A Day-to-day Journal and A Diary

January 25, 2015
Hobi saya mencatat. Kalau kita sudah lama berkenalan, maka teman-teman akan tahu kalau saya ini orangnya...sembrono! brutal cerobohnya :D Kata orang, mereka yang doyan mencatat itu hidupnya terorganisir. Rapi. Terstruktur. Saya anomali. Saya mencatat dan saya berantakan banget!

Buku tulis di rumah banyak. Semuanya terpakai dengan baik saking baiknya sampai kondisinya lecek semua. Hehehe :D lecek itu artinya terpakai dengan baik, bukan? :) 

Saya banyak menulis. Selain karena hobi juga tuntutan pekerjaan. Untuk membuat rencana postingan blog saya ini saja saya ke mana-mana membawa buku catatan. Ada ide, langsung tulis. Ketemu orang, catet. Ya pokoknya tangan gatel pengen catet melulu :D

Sekarang sudah tergantikan dengan kehadiran smartphone dan fasilitas note-nya. Meski begitu saya kalau bepergian selalu membawa satu buku catatan dan penanya.


Secanggih dan semudah fasilitas ponsel pintar yang saya nikmati, tidak ada yang bisa menggantikan romantisme mencatat langsung di permukaan kertas. Bukan hanya tulis menulis hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan hobi, saya juga menyalin isi kepala yang acak. Semuanya serba spontan!

Apa yang saya catat memangnya? Banyak. 


Catatan pengeluaran, nama orang dan no kontaknya, petunjuk arah, ide-ide yang nongol mendadak, puisi, tebak-tebakan, bikin adegan orang lagi ngobrol, ya apa saja. Terkadang saya sisipkan gambar alias doodling. Tapi saya bukan penggambar yang baik. Jelek banget! Hahaha :D

Apa? menulis di buku harian? TENTU SAJA :)

Buku harian dan buku catatan berbeda fungsinya. Yang satu mencatat emosi, yang satunya lagi mencatat segala macam, tapi bukan hal yang pribadi. 

Buku harian saya sudah tak terhitung jumlahnya. Saya masih menyimpan semua buku harian zaman masih duduk di bangku kuliah. Kalau buku harian yang saya tulis saat masih unyu, SD - SMA, semuanya tersimpan di gudang rumah. Sementara buku harian periode perkuliahan masih saya suka baca sesekali sampai sekarang. Seru! 

Menulis buku harian menyenangkan. Membacanya lagi lebih membahagiakan. Good old days selalu menarik untuk dikenang. Foto seringnya gak menceritakan detail sedangkan tulisan, apalagi tatkala ditulis waktu sedang emosional (dalam arti baik dan buruk) menggambarkan banyak hal. Kalau foto dan tulisan digabungkan, ya komplit! 


Di tahun 2015, saya belum membeli buku tulis. Ada sih, tapi semuanya Buku Catatan alias Jurnal biasa. Saya sudah book suami sih untuk belikan satu buku tulis. Tanggapannya masih setengah-setengah. Setengah oke, setengah memberi harapan palsu. Hahaha :D Semoga dia serius mau belikan saya satu buku (atau dua, tiga, empat, lima buku tulis! :D)

Saya menyukai barang-barang handmade, termasuk buku-buku buatan tangan, bukan mesin. Book binding sedang tinggi trennya dikalangan crafter. Salah satu crafter book binding favorit saya adalah Tarlen Handayani dengan brand Design By Vitarlenology. 

Menurut saya dia pionir di bidang book binding Indonesia. Teknik jahit bukunya itu loh, gila! Harus orang yang benar-benar mencintai bidangnya untuk menciptakan karya seperti dia. Dan Tarlen, sangat mencintai book binding

Jadi, untuk sesuatu yang amat saya sukai dan lakukan setiap hari: nulis di buku harian dan mencatat di banyak agenda, saya pengen dikasih kado buku buatannya Tarlen! 

Nih saya kasih lihat buku tulis buatan Tarlen. Tiga macam buku yang saya pengenin banget. Oh Suamiku, jika kamu membaca blog post ini, please please kasih saya kado bukunya Tarlen. Please please please...

Tarlen menjual karyanya di tokonya dan di internet. Artinya, saya gak perlu keluar rumah. Tinggal pesen online dan beliau akan melakukan proses pengiriman setelah saya melakukan pembayaran. Ya seperti layaknya toko online lainnya kok. Gampang, praktis, dan mudah :) 


Bagaimana? Bagus-bagus yah buku buatan Tarlen? Heuheuheu. Untuk sesuatu yang saya sukai, saya mau kerjakan di dalam sebuah karya yang dibuat oleh seseorang yang sangat mencintai karyanya tersebut. 



**********







Keterangan:
Foto-foto dokumentasi pribadi, kecuali buku-buku karya Tarlen Handayani fotonya diambil dari Flickr beliau. 
10 comments on "A Day-to-day Journal and A Diary"
  1. lucu-lucu ya note dan agendanya, saya juga suka liatnya semoga terwujud mbak :) aamiin

    ReplyDelete
  2. Emang lucu bukunya mak! Jadi mau juga he he :) suamikuh... dimana dompet suamikuh #Eh

    ReplyDelete
  3. Eh unik mak produknya. Saya sendiri skr malah mengurangi penggunaan kertas wkwkwkw, tapi ga tau sih sampe kapan hahaha.. Sukses ya GAnya!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih bagus sebenernya, lebih ramah lingkungan :D tapi suka gatel kalo gak nyentuh kertas langsung. baca juga gak bisa di kindle, harus print-out euy

      Delete
  4. aduh cakep banget bukunya. semoga terwujud yaa

    ReplyDelete
  5. Terima kasih atas partisipasinya, Kak Ulu. Sebelumnya, kita harus TOSSS!!! Aku juga lebih suka sensasi nulis-nulis di buku/kertas pake pen daripada di note hape. Sampe suamiku ngatain aku udik, kuno, dan nggak praktis. Maaf jadi curcol. Aku punya sebiji book binding karya Tarlen. Aduh jadi pengen mamerin. Coba kalau di sini bisa insert foto ya. Hahahaha. *lalu digampol krn pamer*

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOSSSSSSS! gak apa-apa ah gak akan digampol. hehehe. Tarlen suka ikut pameran craft di Yogya, mba grace. Mba Grace belinya di mana?

      Delete