Pengalaman (Pertama) Makan Hidangan Thailand dan Malaysia di Mamak Kitchen

May 06, 2014
Jalan-jalan, makan-makan.
Belanja, makan-makan.
Baca buku, makan-makan.
Nongkrong, makan-makan.

Banyak kegiatan yang didalamnya tidak jauh dari mengisi perut. Terutama bagian pertama dan kedua di atas. Jalan-jalan, belanja, dan makan-makan di Bandung ibaratnya sedang berada di pulau wisata terpencil yang semuanya ada. Melangkah sejengkal langsung duduk di tempat tujuan.

Misalnya di jalan Riau ini. Jalan-jalan bisa, belanja apalagi, makan-makan...wah maunya apa? restoran dan kafe berjajar macam antrian tiap tanggal muda di bank. Ramainya bukan main, terutama akhir minggu. Sumber kemacetan tapi juga sumber pendapatan.
Here we go again. Saya mau cerita pengalaman menyantap makanan citarasa Asia (tenggara) di restoran bernama Mamak Kitchen. Mamak itu Ibu, Emak, Ambu, Mamah :D Hihihi. Ini pertama kalinya saya makan hidangan ala negara tetangga. Sebelumnya belum pernah. Aslinya! Pernah sih beberapa kali minum teh tarik, tom yam di acara kondangan, atau Bulgogi ala mie ind*mie :D

Mamak Kitchen lokasinya di dalam bagian samping gedung Heritage Factory Outlet. Ini yang namanya posisi s t r a t e g i s!

Dari dalam dapur Mamak Kitchen keluar makanan-makanan yang asalnya dari Thailand, Singapura, Malaysia, dan campuran rasa dari negara-negara tersebut dengan rasa Indonesia. Kawin-kuliner ceritanya :D
Sebelum membahas menunya, lihat sebentar interiornya. Saya acungin jempol buat desainer interiornya. Enak dilihat! Duduk nyaman, makan enak, pemandangan pun menawan. Cuma agak gelap di bagian dekat rak-rak pakaian. Kenapa ya.. Kalau sedikit ditambah penerangannya lebih baik deh kayaknya. 

Beberapa sudut di Mamak Kitchen fotogenik. Kursi kayu yang berbeda-beda desain sandarannya dan (sedikit) lantai tempo dulu adalah dekorasi Mamak Kitchen yang saya lirik sedari awal menginjakkan kaki di dalamnya. Cantik!

Jadi ada ide hunting kursi serupa buat di rumah sendiri :D
Di sini Banyak yang bisa saya foto. Lumayan jepret melulu, buat nambah isi twitter, facebook, dan instagram. Hahaha :))
Mamak Kitchen adalah restoran yang menyebut diri sebagai spesialis Roti Canai. Setelah duduk nyaman di kursi pilihan saya dan memakan semua menu yang kami pesan, mari kita bedah rasa! Dimulai dari, tentu saja, si Roti Canai. 

Roti Canai
Porsinya besar, bukan bulat seperti satu telur mata sapi atau persegi ukuran roti tawar pada umumnya. Begitu kan biasanya penampakan Roti Canai di tempat lain?

Di Mamak Kitchen, Roti Canai tersaji sesuai fitrahnya. Sedikit awut-awutan dan bulat bertumpuk. Ini Roti Canai yang bumbunya kari. Kalau Roti Canai Sweet bentuknya persegi. Kira-kira seperti dua roti tawar bergandengan porsinya. Rasanya: mmmhhhhhhheeeeennnnaaaakkkkkkkkkkkkkkkkk!

Roti Canai yang saya bayangkan teksturnya alot dan tebal. Ini berbeda dengan Roti Canai produksi Mamak Kitchen. Adonannya lembut, dimakan juga empuk. Tidak ada usaha ekstra dari gigi saya selama menggigit si canai. Halus dan lezat.
Roti Canai Savoury with Curry ini saya rekomendasi banget. Kuah karinya penuh aroma rempah. Seperti ada banyak bumbu bercampur dengan baik didalamnya. Roti Canai dicocol dengan kuah kari yang kental... ah susah berhenti. Tahu-tahu satu porsi sudah habis. Kuah karinya bawa saja pulang, minta dibungkus, etis gak sih kelakuan begini hohoho :D 

Kalau suka manis, pilih Roti Canai Chocolate Cheese. Rasanya masih enak. Cocok buat anak-anak atau camilan sambil menunggu ibu, istri, kakak belanja keliling jalan Riau di Bandung ini. 
Dengan senang hati mau tulis ini: Roti Canai bukan satu-satunya permata Di Mamak Kitchen. Silakan bersiap dengan menu rekomendasi saya berikut ini:

Nasi Hainan
Nasinya sedikit kucel. Ada apa gerangan? Ternyata dalam proses penanakan nasinya ada bumbu tumisan bawang putih, jahe, garam , dan merica. Pantas saja ada yang beda dari penampilan dan rasa. Seperti nasi uduk tapi bukan. Dimakan terpisah dengan lauk pauk juga masih lezat.
Daging ayamnya empuk (sekali) dan bersih. Bumbunya menyerap sampai ke seantero badan ayam. Dan ini yang menurut saya yang jadi highlight Nasi Hainan ala Mamak Kitchen: KUAH. 

Harus coba kuahnya. Segar, gurih, bersih, dan sudah pasti rasanya jadi primadona yang melekatkan nasi dan ayamnya. Kuahnya saya seruput seperti sedang minum saking enaknya *udik :D*


Papaya Salad
Sebagai yang bukan pemakan buah-buahan yang asam, saya menjauh dari menu ini. Tapi banyak review yang menyebut Papaya Saladnya Mamak Kitchen juara. Lagipula ini kali pertama saya makan menu Asia selain di acara resepsi pernikahan orang. Maka dari itu, wajib dicoba atau menyesal kemudian.
Rasanya... Duar! Asam, sedikit manis, segar dan banyak rasa yang saya tidak bisa jelaskan disini muncul meledak dimana-mana. Di dalam mulut saya suasananya seperti sedang pesta! 10 jempol untuk Salad Papaya-nya. Enak sekaliiiiiii! 

Salad Papaya bisa jadi camilan pembuka juga penutup. Saya makannya setelah menandaskan Roti Canai dan Nasi Hainan. Lain kali saya mau pesan yang tidak usah diberi rasa pedas. Pedas dan asam buah is my biggest enemy. Untuk yang terakhir, asam buah pepaya muda ala Mamak Kitchen, adalah pengecualian. Love it! love it! love it!


Crispy Thai Salad
Ini menu yang menarik. Kenapa? Karena bumbu thailand dipadu dengan dorodok alias kerupuk kulit sapi khas Garut! Siapa yang sangka, Thailand dan Garut bisa berjodoh di satu piring :) kawin-kuliner ini namanya. Hehehe.

Yang punya ide bikin menu ini hebat euy :D
Rasanya unik dan mengejutkan. Manis karena dorodoknya dibanjur gula merah, sedikit pedas, dan ada asamnya. Persis rujak tapi renyah. Patut dicoba nih kalau ke Mamak Kitchen. Well, sengaja datang juga lebih baik :)

Teh Tarik
Tidak ada minuman lain yang saya rekomendasikan selain Teh Tarik dingin. Saya coba beberapa menu minuman yang lain, tidak ada yang sanggup membuat saya jatuh cinta pada seruputan pertama seperti pada Teh Tarik Dingin. Bukan minuman lain tidak enak, hanya tidak cocok. Sudah Roti Canai, Nasi Hainan, Papaya Salad, Teh Tarik Dingin membuatnya jadi empat-sempurna. 
Sejujurnya saya gak hanya menyantap menu-menu di atas. Ada juga Spicy basil Chiken Rice, Seafodd Horfun, Nasi Lemak, dan beberapa lagi lainnya. Semuanya tidak mengecewakan. Enak dan tiap rasa yang saya suap ke mulut, tidak ada keluhan. Cara mereka mengolah, memasak dan menyajikan penuh perhatian, bukan sekedar masak memenuhi tugas saja. Kebersihannya juga baik. 


Lokasi 
Jl. Riau (R.E Martadinata) No. 63, masih satu gedung dengan Heritage FO

Jam buka dan tutup
Buka setiap hari
Weekday : 09.00 - 21.00
Weekend : 09.00 - 22.00

Harga:
Nasi Hainan 36K
Spicy Basil Chiken Rice 36K
Nasi Lemak 33K
Seafood Horfun 32K

Roti Canai with Curry 26K
Roti Canai with Chocolate Cheese 23K

Papaya Salad 23K
Cripsy Thai Salad 26K

Teh Tarik 15K
Ice Sweet Tea 10K
Milkshake  18K
Ice Bandung 15K

Mamak Kitchen Online
Facebook : Mamak Kitchen
Twitter : @MamakKitchen
Instagram : Mamak Kitchen

Cara Menuju Mamak Kitchen:

1. Lokasinya ada di samping Heritage FO, seberangnya Gedung Pos Indonesia. 
2. Angkot yang lewat di depannya ada :
  • Margahayu - ledeng
  • Penghegar - Dipatu Ukur
  • Kalapa - Ledeng
  • Riung badung - Dago


Teks : Nurul 'Ulu' Wachdiyyah
Foto : Indra Yudha Andriawan
5 comments on "Pengalaman (Pertama) Makan Hidangan Thailand dan Malaysia di Mamak Kitchen"
  1. Kalo soal angle foto, Ulu jagonya, lah.:) Venuenya antik, klasik, ya. Ternyata menu Asia Tenggara itu asyik euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. diajarin fotografernya langsung teh efi :D hehehe nuhunnnnnn. pengen makan lagi ih ke sana, enyak-enyak...

      Delete
  2. Ih.... nyaman banget ya tempatnya. Dan kayaknya, makanannya enak-enak. Pengen ke situuuuuu.... :D

    ReplyDelete
  3. di Penang sini banyak Mak, menu2 semacam roti canai, nasi kandar, roti nan, dan teman2nya, itu masakan khas India :) Kalau disini, Mamak itu istilah untuk masyarakat India muslim yang ada di Malaysia :) Tom yam, papaya salad, mango salad, teh tarik, jelas banyaak :D main2 Mak kesini :)

    ReplyDelete