusiasnya karena semua sudut bagus buat foto-foto. Koleksi Instagram saya nambah! Hahaha :D

Salian Art Space gak hanya galeri. Ada kafenya juga di sana. Belum pernah jajan di Salian jadi gak tahu makanannya enak-enak gak. Suasana makannya sih asyik, outdoor dan semi outdoor. Karena berlokasi di daerah perbukitan, Salian Art Space didesainnya seru. Kayaknya dia nyewa arsitek deh buat merancang bangunan dan area lainnya. Pintu masuknya aja unik karena dilihat dari macem-maem sudut perspektif, bentuknya berubah-ubah.

"Blogger Bukan Omong Kosong," Ani Berta di Fun Blogging 6

September 08, 2015
Di dunia yang serba online seperti sekarang, muncul banyak profesi baru yang menggiurkan.  Duduk bermalas-malasan dari tempat tidur dan terhubung ke internet, uang mengalir ke rekening bank kita seperti tanpa usaha. Internet menyediakan lapak bagi kita yang mencari pendapatan darinya. Ada Google Ads, toko online, semua media sosial, termasuk blog.

Platform blog tumbuh kembang di antara gempuran banyak media sosial, bertahan bagaikan pohon kelapa yang kokoh berdiri meski angin badai berulang kali menerjang. Mengingat kembali beberapa tahun lalu Roy Suryo pernah mengatakan bahwa blog akan mati, digilas perkembangan media sosial yang menggila. Mengamati perkembangan blog saat ini, satu kalimat untuk pakar informatika berkumis itu: ANDA SALAH, ROY SURYO! 

Friendster, Multiply, Facebook, Twitter, Path, sampai sekarang muncul Instagram, yang namanya media blog masih laku di pasaran. Memang ada masanya dunia blog pernah sunyi akibat keramaian platform media sosial. Tapi blog masih ada. Ditulis oleh mereka yang konsisten dengan curhatannya, pemikirannya, dan foto-foto terbaik yang tak terpajang di media besar. Blog memuat segalanya. 

Menurut saya sih blog-user berkembang lebih jauh daripada platformnya itu sendiri. Dasar manusia, peluang mana sih yang gak dilihat sama spesies kayak kita. Berawal dari hobi menulis di blog, kini beralih menjadi profesi. Yes, blogger sekarang menjadi profesi banyak orang. 

Semua yang terhubung dengan internet, kini berpengaruh besar dalam perekonomian kita. Unit terkecilnya ya ekonomi keluarga. Dari blogging dapat pemasukan. Pasang iklan, dibayar dollar. Diundang brand besar, mereka menjamu kita bak jurnalis surat kabar. 

Untuk mereka yang ingin mendapatkan pendapatan dari blog, ada caranya. Untuk itu saya datang ke Fun Blogging ke 6 di Bandung. Berlokasi di Dago yang pagi itu bersuhu 22 derajat celcius, saya datang tepat waktu. Acara yang berlangsung pada 06/09/2015 tersebut dijadwalkan mulai pada pukul 09.00 dan selesai di jam 16.00. Tema acaranya Dari Hobi Jadi Profesi. 

Duduk di kursi paling depan, saya menyaksikan tiga perempuan bergiliran memberi materi tentang blogging. Mereka adalah Haya Aliya Zaki, Shintaries, dan Ani Berta.

Ketiganya merupakan blogger yang mendapatkan pendapatan dari blog. Bukan hanya profit, tapi juga benefit. Jika orang lain baru akan mencari job review, mereka bertiga sudah mencari blogger lain untuk mengerjakan job review. Jutaan rupiah dan dollar sudah mereka raih.

Jadi saya duduk mendengar materi dari orang yang sudah berpengalaman. Gak salah. Oiya, ada tiga tema besar dalam Fun Blogging 6. 

Konten.
Mesin blog.
Uang.


(Start with) Content
Pada materi pertama Haya Aliya Zaki maju sebagai pembicara. Saya sering membaca namanya di berbagai media cetak, terutama koran Pikiran Rakyat. Dalam artikel pariwisata atau resensi buku, sering sekali nama Ibu tiga anak ini yang muncul. 

Lulus sebagai sarjana farmasi, Haya menyukai dunia tulis menulis dibanding meracik obat-obatan. Gak hanya mengirimkan artikelnya di media cetak dan online, Haya juga penulis buku. Tidak berhenti di situ, Haya juga konsisten memelihara dan memperbarui blognya dengan postingan baru.