Harta Karun Bernama Yoghurt Cisangkuy

January 04, 2014

Cisangkuy itu nama sungai di daerah selatan Bandung. Dia juga nama jalan yang lokasinya dekat dengan Gedung Sate. Jalan Cisangkuy. Jalan ini punya harta karun. Namanya Yoghurt Cisangkuy.

Frekuensi kedatangan saya ke tempat makan ini bisa dihitung sama satu tangan. Gak terlalu doyan makan-makan di tempat ini karena harganya yang menyentuh titik nadir isi dompet saya. Hohoho :D 

Perkenalan saya dengan Yoghurt Cisangkuy berawal dari ajakan teman. Kata dia menu Kentang-Sosis yang paling jagoan. "Sosisnya enak banget, Lu. Beda rasanya. Kayaknya dia buat sendiri, deh. Bukan sosis instan", tutur teman saya. Masalahnya temen saya ini jago masak. Jago pangkat sejuta, deh. Saya gak bisa gak setuju kalau makanan dia bilang enak. harus dicobain!

Saya makan deh kentang sosisnya. Rupanya memang benar ini menu legendaris. Menunya sudah ada sejak dulu kala saya belum lahir tahun 1985. Kalau dulu satu porsi bisa untuk mengisi perut dua orang, sekarang porsinya mengecil. Rasa masih sama. Harganya 24.000. 

Terakhir kali saya ke Yoghurt Cisangkuy malah tidak memesan Kentang-Sosis. Melainkan Surabi oncom dua porsi dan Surabi Keju Coklat dua porsi juga. Gak ketinggalan dong, yoghurtnya! Karena saya gak suka yang asam-asam, saya milih rasa Vanila. Harganya 15.000.

Surabi Keju Coklat. Surabi Oncom keburu masuk perut.
Enak, pakai tepung beras asli.

Lupa ga moto waktu yoghurtnya masih utuh :D

Yoghurt Cisangkuy tempatnya menyenangkan, sih. Homy karena pada dasarnya dia adalah rumah yang disulap jadi kafe sederhana. Memanfaatkan halaman depan, teras, garasi, sampai ke ruang tamu rumahnya. Rumahnya punya gaya jadul, gaya ala rumah Belanda, Bandung tempo dulu. 


Ada pohon besar yang menaungi halaman depannya. Teduh sekali. Sang pemilik kelihatannya menyukai tanaman. Hijau segar dimana-mana, soalnya. Seneng ya punya rumah yang halamannya begini :D 



Saya belum pernah lihat tempat ini sepi. Ramai melulu. Apalagi hari minggu. Tua muda, datang semua. Menunya macam-macam, dari yang modern rasa bule-bule sampai yang citarasanya lokal. Harga... buat saya sih tidak murah. Mahal, euum iya sih :DRecommended nih -walau saya tidak akrab dengan harga menu-menunya-. Setidaknya rasakan suasana makan dibawah pohon yang teduh atau didalam rumah tua yang antik dan cantik. Buat saya, pagi-pagi adalah waktu yang super cocok buat makan-makan di harta karunnya jalan Cisangkuy ini. 





Foto oleh Indra Yudha dan saya sendiri.
Post Comment
Post a Comment