Image Slider

Ke PMI Kota Bandung, Donor Darah Satu Kali Dalam 70 Hari

April 30, 2014
Pernah donor darah? 
Kapan terakhir donor darah?
Tahu dimana kita bisa donor darah?
Di Bandung, kita bisa datang ke kantor pelayanan Palang Merah Indonesia. Mereka menerima kita setiap hari, pukul 07.00 - 21.30.

Tips Moto di Kelas Inspirasi (Bandung)

April 24, 2014
Kesannya sok tahu begini :D 

Justru dari pengalaman pertama itu, saya jadi belajar. Dari hal-hal yang saya lakukan selama bertugas di Kelas Inspirasi, yang tidak saya lakukan karena tidak tahu kalau itu harus dilakukan, yang tidak saya kerjakan karena saya tidak tahu caranya. 

Moto itu tidak gampang. Makanya prihatin juga mengamati kelakuan orang yang suka nentengin kamera DSLR kemana-mana untuk sekedar gaya. Kemana euy, you have no idea. Kudu ikutan relawan foto di Kelas Inspirasi tuh, biar kena ospek fotografi. Hohoho :))

Mulai aja yak.

Jadi Relawan Dokumentasi di Kelas Inspirasi Bandung #2

April 23, 2014
Saya tidak pernah tahu betapa beratnya jobdesk motret sampai saya melakukannya sendiri. Tanggal 19 Februari 2014 di program Kelas Inspirasi Bandung #2


Waktu saya bilang ke suami, Gele, kalo saya lolos seleksi jadi relawan fotografernya Kelas Inspirasi (KI), dia kaget dan bilang "kok bisa?." Saya juga bingung kok bisa. Kirain gak bakal diterima. Hahahaha. Saya iseng-iseng daftarnya. 

Mungkin panitianya melihat potensi saya lebih dari sekedar bisa-gak-moto yak. Portofolio yang saya masukin ke formulir Kelas Inspirasi hanya facebook saya, twitter saya, sama blog saya ini. Atau mungkin mereka tidak meperhatikan foto-foto yang ada di blog ini karya suami saya (dan seorang teman). Lumayan jasa fotografer gratis suami sendiri. Heuheuheu :D *samar-samar bisa keliatan panitia lagi tepok jidat semua :))*

Bandung for Beginners 2: Ngopi-ngopi Ala Orang Bandung

April 22, 2014
Halo.
Kembali ke pelajaran Bandung Untuk Pemula. Ini bagian kedua.
Sudah baca? :D
Belum? Heeu baca dulu atuh :P

Bandung for Beginners bagian kedua ini sebenarnya berlaku untuk orang Sunda lainnya. Gak hanya di Bandung. Tapi juga Garut, Cianjur, dan sebagian lain dataran tinggi yang dihuni orang Sunda. Tapi saya khususkan disini dengan menyebut orang Bandung, ya. Namanya juga Bandung Diary, bukan Garut Diary :P 

Langsung aja?
Ok.

Hening Cipta Untuk Raden Ayu Dewi Sartika

April 21, 2014
Saya ingin menanamkan kepada perempuan bumi putera, 
sebagai perempuan mereka harus bisa segala-gala. 
Agar mereka punya rasa percaya diri terhadap kemampuannya 
dan tidak melulu bergantung pada suami, apalagi pada belas kasihan orang lain.
- Dewi Sartika, pendiri sekolah perempuan pertama di Bandung-

Tahun 1906 Dewi mendirikan sekolah. Atas bantuan Bupati Bandung dan pemerintah kolonial yang berhati baik, Dewi membangun sekolah pertamanya bernama Sakola Istri.





Seorang Inspektur Hindia Belanda, C.Den Hammer bertanya pada Dewi Sartika. Kenapa kau mau mendirikan sekolah?

Ini Dewi Sartika, Perintis Sekolah Perempuan di Bandung

April 20, 2014
Dewi Sartika lebih tegas, berani, dan berwibawa 
dalam membawakan dirinya yang kontroversial itu.
Sementara gadis-gadis sekarang bereaksi pada keadaan buruk 
dengan frustasi, amuk, pil ekstasi, atau begadang di diskotik. 
Bahan kontemplasi mereka tidak lebih dari majalah-majalah glamour 
yang akhirnya mendorong kepada kehidupan konsumtif.

-WS. Rendra-

Iya, bulan April ini semuanya tentang RA Kartini. Tanpa mengurangi hormat pada beliau, saya menulis tentang Dewi Sartika. Karena ini Bandung Diary. Bukan Jepara Diary atau Rembang Diary. Kartini atau Dewi Sartika, keduanya sama hebatnya. 

Dari kaya raya jadi tak punya apa-apa. Ada yang mau menampung tidur pun sudah luar biasa. Begitu perjalanan Dewi Sartika kecil. Ayah dan kakeknya diasingkan pemerintah kolonial ke pulau Ternate karena dianggap memberontak. Ibunya turut serta. Dewi Sartika dan kakaknya terpencar, diasuh kerabatnya.





Uwanya (kakak kandung ibunya) menerima Dewi Sartika di rumahnya, di Cicalengka. Wilayah ini termasuk dalam Bandung timur. Sebelumnya beliau tinggal di pusat kota Bandung, dekat dengan Alun-alun. 

Bandung for Beginners 1 : Mengucapkan E+U Seperti Pada Kata CicahEUm

April 17, 2014
Halo, pendatang di Bandung. Selamat datang. 
Bagaimana, sudah berapa lama tinggal di Bandung? 
Seminggu? Sebulan? Setahun?

Kota ini sayaaaaaang banget kalau kita cuekin. Banyak yang bagus-bagusnya walau kita gak boleh nutup mata sama kekurangannya juga, sih :D

Tulisan ini saya buat untuk teman-teman sekalian yang baru menetap di kota ini. Baru masuk dunia kampus, pengantin baru yang ikut kemana pasangannya mencari nafkah, diajak pindah sama orangtua, sampai mereka yang gak kuat tinggal di kota kayak Jakarta terus pindah deh ke sini, misalnya :)

Langsung kita mulai saja pelajaran Bandung Buat Pemula ini. Catatannya masih random :D 

1. Ucapkan Terima Kasih dengan kalimat HATUR NUHUN. Ngomong begini biasanya kalau kita beres transaksi belanja. Turun dari angkot dan kasih duitnya ke supir. Dibantuin bawa barang belanjaan sama tukang ojek. Ditolong orang lain. Dan sebagainya dan sebagainya.

2. Bilang Permisi dengan kalimat PUNTEN. Ucapkan kata ini kalau kita menyela tempat duduk orang lain, menyalip jalannya orang lain, mengetok rumah orang, menjatuhkan barang orang lain, menginjak kaki orang lain di dalam angkot, dan seterusnya dan seterusnya.

3. Simpan mobil/motor kalian di garasi rumah saja. Gunakan angkot dan ojek. Bandung ini banyak angkotnya. Sekarang ada moda transport alternatif. Bandung Taxi Bike, namanya. Bisa kita pesan melalui twitter. 

Banyak Harta Karun di Garage Sale Vol. 8 di Jalan Cisangkuy

April 16, 2014
Garage Sale. Bursa barang bekas. Tempat berburu barang-barang murah tapi masih amat sangat layak pakai/guna. Saya paling suka sama acara begini. Walaupun pulang tak membeli satu barang, bisa ngeliat aja udah seneng :)



Info yang saya baca di koran menyebutkan tentang The Dino Cheese. Mereka menyelenggarakan Garage Sale yang ke-8. Tiap tahun rajin membuat Garage Sale. Sekali saja. Tahun ini adalah yang kedelapankalinya. Wuih konsisten, salut!



Taman Cibeunying, Rumputnya Boleh Kita Injak

April 15, 2014
Suka sedih gak sih kalau lagi asyik main, lari-lari, loncat-loncatan, kepengen duduk, terus ada tulisan "dilarang menginjak rumput!"



Peraturan seperti itu bertebaran di Bandung. Rumput hanya untuk kita lihat. Tidak boleh diinjak, dilarang duduk-Suatu kali pernah saya jalan-jalan ke kampus ITB. Ada pameran instalasi rumput. Seniman yang bikin instalasi menyindir peraturan Dilarang Menginjak Rumput. Kenapa sih gak boleh menginjak rumput? Tiduran, duduk-duduk, piknik, kan enak. Sehat buat kaki, bagus buat pertumbuhan anak-anak, sehat buat jiwa. Jadi bukan kambing atau sapi aja yang butuh tanaman hijau-hijau ini, manusia juga perlu rumput :D


Rumput ini walau kebanyakan ganggu, tapi kalau tempatnya cocok dan terurus ya bermanfaat juga. Terutama kalau kita sudah memiliki anak. Atau sepasang kaki yang sering kecapekan. Kepengen ngegolosor. Duduk meluruskan kaki. Beralaskan tikar atau kain terpal. Atau tidak sama sekali. Pernah gak ngerasain lagi capek-capeknya terus tiduran di rumput di bawah pohon? Cobain deh, sejuk, damai, happy :)

Piknik #FOODWAR 1 di Kedai Teko

April 14, 2014
Botram.
Istilah dalam bahasa sunda.
Artinya kumpul ramai-ramai, bawa makanan.

Tapi ada juga yang bilang asalnya dari bahasa Belanda. Boterham.
Makan roti dioles butter, isi ham.


Dahulu istilah ini hanya digunakan sesaat sebelum bulan Puasa.
Makan ramai-ramai.
Di kebon, di sisi sungai, di lapangan, di halaman.
Di mana aja yang penting di luar (rumah sendiri).
Sebelum tiba waktunya menahan lapar bersama.

Konsep makan ramai-ramai ala Botram ini yang berlaku di #FOODWAR.
Selain makan keroyokan, ada juga demo masak dari bahan daging sapi dari MLA.
Meat and Lifestock Australia.
Juga ada doorprize dan goodiebag dari Martha Stewart Living.
Doorprize dari temen-temen #FOODWAR juga banyak banget.

Rame banget acaranya. Seru!




Banyak makanan.
Banyak orang-orang.
Dari yang manula sampai yang masih bocah.

Petunjuk Arah ke Car Free Day Dago

April 07, 2014
1. Kalau angkot yang lewat di muka jalan Dago arena Car Free Day :
Kalapa - Dago
Cicaheum - Ledeng
Cicaheum - Ciroyom
Panghegar - Dipatiukur
Sadangserang - Caringin
Riung Bandung - Dago




Tips ke Car Free Day Dago

April 06, 2014
Begitu-gitu aja, sih :D


1. Seperti biasa, amankan dompet dan seisinya. Bawa aja duit seperlunya, taro di saku celana. Selalu siaga sama yang namanya Copet.

2. Pakaian kasual aja yak. Biasanya sih kalau dress-up ke tempat dan acara kayak gini antara jomblo atau memang doyan dandan :) Gak apa-apa, pakaian mah pilihan masing-masing. Hehehe.

3. Bawa kamera! Banyak yang seru untuk difoto-foto (selain selfie :P)

4. Jangan bawa perut yang penuh. Banyak yang bisa dimakan di Car Free Day Dago :))

5. Naik angkot ya. Sepeda lebih baik.

6. Buang sampah ke tempat sampah, jangan buang seenaknya di jalanan ya.

7. Makin pagi datangnya, makin baik, lebih menyenangkan karena relatif masih kosong CFD Dagonya.



Baca juga:

Ke Car Free Day Dago Pagi-pagi, Dengan Catatan...

Ke Car Free Day Dago Pagi-pagi, Dengan Catatan...

April 05, 2014
Car Free Day di Bandung mulainya dari 2009. Waktu itu saya ikut meramaikan acara percobaannya, juga perdananya. Bareng-bareng sama temen-temen dari komunitas Bandung Cycle Chic. Seneng banget lihat Dago bebas dari kendaraan mesin walau cuma beberapa jam.


Sampai sekarang masih suka ke CFD Dago. Dekat dari rumah. 15 menit naik angkot sudah sampai. Dengan catatan berangkatnya pagi-pagi jam enam. Terlalu siang pun CFD terlalu bising buat saya dan keluarga.


Cari apa di Car Free Day Dago?

Tumbuh Cinta di Warung Salse

April 03, 2014
Awal April 2014, pukul tiga sore hari. Kawasan Dago seperti sedang meriang. Kadang mendung. Tiba-tiba panas. Lalu berawan. Meski begitu, tak surut niat saya melancong ke satu tempat di dataran tinggi Dago Giri. Menuju tempat makan-makan. Saya sudah browsing tempatnya di Google. Belum banyak yang menulis tentang kafe ini rupanya. Pantas saja, umurnya baru sebulan ;) 


Berada di kawasan Dago pada ketinggian yang selevel dengan Lembang. Sepuluh menit berkendara dari Terminal Dago. Tempat ini memberi pemandangan lembah dan perbukitan buat pengunjungnya, makanan yang lezat dan terjangkau harganya, arsitektur dan interior bangunan yang cantik. Semuanya terangkum dalam dua kata: Warung Salse.