Tumbuh Cinta di Warung Salse

April 03, 2014
Awal April 2014, pukul tiga sore hari. Kawasan Dago seperti sedang meriang. Kadang mendung. Tiba-tiba panas. Lalu berawan. Meski begitu, tak surut niat saya melancong ke satu tempat di dataran tinggi Dago Giri. Menuju tempat makan-makan. Saya sudah browsing tempatnya di Google. Belum banyak yang menulis tentang kafe ini rupanya. Pantas saja, umurnya baru sebulan ;) 


Berada di kawasan Dago pada ketinggian yang selevel dengan Lembang. Sepuluh menit berkendara dari Terminal Dago. Tempat ini memberi pemandangan lembah dan perbukitan buat pengunjungnya, makanan yang lezat dan terjangkau harganya, arsitektur dan interior bangunan yang cantik. Semuanya terangkum dalam dua kata: Warung Salse. 




Entah kenapa dinamakan Warung. Menurut saya konsepnya Kafe. Tapi kalau lirik harga menunya, ada di tengah-tengah antara Warung dan Kafe, sih :D 


Warung Salse digarap serius tiap jengkalnya. Tak dibangun sembarangan. Gak heran, arsiteknya orang yang sama dengan yang merancang Selasar Sunaryo. Susah menuliskan apiknya semua bentukan Warung Salse. Lihat dari foto-fotonya saja ya :)



Warung Salse ternyata baru satu bunga yang mekar. Bagian dari Resort yang masih dalam pembangunan. Beberapa waktu ke depan, ada delapan Villa unik dengan desain dan interior berbeda, tempat Spa yang alami, amphitheater di atas sungai, dan ruang pertemuan di tengah pepohonan. Begitu yang tertulis di selebaran Warung Salse yang dibagikan untuk pengunjungnya.


Mengutip info press release dari Warung Salse, "resort ini dirancang sebagai tempat untuk mengobati keresahan, menghilangkan keletihan, meredakan amarah dan menumbuhkan cinta. Energizing, kata kuncinya." 

Judul tulisan yang sedang teman-teman baca ini, saya 'comot' dari kalimat mereka :D 


Sekarang kita bedah rasa. 

Saya memesan Nasi Goreng Rendang, Kwetiaw Goreng, Pisang Rondo Royal, Kroket Singkong, Vanilla Kocok, Simalakama, dan Jus Strawberry. Semuanya ENAK banget! Entah menu lain rasanya bagaimana, tapi pilihan menu saya gak salah. Hahahaha. Jadi ini dia yang saya rekomen:

Nasi Goreng Rendang


Rendang yang jadi jagoan dari menu ini tekstur dagingnya empuk. Sedikit kurang rendang rasanya. Tapi masih lezat. Begitu masuk ke mulut, perpaduan bumbu, nasi, dan rendangnya menyeruak nikmat. Nasinya lembut. Porsinya juga gak sedikit. Ah rekomen nomor satu ini makanan. 

Kwetiaw Goreng
Sebagai pecinta kwetiaw saya nobatkan Kwetiaw Goreng Warung Salse sebagai kwetiaw terenak dalam kamus kwetiaw saya. Menggeser kwetiaw goreng ala Bi Eti Terminal Ledeng. (Kebanyakan nulis kwetiaw ya, maap ya hehehe :D)


Dibilang kenyal banget, enggak. Lembek, iya tapi gak ganggu. Cukup lah. Rasanya legit, bumbu tercampur dengan baik. Tampilannya alamaaaak, sederhana seperti kwetiaw pada umumnya tapi yang ini benar-benar menggugah selera. Bisa jadi karena telor mata sapi yang bersih dan nyeni sebagai topping kwetiawnya itu. Waktu makanan ini tiba di meja makan saya, duh luluh banget lihatnya. Pas dimakan, makin jatuh cinta sama kwetiaw!

Rondo Royal Pisang

Terdiri dari lima potong pisang besar-besar yang terbalut tepung. Buat saya tepungnya terlalu tebal. Rasanya? Dua jempol! Sebelum dimakan, pisangnya dicocol coklat dulu. Tampilan menunya cantik ala-ala restoran hotel bintang empat. 

Kroket Singkong


Ternyata maksudnya combro! Bedanya, ukuran lebih besar, bentuknya lucu banget mirip buah Pir. Kroket ini bermahkota satu butir cengkih. Empuk dan gurih. Kebersihan makanannya juga gak hanya bisa dilihat, tapi juga dirasakan. Lihat deh penampilannya. Anggun sekali :)

Jus Strawberi dan Vanila Kocok



Vanila Kocoknya super e n a k!  c o b a i n!  w a j i b!

Sementara itu Jus Strawberi rasanya standar. Strawberinya buah asli jadi kesegarannya menggolosor  secara terhormat lewat tenggorokan. Rasa asam lebih kuat dibanding gulanya. 

Simalakama


Campuran daun mint, orange sunkist dan ya-tuhan-buah-satunya-lagi-lupa-namanya. Segar luar biasa. Berasa sehat setelah meneguk Simalakama ini :) Recommended banget.

Teh Tarik Salse


Saya bukan penggemar Teh Tarik. Topping Almondnya yang bikin menarik. Kalau kata yang minumnya rasanya enak. Teh tarik biasanya ada rasa pahit sedikit. Kalau yang ini, tercampur sempurna teh dan susunya. Ditambah taburan kacang almond yang membuat citarasanya ramai tapi tak berlebihan.


Lokasi : 
Jl. Dago Giri No. 101, Mekarwangi, Bandung

Jam Buka - Tutup : 
  • Senin tutup. 
  • Buka Selasa - Minggu. 
  • Weekday 07.00 - 22.00
  • Weekend 07.00 - 23.00
Harga
Nasi Goreng Rendang  30K
Kwetiaw Goreng 24K
Rondo Royal Pisang 15 K
Kroket Singkong 10K
Simalakama 15K
Vanila Kocok 20K
Jus Strawberi 12K
Teh Tarik Salse 10K

Medsos:
Facebook Fanpage Warung Salse
Twitter @warungsalse

Cara Menuju Warung Salse :


  • Angkot menuju Warung Salse: naik angkot Kalapa - Dago. Turun di Terminal Dago, lanjut naik Ojek, bilang "ke Dago Giri". Ongkosnya 7.000 - 10.000 tergantung nego. Jangan lupa minta no hp Tukang Ojeknya biar dia balik jemput kamu lagi nanti. Warung Salse ada di kiri jalan 300 meter setelah Batas Desa. 
  • Kendaraan pribadi: arahkan mobil/motor/sepeda ke Dago. Sampai di Terminal Dago siap-siap ada belokan pertama, JANGAN belok ke situ. Belok ke Belokan Kedua, yaitu Dago Giri. Ada plang petunjuk jalannya kok. Hati-hati medan jalannya berkelok-kelok, curam, dan lembah (jurang, maksudnya :D) di pinggir jalan bikin ngilu lihatnya walo indah pemandangannya.                             
14 comments on "Tumbuh Cinta di Warung Salse"
  1. ewwwww... asli, mak gileeeeeeerrrr :D :D :D

    Mak, kalo kesana ajak2 doooooong

    ReplyDelete
    Replies
    1. siiipppp :) di bandung juga kan tinggalnya, mak?

      Delete
  2. Huaaaa, bikin ngiler! Waoow, ennakkk. :D

    ReplyDelete
  3. Mungkin diberi nama "warung" supaya mengundang orang untuk datang, padahal harganya sekelas "kafe" hahaha. Menurut saya boleh lah, harga, rasa (sesuai yang Mak ceritakan), dan suasananya sesuai. Pas sudah tempat ini jadi pelarian di akhir pekan atau di sore hari selepas kerja.

    ReplyDelete
  4. wah, ini deket ITB ga, mak? soalnya aku taunya ITB doang :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. deket :) naik angkot dari ITB ke arah Terminal Dago, sampe terminal ganti naek ojek. kalau di total waktunya 30 menit klo gak macet

      Delete
  5. Terima kasih banyak teh nurul..ditunggu main lagi ya di salse.. :)
    oya, jangan lupa follow twitter nya jg ya.. :) @warungsalse
    nanti ada informasi2 untuk discount jam, buy 1 get 1 free and many more..hehehehe..
    terima kasih ya.. :) salam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama-sama. Twitternya udah difollow, mba Yeni :)

      Delete
  6. ngileeerrrr bbeeueuuuhhhhh.....
    btw, kwetiaw bi eti di terminal ledeng sebelah mananya? ko kga pernah ngeh-in aku hhe..

    ReplyDelete
  7. arsitekturnya keren banget ya ...
    jadi mengundang datang kesana ...

    ReplyDelete
  8. SERING LEWAT TAPI GAK PERNAH MAMPIR, TAPI SETELAH INI.... HAHAHA RACUN DEH

    ReplyDelete