Food After Food In Old Bandung Culinary Walk I

December 13, 2013

Again, late post. 
Daripada membiarkan foto-foto jepretan suami saya, Indra Yudha, ini menganggur di laptop, saya karyakan disini :D 
Penampakan Preanger Hotel
Komunitas Kuliner Bandung (KKB) bikin tur kuliner. Saya jelas ikutan dong meski hampir semua tempat yang dikunjungi sudah pernah saya datangi. Siapa tahu kan sensasinya berbeda kalau perginya ramai-ramai begini. 

Pukul enam pagi di hari minggu kebanyakan orang masih dalam dekapan selimut. Saya sudah siap kaki buat jalan-jalan dan perut untuk menampung semua makanan yang bakal dilahap hari itu. Saya gak sendiri nih. Ada banyak orang yang ikut serta, jumlahnya berapa saya gak hitung satu-satu :D

Jaman sekarang jalan-jalan sudah pasti peralatan 'perang'nya kamera. Banyak sekali yang nentengin kamera. Alhasil sesi poto juga berlimpah ruah. Seru ketawa-ketawa. Tambah lapar, kraukkk kraauuuk bunyi suara perut. 


Rasa Bakery The Beauty 

Nah ini perhentian pertama. Toko kue namanya Rasa Bakery. Berdiri sejak jaman kompeni dan masih bertahan sampai sekarang, masih banyak pelanggannya pula. Hebat yak. Sudah gak kehitung berapa kali saya melintasi toko kue yang khas dengan kanopi warna kuning mencoloknya ini. Saya suka sama bentuk gedungnya yang tua. Cantik. Kokoh. Classy. Kalau dia manusia, Meryl Streep bisa kita andaikan jadi gedung Rasa Bakery.












Disini banyak kue-kue lucu. Rasanya eumm bagaimana ya, menurut saya ada toko kue lain yang rasa kuenya lebih enak euy :D saya coba pai fruitnya karena saya penggemar berat kue ini. Yah... biasa banget rasanya. Standar. Buahnya sih seger. Tapi kan kuncinya ada di fla-nya juga. Heuheuheu. 

Saya juga mamam es krim. Enak dan segar walau rada aneh pagi-pagi jam 9 pagi makan es krim :D 








Beres urusan perut, kami diajak masuk ke ruangan lain yang menyimpan banyak kenangan Rasa Bakery di tahun-tahun mereka pertama beroperasi. Hmmm... saya nyium aroma sejarah. Banyak pernak-pernik toko yang disimpan apik pemiliknya dalam sebuah lemari antik. Beberapa lemari kecil, kursi, dan meja tua juga terpajang anggun. 





Saya ragu sih bakal ada kedatangan saya lagi di Rasa Bakery. It's not my type. Seperti bukan tempat untuk saya berada entah kenapa. Mungkin karena harga kue-kuenya :D tapi gak tahu, it is more that just the price. Gedungnya saya suka banget. Tapi gimana ya, cantiknya seperti tak tersentuh. Hehehe apa, sih :D

Moga-moga jodoh lagi yak, Rasa Bakery :)



The Oldest Sumber Hidangan


Salah satu bangunan di jalan braga. Kayak di Eropa gak? hehehe

Tempat yang satu ini sering banget saya sambangi. Tujuannya ada tiga :
1. Roti stick isi keju
2. Kroket
3. Duduk santai di kursi makannya dan ruang makannya yang super duper antik

Sejak dulu Sumber Hidangan sudah jadi favorit saya & keluarga. Ibu saya, pecinta kue, sukaaaa pisan sama roti-roti dan kue Sumber Hidangan. Alhamdulillah hobinya suka makanin kue menular hehehe. 

Berdiri di tahun 1930an, Sumber Hidangan ini menjual kue dan makanan khas Eropa. Dahulu toko kue ini terkenal seantero Bandung. Jaman nenek saya masih remaja, tokonya sudah ada. Beliau suka beli roti disini karena tukang jahit langganan nenek saya tempatnya tidak jauh dari Sumber Hidangan ini. Wow...

Sumber Hidangan terletak di Jalan Braga yang legendaris. Tokonya tua, seperti tak terurus. Agak kasihan melihatnya tapi justru aroma sejarah yang keluar dari tiap dinding, jendela, lantai, sampai langit-langitnyanya makin tajam. Bahkan sampai para karyawannya yang hampir semuanya manula. 



Pelanggannya, wah jangan ditanya. Kalau sudah sore stok kue dan rotinya rata-rata sold out. Oma opa kamu bisa jadi dahulu sering mampir ke tempat ini. Salah seorang ibu dari teman sekantor yang usianya sudah masuk ke angka 80an merupakan pelanggan tetapnya Sumber Hidangan. Tidak jauh dari situ ada kantor PLN Pusat Bandung. Tiap kali usai mengambil uang pensiunan almarhum suaminya, beliau selalu menyempatkan diri ke Sumber Hidangan beli kue-kue favoritnya. Begitu juga kalau Natal, beliau memesan kue di Sumber Hidangan. 



Bersama KKB saya nyemil roti yang bentuknya lucu. Apa ya namanya? saya lupa hahahaha. Rotinya manis. Bentuknya seperti dipilin-pilin dan bertabur gula pasir. Enak banget! Kue eropa itu manis-manis yak. Kadangkala saya sampai eneg sendiri euy. Tapi kalo makan gak terlalu banyak sih masih enak. 



Harga kue dan rotinya relatif murah. Ada sih yang mahal gila. Tapi yang murah juga banyak. Favorit saya disini si roti stick isi keju. Namanya apa sih saya lupa banget :D Kacau hehehe

Hari minggu tutup. Buka Senin - Sabtu jam 9 pagi , tutup jam 7 malam. Waktu paling baik buat datang ke Sumber Hidangan adalah jam 9 pagi. Karena roti-rotinya masih hangat baru keluar oven.... nyam...nyammm.. Lagian apa yang lebih indah dari duduk santai di restoran Sumber Hidangan jam 9 pagi makan roti hangat plus secangkir kopi sambil menatap sinar matahari yang memantul diatas jalanan Braga. 




bersambung ke postingan berikutnya yak, yang ini nih :D
3 comments on "Food After Food In Old Bandung Culinary Walk I"